Nutrisi dan Kebugaran

Waspada Jebakan Fad Diet dalam Diet Populer

Diet Populer 

Berat badan serta bentuk tubuh kurus menjadi fokus perhatian banyak orang di masyarakat juga media sebagai sebuah kesempurnaan jasmaniah. Tidak heran jika banyak orang tergiur untuk memperbaiki bentuk tubuh secara instan. Setiap tahun di Amerika ada banyak orang rela menghabiskan milyaran dollars di weight-loss industry. Diet plan, konsultasi diet, coach diet, aneka servis diet, katering diet, pil diet, suplemen diet, makanan diet begitu menarik hati. Iming-iming turun berat badan (BB) secara cepat sulit untuk ditolak, terlebih ketika cara penurunan berat badan sehat butuh waktu juga komitmen kuat.

Tawaran menurunkan berat badan sekejap tanpa perlu bersusah payah dengan dibumbui berbagai keajaiban memang menggiurkan bagi sebagian besar orang. Terlebih tekanan dari lingkungan sekitar, media juga dunia fashion serta kecantikan untuk punya tubuh kurus sangat masif. Saat ini banyak sekali pilihan diet populer yang menarik serta membuat kita kebingungan memilih untuk dijalani. Fad diet merupakan pola makan dengan penurunan berat badan cepat yang biasanya tidak ilmiah, hanya berdasarkan testimoni, kisah pengalaman pribadi juga klaim yang tidak dibuktikan dengan penelitian ilmiah. 

Mengenali Fad Diet Dalam Diet Populer

Saat ini sangat banyak sekali metode diet pengaturan pola makan beredar di sekitar kita. Aneka ragam testimoni turun BB secara cepat begitu menggiurkan untuk diikuti. Tidak semua diet populer akan aman dan cocok sesuai kondisi pribadi. Mengatur pola makan penting dalam menunjang proses terapi suatu penyakit atau gangguan kesehatan serta memperbaiki respons pengobatan lebih efisien. Namun, harus dipahami bahwa diet tidak selalu bisa menggantikan pengobatan yang Anda butuhkan. 

Berhati-hatilah dengan pola makan diet populer yang menjanjikan:

1. Turun berat badan drastis dalam waktu singkat 

Penurunan berat badan secara dramatis dalam waktu sangat singkat biasanya terjadi akibat penurunan massa otot dan kehilangan cairan tubuh, selain penurunan massa lemak. Proses ini sangat merugikan sebab massa otot dan cairan tubuh sangat berharga bagi investasi kesehatan saat ini maupun kelak di masa tua. Sementara itu, pada proses penurunan berat badan secara perlahan melalui pengaturan makan juga olahraga teratur akan terjadi penurunan massa lemak, tanpa kehilangan cairan dan dengan peningkatan massa otot.

2. Tidak perlu olahraga latihan fisik

Banyak metode penurunan berat badan menawarkan penurunan BB tanpa capek olahraga dan tidak perlu repot bergerak. Padahal penurunan BB sebaiknya dengan penurunan massa lemak yang diimbangi dengan peningkatan massa otot. Proses ideal ini hanya bisa dicapai dengan pengaturan makan sehat dan lebih banyak bergerak. Pengaturan makan sehat berfungsi menunjang asupan energi dan nutrisi sehingga tubuh tetap berfungsi. Gerakan jasmani bertujuan untuk membakar lemak juga merangsang pembentukan massa otot dan memperkuat tulang. 

3. Pengaturan menu makan dan camilan terlalu kaku

Metode diet yang terlalu kaku dengan banyak pembatasan makan tanpa indikasi kesehatan justru berisiko mencetuskan binge eating. Pembatasan asupan makan juga menyulitkan, terlebih jika sulit dijangkau dan tidak sesuai dengan gaya hidup harian. Terlebih jika makanan yang tidak boleh dimakan menjadi bagian penting menu makanan favorit. Sebaiknya pilih pola makan berkelanjutan dengan pilihan aneka ragam bahan makanan bergizi yang mudah dijangkau di lingkungan setempat, juga yang fleksibel mudah diatur sesuai kebutuhan tubuh Anda. 

4. Kombinasi makanan khusus secara spesifik

Fad diet sering menggunakan kombinasi makanan khusus atau pengaturan makan secara spesifik berdasarkan waktu-waktu tertentu. Memakan makanan tidak tepat kombinasi dikatakan akan menyebabkan racun, menimbulkan pembentukan lemak atau kerusakan tubuh sementara tidak cukup bukti ilmiah mendukung teori tersebut. Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa mengkombinasikan makanan khusus atau makan dengan urutan tertentu akan menyebabkan penurunan BB. Konsumsi makanan dengan memperhatikan kaidah keamanan pangan sesuai kebutuhan tubuh. Berat badan itu akan turun saat asupan total kalori makanan yang dimakan lebih rendah dari energi yang dikeluarkan tubuh.

