Kabar Sehat, Kesehatan Umum, Travel Health

Cacar Monyet: Apa Bedanya Dengan Cacar Air?

CACAR MONYET

Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan dari hewan seperti pengerat atau primata ke manusia. Penyakit ini sangat jarang  dan umumnya terjadi di Afrika. Dinamai monkeypox karena pertama kali ditemukan di monyet yang dipelihara sebagai hewan coba.

Penyakit ini mulai terkenal di Indonesia setelah ada satu orang di negara Singapura yang telah terkonfirmasi menderita cacar monyet. Penduduk Singapura ini ternyata sebelumnya mengunjungi Nigeria dan makan daging hewan buruan saat menghadiri pesta pernikahan. Sekitar seminggu kemudian, muncul bintil berisi cairan nanah. Akhirnya pasien dilakukan perawatan intesif dan orang-orang yang telah kontak dengannya diberikan vaksinasi. 

Yang bisa menyebabkan penularan cacar monyet adalah:

  • Kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi kulit hewan yang terinfeksi. Makan daging hewan yang tidak dimasak dengan cukup matang juga bisa menularkan penyakit ini.  Hewan yangbisa menginfeksi adalah monyet, tikus Gambian, tupai, serta hewan pengerat lainnya.
  • Kontak dekat dan langsung terhadap lesi kulit dapat menularkan penyakit dari penderita ke orang sehat lainnya.

Orang terkena infeksi cacar monyet akan muncul gejala 5 – 21 hari sejak kena paparan dari sumber infeksi. Gejalanya adalah demam, nyeri kepala, pembengkakan kelenjar limfe, nyeri pungung, nyeri tulang, dan muncul lesi kulit.

Lesi kulit pasien dengan cacar monyet berupa plentingan isi air dengan ukuran bervariasi. Lesi kulit ini terutama di wajah serta telapak tangan dan kaki. Sekilas, penyakit ini hampir mirip dengan cacar air atau varicella atau disebut juga chickenpox . Tetapi sebenarnya, cacar monyet malah lebih dekat dengan smallpox atau variola yang sudah di eradikasi di dunia pada 1980. Walaupun cacar monyet lebih ringan dibandingkan dengan variola, tapi cacar monyet juga bisa menyebabkan kematian. Kematian bisa terjadi sekitar 1-10% pada pasien cacar monyet terutama dengan usia muda.

Apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah terkena cacar monyet:

  • Mencegah penularan dari hewan ke manusia: hindari kontak dengan hewan pengerat atau monyet terutama yang terinfeksi. Makan daging yang sudah dimasak dengan baik
  • Mencegah penularan dari penderita ke orang lain: pakai selalu alat pelindung diri, cuci tangan secara teratur.
  • Vaksinasi: belum ada vaksinasi untuk monkeypox, namun vaksin smallpox terbukti 85% melindungi dari cacar monyet. Namun sayangnya vaksin ini tidak mudah diperoleh. Salah satu merk vaksin smallpox saat ini adalah IMVANEX yang diproduksi oleh Bavarian Nordic.

Jadi, bagi yang bepergian ke daerah endemik cacar monyet atau Singapura, tidak usah takut. Walaupun vaksin smallpox sepertinya sulit didapatkan, paling tidak kita bisa melakukan pencegahan yang lain bukan? Jika mengalami salah satu tanda gejala penyakit segera periksa konsultasikan bersama dokter.

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s