Kesehatan Umum

Hipertensi

HIPERTENSI

Ketika jantung berkontraksi maka darah di dalam ventrikel kiri keluar ke aorta dan arteri. Darah kemudian memasuki pembuluh kecil berdinding muskuler yang disebut arteriol. Tonus otot dinding pembuluh darah arteriol menentukan seberapa rileks longgar atau sempit terbatas bagi tempat lewatnya aliran darah. Jika pembuluh darah menyempit maka aliran darah akan tertahan.

1551835842199.jpg

Tekanan darah di dalam pembuluh darah (sumber gambar CDC)

Berkurangnya aliran darah akan dideteksi oleh otak, ginjal, dan di tempat lain. Terjadi stimulasi refleks saraf dan produksi hormon mengatasi kondisi ini dimana jantung diinduksi untuk berdetak lebih kuat. Jantung berdetak lebih kuat sehingga tekanan darah dipertahankan pada tingkat yang lebih tinggi supaya darah tetap bisa mengalir melalui arteriol.

Tekanan darah akan meningkat saat melakukan aktivitas fisik tertentu, kemudian tekanan akan bisa kembali normal lagi. Penyesuaian tekanan darah ini terjadi secara normal. Namun, pada beberapa orang penyesuaian tekanan darah menjadi tetap tinggi sebab kondisi pembuluh darah sudah menetap akibatnya tekanan darah tinggi berlanjut. Orang-orang ini menderita hipertensi. Aliran darah pada tekanan tinggi menimbulkan masalah pada fungsi otak dan ginjal.

Pengertian Hipertensi

Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah merupakan jumlah kekuatan yang diterima oleh dinding pembuluh darah ketika jantung memompakan darah. Tekanan darah tinggi disebut juga hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit dimana darah dipompa jantung ke pembuluh darah arteri dengan kekuatan lebih besar lebih dari normal.

Tekanan berlebih yang diterima oleh dinding pembuluh darah akan menambah kerusakan kemudian memperparah pembentukan plak aterosklerosis. Sementara aterosklerosis berperan mengakibatkan munculnya banyak penyakit lain seperti penyakit jantung dan stroke. Parahnya lagi, hipertensi ini sering tidak menimbulkan gejala sehingga penyakitnya tidak disadari sampai muncul keluhan gejala komplikasi.

Penyebab dan Faktor Risiko Hipertensi

Hipertensi disebabkan oleh kombinasi antara genetik (riwayat sakit dalam keluarga), gaya hidup dan kondisi gangguan kesehatan. Riwayat penyakit tertentu, efek pengobatan atau pola makan tidak sehat dengan konsumsi terlalu banyak natrium bisa menyebabkan hipertensi.

Riwayat penyakit seperti tumor tertentu, penyakit ginjal kronis, permasalahan tiroid, sleep apnea, kegemukan dan obesitas bisa menyebabkan hipertensi. Pola makan tinggi kolesterol, tinggi lemak jenuh, tinggi garam, peminum alkohol berlebihan meningkatkan risiko hipertensi. Natrium adalah bagian penting dari cara tubuh mengontrol kadar tekanan darah. Ginjal membantu menyeimbangkan kadar cairan dan natrium dalam tubuh. Ginjal menggunakan natrium dan kalium untuk menghilangkan kelebihan cairan dari darah. Tubuh membuang cairan berlebih ini sebagai urin. Ketika kadar natrium dalam darah tinggi, pembuluh darah menahan lebih banyak cairan sehingga meningkatkan tekanan darah pada dinding pembuluh darah.

Pertambahan usia menyebabkan arteri cenderung menjadi lebih kaku (kurang elastis). Keadaan ini dapat mengubah pola tekanan darah dengan tekanan sistolik lebih tinggi dan tekanan diastolik lebih rendah. Keadaan ini disebut sebagai ‘hipertensi sistolik terisolasi’. Tekanan sistolik tinggi berbahaya sebab akan makin menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah. Meskipun perubahan ini disebabkan oleh penuaan, namun keadaan ini bukan keadaan normal serta memerlukan obat untuk mengendalikan tekanan sistolik.

