Nutrisi dan Kebugaran

Perbedaan Gizi Seimbang dan Empat Sehat Lima Sempurna

PERBEDAAN GIZI SEIMBANG DAN EMPAT SEHAT LIMA SEMPURNA

Pola makan Gizi Seimbang berbeda dengan Empat Sehat Lima Sempurna. 

Banyak pihak yang belum mengerti tentang perbedaan antara Gizi Seimbang dan Empat Sehat Lima Sempurna. Konsep Empat Sehat Lima Sempurna yang dipopulerkan Bapak Gizi Indonesia, Prof. Poerwo Soedarmo sekitar tahun 1952 sudah tidak lagi digunakan. Pada tahun 1995, Indonesia mempublikasikan pedoman pola makan nasional yang kemudian direvisi dengan pembaruan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (Balanced Nutrition Guidelines) di tahun 2014. Pedoman Gizi Seimbang kemudian menggantikan Empat Sehat Lima Sempurna menjadi pedoman pola makan nasional.

SmartSelectImage_2019-03-26-14-12-35-01

Sumber gambar IG @makanbenar_id

Menurut Kemenkes RI, ada empat perbedaan utama konsep lama Empat Sehat Lima Sempurna dengan konsep pola makan terkini yang dinamakan pedoman gizi seimbang, yaitu:

1. Penekanan Pesan

Seperti kita ketahui konsep Empat Sehat Lima Sempurna menekankan pada konsumsi bahan makanan saja. Konsep Empat Sehat Lima Sempurna menekankan pada konsumsi nasi, lauk pauk, sayur, buah dan memandang susu sebagai bahan pangan yang menyempurnakan pola makan. Sementara konsep Gizi Seimbang dimaknai sebagai susunan makanan sehari-hari sesuai dengan kebutuhan tubuh disertai penekanan pesan untuk menunjang kesehatan sehingga terbebas dari masalah gizi. Pedoman Gizi Seimbang memiliki 4 pilar dan 10 pesan.

Berikut ini pilar Pedoman Gizi Seimbang:

  • Mengonsumsi beragam makanan
  • Membiasakan perilaku hidup bersih
  • Melakukan aktivitas fisik
  • Mempertahankan dan memantau berat badan dalam batas normal

Gizi seimbang menjadi bagian dari Aksi CERDIK dalam tindakan preventif pencegahan penyakit. Terdapat pesan umum gizi seimbang berlaku bagi seluruh masyarakat umum yang dalam kondisi sehat. Selain itu, gizi seimbang juga memiliki ‘pesan khusus’ bagi kelompok-kelompok rentan untuk mencegah komplikasi gangguan nutrisi.

Secara umum terdapat 10 pesan umum gizi seimbang yaitu:

  1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
  2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan
  3. Biasakan mengonsumsi lauk-pauk yang mengandung protein tinggi
  4. Biasakan mengonsumsi anekaragam bahan makanan pokok
  5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak
  6. Biasakan sarapan
  7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
  8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
  9. Cuci tangan pakai sabun dan air bersih mengalir
  10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal

2. Susu Bukan Penyempurna

Di dalam konsep Empat Sehat Lima Sempurna, susu dikelompokkan tersendiri secara spesial juga dianggap sebagai penyempurna. Sedangkan di dalam konsep gizi seimbang ini susu termasuk ke dalam kelompok sumber protein (juga mineral dan vitamin). Susu tidak lagi menjadi makanan penyempurna juga dapat digantikan dengan jenis bahan pangan lain yang memiliki nilai gizi sama. Hal ini tentu memudahkan bagi orang-orang yang tidak bisa mengkonsumsi susu dan produk turunan susu. Tentu boleh jika tetap ingin mengkonsumsi susu dan produk turunan susu, namun porsinya harus dibatasi sesuai kebutuhan dan tidak menggantikan pola makan sehat gizi seimbang secara keseluruhan.

3. Penjelasan Mengenai Porsi

Konsep Empat Sehat Lima Sempurna tidak menyertakan informasi jumlah yang harus  dikonsumsi dalam sehari. Sedangkan gizi seimbang memasukkan penjelasan tentang kuantitas atau jumlah (porsi) yang harus dimakan setiap hari untuk setiap kelompok makanan. Secara umum setiap hari tubuh membutuhkan asupan protein nabati 2-4 porsi, protein hewani 2-4 porsi, makanan pokok 3-4 porsi, sayuran 3-4 porsi, buah 2-3 porsi dan minum air mineral minimal 8 gelas.

