Kesehatan Umum

Diabetes Mellitus Tipe 2

DIABETES MELLITUS TIPE 2

Mengenal Glukosa

Glukosa berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Glukosa dari makanan berasal dari bahan pangan sumber karbohidrat. Karbohidrat terdapat jenis karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Serat dan zat pati karbohidrat kompleks berasal dari sayur, buah, biji berserat utuh, kacang, polong. Karbohidrat sederhana contohnya fruktosa (gula dalam buah), sukrosa (gula) dan laktosa (gula dalam susu).

Tidak semua karbohidrat buruk. Bahan pangan sumber karbohidrat juga memiliki potensi sumber nutrisi lain yang penting bagi tubuh termasuk multivitamin, miracle minerals, anti-oksidan, anti-kanker dan anti-obesitas selama menggunakan pola makan sehat bergizi seimbang.

1543465407850

Bahan pangan sumber karbohidrat akan dicerna sehingga melepaskan glukosa yang kemudian diserap usus dibawa aliran darah menuju sel-sel di seluruh tubuh. Glukosa masuk ke dalam sel. Sel tubuh akan memakai glukosa sebagai sumber energi. Jika jumlah glukosa berlebihan maka oleh hati akan disimpan menjadi glikogen, atau diubah menjadi lemak yang disimpan oleh jaringan lemak tubuh. Otot juga menyimpan cadangan glikogen. 

Insulin merupakan hormon yang diproduksi pankreas. Insulin akan membuka pintu tempat masuk glukosa di dinding sel (glucose channel) sehingga glukosa akan masuk menjadi sumber energi di sel, atau disimpan di sel hati, sel otot serta sel lemak. Bagian ini masuk dalam proses metabolisme glukosa.

Pengertian Diabetes

Diabetes adalah suatu penyakit kronis yang ditandai oleh kadar glukosa darah melebihi nilai normal secara menahun. Glukosa darah sering dikenal oleh masyarakat dengan gula darah. Diabetes menjadi kondisi kesehatan kronis (jangka panjang) yang mempengaruhi cara tubuh mengubah makanan menjadi energi sehingga berdampak terjadi kelebihan kadar glukosa dalam darah. Jika menderita diabetes maka pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin sebagaimana mestinya sehingga jadi terlalu banyak glukosa tetap berada dalam aliran darah.

1551971528710

Sumber gambar (NIDDK)

Seiring waktu dengan kadar glukosa tidak normal dapat menyebabkan masalah kesehatan komplikasi serius seperti penyakit jantung, kehilangan penglihatan, dan penyakit ginjal.

Tipe Diabetes

Ada banyak jenis tipe diabetes. Tipe diabetes yang sering ditemukan antara lain:

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 terjadi karena tubuh tidak memproduksi insulin dalam jumlah normal. Kondisi ini terjadi karena sel-sel imunitas tubuh salah menyerang dan merusak sel-sel pankreas yang membuat insulin. Diabetes tipe 1 sering dialami oleh anak-anak dan dewasa muda, namun penyakit ini bisa dialami oleh semua kelompok umur. Penyandang diabetes tipe 1 butuh pemberian insulin setiap hari untuk bertahan hidup.

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 terjadi karena tubuh tidak memproduksi atau tidak bisa menggunakan insulin sebagaimana mestinya. Diabetes tipe 2 paling banyak dialami orang usia pertengahan atau usia lanjut namun penyakit ini juga bisa terjadi di semua umur, bahkan pada anak-anak. Diabetes tipe 2 merupakan penyakit diabetes yang paling banyak ditemukan.

Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional merupakan diabetes yang terjadi sementara selama masa kehamilan. Sebagian besar diabetes gestasional bisa membaik setelah bayi lahir. Namun, wanita yang mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2 kelak di suatu masa. Terkadang ada juga diabetes tipe 2 yang baru terdiagnosis selama kehamilan.

Diabetes Tipe Lain

Terdapat juga diabetes tipe lainnya seperti diabetes monogenik yang merupakan penyakit genetik keturunan, atau diabetes terkait cystic fibrosis.

Artikel ini akan lebih fokus membahas diabetes tipe 2.

