Nutrisi dan Kebugaran

Pola Makan dan Suasana Hati

Pola Makan dan Suasana Hati

Manfaat Makan Sehat

Otak manusia yang menjadi pusat pengatur tubuh sangat bergantung dengan ketersediaan sumber energi dari bahan makanan. Asupan nutrisi akan mempengaruhi fungsi otak, juga termasuk suasana perasaan. Pilihan makanan serta pola makan kemungkinan bisa berkaitan suasana hati hingga kesehatan mental. Sementara itu, suasana hati serta keadaan perasaan seseorang juga bisa mempengaruhi pilihan makan.

Pada saat mengalami gejala depresi atau gangguan kecemasan seperti suasana hati tidak baik, kurang bergairah, lekas marah, kurang motivasi dan tidak bersemangat maka mungkin sulit untuk menemukan energi dan motivasi membuat pilihan makan sehat. Pada kondisi ini banyak orang lebih memilih makanan enak “comfort food” tinggi kalori rendah nutrisi yang cepat membuat nyaman, atau sebaliknya justru jadi malas makan sehingga tidak mau makan apa pun sehingga dalam waktu lama bisa menyebabkan sakit.

SmartSelectImage_2019-04-07-23-08-15-01 Tijana87/iStock/Thinkstock

Pola makan sehat terbukti lebih menyehatkan tubuh. Saat merasa sehat, Anda lebih mungkin untuk tetap melakukan pengaturan pola makan sehat sehingga pada akhirnya tubuh pun terjaga tetap sehat.

Kesehatan pencernaan bisa mempengaruhi kesehatan tubuh secara umum, juga termasuk kesehatan mental. Serotonin yang merupakan neurotransmiter untuk membantu pengaturan tidur, nafsu makan, mediasi suasana perasaan, dan menghambat rasa nyeri sebagian besar diproduksi di saluran pencernaan. Persarafan juga mikrobiom di saluran cerna kemungkinan juga turut terlibat dalam mempengaruhi perasaan serta suasana hati.

Namun, timbulnya permasalahan gangguan kesehatan mental memang sangat kompleks.

Ada banyak faktor berkontribusi pada terjadinya masalah gizi dan kesehatan mental. Faktor-faktor seperti kelas sosial-ekonomi, usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, etnis/suku bangsa berinteraksi secara kompleks sehingga memengaruhi kondisi kesehatan mental serta permasalahan gizi. Faktor-faktor seperti gangguan kesehatan fisik, hidup dalam kemiskinan, atau golongan kelas masyarakat tidak beruntung dikaitkan dengan risiko kualitas kesehatan mental juga gizi yang buruk. Akibat pola makan tidak sehat dalam waktu lama akan menimbulkan penyakit hingga akhirnya bisa berkontribusi dengan terjadinya kematian dini terkait gangguan gizi.

Gizi Seimbang dan Kesehatan Mental

Pola makan sehat lebih dari sekedar nutrisi. Kualitas kesehatan mental yang baik tercapai dengan pola makan sehat secara keseluruhan, bukan hanya makanan atau nutrisi tertentu saja. Itu berarti bahwa tidak ada makanan super untuk kesehatan mental, melainkan penekanan pada pentingnya untuk makan bergizi seimbang sesuai kebutuhan asupan tubuh.

Pola makan bergizi seimbang dengan menikmati berbagai macam sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian serealia, kacang-kacangan, susu rendah lemak, daging tanpa lemak dan ikan diharapkan dapat mencegah gejala depresi dan gangguan kecemasan. Pola makan bergizi seimbang berarti tubuh akan terbantu mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk sehat, termasuk kualitas kesehatan mental yang baik. 

Pengaturan pola makan dengan diet sehat penting untuk menjaga kesehatan, terlebih saat sedang mengalami gangguan kesehatan mental. Pola makan buruk dapat berkontribusi pada memburuknya gejala depresi dan gangguan kecemasan. Disisi lain, pola makan sehat baik bagi kualitas kesehatan tubuh secara keseluruhan juga dapat membantu mencegah gejala depresi serta gangguan kecemasan. Pola makan dengan makanan olahan terlalu tinggi gula, garam, lemak dapat lebih mengarah pada gejala depresi serta gangguan kecemasan. Pola makan sehat dengan pilihan hidangan “tradisional” yang tinggi tingkat konsumsi sayur-mayur, buah-buahan, biji-bijian berserat utuh, ikan, makanan laut serta tidak terlalu banyak konsumsi daging dan susu ternyata bantu lebih jarang mengalami depresi. Pola makan sehat bergizi seimbang dengan sering mengkonsumsi buah dan sayuran berkaitan dengan perasaan sehat sejahtera

