Nutrisi dan Kebugaran

Berat Badan Sehat

Berat Badan Sehat

Berat badan sehat adalah berat badan yang membantu Anda memaksimalkan hidup dengan kualitas hidup lebih baik. Pada berat badan sehat ini Anda merasa memiliki bentuk tubuh terbaik, lebih bugar berenergi, badan terasa baik serta tidak timbul berbagai risiko yang berpotensi menyebabkan penyakit. 

Berat badan sehat saat ini turut menentukan status kesehatan sejak bayi hingga usia tua. Para ilmuwan membuat tabel berdasarkan penelitian di populasi sehingga didapatkan kisaran angka berat badan yang memiliki kualitas kesehatan terbaik secara statistik. Kelompok berat badan sehat memiliki kemungkinan hidup panjang lebih besar, serta memiliki kemungkinan meninggal akibat penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan beberapa jenis kanker yang lebih kecil.

Berat badan sehat bisa berbeda pada masing-masing orang. Orang bertubuh tinggi tentu saja akan memiliki berat badan lebih besar dibandingkan orang bertubuh pendek. Disinilah pentingnya standard pengukuran untuk menjadi tolak-ukur berat badan sehat. Tabel berat badan biasanya dibuat berdasarkan usia dan tinggi badan. Banyak faktor mempengaruhi berat badan seseorang. Faktor tersebut antara lain lingkungan, genetik, riwayat keluarga, metabolisme dan perilaku kebiasaan gaya hidup. 

Genetik mempengaruhi ukuran, tinggi tubuh, bentuk tubuh dan komposisi tubuh. Pilihan gaya hidup, pola makan, aktivitas jasmani, latihan fisik serta status kesehatan juga turut menentukan berat badan serta bentuk tubuh seseorang. Kita tidak bisa mengubah genetik, riwayat keluarga, jenis kelamin, ras/etnis, dan umur. Namun kita bisa memilih lingkungan, melakukan gaya hidup sehat, rutin aktivitas jasmani secara aman, mengatur pola makan dan rutin memantau kondisi kesehatan sehingga risiko sakit semakin kecil.

Metabolisme merupakan cara tubuh mengubah kalori makanan dan oksigen menjadi energi. Laju metabolisme juga mempengaruhi ukuran tubuh dimana jaringan otot membakar kalori lebih banyak dibandingkan jaringan lemak sehingga semakin banyak massa otot maka laju metabolisme lebih terjaga lancar. Aktivitas fisik dengan olahraga intensitas sedang disertai latihan beban akan bantu membakar lemak dan meningkatkan massa otot tubuh.

Tubuh manusia utamanya tersusun atas:

  • jaringan tubuh tanpa lemak (lean mass): organ tubuh dan otot
  • jaringan lemak
  • tulang
  • air

Komponen penyusun tubuh ini juga makanan dan minuman dalam perut akan terbaca sebagai angka di alat timbangan. Jadi angka di timbangan itu ada banyak komponen, bukan sekedar lemak saja. Status gizi jauh lebih penting dibandingkan sekedar angka di atas timbangan. Dokter akan memakai indeks massa tubuh (IMT) ketika berbicara tentang berat badan. IMT Anda adalah adalah ukuran berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. Angka IMT yang didasarkan pada tinggi dan berat badan Anda dapat dibandingkan dengan tabel untuk melihat apakah termasuk kisaran normal, kelebihan atau kekurangan berat badan.

WHO mengadakan Expert Group Disscussion membuat klasifikasi Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk menilai berat badan seseorang. IMT merupakan perkiraan pengukuran jumlah lemak tubuh berdasarkan berat badan dan tinggi badan seseorang. IMT tidak bergantung pada umur dan jenis kelamin. IMT saat ini bermanfaat dalam deteksi dini pengelompokan berat badan dan obesitas pada orang dewasa. IMT menjadi salah satu cara untuk menilai apakah berat badan Anda dalam kisaran berat badan sehat sesuai tinggi badan. IMT menggabungkan tinggi dan berat badan seseorang untuk membentuk ukuran yang dapat membantu memprediksi risiko terkena penyakit. 

Hubungan lemak tubuh dengan IMT ditentukan oleh bentuk tubuh dan proporsi badan. IMT tidak bisa digunakan untuk mengukur status gizi bayi, anak umur dibawah 18 tahun, ibu hamil, olahragawan dengan massa otot besar serta kondisi penyakit tertentu (edema, ascites dan hepatomegali) serta memiliki keterbatasan pada jenis kelamin, umur, etnis dan panjang kaki. IMT digunakan sebagai skrining awal menilai risiko terjadinya sindroma metabolik dan beberapa penyakit kronis. IMT tidak bisa digunakan untuk mengukur secara pasti jumlah jaringan lemak ataupun status kesehatan. Metode pengukuran lemak tubuh lainnya memakai calipers untuk mengukur ketebalan lemak bawah kulit, menimbang di bawah air, dual-energy x-ray absorptiometry (DEXA), serta bioelectrical impedance dan dilusi isotop.