Penyebab dan Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2

Diabetes mellitus tipe 2 disebabkan oleh kombinasi antara faktor genetik, gaya hidup dan lingkungan.

Kegemukan, obesitas dan kurang gerak meningkatkan risiko terjadinya diabetes mellitus tipe 2. Kelebihan berat badan terkadang bisa mengakibatkan resistensi insulin, sebuah kondisi yang sering terjadi pada penyandang diabetes mellitus tipe 2. Jaringan lemak perut berlebih terkait dengan kondisi resistensi insulin, diabetes mellitus tipe 2, penyakit jantung dan pembuluh darah.

Resistensi insulin biasanya mengawali diabetes mellitus tipe 2. Resistensi insulin merupakan suatu kondisi dimana sel-sel otot, hati dan lemak tidak bisa menggunakan insulin sebagaimana mestinya. Akibatnya tubuh harus membuat lebih banyak insulin supaya glukosa mampu masuk ke dalam sel-sel tersebut. Pada mulanya pankreas bisa membuat insulin untuk mengatasi kondisi, namun lama-kelamaan pankreas tidak mampu lagi memproduksi insulin sehingga kadar glukosa naik.

Diabetes mellitus tipe 2 bisa diturunkan dalam sebuah keluarga dan dipengaruhi oleh ras/etnis. Terdapat genetik tertentu yang membuat seseorang lebih rentan mengalami diabetes mellitus tipe 2 terlebih jika memiliki gaya hidup tidak sehat. Riwayat keturunan Afrika-Amerika, penduduk asli Alaska, Indian Amerika, Asia, Hispanik Latin, penduduk asli Hawaii serta Kepulauan Pasifik lebih berisiko terjadi diabetes mellitus tipe 2. Genetik juga mempengaruhi kecenderungan seseorang untuk mengalami diabetes mellitus tipe 2 ketika terjadi obesitas atau kelebihan berat badan.

Kemungkinan terjadi diabetes mellitus tipe 2 lebih besar jika:

  • kelebihan berat badan: kegemukan atau obesitas
  • usia 45 tahun atau lebih 
  • memiliki riwayat keluarga sakit diabetes mellitus
  • ras/etnis keturunan Afrika-Amerika, penduduk asli Alaska, Indian Amerika, Asia, Hispanik Latin, penduduk asli Hawaii serta Kepulauan Pasifik 
  • memiliki penyakit hipertensi
  • terdapat dislipidemia gangguan lemak darah dimana HDL kolesterol rendah atau trigliserida tinggi
  • riwayat diabetes gestasional atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg (4000 gram)
  • jarang melakukan aktivitas fisik
  • memiliki penyakit jantung atau riwayat stroke
  • memiliki depresi
  • memiliki penyakit polycystic ovary syndrome
  • memiliki acanthosis nigricans

Harap diperhatikan bahwa memiliki faktor risiko belum tentu akan mengalami sakit dan tidak memiliki faktor risiko juga belum tentu bebas dari kemungkinan bisa sakit. Semua orang berisiko mengalami diabetes mellitus sehingga penting untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat, edukasi diri tentang kesehatan serta responsif melihat tanda-gejala tubuh sehingga bisa diatasi dengan tepat.

Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus Tipe 2

Tanda gejala sakit diabetes mellitus tipe 2 muncul secara perlahan, bahkan bisa hingga bertahun-tahun. Gejala sakit sangat ringan bahkan sampai tidak terasa. Banyak penyandang diabetes mellitus tipe 2 tidak mengalami keluhan tanda gejala sakit. Mereka baru mengalami keluhan ketika sudah timbul kerusakan organ akibat komplikasi diabetes mellitus, seperti pandangan mata kabur.