Ada banyak faktor bisa mempengaruhi terjadinya penyakit darah tinggi. Beberapa faktor bisa diubah contohnya pola makan, aktivitas fisik, gaya hidup. Sementara faktor lainnya tidak bisa diubah seperti genetik (riwayat keluarga), umur, ras/etnis, jenis kelamin. Namun penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup sehat bisa menurunkan risiko terjadinya penyakit tekanan darah tinggi.

Tanda dan Gejala Hipertensi

Penyakit tekanan darah tinggi terdapat hipertensi ringan, sedang atau berat. Tekanan darah tinggi sering tidak menimbulkan gejala di saat penyakit hipertensi masih ringan. Tubuh masih bisa mengatasi kondisi tekanan darah tinggi tanpa menimbulkan keluhan gejala. Namun jika tidak ditangani maka bisa terjadi komplikasi stroke, serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal. Inilah sebabnya hipertensi disebut sebagai “the silent killer”. Pada kondisi tertentu, hipertensi bisa menyebabkan keluhan sakit kepala atau muntah.

Komplikasi hipertensi:

  • Aneurisma
  • Penyakit ginjal kronis
  • Kerusakan mata
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Penyakit arteri perifer
  • Stroke
  • Demensia vaskuler

Disinilah pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Pengukuran tekanan darah sangat mudah dan tidak sakit. Bisa dilakukan di Posbindu, Puskesmas, klinik, rumah sakit atau bahkan di rumah. Meskipun tidak memiliki penyakit hipertensi sebaiknya tetap #KetahuiTekananDarahmu dengan CERAMAH (Cek Tekanan Darah di Rumah) secara rutin dengan cara pengukuran yang baik dan benar. Segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan/dokter bila dijumpai tekanan darah tidak normal untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tekanan darah diukur menggunakan alat yang disebut sphygmomanometer, sering disebut tensimeter. Bagian manset dipasang melilit di lengan atas. Manset terhubung ke sphygmomanometer. Operator memompa kantung manset dengan udara sampai sirkulasi arteri utama lengan terganggu. Tekanan di dalam kantung kemudian secara perlahan dilepaskan sampai sama dengan tekanan sistolik di arteri, ditandai dengan darah sekali lagi bergerak melalui pembuluh darah. Ini membuat suara ‘berdebar’ yang diindikasikan sebagai tekanan sistolik pada sphygmomanometer. Tekanan darah di arteri utama lengan turun menjadi sama dengan tekanan terendah, yaitu tekanan diastolik. Ini adalah tekanan di mana suara debaran tidak lagi terdengar. Angka sistolik dan diastolik ini dicatat sebagai hasil pengukuran tekanan darah.

Sebelum pengecekan usahakan tubuh dengan posisi duduk selama 2-5 menit, tidak diperkenankan untuk meminum kopi, tidak mengkonsumsi obat sebelum pengecekan dan tidak menahan buang air kecil. Gunakan alat pengukur tekanan darah (tensimeter) yang sudah tervalidasi. Pengecekan sebaiknya dilakukan 2 – 3 kali dengan jangka waktu satu menit untuk mendapatkan data variasi tekanan darah. Alat ukur tekanan darah yang paling dianjurkan adalah jenis digital. Lebih baik gunakan alat ukur yang menggunakan manset dan dililitkan pada lengan (brachial blood pressure).

Tekanan darah dibaca dalam 2 pengukuran yaitu:

  • Sistolik: tekanan darah sistolik merupakan tekanan darah tertinggi yang diterima oleh pembuluh darah arteri saat jantung memompa darah keluar. Nilai normal antara 110 dan 120 mmHg.
  • Diastolik: tekanan darah diastolik merupakan tekanan darah terendah yang diterima oleh pembuluh darah arteri ketika jantung relaksasi dan sedang terisi darah. Nilai normal sekitar 70 dan 80 mmHg.

Diagnosis dan Pemeriksaan Hipertensi

Diagnosis hipertensi dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah. Diagnosis tekanan darah tinggi ketika pembacaan sistolik yang konsisten 140 mmHg atau lebih tinggi atau bacaan diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi. Pengukuran dilakukan 2 kali dengan 2 kali kunjungan atau lebih pada pasien dengan posisi duduk dan telah beristirahat 5 menit. Anamnesis riwayat sakit, pola makan, gaya hidup sangat penting dalam perencanaan terapi. 