5. Membatasi sangat ketat kelompok bahan pangan tertentu dan membolehkan tanpa batas kelompok bahan pangan lain

Berbagai diet yang membolehkan untuk makan kelompok makanan tertentu, menghindari satu kelompok nutrisi makro (contohnya karbohidrat atau lemak), mengeliminasi suatu bahan (contohnya susu) atau zat (contohnya gluten) ternyata tidak memiliki kemampuan spesial dalam hal menurunkan berat badan. Karbohidrat, protein dan lemak merupakan makronutrisi sebagai sumber kalori. Kalori tetaplah kalori. Kalori dari semua makronutrisi ini tetaplah kalori, namun jumlah kandungan kalorinya yang berbeda. Berat badan akan turun saat asupan total kalori lebih rendah dari energi yang dikeluarkan tubuh.

6. Pola makan sangat rendah kalori tanpa superfisi pantauan ahli profesional berkompeten

Pola makan sangat rendah kalori (very-low-calorie diet) tanpa pantauan, petunjuk juga superfisi ahli gizi berkompeten sangat tidak disarankan. Pola makan sangat rendah kalori bisa berbahaya bagi orang dengan penyakit tertentu. Pola makan sangat rendah kalori tidak berkelanjutan bagi orang sehat. Berat badan yang cepat turun biasanya setelah berhenti diet akan kembali cepat naik. Diet yang menyebabkan siklus penurunan – peningkatan berat badan ini sering disebut sebagai diet yo-yo. Kondisi ini akan meningkatkan lemak total tubuh sehingga berbahaya bagi kesehatan. (Catatan: tentu saja kondisi ini berbeda jika ada indikasi medis serta dalam pengawasan ketat oleh dokter juga ahli gizi berkompeten)

Penurunan berat badan akan terjadi jika mengurangi jumlah total kalori yang dikonsumsi. Tubuh akan mengalami defisit kalori saat total kalori dari makanan yang dikonsumsi lebih rendah dibandingkan energi yang dikeluarkan tubuh. Pendekatan defisit kalori bisa Anda capai dengan pengaturan makan yang tetap memungkinkan mengkonsumsi makanan kegemaran juga menggunakan berbagai bahan makanan bergizi yang mudah di jangkau dari lingkungan sekitar. Jangan lupa juga untuk memperhatikan keseimbangan kebutuhan nutrisi dalam menjaga kesehatan juga fungsi tubuh. Pola makan ini lebih berkelanjutan juga memberi bonus turun berat badan.

Baca lebih lanjut tentang Pola Makan Bergizi Seimbang disini

smartselectimage_2019-03-12-11-33-27-01-e1552374614485.jpeg (sumber gambar NIDDK)

Hati-Hati Memilih Diet

Jika hanya melihat pada penurunan berat badan maka fad diet hampir tidak ada kekurangannya sebab diet ini menjanjikan hasil cepat turun berat badan. Tetapi fad diet membatasi asupan gizi sehingga tubuh bisa berisiko menjadi tidak sehat dan cenderung gagal diterapkan dalam jangka waktu panjang. Fad diet bisa menimbulkan komplikasi jika memutus konsumsi makanan-makanan yang menjadi kunci penting bagi kesehatan. Keluhan tanda gejala yang muncul antara lain bisa:

  • dehidrasi
  • tubuh terasa lemah dan mudah capek
  • mual
  • sakit kepala
  • sembelit
  • kekurangan vitamin dan mineral

Diet populer yang sangat membatasi kelompok makanan sumber nutrisi penting juga bisa menyebabkan Anda melewatkan efek perlindungan kesehatan yang diberikan oleh pengaturan pola makan makan bergizi seimbang. Saat ini kita belum tahu apakah fad diet aman dalam jangka panjang, atau apakah bisa mengarah pada peningkatan risiko penyakit tertentu. Namun sebaiknya waspada sebab banyak penyakit gangguan makan bermula hanya dari sekedar diet. Banyak komplikasi fatal pada kesehatan tubuh terjadi karena makan tidak benar.

Kunci untuk mencapai dan mempertahankan berat badan sehat bukanlah melalui perubahan diet cepat jangka pendek. Proses ini tentang gaya hidup mencakup makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan menyeimbangkan jumlah konsumsi kalori dengan jumlah kalori yang digunakan oleh tubuh. Tetap kendalikan berat badan Anda menggunakan pola makan sehat berkelanjutan untuk menunjang kesehatan tubuh saat ini juga kelak di usia lanjut.

Proses makan bukan sekedar untuk pengisi perut. Proses makan juga merupakan upaya responsif dalam tanggung jawab menjaga kesehatan jiwa-raga. Melakukan diet tertentu menjadi faktor risiko primer dan pencetus penyakit gangguan makan. Gangguan makan sebenarnya adalah penyakit serius yang seringkali fatal sebab terkait dengan gangguan sangat parah pada perilaku, pikiran serta perasaan terkait pola makan seseorang. Pikiran yang terlalu tersita secara berlebihan dengan makanan, berat badan, kalori, diet dan bentuk tubuh bisa jadi juga menandakan gangguan makan. Baca juga artikel berikut ini:

Anda bisa periksa konsultasi bersama dokter dan ahli gizi berkompeten terkait pengaturan pola makan lebih lanjut sesuai kebutuhan kondisi tubuh, jika mengalami permasalahan kesehatan atau jika memiliki riwayat penyakit khusus.

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.