IMT diperoleh dengan membagi berat badan dalam kilogram (kg) dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (m2). Berikut ini indeks massa tubuh (IMT) secara umum menurut WHO The Asia-Pacific perspective : redefining obesity and its treatment

  • Berat badan kurang (underweight) jika IMT < 18,5
  • Berat badan normal jika IMT 18,5 – 22,9
  • Berat badan berlebih (overweight) jika IMT ≥ 23
    • Berat badan lebih dengan risiko jika IMT 23 – 24,9 (peningkatan risiko komorbiditas)
    • Berat badan obesitas derajat I jika IMT 25 – 29,9 (risiko komorbiditas moderat)
    • Berat badan obesitas derajat II jika IMT ≥ 30 (risiko komorbiditas tinggi)

Indonesia mengikuti kriteria Asia-Pasifik sebab cenderung memiliki massa jaringan lemak tubuh lebih tinggi. Pada nilai IMT yang sama, orang Asia cenderung memiliki risiko komplikasi penyakit lebih tinggi dibandingkan orang Eropa (Kaukasoid) sehingga nilai ambang batasnya dibuat berbeda. Cara menghitung IMT bisa dibaca disini

SmartSelectImage_2019-03-13-18-14-59-01

Sumber gambar

Lingkar perut saat ini juga menjadi perhatian khusus sebab peningkatan lingkar perut melebihi normal menjadi faktor risiko jauh lebih besar dibandingkan berat badan dalam menyebabkan risiko beberapa penyakit hingga kematian prematur. Lingkar perut sehat pada pria tidak lebih dari 90 cm dan pada wanita tidak lebih dari 80 cm. Namun demikian IMT dan lingkar perut bukan alat untuk mendiagnosis penyakit. Cara mengukur lingkar perut bisa dibaca disini

Penting untuk menjaga keseimbangan energi yaitu jumlah kalori yang masuk dari konsumsi makanan-minuman seimbang dengan jumlah energi yang dikeluarkan tubuh untuk bernapas, pencernaan serta aktivitas fisik. Jika energi masuk seimbang dengan energi keluar maka berat badan terjaga sehat. Jika energi masuk kurang dari energi keluar maka tubuh akan kehilangan berat badan. Jika energi masuk lebih dari energi keluar maka tubuh akan bertambah berat badan. Jumlah energi masuk dan keluar tidak harus saklek diperhitungkan ketat supaya seimbang setiap hari untuk mempertahankan berat badan sehat. Keseimbangan energi dari waktu ke waktu yang akan membantu Anda mempertahankan berat badan sehat.

Jika mengalami permasalahan kelebihan berat badan maka sebaiknya turunkan berat badan memakai pendekatan gaya hidup sehat berkelanjutan. Kebanyakan orang yang mencoba menurunkan berat badan hanya fokus pada angka timbangan sebagai tujuan penurunan berat badan. Mengubah pendekatan cara menurunkan berat badan dapat membantu Anda menjadi lebih sukses dalam manajemen berat badan sehat yang terjaga lebih stabil. Menetapkan tujuan yang tepat dan fokus pada perubahan gaya hidup seperti mengikuti rencana makan sehat, menjaga ukuran porsi, aktif secara fisik, dan rutin olahraga secara aman akan lebih efektif. Beberapa kondisi kegemukan juga terkait dengan gangguan kesehatan. Konsultasikan bersama dokter dan ahli gizi berkompeten untuk pengaturan pola makan sehat serta aktivitas fisik secara tepat.

Bentuk tubuh seseorang bisa berbeda dengan orang lain. Tabel berat badan sehat ini dibuat dalam kisaran, dan Anda tidak harus memilih nilai paling rendah untuk sehat. Jalani saja hidup sehat seimbang secara berkelanjutan. Tubuh sempurna itu tidak harus mengikuti cetakan “tubuh sempurna”dari tekanan lingkungan sosial, dunia luar serta jualan industri kecantikan. Tidak ada tubuh sempurna yang harus dikejar hingga menghalalkan segala cara, bahkan sampai mengorbankan kesehatan diri sendiri.

Tips kiat cara menjaga berat badan sehat:

  1. Mengatur porsi makan memakai pola makan bergizi seimbang sesuai kebutuhan harian tubuh
  2. Melakukan aktivitas fisik yang aman secara teratur sesuai kondisi tubuh
  3. Rutin mengontrol berat badan juga kondisi kesehatan secara umum

Jadikan versi terbaik tubuh sehatmu sebagai standard dan tujuan utama. Tubuh sehat hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, umur, warna kulit. Ada tubuh tinggi atau pendek, ada tubuh padat berisi juga ada yang kurus, ada tubuh berotot serta ada tubuh ramping, ada tubuh besar pun juga ada yang bertubuh kecil. Perbedaan bentuk tubuh alamiah ini yang menjadikan manusia unik sebagai manusia. Gaya hidup sehat jiwa-raga secara berkelanjutan memberikan bonus bentuk tubuh ideal, terlindungi dari penuaan dini juga mudah bahagia sehingga hidup sejahtera.

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.