Kesehatan Umum

Depresi

DEPRESI

Pengertian Depresi

Manusia pasti pernah merasa sedih, tidak bergairah serta suasana hati buruk di suatu waktu yang kemudian membaik normal kembali. Namun depresi lebih dari sekedar rasa sedih biasa. Depresi merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan rasa sedih berkepanjangan dan kehilangan minat terhadap kegiatan-kegiatan yang biasanya disukai. Kondisi ini dirasakan bisa lebih dari dua minggu. Depresi dan ansietas merupakan gangguan mental emosional yang paling sering terjadi.

Depresi bukan karena kurang iman. Depresi juga bukan karena lemah. Semua orang bisa mengalami depresi. Depresi merupakan penyakit gangguan kesehatan sangat serius yang melibatkan otak. Banyak orang mengalami depresi, ada sekitar 300 juta orang di dunia ini mengalami depresi. Di Indonesia sekitar lebih dari 6% penduduk mengalami gangguan mental emosional dengan gejala depresi dan ansietas. Jumlah ini mencapai sekitar 14 juta jiwa. Namun banyak penderita depresi belum mendapatkan pertolongan terapi yang dibutuhkan. 

Penyebab dan Faktor Risiko Depresi

Penyebab pasti depresi belum diketahui. Depresi kemungkinan terjadi akibat kombinasi pengaruh faktor genetik, lingkungan, psikologis dan biokimiawi. Penyebab depresi pada tiap orang berbeda-beda, namun faktor berikut bisa meningkatkan risiko kemungkinan terjadinya depresi:

  • memiliki riwayat keluarga dengan penyakit depresi
  • memiliki riwayat depresi sebelumnya
  • mengalami kejadian traumatik seperti kekerasan fisik, permasalahan ekonomi, kekerasan seksual, kematian orang terkasih
  • mengalami permasalahan hidup besar, meskipun sudah direncanakan
  • memiliki penyakit berbahaya atau permasalahan kesehatan kronis
  • efek samping pengobatan tertentu. Namun jangan langsung mengubah pengobatan tanpa petunjuk dokter, segera berkomunikasi dengan dokter Anda jika mengalami efek samping pengobatan yang tidak nyaman untuk penanganan lebih lanjut.
  • kecanduan alkohol atau NARKOBA

Banyak kemungkinan penyebab depresi termasuk pengaturan suasana hati yang salah oleh otak dikombinasikan dengan pengaruh kerentanan genetik, peristiwa kehidupan penuh tekanan berat, efek obat-obatan, gaya hidup dan masalah gangguan kesehatan. Depresi terjadi bukan hanya sekedar akibat dari ketidakseimbangan kimiawi otak, namun juga gangguan dalam proses pengiriman pesan kimiawi normal antara sel-sel saraf di otak. Interaksi semua faktor risiko ini kemudian mempengaruhi otak sehingga timbul depresi.

Depresi lebih sering terjadi pada wanita, namun pria juga tetap bisa mengalami depresi. Semua orang berisiko mengalami depresi. Depresi bisa terjadi pada semua kelompok umur dan semua tipe personal. Depresi paling sering biasanya muncul antara umur 15 hingga 30 tahun. Orang yang mengalami depresi biasanya juga memiliki kondisi gangguan kesehatan mental lainnya. Gangguan kecemasan sering terjadi bersamaan dengan depresi. Depresi juga menjadi salah satu bagian dari seasonal affective disorder di musim dingin.

Tanda dan Gejala Depresi

Depresi biasanya terkait dengan perasaan sedih, tidak bergairah, tidak bersemangat, merasa tidak berharga, penurunan berat badan hingga pikiran ingin mati. Keluhan gejala depresi bisa bervariasi antar-individu. 

Tanda gejala depresi meliputi:

  • merasa sedih sepanjang waktu
  • merasa terus ketakutan sepanjang waktu
  • tidak tertarik melakukan aktivitas yang biasanya disukai
  • gelisah, mudah frustasi, lekas marah
  • sulit tidur atau tidur tidak nyenyak
  • terbangun dari tidur, bangun terlalu pagi atau sebaliknya terlalu banyak tidur
  • merasa capek padahal cukup istirahat dan cukup tidur
  • merasa berdosa, bersalah, tidak berdaya atau tidak berharga
  • makan berlebihan atau sebaliknya tidak nafsu makan
  • sulit konsentrasi, susah mengingat detail atau kesulitan mengambil keputusan
  • merasa nyeri kesakitan, sakit kepala atau gangguan permasalahan pencernaan yang tidak membaik dengan pengobatan biasa
  • merasa ingin mati, berpikir untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri

Seseorang dengan depresi mungkin memiliki pemikiran seperti:

  • “Aku gagal.”
  • “Semua ini kesalahanku.”
  • “Semua ini terjadi karena dosaku”
  • “Tidak ada hal baik yang terjadi padaku.”
  • “Aku tidak berharga.”
  • “Tidak ada hal baik dalam hidupku.”
  • “Keadaan ini tidak akan pernah berubah.”
  • “Hidup tidak menarik untuk dijalani.” 
  • “Dunia akan lebih baik tanpaku.”

