Kesehatan Wanita

Tips Cara Tetap Sehat Bekerja Saat Hamil

IBU BEKERJA

Bekerja selama hamil umumnya aman. Bagi ibu hamil yang memiliki pekerjaan berisiko tinggi atau mengalami kehamilan yang bermasalah secara medis sebaiknya dilakukan penyesuaian kerja sehingga dapat memungkinkan untuk melanjutkan pekerjaan secara aman bagi ibu maupun janin. Pekerjaan kantoran secara umum tidak membahayakan ibu hamil. Ibu hamil yang bekerja di rumah sakit, bidang kesehatan, guru, pengasuh anak, di sektor pertanian, di sektor peternakan atau tempat bekerja lain yang harus lebih berhati-hati dalam menjaga kebersihan serta pencegahan penularan penyakit.

Beberapa bahaya di tempat kerja dapat mempengaruhi kehamilan pada tahap sangat dini atau bahkan sebelum pembuahan. Pengusaha harus memikirkan kesehatan pekerja wanita usia subur. Pemilik usaha harus memikirkan hal ini sebagai bagian dari penilaian risiko untuk dipertimbangkan jika ada pekerjaan yang cenderung menghadirkan risiko tertentu bagi wanita usia subur.

Anda harus memberi tahu atasan bahwa sedang hamil sedini mungkin sehingga mereka dapat mengidentifikasi faktor risiko pekerjaan bagi kehamilan, terutama jika diperlukan tindakan penyesuaian pekerjaan lebih lanjut. Beri tahu atasan setidaknya 15 minggu sebelum awal minggu HPL bayi, namun semakin cepat tentu akan lebih baik. Jika hal ini tidak bisa dimungkinkan karena tidak tahu jika ibu sedang hamil, maka Anda harus memberi tahu atasan sesegera mungkin setelah mengetahui tentang kehamilan. Anda juga harus memberi tahu mereka kapan ingin memulai cuti kehamilan. Sebaiknya beri tahu atasan lebih awal, karena itu akan bantu merencanakan masa cuti hamil. Memberi informasi kepada atasan sangat penting, terutama ada masalah kesehatan dan keselamatan.

Ibu hamil yang sehat tetap bisa aktif bekerja dan melakukan berbagai aktivitas rutin harian dengan penyesuaian sesuai kondisi kehamilan. Atur posisi duduk supaya lebih nyaman jika pekerjaan ibu membutuhkan duduk yang lama. Masa awal dan akhir kehamilan terkadang membuat ibu merasa kurang sehat sehingga aktivitas menjadi terganggu. Kurangi aktivitas yang tidak penting. Jangan menambah beban kerja di luar tanggung jawab pekerjaan ibu. Pastikan pekerjaan yang dilakukan tidak berisiko bagi kesehatan. 

Berikut ini contoh pekerjaan yang berisiko bagi ibu hamil:

  • pekerjaan yang sering mengangkat benda berat
  • berdiri lama
  • pekerjaan dengan getaran berat misalnya akibat efek mesin besar
  • pekerjaan dengan perjalanan sangat lama serta membuat ibu sangat stress
  • pekerjaan dengan kontak langsung ke larutan bahan kimia, timbal, merkuri, sinar X-rays atau zat lain yang bisa berisiko bagi kehamilan
  • pekerjaan dengan jam kerja panjang

Jika ibu bekerja dengan pekerjaan berisiko buruk bagi kehamilan maka minta bantuan kepada atasan untuk memindahkan ibu ke bagian pekerjaan lain yang lebih aman. Banyak ibu hamil tidak berani meminta keringanan sebab takut dipecat atau diputus kontrak kerjanya. Ibu bisa meminta surat keterangan dari dokter untuk bantu mengatasi kondisi ini.

Tips tetap sehat bekerja saat hamil:

  • Periksa kontrol kehamilan secara teratur.
  • Jaga asupan makan dan minum bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan asupan energi, makronutrisi dan mikronutrisi.
  • Pastikan istirahat berkualitas, gunakan waktu istirahat untuk benar-benar beristirahat. 
  • Jangan ragu meminta tempat duduk di kursi prioritas jika naik kendaraan umum. Pakai tanda pengenal bagi ibu hamil sangat membantu saat berada di fasilitas umum.
  • Jangan tergesa-gesa ketika dalam perjalanan pergi dan pulang dari tempat kerja supaya terhindar dari cidera.
  • Sesampainya di rumah sempatkan diri untuk beristirahat sejenak sebelum memulai aktivitas rumah tangga.
  • Sederhanakan rutinitas harian.
  • Minta bantuan orang lain atau berbagi tugas dengan suami untuk aktivitas seperti berbelanja, mencuci baju, memasak, beberes rumah atau mengasuh anak. 

Diskriminasi Ibu Hamil di Tempat Kerja

Ibu hamil masih banyak mendapatkan diskriminasi di tempat kerja padahal pekerja perempuan memiliki hak maternitas: hak untuk hamil, melahirkan dan menyusui.

Hak maternitas, menurut Konvensi ILO (International Labour Organization) 183 tentang Perlindungan Maternitas, adalah hak seluruh pekerja perempuan – baik dengan status kerja tetap atau tidak; dan menikah ataupun tidak menikah – terkait perlindungan kesehatan perempuan hamil dan menyusui, seperti: cuti melahirkan; cuti sakit atau komplikasi risiko dari kehamilan dan kelahiran; hak istirahat untuk menyusui; tidak mendapatkan pemutusan hubungan kerja saat cuti. Fokus utama perlindungan hak maternitas perempuan pekerja secara garis besar terletak pada dua hal, yaitu: (1) perlindungan kesehatan ibu dan anak, dan (2) tersedianya kesempatan dan perlakuan yang setara tanpa diskriminasi, sehingga pekerja perempuan mampu mempertahankan upah dan mendapatkan penghasilan selama menjalankan peran maternitasnya (sumber PKBI).

Problem sering dijumpai kehamilan pekerja menjadi senjata perusahaan untuk tidak kembali mempekerjakan perempuan. Perusahaan seharusnya tidak memaksa karyawan untuk mengundurkan diri dan pemutusan hubungan kerja hanya karena hamil. Pelajari kontrak pekerjaan dan peraturan di tempat kerja Anda. Pelajari juga hak serta kewajiban pekerja yang telah dilindungi dalam Undang-Undang. Minta bantuan advokasi hak pekerja ke serikat pekerja dan ahli hukum berkompeten. Semoga pemerintah dan pengusaha semakin memperhatikan hak-hak pekerja sehingga tingkat produktivitas pekerja pun bisa semakin baik.

kehamilan-dan-ibu-bekerja.jpg

Tulisan ini hadir berkat kerjasama antara dr. Annisa Karnadi dengan dr. Noorma Rina Hanifah, Sp.OG

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.