Diagnosis hipertensi primer atau hipertensi sekunder tergantung dengan penyebab tekanan darah tinggi. Hipertensi primer atau esensial terjadi jika tekanan darah tinggi tanpa penyebab penyakit lain atau efek samping pengobatan. Hipertensi primer sering terjadi akibat proses penuaan. Hipertensi sekunder terjadi jika tekanan darah tinggi akibat penyebab penyakit lain atau efek samping pengobatan. Pada kecurigaan hipertensi sekunder akan dilakukan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui penyebab hipertensi. Hipertensi sekunder menghilang jika penyebab utamanya diobati atau dihilangkan. 

1551843028396

Kategori Hipertensi (sumber gambar AHA)

Terapi dan Tata Laksana Perawatan Hipertensi

Jika memiliki tekanan darah tinggi maka dokter akan merekomendasikan untuk menerapkan perubahan gaya hidup jantung-sehat. Beberapa orang mampu menurunkan tekanan darah dengan gaya hidup sehat. Gaya hidup jantung-sehat antara lain:

  • Pola makan yang sehat untuk jantung seperti program pola makan DASH. DASH merupakan pola makan bergizi seimbang yang fleksibel bagi jantung sehat. Konsultasikan lebih lanjut bersama ahli gizi berkompeten.
  • Hidup aktif sehat secara berkelanjutan. Banyak manfaat kesehatan dihasilkan dari aktivitas fisik. Aktivitas fisik disertai rutin latihan fisik yang aman dapat membantu menurunkan dan mengendalikan tekanan darah tinggi. Sebelum memulai program olahraga apa pun, tanyakan kepada dokter terkait tingkat aktivitas fisik yang tepat sesuai kondisi kesehatan. Tingkat kebugaran tubuh akan makin meningkat dengan berjalannya waktu sehingga aktivitas fisik bisa ditingkatkan secara bertahap.
  • Jaga berat badan sehat ideal dengan tinggi badan. Pada kondisi kelebihan berat badan atau obesitas dengan penurunan berat badan 5 – 10% dari berat awal selama sekitar enam bulan dapat meningkatkan kondisi kesehatan. Bahkan kehilangan hanya 3 hingga 5 persen dari berat badan dapat memberikan manfaat bagi tekanan darah.
  • Berhenti merokok. Hindari alkohol, NAPZA dan zat karsinogenik.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Periksa kontrol tekanan darah secara rutin. 

Jika perubahan gaya hidup belum mampu mengontrol tekanan darah maka dokter akan menambahkan terapi pengobatan untuk mengatasi penyakit hipertensi. 

  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors: obat ini mengeblok produksi hormon angiotensin II yang berfungsi mengatur tekanan darah. Pada saat angiotensin diblok maka pembuluh darah tidak menyempit sehingga jantung bisa menurunkan kekuatan saat memompa darah.
  • Angiotensin II receptor blockers (ARBs): obat ini mengeblok hormon angiotensin II dengan berikatan di reseptor pembuluh darah. Efeknya pembuluh darah tidak menyempit sehingga jantung bisa menurunkan kekuatan saat memompa darah.
  • Calcium channel blockers: obat ini mencegah kalsium memasuki sel-sel otot di jantung dan pembuluh darah sehingga pembuluh darah tidak menyempit. 
  • Diuretik: obat ini membuang kelebihan natrium dari tubuh sehingga volume cairan akan menurun sehingga beban jantung berkurang. 

Hipertensi merupakan penyakit kronis. Pengobatan hipertensi bertujuan untuk mengontrol tekanan darah, mencegah komplikasi kerusakan organ tubuh, mencegah penyakit jantung dan meningkatkan kualitas hidup. Dokter bisa memberikan kombinasi pengobatan untuk mengontrol tekanan darah. Tetap lakukan gaya hidup sehat meskipun sudah minum obat antihipertensi. Gaya hidup sehat bantu supaya pengobatan semakin efektif. Minum obat sesuai petunjuk dokter. Jika mengalami efek yang tidak menyenangkan segera periksa konsultasikan bersama dokter.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.