Kesehatan Wanita

Pre-Eklampsia

PRE-EKLAMPSIA

Pengertian Pre-Eklampsia

Pre-eklampsia adalah gangguan tekanan darah serius yang dapat mempengaruhi semua organ vital dalam tubuh ibu hamil. Seorang ibu hamil mengalami preeklamsia ketika memiliki tekanan darah tinggi disertai tanda-tanda gangguan fungsi pada sistem organnya lain. Kondisi hipertensi pada kehamilan (chronic hypertension, superimposed preeclampsia, preeclampsia–eclampsia dan gestational hypertension) terjadi sekitar 3 – 8% dari kehamilan.

Preeklamsia jika tidak ditangani akan memburuk sehingga terjadi komplikasi fatal. Pre-eklampsia terjadi setelah umur kehamilan 20 minggu, biasanya di trimester ketiga. Jika terjadi sebelum usia kehamilan 32 minggu disebut early-onset preeclampsia. Ada juga pre-eklampsia yang terjadi di umur kehamilan 6 minggu. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi 6 minggu pasca persalinan, jadi di periode nifas (postpartum). Semakin dini terjadinya pre-eklampsia akan berisiko semakin buruk gejalanya.

Penyebab dan Faktor Risiko Pre-Eklampsia

Belum diketahui penyebab pasti terjadinya pre-eklampsia. Dulu pre-eklampsia disebut sebagai “keracunan darah” atau “toxaemia” karena dipercaya akibat adanya toksin dalam darah. Saat ini para ilmuwan menyelidiki berbagai faktor dicurigai yang terlibat dalam penyakit pre-eklampsia, antara lain:

  • abnormalitas plasenta, seperti insufisiensi aliran darah
  • faktor genetik
  • paparan lingkungan
  • faktor nutrisi
  • imunologi dan gangguan autoimun maternal
  • perubahan kardiovaskuler dan peradangan (mekanisme inflamasi)
  • ketidakseimbangan hormonal
Abnormalitas plasenta dicurigai menjadi sebagai salah satu penyebab timbulnya pre-eklampsia. Pada kondisi ini plasenta diduga tidak berkembang baik karena ada masalah dengan pembuluh darah yang memasoknya. Plasenta merupakan organ yang menghubungkan suplai darah ibu ke darah janin. Makanan dan oksigen melewati plasenta dari ibu ke janin. Produk limbah dapat dikeluarkan oleh janin melalui ibu. Plasenta membutuhkan pasokan darah yang besar dan konstan dari ibu supaya dapat berfungsi baik. Pada pre-eklampsia, plasenta tidak mendapat cukup darah akibatnya aliran darah ke tubuh janin terganggu. Ini bisa jadi karena plasenta tidak berkembang sebagaimana mestinya selama paruh pertama kehamilan. Zat dari plasenta yang rusak beri sinyal hingga mempengaruhi pembuluh darah ibu, menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Pada saat yang sama, masalah pada ginjal dapat menyebabkan protein penting dalam darah ibu bocor ke urin sehingga terjadi proteinuria.

Risiko mengalami pre-eklampsia akan meningkat pada salah satu atau keadaan berikut:

  • kehamilan pertama kali
  • memiliki riwayat pre-eklampsia di kehamilan sebelumnya
  • memiliki riwayat keluarga dengan pre-eklampsia: pada ibu dengan pre-eklampsia maka kemungkinan anaknya mengalami kondisi ini sekitar 20% hingga 40% dan saudarinya sekitar 11% hingga 37%
  • memiliki riwayat hipertensi kronis, penyakit ginjal atau keduanya
  • usia 40 tahun atau lebih
  • jarak kehamilan lebih dari 10 tahun dari kehamilan sebelumnya
  • hamil lebih dari satu janin
  • memiliki riwayat penyakit tertentu, contohnya diabetes mellitus, trombofilia, lupus, sindrom antibody antiphospholipid, migren, rheumatoid arthritis, scleroderma, infeksi saluran kemih, penyakit gusi, polycystic ovary syndrome, multiple sclerosis, gestational diabetes, sickle cell disease atau memiliki kondisi yang berpotensi menyebabkan penyakit mikrovaskuler
  • obesitas sebelum hamil
  • menjalani prosedur in vitro fertilization, donasi sel telur atau inseminasi donor

