Kesehatan Umum

Stres Menyebabkan Mudah Sakit

STRES DAN KESEHATAN TUBUH

Stres ternyata bisa menyebabkan tubuh mudah terkena sakit infeksi. Para psikolog ahli “psychoneuroimmunology” menunjukkan bahwa keadaan pikiran bisa mempengaruhi kondisi kesehatan. 

Stres secara normal berfungsi penting bagi homeostasis sel dan spesies dalam kelangsungan hidup di alam. Banyak faktor penting berperan dalam tubuh merespons stres meliputi hormon, mediator neuroendokrin, peptida dan neurotransmiter. Respons biologis ini bisa muncul akibat pemicu stres dari dalam maupun luar tubuh. Respons tubuh ada berbagai bentuk mulai dari perubahan homeostasis hingga kondisi yang bisa merusak tubuh menimbulkan berbagai penyakit atau bahkan kematian.

Sudah sejak lama telah dipercayai bahwa stres dan sistem imunitas tubuh memiliki hubungan. Pada tahun 200 SM Aelius Galenus (Galen of Pergamon) wanita melankolik dengan gangguan stres tinggi lebih mungkin mengalami gangguan sakit hingga terkena kanker. Pepatah kuno juga mengatakan bahwa orang yang memiliki pikiran kuat lebih jarang terkena penyakit berat. Penelitian lama di tahun 1920 menunjukkan aktivitas fagosit terhadap kuman tuberkulosis lebih lemah saat terjadi stres emosional. Penelitian lain juga menduga bahwa kemungkinan munculnya penyakit akan meningkat setelah terjadi perubahan hidup besar serta mendadak yang sangat menbuat stres.

Stres mempengaruhi sistem kekebalan tubuh

Ada banyak penelitian menyelidiki peran stres pada fungsi sistem kekebalan tubuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mediator stres dapat melewati sawar darah-otak kemudian juga memberikan efek pada sistem kekebalan tubuh. Stres dapat mempengaruhi fungsi sistem kekebalan dengan memodulasi proses dalam sistem saraf pusat dan neuroendokrin.

Pada saat mengalami stres beberapa respons neuroendokrin dan saraf menghasilkan pelepasan hormon corticotropin-releasing hormone (CRH), adrenocorticotropic hormone (ACTH), dan mediator stres lainnya. Namun, sistem limfatik yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh juga berperan dalam melepaskan mediator ini. Sebagai contoh peptida thymus seperti thymopentine, thymopoietin, dan thymosin fraction-5 dapat meningkatkan produksi ACTH. Interleukin-1 yang dilepaskan dari fagosit juga memiliki peran dalam sekresi ACTH. Di sisi lain, glukokortikosteroid alami atau sintetik (yang merupakan operator stres) dikenal sebagai obat anti-inflamasi dan penekan kekebalan tubuh. Glukokortikoid bisa menghambat limfosit dan makrofag juga menghambat produksi sitokin dan mediator imun lainnya. Ini bisa mengurangi efek respons imun pada sel target selama paparan stres.

Hormon lain juga dipengaruhi oleh stres. Growth hormone yang berperan dalam perbaikan kerusakan jaringan juga bisa terhenti selama stres. Stres memodifikasi produksi hormon-hormon yang terlibat dalam fungsi sistem imunitas tubuh. Stres bisa mempengaruhi kemampuan peningkatan konsentrasi plasma norepinefrin yang melemahkan fungsi sel-sel kekebalan tubuh fagosit dan limfosit. Katekolamin dan opioid yang meningkat kadarnya saat stres juga memiliki efek supresi kekebalan tubuh. Stres juga menurunkan aktivitas sel kekebalan tubuh cytotoxic T lymphocytes dan natural killer cells sehingga bisa menyebabkan terjadinya sel-sel kanker ganas, instabilitas genetik dan penyebarluasan kanker. Sel kekebalan tubuh ini juga berperan dalam mengatasi serangan virus dan bakteri.

Ciptakan lingkaran pertemanan positif

Studi laboratorium dengan menciptakan stres selama beberapa menit menemukan respons dan tanda-tanda kelemahan lainnya pada tubuh. Oleh sebab itu, pada stres dengan durasi lebih lama seperti dalam kehidupan nyata bisa menyebabkan semua aspek kekebalan menurun. Jadi stres jangka panjang atau kronis dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Kesendirian dalam waktu lama rentan terjadi stres. Respons kekebalan tubuh semakin lemah pada kombinasi stres juga kesepian tanpa punya lingkaran pertemanan. 

SmartSelectImage_2019-03-20-15-04-08-01

sumber gambar CDC

Manajemen stres dengan baik disertai lingkaran sosial teman-teman baik akan membawa manfaat positif bagi kondisi kesehatan tubuh juga kesejahteraan manusia.

Ada banyak cara untuk mengelola stres dengan baik termasuk mengidentifikasi pemicu stres, mempelajari teknik relaksasi, melakukan perubahan gaya hidup dan mencari dukungan positif dari orang lain. Jangan mengisolasi diri. Cari lingkaran pertemanan positif membawa kebaikan. Jaga kesehatan, lakukan gaya hidup aktif serta jaga pola makan sehat sesuai kebutuhan. Hindari rokok, alkohol dan NARKOBA. Jika Anda merasa kewalahan oleh stres dan tidak mampu mengatasinya maka segera periksa konsultasikan dengan konselor atau profesional kesehatan. 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.