Tanda gejala diabetes mellitus klasik:

  • sering merasa haus (polidipsi)
  • sering kencing (poliuri)
  • sering merasa lapar sehingga sering makan (polifagi)
  • penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas

Tanda gejala lain yang bisa menyertai:

  • tubuh terasa mudah capek kelelahan
  • pandangan mata kabur
  • kebas atau kesemutan di tangan atau kaki
  • luka yang lama tidak sembuh
  • sering sakit rentan mengalami infeksi, contohnya infeksi jamur
  • gatal
  • pada wanita terjadi keluhan gatal di vagina

Penyandang diabetes mellitus tipe 2 juga sering disertai hipertensi, hiperlipidemia dan komplikasi penyakit pada pembuluh darah atau saraf. Komplikasi akut bisa terjadi ketoasidosis diabetik, hiperosmolar non-ketotik dan hipoglikemia. Penyandang diabetes jika tidak terkontrol bisa terjadi kondisi hiperglikemia. Jika kadar glukosa terlalu rendah bisa terjadi hipoglikemia. Itulah sebabnya kadar gula darah harus dikontrol supaya baik. Diabetes mellitus yang tidak terkontrol juga bisa menimbulkan komplikasi kronik kerusakan organ tubuh.

Prediabetes

Prediabetes merupakan kondisi dimana kadar gula darah tinggi namun belum setinggi untuk terdiagnosis sebagai diabetes tipe 2. Kondisi prediabetes ini harus ditangani secepatnya sebab berisiko terjadi diabetes tipe 2, penyakit jantung dan stroke. Terdapat program perubahan gaya hidup yang bisa diikuti untuk mencegah pemburukan kondisi prediabetes.

Banyak kondisi penyakit bisa mengalami tanda gejala gangguan serupa sehingga sebaiknya segera periksa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Jika muncul tanda kegawatan segera hubungi ambulans atau layanan medis darurat untuk secepatnya mendapatkan bantuan pengobatan medis.

Komplikasi Diabetes Mellitus

Komplikasi diabetes mellitus yang tidak dikontrol bisa menyebabkan kerusakan di berbagai organ tubuh lainnya. Diabetes mellitus yang tidak terkontrol bisa menimbulkan kecacatan, atau bahkan kematian. Berikut contoh komplikasi paling sering akibat diabetes:

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah: Diabetes mellitus tak terkontrol dengan kadar gula darah tinggi dalam waktu lama akan menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah sehingga menimbulkan komplikasi penyakit jantung dan pembuluh darah. Penyandang diabetes mellitus lebih berisiko mengalami aterosklerosis, penyakit jantung koroner, serangan jantung, penyakit jantung atau stroke.
  • Neuropati: Diabetes mellitus tak terkontrol dengan kadar gula darah tinggi dalam waktu lama akan merusak pembuluh darah kapiler yang memberikan nutrisi ke persarafan akibatnya terjadi kerusakan saraf tepi menimbulkan neuropati diabetes. Kondisi ini menimbulkan keluhan nyeri ditusuk-tusuk jarum, kesemutan, sensasi panas seperti terbakar, kebas atau kesakitan. Biasanya bermula di ujung jari kemudian bisa menyebar perlahan ke atas. Kondisi ini bisa menimbulkan kehilangan kemampuan merasa di kaki. Kerusakan saraf juga bisa terjadi di saluran pencernaan menyebabkan keluhan mual, muntah, diare atau sembelit. Pada pria bisa terjadi disfungsi ereksi.
  • Nefropati: Ginjal terdiri atas jaringan jutaan pembuluh darah kecil khusus membentuk glomeruli yang akan menyaring darah dari kotoran juga toksin berbahaya. Diabetes mellitus tak terkontrol dengan kadar gula darah tinggi dalam waktu lama akan merusak sistem penyaringan ini sehingga mengakibatkan munculnya gagal ginjal atau penyakit ginjal tahap akhir.
  • Retinopati: Diabetes mellitus tak terkontrol dengan kadar gula darah tinggi dalam waktu lama bisa merusak pembuluh darah di retina mata menimbulkan diabetes  retinopati. Diabetes retinopati berpotensi terjadi kebutaan. Diabetes juga menyebabkan risiko terjadinya katarak dan glaukoma.
  • Kerusakan kaki: Diabetes tak terkontrol dengan kadar gula darah tinggi dalam waktu lama akan merusak saraf dan pembuluh darah di kaki sehingga berisiko terjadi komplikasi seperti terluka tanpa disadari atau infeksi. Luka pada kaki sulit sembuh. Bisa terjadi kematian jaringan sehingga menjadi gangren yang harus diamputasi.
  • Permasalahan kulit: infeksi bakteri, jamur
  • Gangguan pendengaran: Diabetes mellitus tak terkontrol dengan kadar gula darah tinggi dalam waktu lama bisa mempengaruhi telinga sehingga terjadi gangguan pendengaran.
  • Penyakit Alzheimer: Diabetes mellitus tak terkontrol dengan kadar gula darah tinggi dalam waktu lama meningkatkan risiko terjadi demensia seperti penyakit Alzheimer.
  • Depresi: penyandang diabetes sering mengalami tanda gejala depresi. Depresi bisa mempengaruhi perawatan diabetes.

