Nutrisi dan Kebugaran

Sindrom Metabolik

SINDROM METABOLIK

Pengertian Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik adalah kondisi yang ditandai dengan meningkatnya gula darah, tekanan darah tinggi dan kolestrol, serta kelebihan lemak di seputar pinggang. Sindrom ini sebutan untuk sekelompok faktor risiko yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya seperti diabetes dan stroke. Istilah “metabolisme” mengacu pada proses biokimiawi yang terlibat dalam fungsi normal tubuh. Risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke meningkat seiring dengan semakin banyak jumlah faktor risiko gangguan metabolik yang dimiliki seseorang.

obesitas dan kegemukan
Kelebihan Berat Badan (sumber gambar NIH)

Sindrom metabolik sangat banyak sekali ditemukan. Secara global ada sekitar 20% populasi orang dewasa mengalami sindroma metabolik. Sindrom metabolik merupakan sebuah keadaan dengan ciri khas terdapat 3 dari 5 faktor kondisi klinis berikut ini:

  • obesitas sentral: obesitas abdomen atau visceral obesity
  • hipertensi
  • kenaikan kadar trigliserida serum
  • kadar serum kolesterol HDL rendah
  • resistensi insulin

Penyebab dan Faktor Risiko Sindrom Metabolik

Penyebab terjadinya sindrom metabolik merupakan kombinasi dari berbagai faktor. Risiko terjadi sindrom metabolik semakin tinggi dengan genetik, riwayat keluarga, ras/etnis, pertambahan usia, kelebihan berat badan, jarang melakukan aktivitas jasmani dan resistensi insulin. Faktor genetik, ras, etnis, jenis kelamin dan usia tidak dapat diubah. Namun terdapat faktor risiko yang bisa dikontrol seperti kelebihan berat badan, gaya hidup dan resistensi insulin sehingga menurunkan kemungkinan mengalami sindrom metabolik.

Penelitian masih mencoba menyelidiki peran kondisi berikut ini terhadap sindrom metabolik:

  • perlemakan hati
  • polycystic ovarian syndrome
  • batu empedu
  • gangguan tidur akibat sleep apnea

Pada sindrom metabolik sering ditemukan kondisi peradangan ringan secara konstan dan pembentukan pembekuan darah berlebihan, namun relasinya belum jelas. Kondisi berikut bisa meningkatkan risiko terjadi sindrom metabolik: 

  • Obesitas sentral (perut buncit)
  • Gaya hidup yang tidak aktif
  • Resistensi insulin

Beberapa orang berisiko mengalami sindrom metabolik karena mereka minum obat yang menyebabkan kenaikan berat badan, perubahan tekanan darah, perubahan kolesterol darah, dan perubahan kadar gula darah. Beberapa kelompok ras dan etnis memiliki risiko lebih tinggi untuk sindrom metabolik daripada yang lain. Riwayat diabetes, memiliki saudara kandung atau orang tua menderita diabetes. Wanita lebih rentan mengalami dibandingkan dengan pria. 

Tanda dan Gejala Sindroma Metabolik

Keluhan tanda gejala sindroma metabolik bisa terjadi tanda gejala gangguan kesehatan akibat kadar gula darah tinggi, tekanan darah tinggi dan gangguan kadar lemak darah. Komplikasi bisa terjadi penyakit jantung, diabetes dan stroke.

Baca artikel berikut ini: diabetes mellitus stroke penyakit jantung koroner

Pemeriksaan dan Diagnosis Sindroma Metabolik

Dokter akan melakukan anamnesis riwayat kondisi, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Tes darah dilakukan untuk mengetahui kadar glukosa juga lemak darah. Metabolik sindrom terjadi jika hasil pemeriksaan positif 3 dari 5 kondisi berikut ini:

  • obesitas sentral dimana lingkar perut lebih dari 90 cm pada pria dan lebih dari 80 cm pada wanita
  • kadar trigliserida lebih dari atau sama dengan 150 mg/dL
  • kadar kolesterol HDL kurang dari 40 mg/dL pada pria atau kurang dari 50 mg/dL pada wanita
  • tekanan darah tinggi lebih dari 130/85 mmHg
  • kadar glukosa darah puasa lebih dari sama dengan 100 mg/dL

Terapi dan Tata Laksana Perawatan Sindroma Metabolik

Terapi perawatan metabolik dengan perubahan gaya hidup, mengatur pola makan sehat berkelanjutan, menurunkan berat badan serta pengobatan sesuai gejala penyakit. Gaya hidup sehat berkelanjutan juga bantu mencegah terjadinya penyakit diabetes dan penyakit jantung.

Gaya hidup sehat meliputi:

  • Melakukan aktivitas jasmani dengan rutin latihan fisik secara aman sesuai kondisi tubuh. Rekomendasi latihan fisik intensitas moderat sekitar 30 menit atau lebih dalam sehari. Lakukan gaya hidup aktif setiap hari.
  • Menurunkan berat badan sehingga tercapai berat badan sehat sesuai tinggi badan. Penurunan berat badan bantu mengatasi permasalahan resistensi insulin, tekanan darah serta menurunkan risiko diabetes.
  • Pola makan sehat dengan diet jantung-sehat untuk memenuhi kebutuhan asupan energi dan nutrisi tubuh. Pilih aneka ragam bahan makanan bergizi, dengan serat utuh dan rendah lemak. Makan sayur, buah, biji-bijian berserat utuh, ikan, daging rendah lemak dan batasi bahan pangan sumber lemak tidak sehat.
  • Berhenti merokok bagi para perokok.
  • Lakukan manajemen stres dengan baik melalui pendekatan aktivitas fisik, ibadah, meditasi, yoda dan berbagai program relaksasi untuk bantu mengendalikan stres, memperbaiki kondisi mental dan emosional.

Perubahan gaya hidup menjadi strategi pertama dan utama manajemen sindrom metabolik. Jika perubahan gaya hidup gagal mengatasi maka akan diberikan pengobatan untuk mengatasi permasalahan kesehatan. Pemberian obat antihipertensi diberikan jika tekanan darah tetap tinggi. Obat untuk menurunkan kolesterol jika kadar kolesterol darah tinggi. Jika kadar gula darah tinggi maka akan diberikan obat untuk mengendalikan glukosa. Konsultasikan dengan dokter dan tim tenaga kesehatan untuk memutuskan apa strategi manajemen terbaik sesuai kondisi kesehatan Anda.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.