Nutrisi dan Kebugaran

Obesitas Sentral

KURUS TAPI KOK PERUTNYA GENDUT?

Pada usia pertengahan, banyak orang mengalami permasalahan kegemukan. Terkadang kegemukan terpusat pada perut atau di sekitar bagian tengah tubuh. Obesitas sentral sentral adalah kondisi kelebihan lemak perut atau lemak pusat. Obesitas sentral terjadi ketika perut buncit dengan lingkar perut pada pria lebih dari 90 cm dan pada wanita lebih dari 80 cm (Asia). Seiring bertambahnya ukuran pinggang juga terdapat konsekuensi pertambahan risiko gangguan kesehatan. Dahulu kondisi ini dianggap sebagai perubahan terkait penuaan yang tak terhindarkan, namun ternyata bisa dicegah. 

Cara mengukur lingkar perut:

  • lepaskan sepatu dan berdirilah dengan kedua kaki berjarak sekitar 25 – 30 cm (sekitar jarak selebar bahu) dengan berat terdistribusi merata.
  • pastikan bagian perut terbuka.
  • rileks, bernapas alami sebelum melakukan pengukuran dan ukur saat menghembuskan napas.
  • ukur dengan menggunakan pita pengukur kain yang tidak bisa diregangkan
  • pita pengukur ditempatkan sekitar setengah di antara bagian bawah tulang rusuk terendah dan bagian atas tulang pinggul kira-kira sejajar dengan pusar atau tepat di atas tulang pinggul Anda
  • pastikan pita pengukur horizontal di pinggang tetap sejajar dengan tanah. Jaga agar pita tetap menempel di pinggang, tetapi tidak menekan kulit
  • catat hasil pengukuran dalam sentimeter.
smartselectimage_2019-03-14-08-23-42-01.jpeg Cara mengukur lingkar perut (sumber gambar Australian Goverment Departement of Health)

Menurut WHO batas aman lingkar perut pria 90 cm dan lingkar perut wanita 80 cm untuk Asia. BMI akan memberi perkiraan total lemak tubuh, sementara pengukuran pinggang akan memberi perkiraan lemak visceral. Kedua pengukuran ini mudah dilakukan sehingga bantu mengingatkan tentang risiko penyakit terkait obesitas. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur supaya kondisi kesehatan tubuh terkontrol dengan baik.

1549939534688

Obesitas Sentral

Tubuh manusia tersusun atas jaringan tanpa lemak (organ tubuh dan otot), lemak, air dan tulang. Jaringan lemak adiposa merupakan bagian dari jaringan ikat pada tubuh yang berfungsi untuk menyimpan cadangan energi utama bagi manusia. Jaringan lemak terdapat di bawah kulit (lemak subkutan) dan di sekitar organ dalam (lemak visceral). Lemak di bagian perut terdapat lemak subkutan dan lemak visceral. Lemak subkutan bisa kita pegang, sementara lemak visceral jauh tak terjangkau menyelimuti organ di dalam tubuh.

Obesitas sentral saat ini terkait dengan overaktivitas mekanisme stres tubuh sehingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi hingga risiko penyakit jantung. Lemak visceral di perut menjadi perhatian khusus karena lemak merupakan faktor kunci dalam berbagai masalah kesehatan dibandingkan lemak subkutan. Lemak subkutan di perut sama saja seperti lemak subkutan di bagian tubuh lain. Lemak subkutan yang tebal membawa pengaruh kosmetik. Sementara lemak visceral sebab terkait dengan timbulnya permasalahan kesehatan.

Lemak visceral terletak jauh di dalam rongga perut menutupi ruang di antara organ-organ dalam. Jaringan lemak terutama sel-sel lemak abdominal (visceral) di perut ternyata memiliki fungsi aktif secara biologis. Lemak ini ternyata menjalankan fungsi sebagai kelenjar atau organ endokrin memproduksi hormon serta berbagai substansi mengatur kesehatan tubuh. Itulah sebabnya jika jumlah sel-sel lemak terlalu banyak bisa terjadi ketidakseimbangan hormon dimana fungsi hormon-hormon normal menjadi terganggu.