Tanda dan Gejala Pre-Eklampsia

Keluhan terkadang tidak spesifik seperti pusing, nyeri kepala, nyeri ulu hati, mual, muntah atau pandangan mata tidak jelas. Tanda awal pre-eklampsia adalah tekanan darah tinggi dan proteinuria. Namun, pada saat awal penyakit seringkali ibu belum mengalami keluhan gejala. Inilah pentingnya rutin kontrol periksa kesehatan pada ibu hamil secara teratur.

Tanda dan gejala pada pre-eklampsia antara lain:

  • nyeri kepala terus-menerus
  • gangguan pandangan mata: pandangan mata kabur, terdapat bercak, kilatan cahaya, sakit saat melihat sinar (fotofobia), hingga kebutaan sementara
  • nyeri di perut bagian atas atau bahu
  • nyeri di bawah lengkung tulang rusuk
  • mual dan muntah yang justru dialami pada setengah akhir masa kehamilan
  • pertambahan berat badan drastis akibat retensi cairan
  • gangguan pernapasan
  • peningkatan edema mendadak dengan pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tangan dan wajah
  • kencing berkurang

Meskipun banyak kasus hanya bergejala ringan, kondisi pre-eklampsia dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan bayi jika tidak dikontrol serta diobati dengan baik.

Pre-eklampsia sangat berbahaya sebab bisa mengganggu pertumbuhan janin. Pertumbuhan janin lambat akibat kekurangan suplai darah sehingga terjadi intra-uterine growth restriction hingga bisa mengalami kematian janin. Pada kondisi pre-eklampsia berat, bayi bisa harus dilahirkan secepatnya sehingga berisiko terlahir prematur. Bayi terlahir prematur memiliki risiko komplikasi kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Bayi juga berisiko lebih besar meninggal. Bisa terjadi abrupsio plasenta hingga terjadi komplikasi perdarahan fatal.

Komplikasi pre-eklampsia bisa menyebabkan risiko ibu mengalami kejang, atau eklampsia. Sekitar 10 – 20% kasus pre-eklampsia bisa mengalami HELLP syndrome (hemolysis, elevated liver enzymes, low platelet count). Risiko terjadi penyakit jantung pembuluh darah, penyakit ginjal hingga gagal ginjal, gagal fungsi hati, gangguan pembekuan darah, serangan jantung, stroke dan tekanan darah tinggi. Pre-eklampsia juga menimbulkan risiko berulang di kehamilan berikutnya. Pre-eklampsia meningkatkan risiko kesakitan, kecatatan hingga kematian ibu hamil.

Pemeriksaan kesehatan juga pengisian buku kesehatan ibu dan anak secara rutin setiap bulan sangat penting untuk dilakukan oleh semua ibu hamil. Segera periksa ke rumah sakit jika terjadi salah satu tanda gejala pre-eklampsia. Jika terjadi tanda kegawatan segera antarkan ibu ke UGD atau hubungi ambulans untuk mendapatkan perawatan medis secepatnya.

Pemeriksaan dan Diagnosis Pre-Eklampsia

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan tekanan darah 140/90 mmHg pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Pengecekan berat badan dilakukan dengan penimbangan serta membandingkan dengan hasil penimbangan bulan-bulan sebelumnya. Berat badan bisa naik drastis sekitar 3 – 5 pounds dalam 1 minggu. Pada edema atau pembengkakan akan dilakukan pemeriksaan fisik. Tes urin untuk menunjukkan proteinuria. Pemeriksaan USG abdomen dilakukan untuk menilai perkembangan janin. Detak jantung janin juga akan diperiksa. Pemeriksaan darah seperti hitung trombosit, tes fungsi hati, tes fungsi ginjal, pemeriksaan penglihatan, pemeriksaan saraf dan lainnya dilakukan untuk mengetahui apakah telah terjadi komplikasi ke organ lain. 