Pola makan yang tampaknya memberikan manfaat paling besar bagi kesehatan mental adalah ‘diet tradisional’ yang tinggi tingkat konsumsi sayur-mayur, buah-buahan, biji-bijian berserat utuh, ikan, makanan laut serta tidak terlalu banyak konsumsi daging dan susu. Pola makan ini contohnya diet Mediterania, diet Norwegia, diet Jepang.

Beberapa komponen dari pola makan ini yang mungkin penting bagi kesehatan mental antara lain: 

  • Lemak sehat seperti yang ditemukan dalam ikan, minyak zaitun serta bahan pangan sumber lemak sehat lainnya. Lemak sehat telah terbukti penting bagi pembuluh darah dan otak serta mungkin memiliki efek antiinflamasi untuk bantu mencegah depresi.
  • Biji-bijian kaya serat. Serat pangan ini dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri usus baik yang kemungkinan memiliki efek positif pada kesehatan mental.
  • Buah dan sayur-sayuran. Komponen bahan pangan berwarna-warni ini mengandung banyak nutrisi penting termasuk multivitamin, mineral juga antioksidan bantu mencegah kerusakan sel.
  • Makanan fermentasi juga dapat membantu pertumbuhan bakteri baik di usus serta kemungkinan berdampak positif bagi kesehatan otak. Contoh makanan fermentasi seperti yoghurt, keju, tempe, miso, soy sauce, natto, doenjang, cheonggukjang, fermentasi beras, rice vinegar, kimchi, dan lainnya. 
  • Kacang-kacangan, biji-bijian dan kacang polong sebagai sumber protein nabati yang baik, lemak sehat, dan serat. Pada pola makan seimbang memang menekankan untuk seimbang mengkonsumsi sumber protein hewani dan nabati untuk mencukupi kebutuhan asupan tubuh.
  • Asupan cairan: minum air putih yang aman akan membuat Anda terhidrasi dan membantu lebih fokus dan produktif.

Lakukan pola makan sehat sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari. Makan dengan penuh kesadaran. Pusatkan konsentrasi di waktu makan sehingga pikiran lebih fokus supaya bisa lebih sadar dengan kualitas asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Hindari alkohol dan pemakaian zat berbahaya lainnya. Pastikan tidur dengan cukup. Lakukan aktivitas fisik disertai teratur berolahraga secara aman. Jalin hubungan bersama keluarga juga teman-teman yang baik.

Pada situasi tertentu memang makan sehat tampak sulit, maka coba lakukan:

  • Pilih aneka ragam bahan makanan yang sedang musim sehingga harganya lebih terjangkau serta kualitasnya juga lebih baik. Makan sehat bukan berarti harus bahan makanan mahal. Ada banyak bahan pangan lokal mudah dijangkau yang juga bernutrisi tinggi selama diolah dengan baik.
  • Buat catatan rencana masak dalam satu minggu kemudian belanja bahan masakan yang dibutuhkan di akhir pekan sehingga waktu untuk mempersiapkan bahan makanan lebih luang juga asupan gizi lebih mudah dikontrol.
  • Simpan makanan sehat dalam jangkauan sehingga lebih mudah membuat pilihan sehat saat akan makan.
  • Masak hidangan sehat dalam jumlah banyak yang mudah disimpan atau dibekukan di kulkas. Bagi dalam sekali porsi makan sehingga mudah dihangatkan saat akan dimakan.
  • Belanja dan masak bersama teman atau keluarga sehingga lebih bersemangat untuk makan sehat.

Meski demikian tentu saja pada penyandang gangguan mental tetap harus melakukan terapi juga pengobatan yang diperlukan sembari memperbaiki pola makan juga gaya hidup sehat.

Beberapa kondisi permasalahan makan juga bisa terkait dengan gangguan kesehatan yang harus ditangani lebih lanjut oleh ahli profesional berkompeten. Konsultasikan bersama dokter dan ahli gizi berkompeten untuk pengaturan pola makan sehat secara tepat sesuai kondisi.

Baca juga artikel Pedoman Gizi Seimbang sebagai solusi pola makan sehat berkelanjutan

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.