Para ilmuwan curiga lemak visceral memompa sitokin yang akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh misalnya, faktor nekrosis tumor dan interleukin-6 yang juga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Deposit lemak visceral (abdominal adiposity) berhubungan sengan perkembangan sel-sel lemak yang membesar dan mengalami disfungsi terjadi adiposopathy atau ‘sick fat’. Jaringan adiposa disfungsi akan melepaskan pro-inflammatory biomarkers termasuk prostaglandins, C-reactive protein (CRP), dan sitokin seperti interleukins (contohnya interleukin-6), tumour necrosis factor alpha (TNF-α), dan leptin. Proses ini dianggap memiliki efek buruk pada sensitivitas sel terhadap insulin, tekanan darah, dan pembekuan darah. Kelebihan lemak visceral sangat berbahaya karena lokasinya di dekat vena portal. Zat yang dilepaskan oleh jaringan lemak visceral termasuk asam lemak bebas akan memasuki vena portal menuju ke hati kemudian mempengaruhi produksi lipid darah.

Selain berat badan, jumlah lemak disimpan dalam tubuh dapat mempengaruhi risiko gangguan kesehatan. Terlalu banyak lemak di sekitar pinggang bisa meningkatkan risiko penyakit tertentu. Lemak visceral perut ini secara langsung terkait dengan jumlah kolesterol total dan kolesterol LDL (jahat) yang lebih tinggi, kolesterol HDL (baik) yang lebih rendah, dan resistensi insulin. Lemak visceral terkait dengan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, hipertensi, kolesterol tinggi, gangguan pernafasan hingga kanker. Peradangan sistemik kronis meningkatkan stres oksidatif dan mengurangi fleksibilitas metabolisme sehingga menimbulkan sindrom metabolik yang mengarah ke lingkaran setan munculnya berbagai penyakit, depresi, dan gaya hidup tidak aktif.

Terdapat jaringan lemak putih dan lemak coklat yang berbeda kharakteristiknya. Lemak putih menyimpan energi sebagai fat droplets besar-besar. Sementara lemak coklat memiliki fat droplets jauh lebih kecil dengan fungsi khusus untuk membakar lemak menghasilkan panas. Sel-sel lemak coklat dikemas dengan mitokondria kaya zat besi sehingga tampak berwarna cokelat. Bayi dilahirkan dengan simpanan lemak coklat yang banyak (sekitar 5% dari total massa tubuh) di tulang belakang bagian atas dan bahu agar tetap hangat. Orang dewasa menyimpan cadangan kecil lemak coklat di bahu dan leher.

sel lemak.jpg

Sel-sel lemak coklat diantara lemak putih (sumber gambar NIH)

Kelebihan kalori dari konsumsi makronutrisi karbohidrat, protein dan lemak akan disimpan dalam jaringan adiposa. Pada kondisi tidak normal akan ditimbun banyak lemak di jaringan adiposa sehingga menimbulkan gangguan kesehatan. Manusia rentan mengalami obesitas sentral akibat pertambahan lemak di bagian perut. Proses penuaan menyebabkan penurunan massa otot serta peningkatan jaringan lemak. Kehilangan massa otot turut menyebabkan penurunan metabolisme sehingga akibatnya kelebihan kalori banyak disimpan sebagai jaringan lemak tubuh. Pengaruh genetik juga turut serta dalam membentuk postur tubuh “apel” dimana perut gendut. 

Obesitas sentral diatasi dengan mengendalikan berat badan secara umum dan mengurangi lemak perut. Lemak perut bisa berkurang dengan aktivitas latihan fisik secara teratur. Rutin lakukan aktivitas fisik intensitas sedang secara aman sesuai kondisi tubuh setidaknya 30 menit per hari (dan mungkin hingga 60 menit per hari). Latihan kekuatan (berolahraga dengan beban atau latihan resistensi) juga dapat membantu melawan lemak perut. Mengatur pola makan juga penting. Perhatikan ukuran porsi makanan supaya seimbang dengan memilih sumber karbohidrat kompleks (buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian) dan protein rendah lemak. Mengganti lemak jenuh dan lemak trans dengan lemak tak jenuh ganda.

Anda bisa periksa konsultasi bersama dokter dan ahli gizi berkompeten terkait pengaturan pola makan serta aktivitas fisik lebih lanjut sesuai kebutuhan kondisi tubuh, jika mengalami permasalahan kesehatan atau jika memiliki riwayat penyakit khusus.

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.