Kesehatan Wanita

Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Pengertian Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi dimana terjadi mual dan muntah ekstrem secara persisten selama kehamilan yang dapat menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit dan penurunan berat badan. Hiperemesis gravidarum terjadi sebelum usia kehamilan 22 minggu pada sekitar 1 dari 100 (0,3 hingga 3%) kehamilan. 

Sebagian besar wanita mengalami mual atau muntah (morning sickness), terutama selama 3 bulan pertama kehamilan. Morning sickness adalah mual dan muntah ringan yang terjadi pada awal kehamilan. Meski dinamakan morning sickness namun pada kenyataannya bisa juga terjadi di siang, sore atau bahkan sepanjang hari. Kondisi mual muntah ringan bisa terjadi pada separuh bahkan hingga 7080% kehamilan.

Penyebab dan Faktor Risiko Hiperemesis Gravidarum

Penyebab terjadinya mual dan muntah selama kehamilan tidak diketahui. Namun, beberapa ahli meyakini keluhan ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (HCG) dalam darah. HCG dilepaskan oleh plasenta. Morning sickness ringan biasa terjadi. Hiperemesis gravidarium ini lebih jarang terjadi dan lebih parah dibandingkan morning sickness.

Faktor risiko hiperemesis adalah kehamilan kembar, riwayat hiperemesis pada kehamilan sebelumnya, adanya stress, ibu yang berusia muda. Satu dari 300 ibu hamil mengalami hiperemesis dimana muntah terjadi terus-menerus, tidak bisa dihentikan dan sangat berat. Hiperemesis bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan sehingga risiko Anda akan lebih tinggi jika ibu atau saudari kandung ada yang hiperemesis mengalami gravidarum. 

Wanita dengan hiperemesis gravidarum mengalami mual dan muntah ekstrem selama kehamilan. Ini dapat menyebabkan penurunan berat badan lebih dari 5% dari berat badan. Mual-muntah ringan pada kehamilan biasanya membaik di trimester kedua namun hiperemesis gravidarum bisa tetap terjadi bahkan lebih dari umur kehamilan 14 minggu. Gejala biasanya membaik setelah usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini dapat terjadi pada kehamilan apa pun namun sedikit lebih sering terjadi jika mengandung anak kembar atau jika mengalami mola hidatidosa. Ibu lebih berisiko mengalami hiperemesis jika memiliki masalah pada kehamilan sebelumnya atau rentan terhadap mabuk perjalanan.

Tanda dan Gejala Hiperemesis Gravidarum

Morning sickness ringan menyebabkan penurunan nafsu makan, mual ringan atau sesekali muntah. Hiperemesis lebih berat lagi gejalanya hingga membuat ibu hamil tidak bisa makan atau minum apapun.

Keluhan tanda gejala hiperemesis gravidarum contohnya:

  • Mual dan muntah parah secara terus-menerus selama kehamilan
  • Keluar air liur lebih banyak dibandingkan kondisi normal
  • Penurunan berat badan
  • Terdapat tanda dehidrasi: urin berwarna gelap pekat, frekuensi kencing jarang, kulit kering, badan lemas, kepala pusing atau pingsan
  • Sembelit
  • Tidak bisa makan atau minum

Ibu jadi harus berbaring dalam waktu lama sehingga terganggu melakukan aktivitas harian. Merasa kebingungan kenapa mengalami kondisi seperti ini sedangkan orang lain bisa hamil lancar. Merasa khawatir, takut dan tertekan. Khawatir terhadap keselamatan anak. Disamping itu ada banyak orang tidak mengerti kondisi ibu sehingga membuat ibu merasa lebih tertekan. Ibu jadi menarik diri dan terisolasi dari pergaulan sosial. Kehamilan jadi tidak menyenangkan sebab ibu juga menjadi pesimis akibat merasa sakit. Jika merasakan kondisi ini jangan dipendam sendiri. Ibu sebaiknya menyampaikan suasana perasaan juga gangguan emosi kepada dokter, bidan, pasangan, keluarga serta sahabat yang bisa dipercaya.

Beberapa ibu mengalami mual muntah yang hebat hingga sangat lemah bahkan tidak mampu makan serta minum apapun. Ada yang bahkan bisa muntah 50x dalam sehari. Kondisi ini dikhawatirkan menyebabkan dehidrasi yang berbahaya bagi ibu dan janin. Mual muntah hebat dalam kehamilan yang tidak ditangani bisa menimbulkan tanda gejala juga komplikasi seperti:

  • dehidrasi dan gangguan elektrolit
  • hipotensi dimana tekanan darah turun
  • ketosis: kondisi kegawatan akibat terlalu tinggi kadar asam di dalam darah juga urin karena tubuh membongkar lemak sebagai sumber energi
  • tidak bisa merawat diri
  • tidak bisa melakukan aktivitas harian karena harus tirah baring dalam waktu lama 
  • tidak bisa bekerja (konsekuensi faktor ekonomi)
  • penurunan berat badan hingga 5% BB semula
  • gangguan mental emosional seperti depresi atau gangguan kecemasan yang bisa menetap hingga di masa post partum
  • bayi lahir dengan berat rendah
  • metabolik alkalosis
  • mallory weiss tear
  • esofagitis
  • ruptur esofagus (jarang)
  • wernickes encephalopathy dan myelinolisis pontin sentral (jarang tapi pernah terdokumentasikan) 
  • komplikasi pada organ vital lain: otak, ginjal, jantung, hati, dll
  • ulkus dekubitus juga deep vein thrombosis bisa terjadi akibat terus tidur saat tirah baring dalam waktu lama

Segera periksa ke dokter jika mengalami hiperemesis gravidarum. Segera periksa ke tenaga kesehatan jika ibu mengalami salah satu tanda gejala berikut:

  • Terdapat satu atau lebih tanda dehidrasi seperti sangat haus, kencing sedikit, urin berwarna kuning tua pekat, merasa pusing yang semakin memberat ketika akan berdiri, kram di tangan/kaki, sakit kepala dan mulut kering.
  • Mual dan muntah berat sehingga sulit makan minum
  • Tidak bisa minum atau hanya bisa sedikit minum sehingga risiko dehidrasi
  • Muntah lebih dari 2-3 kali dalam satu hari
  • Pusing atau terasa mau pingsan
  • Mual muntah disertai demam
  • Muntah disertai darah
  • Perut sakit

Segera minta diantarkan ke UGD rumah sakit atau hubungi ambulans untuk mendapatkan pelayanan medis secepatnya jika terjadi tanda kegawatan. Sebaiknya juga periksa konsultasikan ke dokter jika masih muntah-muntah meskipun sudah memasuki usia kehamilan 20 minggu atau jika berat badan turun lebih dari 2 kilogram

Pemeriksaan dan Diagnosis Hiperemesis Gravidarum

Dokter akan melakukan anamnesis riwayat sakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Serangkaian tes akan dilakukan untuk mendeteksi penyebab mual muntah hebat, sebab pada beberapa kondisi ada ibu yang belum tahu jika sedang hamil. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah bisa turun, denyut nadi bisa meningkat jika terjadi dehidrasi, kehilangan turgor elastisitas kulit. Bisa terjadi penurunan berat badan pada pengukuran BB.

Pemeriksaan kehamilan, tes darah, elektrolit, urin dan pemeriksaan ultrasonografi. Dokter akan melakukan tes untuk memastikan tidak terdapat masalah pada hati atau saluran pencernaan. Pemeriksaan USG untuk mendeteksi kehamilan, jumlah janin atau hamil anggur (mola hidatidosa).

Terapi Tata Laksana dan Perawatan Hiperemesis Gravidarum

Mual muntah ringan paling sering dapat dikelola dengan istirahat, menghindari pemicu mual, merubah pola makan, telaten minum banyak cairan dan pemberian obat yang aman bagi kehamilan hingga gejalanya mereda agar tetap terhidrasi.

Terapi dini terhadap hiperemesis gravidarum bisa sangat membantu meringankan keparahan gejala. Sampaikan kepada dokter Anda jika memiliki riwayat hiperemesis gravidarum di kehamilan sebelumnya. Pada saat hamil jangan pernah meminum obat, suplemen, obat alami atau ramuan sendiri tanpa resep petunjuk dari dokter Anda. Semua terapi dan pengobatan sebaiknya dilakukan setelah konsultasi bersama dokter obgyn Anda.

Pemicu mual muntah contohnya:

  • Aroma bau tertentu
  • Suara dan bunyi tertentu, contohnya bisa radio atau TV
  • Cahaya terang atau cahaya berkedip kelap-kelip
  • Parfum: aroma pewangi parfum, deterjen, pengharum ruangan, pengharum mobil, sabun mandi, dan lainnya
  • Tekanan pada perut, contohnya pakai baju sempit atau sabuk 
  • Naik mobil
  • Pasta gigi: jika pasta gigi menyebabkan mual-muntah maka cari merek jenis pasta gigi yang lebih bisa ditoleransi

Makan dan minum saat bisa. Manfaatkan saat-saat tubuh terasa lebih baik untuk makan dan minum. Makanlah dalam porsi kecil dan frekuensi sering untuk memenuhi kebutuhan asupan energi, makronutrisi dan mikronutrisi. Cobalah makanan kering seperti biskuit atau kentang goreng. Cobalah mengonsumsi makanan yang menarik bagi ibu. Bisa coba smoothie bergizi dengan campuran susu, buah-buahan dan sayuran.

Tingkatkan asupan di saat-saat ketika merasa paling tidak mual. Jika mual dan muntah menyebabkan terjadi dehidrasi, maka harus dirawat di rumah sakit untuk menerima cairan melalui infus. Anda juga akan diresepkan obat mengatasi mual-muntah, termasuk vitamin B6. Jika mual dan muntah begitu parah sehingga membahayakan maka Anda akan dirawat di rumah sakit untuk perawatan memastikan asupan cairan, nutrisi dan keseimbangan elektrolit. Jika tidak bisa makan cukup untuk mendapatkan nutrisi maka akan diberikan nutrisi tambahan baik melalui infus atau selang nasogastrik.

Lakukan penyesuaian aktivitas harian sesuai kondisi kehamilan ibu. Terapi pemijatan, akupresur dan akupunktur khusus pada pergelangan tangan yang dilakukan oleh ahli berkompeten untuk mengurangi mual-muntah. Konsultasi bersama psikolog dan dokter berkompeten untuk teknik relaksasi, hipnosis, serta intervensi modifikasi perilaku juga dukungan psikologis/emosional. Tujuan utama pemberian terapi hiperemesis gravidarum untuk meredakan keluhan gejala tanpa membahayakan ibu dan janin.

Penanganan hyperemesis gravidarum dilakukan untuk mencegah ibu mengalami kekurangan cairan serta asupan makanan juga memastikan penyebabnya. Pada gejala ringan bisa rawat jalan dengan perubahan pola makan minum serta aktivitas harian. Pada gejala sedang dengan infus di UGD lanjut pengobatan rawat jalan. Pada gejala berat membutuhkan rawat inap intensif di rumah sakit. Hindari minum obat sembarangan juga jangan mengkonsumsi jamu maupun obat herbal yang efeknya pada kehamilan belum diketahui secara pasti.

kehamilan6.jpg

Tulisan ini hadir berkat kerjasama antara dr. Annisa Karnadi dengan dr. Noorma Rina Hanifah, Sp.OG

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.