Terapi Tata Laksana dan Perawatan Pre-Eklampsia

Terapi tata laksana perawatan pre-eklampsia dilakukan sesuai tingkat keparahan penyakitnya. Pada pre-eklampsia ringan maka bisa dilakukan rawat jalan dengan periksa kontrol kesehatan lebih lanjut. Ibu harus banyak beristirahat dengan tirah baring supaya tekanan darah bisa menurun, pemberian obat anti-hipertensi dan anti-kejang. Harus melakukan perawatan dan kontrol sesuai petunjuk dokter Anda. Pada pre-eklampsia berat maka akan dilakukan perawatan intensif di rumah sakit.

Manajemen hipertensi gestasional ringan atau preeklampsia tanpa gejala berat dapat dilakukan rawat jalan dengan pengawasan ketat oleh tenaga kesehatan. Anda mungkin diminta dokter untuk mencatat pergerakan bayi dengan melakukan hitung tendangan harian dan mengukur tekanan darah di rumah. Anda perlu menemui dokter setidaknya setiap minggu dan kadang-kadang disarankan untuk kontrol dua kali seminggu. Setelah mencapai usia 37 minggu kehamilan, mungkin disarankan untuk melahirkan bayi Anda. Jika hasil tes pemeriksaan menunjukkan bahwa bayi mengalami gangguan maka Anda mungkin harus melahirkan bayi lebih awal.

Preeklampsia dengan gejala parah biasanya dirawat di rumah sakit. Jika usia kandungan setidaknya 34 minggu mungkin disarankan agar melahirkan segera setelah kondisi Anda stabil. Jika usia hamil kurang dari 34 minggu dan kondisi Anda stabil mungkin akan dilakukan perawatan menunggu usia kehamilan siap untuk melahirkan bayi. Kortikosteroid diberikan untuk membantu kematangan paru-paru janin dan juga akan diberikan obat-obatan untuk membantu mengurangi tekanan darah Anda serta pengobatan untuk membantu mencegah kejang. Jika kondisi Anda atau kondisi janin memburuk maka bayi harus segera dilahirkan.

Tips Kiat Pencegahan Pre-Eklampsia

Tidak semua penyakit bisa dicegah, namun melakukan langkah pencegahan diharapkan bisa menurunkan risiko sakit. Pencegahan pre-eklampsia melibatkan identifikasi faktor risiko dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi faktor-faktor ini sebelum terjadi kehamilan. Jika sedang merencanakan kehamilan maka lakukan pemeriksaan prakehamilan untuk deteksi juga penanganan faktor risiko.

Jika memiliki hipertensi maka lakukan perawatan bersama dokter Anda sehingga tekanan darah terkendali. Jika Anda kelebihan berat badan maka lakukan langkah penurunan berat badan secara bertahap menggunakan pola hidup sehat berkelanjutan. Jika Anda memiliki kondisi medis kronis, contohnya seperti diabetes, maka lakukan pengobatan supaya kondisi Anda dikontrol dengan baik sebelum hamil.

Pemeriksaan kesehatan juga pengisian buku kesehatan ibu dan anak secara rutin setiap bulan sangat penting untuk dilakukan oleh semua ibu hamil. Tekanan darah, berat badan, kesehatan ibu juga kondisi janin lebih terpantau melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin. 

pemeriksaan-tekanan-darah-pada-kehamilan.jpg

Tulisan ini hadir berkat kerjasama antara dr. Annisa Karnadi dengan dr. Noorma Rina Hanifah, Sp.OG

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.