Kesehatan Umum

Pencegahan Diabetes

Pencegahan Diabetes Mellitus

1. Menjaga Berat Badan Sehat

Asupan kalori melebihi kebutuhan akan disimpan sebagai lemak. Makan berlebihan akan menyebabkan pertambahan jaringan lemak tubuh juga menimbulkan permasalahan kegemukan akibat berat badan berlebih. Kelebihan berat badan akan meningkatkan risiko permasalahan metabolisme termasuk diabetes mellitus tipe 2. Lemak-lemak yang disimpan dalam sel adiposit di jaringan lemak terutama lemak perut akan menyebabkan sel tidak sensitif terhadap hormon insulin. Akibatnya kelenjar pancreas harus bekerja keras untuk mengkompensasi. Kondisi ini dalam waktu lama menyebabkan penyakit diabetes mellitus tipe 2.

Faktor risiko diabetes mellitus tipe 2 dilihat dari indeks massa tubuh, distribusi jaringan lemak tubuh dan ukuran lingkar pinggang. Jaringan lemak di perut memiliki pengaruh penurunan sensitivitas insulin lebih besar dibandingkan jaringan lemak di bagian tubuh lain. Pada ras Asia risiko diabetes mellitus lebih tinggi meski ukuran lingkar pinggang lebih kecil dibandingkan ras lainnya sehingga standard ukuran cut-off lingkar pinggang lebih rendah.

Jaga supaya berat badan ideal dengan tinggi badan. Menurunkan berat badan dengan target penurunan lemak tubuh akan membantu memperbaiki sensitivitas insulin pada tingkat seluler. Penurunan berat badan membuat sel-sel lebih sensitif terhadap hormon insulin sehingga risiko terjadinya diabetes mellitus tipe 2 berkurang. Penurunan 5 – 7% berat badan pada individu dengan kelebihan berat badan mampu membantu menurunkan risiko terjadinya diabetes hingga separuhnya. Lakukan penurunan berat badan secara bertahap dengan gaya hidup sehat berkelanjutan

2. Pola Makan Sehat Berkelanjutan

Pola makan sehat bergizi seimbang sesuai kebutuhan asupan energi dan nutrisi harian tubuh merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya diabetes tipe 2. Usahakan mengkonsumsi 5 – 9 porsi aneka ragam buah sayur setiap hari. Jadikan buah sayur sebagai pilihan camilan serta hidangan pencuci mulut. Hindari bahan makanan sumber lemak trans. Batasi asupan bahan makanan sumber lemak jenuh dan kolesterol. Masukkan aneka ragam bahan pangan dari kelompok biji-bijian, kacang-kacangan beserta polong-polongan dalam menu makanan setiap hari. Pastikan asupan serat pangan yang banyak sehingga usahakan memakan buah sayur potong dalam hidangan harian utama. Pilih karbohidrat berserat sebagai sumber energi. Batasi konsumsi gula garam sehari-hari.

Idealnya konsumsi serat pangan harian sekitar 14 gram serat dalam setiap asupan 1000 kalori yang dimakan. Serat pangan membantu mencegah diabetes tipe 2 sebab akan merangsang sensitivitas sel terhadap insulin sehingga kadar gula darah terjaga relatif stabil. Serat pangan juga membantu tubuh mengatasi penyumbatan pembuluh darah oleh LDL-kolesterol sehingga risiko penyakit jantung lebih rendah. Pilih buah sayur potong dibandingkan jus. Ubah pola makan tinggi serat secara bertahap untuk mencegah kembung sehingga perut lebih nyaman. Minum air putih minimal 8 gelas setiap hari supaya terhindar dari permasalahan sembelit. Jaga supaya asupan kalori seimbang dengan pengeluaran energi tubuh.

3. Aktivitas Fisik Rutin

Rutin latihan fisik diimbangi dengan menjaga pola makan sehat seimbang akan menurunkan risiko terjadinya penyakit diabetes tipe 2. Rutin latihan fisik serta bergerak juga membantu membakar simpanan lemak sehingga mengurangi kelebihan berat badan. Aktivitas fisik membantu mencegah diabetes melalui dua jalur. Pertama aktivitas fisik membuat sel lebih sensitif terhadap insulin sehingga sel-sel otot akan memakai glukosa sebagai sumber energi. Kedua aktivitas fisik membantu sel memanfaatkan glukosa secara efisien. Jika dengan aktivitas fisik bisa terjadi penurunan berat badan maka metabolisme glukosa akan lebih baik lagi. Efeknya kadar glukosa dalam darah terjaga stabil.

Aktivitas fisik meski hanya ringan memberi manfaat jauh lebih baik dibandingkan tidak bergerak sama sekali. Latihan fisik intensitas sedang sekitar 30 menit sehari membantu mencegah diabetes mellitus tipe 2. Lakukan latihan fisik secara bertahap sesuai kondisi tubuh. Latihan kekuatan atau resistensi yang membuat otot bekerja mampu membantu mengontrol kadar glukosa darah. Latihan resistensi membantu sel-sel tubuh mengabsorbsi glukosa secara efisien sebab lebih sensitif terhadap insulin. Sebagai bonus, latihan resistensi akan mencegah kehilangan massa otot akibat proses penuaan sehingga tubuh mendapatkan kekuatan.

Pencegahan Diabetes Mellitus di Masa Depan

Seiring meningkatnya beban terkait penyakit diabetes ini membuat para ahli terus melakukan penelitian untuk mencari cara menyembuhkan diabetes. Beberapa pendekatan yang masih dalam tahap penelitian ini diantaranya transplantasi pancreas, transplantasi sel islet pancreas yang memproduksi insulin, usaha menumbuhkan pancreas buatan dan manipulasi genetik untuk menciptakan sel yang bisa memproduksi insulin. Namun, proses penelitian masih sangat panjang dan membutuhkan waktu sebab ada banyaknya tantangan seperti mencari cara untuk mengatasi penolakan dari sistem imun, menemukan sel yang tepat, menjaga sel tetap hidup dan lain-lain.

Penutup

Diabetes mellitus dijuluki sebagai ibu dari banyak penyakit. Angka kesakitan dan kematian tinggi di dunia sehingga pencegahan terjadinya diabetes terutama diabetes tipe 2 ini masih menjadi pilihan yang terbaik. Diabetes bisa dicegah atau diperlambat kemunculannya dengan gaya hidup yang sehat seperti mencegah kegemukan, obesitas dan penumpukan lemak di area pinggang. Aktif bergerak dan rajin berolahraga. Makan makanan sehat dengan pola makan yang baik. Hindari makanan tinggi-gula, tinggi-lemak atau rendah serat. Hindari merokok. Mengontrol kadar gula darah dan lakukan pemeriksaan untuk mengecek kesehatan secara umum dengan teratur

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.