Gejala perilaku depresi dapat menyebabkan seseorang:

  • menarik diri dari keluarga dan teman dekat
  • tidak mau pergi keluar
  • berhenti melakukan kegiatan menyenangkan yang biasa mereka sukai
  • tidak menyelesaikan pekerjaan di sekolah atau di tempat kerja
  • mengandalkan alkohol dan obat penenang.

Banyak orang tidak mengakui atau tidak tahu jika mengalami depresi. Mereka menganggap sebagai bagian dari perasaan biasa. Namun seringkali tanda gejala depresi dialami dengan keluhan fisik seperti tubuh terasa lelah sepanjang waktu, tubuh terasa sakit, sakit kepala, sakit perut, sakit otot, perut mulas, gangguan pencernaan, masalah tidur, gangguan nafsu makan, berat badan turun atau berat badan naik.

Jika depresi terjadi dalam waktu terlalu lama dengan intensitas sedang atau berat, maka dapat menjadi kondisi kesehatan yang serius. Ini dapat menyebabkan orang yang terkena sangat menderita dan berfungsi buruk di tempat kerja, di sekolah dan di keluarga. Depresi dapat menimbulkan kematian dengan menyebabkan bunuh diri. Hampir 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun. Bunuh diri adalah penyebab utama kematian kedua pada usia 15-29 tahun.

Diagnosis depresi dilakukan oleh ahli profesional berkompeten. Segera periksa ke dokter atau psikolog jika mengalami salah satu atau lebih keluhan mengarah ke depresi. Sarankan seseorang yang Anda curigai mengalami depresi untuk segera mendapat pertolongan ahli dan pengobatan yang tepat. Mendapat pengobatan juga bantuan ahli kesehatan jiwa berkompeten sangat penting, terlebih jika keluhan depresi semakin memberat serta mempengaruhi aktivitas harian.

Diagnosis dan Pemeriksaan Depresi

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksan fisik dan jika diperlukan pemeriksaan penunjang. Tidak ada tes fisik untuk depresi, tetapi dokter akan pelakukan pemeriksaan fisik secara umum dan melakukan beberapa tes urin atau darah untuk menyingkirkan kondisi lain yang memiliki gejala serupa seperti gangguan tiroid. Dokter akan mengajukan banyak sekali pertanyaan dalam kuesioner untuk mengetahui apakah Anda mengalami depresi. Cobalah untuk bersikap terbuka dan jujur ​​dalam menjawab pertanyaan. Informasi yang Anda berikan akan membantu dokter menentukan diagnosis depresi dan tingkat keparahannya. 

Terapi dan Tata Laksana Perawatan Depresi

Saat ini tersedia banyak terapi perawatan bermanfaat untuk mengobati depresi. Perawatan untuk depresi dapat membantu mengurangi gejala dan mempersingkat berapa lama depresi berlangsung. Perawatan untuk depresi meliputi:

  1. perubahan gaya hidup
  2. dukungan sosial
  3. psikoterapi
  4. pengobatan

Dokter atau profesional kesehatan mental berkompeten dapat membantu menentukan perawatan apa yang terbaik untuk kondisi Anda. 

Psikoterapi menjadi salah satu pilihan untuk bantu mengatasi depresi. Banyak orang mendapat manfaat dari psikoterapi atau konseling. Kebanyakan terapi berlangsung untuk waktu singkat dan berfokus pada pikiran, perasaan, dan masalah yang dihadapi sekarang. Terapis akan bekerja membantu Anda untuk mempelajari keterampilan menghadapi kehidupan, mengubah perilaku yang menyebabkan masalah dan menemukan solusi. Jangan merasa malu untuk berbicara secara terbuka dan jujur ​​tentang perasaan dan kekhawatiran Anda. Ini bagian penting untuk menjadi lebih baik.