Ada orang yang sekali makan pakai nasi sampai 3 piring sekali makan, lauk hanya hewani tanpa pauk nabati dengan hanya pakai kuah sayur tanpa sayurnya dan tidak pernah makan buah sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan asupan tubuhnya. Pada gizi seimbang jika pola makan kita tinggi karbohidrat nasi 3 piring, tinggi lemak, sedikit protein, sedikit sayur dan tidak makan buah sehingga tidak sesuai kebutuhan tubuh maka tidak bisa dikategorikan Gizi Seimbang. Pola makan tidak seimbang sesuai kebutuhan tubuh bukanlah pola makan sehat. Sementara pada Empat Sehat Lima Sempurna pola makan tersebut masuk perhitungan meskipun tidak sesuai dengan kategori makan sehat.

Gunakan Tumpeng Gizi Seimbang dan Isi Piringku bantu untuk memudahkan mengingat pola makan Gizi Seimbang. Tumpeng Gizi Seimbang sebagai gambaran dan penjelasan sederhana terkait pola makan sehat seimbang. Pada piramida tampak porsi ukuran makanan dan minuman yang menyusun pola makan, serta promosi aktivitas fisik harian juga kebiasaan hidup bersih sehat dengan rajin cuci tangan dan memantau berat badan. Piring Makanku yang saat ini disebut sebagai “Isi Piringku” diharapkan membantu gambaran porsi makanan dalam sekali makan. Gizi seimbang juga memperhatikan kebersihan dan keamanan proses makan. Porsi asupan selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan juga kebutuhan asupan masing-masing individu sesuai kelompok umur dan kondisi fisiologis.

4. Pentingnya Minum Air Putih Secara Aman

Konsep Empat Sehat Lima Sempurna tidak menggambarkan bahwa tubuh perlu minum air secara cukup, aman, dan bersih. Sementara konsep Gizi Seimbang menjelaskan pentingnya mencukupi kebutuhan asupan cairan terutama dengan air mineral (atau biasa disebut oleh masyarakat sebagai air putih). Anjuran minum air putih secara umum sekitar 2 liter atau minimal 8 gelas per hari.

Pola Makan Sehat Berkelanjutan

GIZI SEIMBANG adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi. 

Pada tahun 2010, FAO and the Food Climate Research Network menerbitkan Plates, Pyramids, Planet untuk pengembangan pedoman pola makan sehat dan berkelanjutan secara nasional. Pola makan berkelanjutan adalah pola makan dengan dampak lingkungan rendah yang berkontribusi dalam pemenuhan gizi, ketahanan pangan dan kehidupan sehat bagi generasi sekarang juga masa depan. 

Diet berkembang dari waktu ke waktu dipengaruhi oleh banyak faktor sosial dan ekonomi yang berinteraksi secara kompleks untuk membentuk pola makan individu. Faktor yang mempengaruhi diet termasuk selera kegemaran, kepercayaan individu, pendapatan, harga makanan, tradisi budaya, serta aspek geografis dan lingkungan (termasuk perubahan iklim). Asupan makan melibatkan interaksi kompleks antara faktor biologis, psikologis dan lingkungan-sosial ketika seseorang makan.

Tentunya untuk jumlah makanan akan bergantung pada kebutuhan tiap individu yang memang bisa berbeda-beda. Baca informasi tentang Kebutuhan Kalori lebih lanjut disini.

Pedoman pola makan disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi, geografis, kondisi ekonomi dan budaya di tiap negara. Pendekatan pola makan gizi seimbang memungkinkan pemenuhan asupan energi juga nutrisi yang menyehatkan, serta memberi ruang bagi pelestarian kekayaan budaya kuliner Nusantara, juga memajukan perekonomian bangsa dan ketahanan pangan negara Indonesia.

Beberapa kondisi permasalahan makan juga bisa terkait dengan gangguan kesehatan yang harus ditangani lebih lanjut oleh ahli profesional berkompeten. Konsultasikan bersama dokter dan ahli gizi berkompeten untuk pengaturan aktivitas fisik dan pola makan sehat secara tepat sesuai kondisi.

Baca juga artikel Pedoman Gizi Seimbang sebagai solusi pola makan sehat berkelanjutan

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.