Nutrisi dan Kebugaran

Malnutrisi

MALNUTRISI

Pengertian Malnutrisi

Makanan menyediakan energi dan nutrisi supaya tubuh terjaga sehat. Gangguan ketidakseimbangan asupan nutrisi meliputi protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral bisa menimbulkan malnutrisi. Malnutrisi merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan (defisiensi), kelebihan, atau ketidakseimbangan dalam asupan energi dan/atau nutrisi.

Istilah malnutrisi mencakup 3 kelompok besar:

  • kurang gizi: wasting, stunting atau berat badan kurang
  • malnutrisi terkait mikronutrien: defisiensi mikronutrien atau kelebihan mikronutrien
  • kelebihan berat badan: kegemukan, obesitas dan penyakit tidak menular terkait kesalahan pola makan (seperti penyakit jantung, stroke, diabetes dan beberapa jenis kanker)

Malnutrisi terjadi di setiap negara. Sekitar 1,9 miliar orang dewasa di seluruh dunia kelebihan berat badan, sementara 462 juta mengalami berat badan kurang. Diperkirakan 41 juta anak di bawah usia 5 tahun kelebihan berat badan atau obesitas, sementara sekitar 159 juta stunting dan 50 juta lainnya wasting. Kondisi ini makin parah dimana 528 juta atau 29% wanita usia subur di seluruh dunia terkena anemia. Wanita, bayi, anak dan remaja lebih rentan mengalami malnutrisi.

Penyebab dan Faktor Risiko Malnutrisi

Ada yang salah dengan lingkungan dan sistem rantai makanan kita. Banyak keluarga tidak mampu membeli atau mengakses makanan bergizi seperti buah dan sayuran segar, kacang-kacangan, daging dan susu dalam jumlah cukup. Sementara makanan-minuman tinggi lemak, gula dan garam saat ini lebih dipromosikan, lebih murah dan lebih mudah didapat sehingga menyebabkan peningkatan pesat terjadinya kelebihan berat badan dan obesitas.

Semua orang bisa mengalami malnutrisi tetapi lebih umum terjadi pada orang dengan kondisi kesehatan jangka panjang yang mempengaruhi nafsu makan, berat badan serta kondisi pencernaan.

Kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan kurang gizi:

  • penyakit kronis yang menyebabkan kehilangan nafsu makan, muntah atau perubahan pola buang air besar, contohnya: kanker, penyakit hati, penyakit paru seperti penyakit paru obstruktif kronis
  • penyakit gangguan mental: depresi, skizofrenia
  • penyakit gangguan makan: anoreksia nervosa
  • gangguan penyerapan nutrisi di usus: penyakit Crohn, ulcerative colitis
  • demensia
  • penyakit gigi

Faktor risiko malnutrisi:

  • tidak memiliki pengetahuan yang benar terkait nutrisi atau masak-memasak
  • orang yang terisolasi secara sosial
  • memiliki mobilitas terbatas, kurang bergerak dan jarang aktivitas fisik
  • berpenghasilan rendah
  • gangguan makan
  • ketergantungan obat terlarang atau alkohol

Wanita, bayi, anak-anak dan remaja merupakan kelompok rentan mengalami malnutrisi. Orang lanjut usia juga sangat beresiko mengalami gangguan gizi. Kondisi malnutrisi terjadi di negara miskin maupun kaya. Kemiskinan memperparah risiko juga menjadi faktor risiko terjadinya malnutrisi. Orang miskin lebih rentan mengalami semua bentuk malnutrisi.

Tanda dan Gejala Malnutrisi

Kekurangan atau ketidakseimbangan asupan makanan bisa menyebabkan:

  • gangguan pencernaan
  • permasalahan absorpsi nutrisi
  • berat badan kurang atau berat badan lebih dibandingkan nilai normal berat badan sesuai tinggi badan, jenis kelamin dan usia
  • kelemahan otot dan tulang sehingga terjadi gangguan keseimbangan tubuh dan patah tulang
  • mudah sakit akibat kelemahan sistem imunitas tubuh
  • penyembuhan luka buruk
  • terjadi penyakit terkait ketidakseimbangan pola makan 

Kondisi malnutrisi sering kali tidak menimbulkan keluhan gejala spesifik seperti pusing, badan mudah capek, lemah, kurang bergairah. Namun jika dibiarkan akan menyebabkan komplikasi penyakit terkait gangguan kurang gizi atau salah pola makan. Malnutrisi juga menimbulkan komplikasi penyakit sehingga meningkatkan pengeluaran biaya kesehatan, mengurangi produktivitas dan memperlambat pertumbuhan ekonomi sehingga memperburuk siklus kemiskinan serta kesakitan.

