Kesehatan Umum

Stres

STRESS

Emosi-emosi kuat yang tidak nyaman seperti takut, khawatir, sedih, tertekan juga gejala depresi terkadang menjadi bagian normal dalam kehidupan selama hanya sementara dan tidak mengganggu aktivitas harian. Stres bisa terjadi saat ada hal baik, contohnya seperti merencanakan pernikahan. Stres juga bisa terjadi akibat kejadian buruk seperti menghadapi konflik keluarga.

Terkadang stres bisa membawa manfaat baik bagi manusia. Namun, harus dipastikan bisa mengontrol juga mencegah timbulnya efek negatif. Jika emosi negatif ini tidak segera menghilang atau menyebabkan masalah maka harus diwaspadai. Stres bisa berbahaya jika terlalu lama atau sangat berat hingga membuat diri kewalahan tidak bisa mengatasinya. Ketegangan fisik atau emosional bisa menjadi tanda terjadinya stres.

Tanda dan Gejala Stres

Banyak orang terkadang tidak menyadari jika sedang mengalami peristiwa yang membuat stres. Stres biasanya akan menimbulkan keluhan pada fisik, mental hingga perilaku. Terkadang seseorang justru merasakan keluhan tanda gejala tersebut, tanpa menyadari bahwa stres menjadi penyebab utama timbulnya keluhan.

Kemungkinan pengaruh stres terhadap perasaan Anda secara emosional:

  • tegang
  • sedih
  • lekas marah, agresif, tidak sabaran, sakit hati
  • kewalahan, merasa terbebani berlebihan
  • takut, khawatir, cemas, berpikiran buruk
  • merasa kurang percaya diri
  • banyak pikiran
  • merasa mati rasa
  • tidak bisa menikmati diri sendiri
  • tidak bergairah 
  • takut dan khawatir akan masa depan
  • merasa tidak berdaya
  • sulit membuat keputusan
  • kehilangan selera humor
  • khawatir sakit
  • merasa kesepian dan sendirian
  • sangat tertekan hingga merasa depresi

Kemungkinan pengaruh stres pada keluhan kondisi fisik Anda:

  • sakit kepala
  • pusing
  • tegang atau nyeri otot hingga sakit punggung, sakit kepala, sakit pinggang
  • gangguan tidur: susah tidur, mimpi buruk, tidur tidak lelap
  • merasa kelelahan sepanjang waktu
  • kehilangan selera makan, atau justru makan terlalu berlebihan
  • hiperventilasi, menarik napas dangkal
  • mengalami serangan panik
  • ketegangan otot
  • pandangan mata kabur atau mata perih
  • permasalahan seksual: tidak bergairah, tidak bisa menikmati hubungan seksual
  • nyeri dada
  • rahang sakit akibat kebiasaan berlebihan saat mengatupkan sendi rahang dan gigi menggeretak
  • tekanan darah tinggi
  • gangguan pencernaan: heartburn, diare atau justru sembelit
  • badan terasa sakit, pusing atau pingsan

Kemungkinan pengaruh stres terhadap perilaku Anda:

  • menjauhi situasi atau orang yang menyebabkan bermasalah 
  • kehilangan minat melakukan aktivitas normal, termasuk hobi yang disukai
  • merasa terus ketakutan
  • sulit membuat keputusan
  • penyalahgunaan alkohol atau obat terlarang
  • merokok
  • mencungkil-cungkil bagian kulit tertentu
  • menggigit kuku
  • membentak orang lain
  • kesulitan berkonsentrasi
  • tidak bisa istirahat
  • sulit duduk tenang
  • makan sedikit atau sebaliknya terlalu banyak makan
  • mudah menangis atau terus-menerus menangis
  • mengalami tanda depresi

Stres berlebihan dapat mempengaruhi pikiran dan tubuh secara negatif. Stres jangka panjang dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan mulai dari penyakit ringan seperti sakit kepala dan gangguan perut, hingga kondisi lebih serius seperti depresi dan penyakit jantung.

Banyak kondisi penyakit bisa mengalami tanda gejala gangguan serupa sehingga sebaiknya segera periksa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Jika muncul tanda kegawatan termasuk lintasan pikiran buruk maka segera periksa ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya.

Tips Kiat Mengatasi Stres

Cara terbaik untuk mengelola stres dengan perawatan diri. Tetap jaga diri dengan melakukan gaya hidup sehat berkelanjutan. Berikut ini cara mengatasi stres:

  • Hindari rokok, NARKOBA dan alkohol: hanya memberikan rasa nyaman sementara berpotensi merusak kesehatan
  • Temukan dukungan positif dengan mencari bantuan dari pasangan, anggota keluarga, teman, penasihat, psikolog, dokter, atau tokoh agama.
  • Jangan mengisolasi diri, tetap terhubung secara sosial. Mengisolasi diri sering diambil sebagai cara mengatasi stres. Tetap luangkan waktu bersama orang-orang terkasih. Pertimbangkan merencanakan kegiatan positif yang menyenangkan bersama pasangan, anak-anak, atau teman.
  • Jaga kesehatan diri. Tetap makan sehat bergizi seimbang untuk memenuhi asupan energi dan nutrisi harian sesuai kebutuhan tubuh. Rutin berolahraga secara aman. Tidur yang cukup dan istirahat supaya memberikan tubuh kesempatan untuk pulih.
  • Pertahankan rutinitas normal dengan tetap aktif. Aktivitas harian bisa mengalihkan pikiran. Ini bisa menjadi cara positif untuk mengatasi perasaan stres.

Stres dapat disebabkan oleh keadaan di luar kuasa kita atau oleh sikap serta harapan kita sendiri. Di dunia sekarang ini rentan terjadi tingkat stres yang tinggi sehingga berisiko menimbulkan efek negatif pada kesehatan manusia. Jika stres tekanan hidup lebih besar dari kemampuan untuk mengatasinya maka kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan mental. Imbasnya juga bisa menyebabkan masalah dengan hubungan antar-manusia dan pekerjaan. 

Ada banyak cara untuk mengelola stres dengan baik termasuk mengidentifikasi pemicu stres, mempelajari teknik relaksasi, melakukan perubahan gaya hidup dan mencari dukungan positif dari orang lain. Jika Anda merasa kewalahan oleh stres dan tidak mampu mengatasinya maka segera periksa konsultasikan dengan konselor atau profesional kesehatan. 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.