Pemeriksaan dan Diagnosis Diabetes Mellitus

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis penyakit diabetes mellitus. Tes pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah puasa dan kadar gula darah 2 jam post prandial. Tes pemeriksaan lain dilakukan untuk mengetahui faktor risiko atau apakah sudah terjadi komplikasi diabetes. Tes pemeriksaan urin, pemeriksaan mata dan pemeriksaan kaki. Idealnya lakukan pemeriksaan kesehatan rutin meliputi pemeriksaan kadar gula darah meski sedang dalam kondisi sehat.

Diagnosis diabetes mellitus:

  • Terdapat gejala klasik diabetes mellitus disertai hasil pemeriksaan kadar glukosa plasma sewaktu lebih dari sama dengan 200 mg/dL (11,1 mmol/L).
  • Terdapat gejala klasik diabetes mellitus disertai hasil pemeriksaan kadar glukosa plasma puasa lebih dari sama dengan 126 mg/dL (11,1 mmol/L).
  • Terdapat gejala klasik diabetes mellitus disertai hasil pemeriksaan kadar glukosa plasma 2 jam post tes toleransi glukosa oral lebih dari 200 mg/dL (11,1 mmol/L).

Jika hasil pemeriksaan tidak memenuhi kriteria normal dan juga diabetes mellitus maka digolongkan kelompok Toleransi Glukosa Terganggu atau Gula Darah Puasa Terganggu.

Terapi dan Tata Laksana Perawatan Diabetes Mellitus Tipe 2

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis. Pengobatan dilakukan untuk mengontrol penyakit supaya tidak menimbulkan keluhan, tidak terjadi komplikasi dan bisa meningkatkan kualitas hidup.

Terapi tata laksana perawatan diabetes mellitus meliputi:

  • Kontrol kadar glukosa, kolesterol dan tekanan darah
  • Stop merokok jika seorang perokok sebaiknya segera lakukan konseling berhenti merokok
  • Ikuti pola makan sehat bagi penyandang diabetes, konsultasikan bersama ahli gizi profesional berkompeten
  • Lakukan gaya hidup aktif sehat dengan rutin melakukan aktivitas fisik secara aman. Lakukan latihan fisik sesuai anjuran dokter Anda.
  • Jalani rencana pengobatan. Minum obat atau gunakan insulin secara teratur sesuai anjuran dokter. Lakukan pengobatan penyakit yang menyertai diabetes.
  • Monitor kadar gula darah secara teratur.
  • Jaga berat badan sehat ideal sesuai dengan tinggi badan. Jika mengalami kelebihan berat badan maka turunkan berat badan secara aman dengan gaya hidup sehat berkelanjutan sesuai anjuran dokter.
  • Lakukan pemeriksaan untuk monitor dan deteksi dini komplikasi diabetes.

Tetap lakukan gaya hidup sehat meskipun sudah minum obat diabetes atau memakai insulin. Gaya hidup sehat bantu supaya pengobatan semakin efektif. Minum obat sesuai petunjuk dokter. Jika mengalami efek yang tidak menyenangkan segera periksa konsultasikan bersama dokter. Bergabung dengan kelompok pendukung yang positif dapat membantu menyesuaikan diri dengan kehidupan setelah stroke. Dukungan dari keluarga dan teman-teman juga dapat membantu menguatkan penyandang diabetes.

Penyandang diabetes akan ditangani oleh tim tenaga kesehatan sehingga diharapkan mampu mendapatkan perawatan secara menyeluruh. Catat keluhan dan buat daftar pertanyaan setiap akan kontrol. Jalin komunikasi secara baik bersama tim kesehatan Anda. Lakukan pemeriksaan serta kontrol kesehatan secara teratur sesuai rekomendasi dokter.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.