Pemeriksaan dan Diagnosis Malnutrisi

Dokter akan melakukan anamnesis riwayat sakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik juga sekaligus dilakukan pemeriksaan untuk menentukan status gizi. Pemeriksaan darah untuk mengetahui kondisi anemia atau apakah ada penyebab lain. Obesitas dering disertai komplikasi sehingga dokter juga akan melakukan pemeriksaan terkait komplikasi obesitas. Berat badan turun drastis hingga berat sangat kurang sering juga menyertai kondisi gangguan kesehatan atau penyakit lain sehingga dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan penyebab terjadinya penurunan berat badan.

Terapi dan Tata Laksana Perawatan Malnutrisi

Terapi tata laksana perawatan obesitas bisa baca di artikel berikut: KEGEMUKAN DAN OBESITAS

Terapi kurang gizi tergantung pada penyebab dan keparahan kondisi kurang gizi yang dialami. Permasalahan kurang gizi akan diatasi dengan intervensi nutrisi sesuai kondisi pasien. Jika kurang gizi terjadi akibat penyakit lain maka akan dilakukan pengobatan penyakit penyebab utama. Jika terjadi komplikasi penyakit akibat kurang gizi maka akan dilakukan penanganan hingga kondisi kesehatan stabil.

Perawatan permasalahan kurang gizi akan ditangani oleh ahli gizi berkompeten dengan membuat rencana terapi sesuai kebutuhan nutrisi pasien. Terapi utama tentu dengan memberikan pola makan sehat berkelanjutan memakai aneka ragam bahan pangan bergizi seimbang untuk mencukupi kebutuhan energi dan nutrisi sesuai kondisi tubuh. Frekuensi dan volume makan ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan kalori. Makanan fortifikasi dan pemberian suplemen diberikan sebagai nutrisi ekstra untuk mengoreksi malnutrisi. Suplemen ekstra nutrisi hanya diberikan dengan pantauan serta petunjuk tenaga kesehatan berkompeten.

Proses pemberian makan juga melihat kemampuan makan pasien. Pada kondisi dengan gangguan menelan akan digunakan cara lain seperti dipasang nasogastric tube, feeding tube atau melalui infus. Terapi okupasi dan fisioterapi digunakan untuk mencari tahu permasalahan gangguan aktivitas jasmani serta cara mengatasinya supaya bisa hidup mandiri sesuai kondisi. Beberapa orang dengan kurang gizi masih bisa makan namun kesulitan membeli makanan. Kondisi ini bisa diatasi menggunakan metode pengiriman makanan, membeli makanan melalui internet atau idealnya terdapat program bantuan makanan. 

Setelah kondisi sudah sehat serta tercapai status bergizi baik maka pola makan lambat dapat kembali ke diet normal di rumah. Perawatan malnutrisi harus dipantau secara teratur untuk memastikan gangguan gizi teratasi. Lakukan periksa kontrol kesehatan secara rutin. Pengukuran berat dan tinggi badan secara teratur akan dilakukan dengan rujukan ke layanan spesialis jika tidak ada peningkatan. Jika kondisi malnutrisi sudah teratasi sebaiknya juga tetap periksa kontrol kesehatan secara teratur. Saat ini ada Posbindu yang mudah terjangkau untuk bantu mengontrol status kesehatan warga.

Cara terbaik mencegah malnutrisi dengan mengatur pola makan sehat berkelanjutan memakai aneka ragam bahan makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan harian tubuh. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memantau kondisi kesehatan tubuh. Baca juga informasi kesehatan tentang Aksi CERDIK disini

Baca juga artikel Pedoman Gizi Seimbang sebagai solusi pola makan sehat berkelanjutan

1530414381051

 

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.