Cognitive behavioural therapy (CBT) bertujuan untuk membantu Anda memahami pikiran dan perilaku serta mengerti tentang bagaimana pengaruh dari hal tersebut. CBT mengakui bahwa peristiwa di masa lalu mungkin telah membentuk Anda, tetapi kemudian akan lebih difokuskan pada bagaimana Anda dapat mengubah cara berpikir, merasakan dan berperilaku lebih baik untuk di masa sekarang. Ini mengajarkan Anda cara mengatasi lintasan pikiran negatif sehingga mampu menantang perasaan putus asa atau perasaan buruk lainnya.

Tujuan umum terapi termasuk perubahan perilaku lebih positif:

  • Menjadi lebih sehat dengan gaya hidup sehat berkelanjutan
  • Berhenti merokok
  • Menghentikan penggunaan narkoba dan alkohol
  • Mengatasi ketakutan atau rasa tidak aman
  • Mempelajari manajemen stres dengan baik
  • Belajar memahami peristiwa menyakitkan masa lalu
  • Identifikasi hal-hal yang memperburuk depresi
  • Memiliki hubungan yang lebih baik dengan keluarga dan teman
  • Memahami mengapa sesuatu bisa mengganggu Anda dan membuat rencana untuk menghadapinya jika terjadi

Pengobatan antidepresi bisa membantu mengatasi keluhan tanda gejala depresi terutama tingkat sedang hingga berat. Terdapat banyak sekali pilihan obat antidepresi, ada sekitar 30 jenis obat. Dokter akan memilihkan terapi pengobatan sesuai kondisi Anda. Sampaikan semua jenis pengobatan yang sedang dikonsumsi atau jika sedang menjalani nicotine replacement therapy. 

Pengobatan antidepresant tidak serta-merta langsung bisa menyelesaikan permasalahan dalam hidup. Lakukan beberapa tips berikut ini:

  • Bicarakan perasaanmu bersama orang-orang terkasih yang bisa dipercaya dan diandalkan. Bicarakan kondisimu dengan dokter atau ahli kesehatan jiwa berkompeten.
  • Tetap coba untuk hidup aktif dan rutin berolahraga secara aman
  • Atur makan dengan pola makan bergizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh untuk memenuhi asupan energi dan nutrisi harian. 
  • Luangkan waktu bersama keluarga dan sahabat baik. Tetap bergaul dengan lingkungan sekitar yang positif.
  • Disiplin diri memang bagus tapi jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Buat tujuan dengan realistis bagi diri sendiri: pecah tujuan besar menjadi tujuan-tujuan kecil yang lebih realistis untuk dicapai
  • Edukasi diri tentang depresi dari sumber-sumber ilmiah terpercaya
  • Tunda keputusan penting dalam hidup hingga saat kondisi sudah lebih baik, diskusikan bersama orang-orang yang Anda percayai.
  • Jalani proses pengobatan serta terapi dengan optimis serta realistis

Pastikan meminum obat sesuai petunjuk dokter. Biasanya keluhan gejala akan sangat membaik dalam waktu beberapa hari setelah menjalani pengobatan. Namun pastikan tetap berobat hingga tuntas sesuai petunjuk dokter Anda. Jangan berhenti meminum obat sendiri tanpa petunjuk dokter. Berhenti berobat sebelum tuntas hanya akan membuat penyakit semakin memburuk. Beberapa obat membutuhkan waktu penyesuaian tubuh, bisa 2 hingga 4 minggu. Segera konsultasi dengan dokter jika mengalami efek samping pengobatan yang tidak nyaman untuk penanganan lebih lanjut. Jika ingin hamil sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda. Jika berada dalam kondisi tidak baik segera periksa konsultasikan ke dokter. Pada kondisi depresi sangat berat yang tidak membaik dengan pengobatan biasa mungkin dilakukan electroconvulsive therapy (ECT) atau terapi stimulasi otak. 

Jika Anda mengenal seseorang yang mengalami depresi, maka pertama-tama bantu dia menemui dokter, psikolog atau profesional kesehatan mental berkompeten. Tawarkan dukungan, pengertian, kesabaran, dan dorongan. Jangan pernah mengabaikan komentar tentang bunuh diri, dan segera laporkan ke dokter atau psikolog yang biasanya merawatnya. Ajak dia jalan-jalan, berwisata dan kegiatan menyenangkan lainnya. Bantu dia untuk mematuhi rencana perawatan, seperti mengatur pengingat untuk mengambil obat yang diresepkan. Beri semangat dukungan positif, bahwa dengan berjalannya waktu dan perawatan yang baik maka depresi akan semakin teratasi.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.