Kesehatan Umum

Penyakit Sindrom Kelelahan Kronis

MYALGIC ENCEPHALOMYELITIS

Pengertian Sindrom Kelelahan Kronis

Sindrom kelelahan kronis disebut juga myalgic encephalomyelitis. Istilah ‘myalgic encephalomyelitis’ berarti nyeri pada otot, peradangan di otak dan sumsum tulang belakang. Sindrom kelelahan kronis merupakan penyakit kompleks yang belum diketahui penyebabnya. Penyakit ini bisa berkembang selama bertahun-tahun.

Ada banyak subtipe dalam spektrum sindrom kelelahan kronis sehingga diperlukan rencana manajemen individual bagi setiap penyandang sindrom kelelahan kronis ini. Sekitar 25% penyandang sindrom kelelahan kronis memiliki bentuk ringan serta dapat pergi ke sekolah atau bekerja dengan mengurangi kegiatan lainnya. Sekitar 50% penyandang sindrom kelelahan kronis akan memiliki bentuk sedang hingga parah sehingga tidak dapat pergi ke sekolah atau bekerja. Sekitar 25% penyandang sindrom kelelahan kronis mengalami gejala sangat parah sehingga harus tinggal di rumah atau di tempat tidur.

Penyebab dan Faktor Risiko Sindrom Kelelahan Kronis

Belum diketahui penyebab pasti terjadinya sindrom kelelahan kronis. Tampaknya genetik mempengaruhi pada banyak kasus sindrom kelelahan kronis. Wanita empat kali lebih banyak mengalami sindrom kelelahan kronis dibandingkan pria.

Sindrom kelelahan kronis bisa terkait dengan permasalahan pada:

  • kemampuan tubuh memproduksi dan mentransport energi
  • sistem imunitas kekebalan tubuh, persarafan dan hormonal
  • infeksi virus atau infeksi lainnya
  • sistem sirkulasi darah, jantung dan tekanan darah
  • pencernaan
  • abnormalitas biokimiawi

Tanda dan Gejala Risiko Sindrom Kelelahan Kronis

Keluhan tanda gejala utama dari sindrom kelelahan kronis yaitu mengalami kelelahan luar biasa pasca beraktivitas, badan terasa seperti “remuk” atau harus istirahat lama untuk “membalas dendam” setelah merasa sangat kecapekan.

Keluhan tanda-gejala sindrom kelelahan kronis lainnya:

  • gangguan tidur seperti insomnia
  • nyeri otot
  • nyeri persendian
  • sakit kepala
  • sakit tenggorokan atau faringitis namun tanpa pembengkakan kelenjar
  • sulit berpikir, susah konsentrasi, gangguan mengingat
  • gejala menyerupai sakit flu
  • merasa pusing atau mual
  • detak jantung cepat atau tidak teratur

Mengalami gejala seperti flu setelah berolahraga dan tidak memiliki energi yang cukup untuk melanjutkan aktivitas harian. Penelitian menunjukkan bahwa penderita sindrom kelelahan kronis memiliki respons fisiologis berbeda terhadap aktivitas atau olahraga dibandingkan orang lain. Kondisi tersebut termasuk kelelahan abnormal setelah melakukan segala bentuk aktivitas yang berakibat memburuknya gejala lainnya. Responsnya mungkin tertunda setelah 24 jam, bergantung pada jumlah dan jenis aktivitas. Kondisi kelelahan abnormal ini dapat menyebabkan rasa tidak enak setelah beberapa hari yang dirasakan selama beberapa hari.

Keluhan bisa mengalami kekambuhan serius yang berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Penyandang menemukan bahwa kegiatan biasa bisa membuat tubuh sangat kecapekan. Misalnya sekedar berjalan-jalan, makan dengan teman, menyiapkan anak untuk sekolah atau naik kereta ke tempat kerja yang sebelumnya tidak menyebabkan kelelahan bisa kemudian diikuti oleh kelelahan luar biasa yang membutuhkan waktu lebih lama daripada biasanya untuk membaik kembali.

Sindrom kelelahan kronis dapat menyebabkan berbagai tingkat disabilitas berbeda pada masing-masing penyandang. Sindrom kelelahan kronis ringan menyebabkan aktivitas berkurang setidaknya 50%. Sindrom kelelahan kronis sedang menyebabkan sebagian besar penyandang menghabiskan waktu dengan tetap tinggal di rumah. Sindrom kelelahan kronis sangat parah menyebabkan penyabdang terikat di tempat tidur dan tergantung pada bantuan orang lain untuk semua perawatan sehari-hari.

Beberapa orang dengan sindrom kelelahan kronis merasa terlalu sakit untuk bekerja, pergi ke sekolah, bersosialisasi, mengelola keluarga mereka atau menyelesaikan urusan mereka sendiri. Kondisi ini mempengaruhi kehidupan, sosial, juga kondisi keuangan seseorang. Beberapa orang di masyarakat berpikir salah bahwa seseorang dengan sindrom kelelahan kronis ‘hanya lelah’, bahwa penyakitnya ‘hanya di kepala mereka’ atau bahwa mereka harus ‘memaksakan diri’. Kesalahpahaman ini tidak membantu bahkan bisa berbahaya karena sering menyebabkan penyandang sindrom kelelahan kronis terus mendorong melampaui batas mereka sehingga akan menyebabkan kekambuhan dan makin memperburuk kondisi mereka.

Pemeriksaan dan Diagnosis Risiko Sindrom Kelelahan Kronis

Dokter akan melakukan anamnesis riwayat sakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Belum ada alat tunggal yang langsung bisa mendiagnosis sindrom kelelahan kronis. Pemeriksaan darah, pemeriksaan urin, tes fungsi tiroid, tes fungsi hati, tes fungsi ginjal atau pemeriksaan lainnya akan dilakukan untuk menyingkirkan penyakit lain dengan gejala serupa. 

Terapi dan Tata Laksana Perawatan Risiko Sindrom Kelelahan Kronis

Terapi perawatan untuk sindrom kelelahan kronis akan disesuaikan bagi setiap individu. Diagnosis dini, pengobatan dan perubahan gaya hidup bisa membantu mengatasi gejala. Belum ada obat untuk menyembuhkan sindrom kelelahan kronis, namun pada sebagian besar orang keluhan gejalanya akan membaik dengan menjalani perawatan secara menyeluruh. Penyandang sindrom kelelahan kronis ada yang bisa membaik seperti sedia kala juga bisa kembali lancar beraktivitas. 

Terapi sindrom kelelahan kronis meliputi:

  • cognitive behavioural therapy
  • konseling psikoterapi
  • program latihan rehabilitasi fisik terstruktur sesuai kemampuan fisik tubuh
  • obat pereda gejala: obat pereda rasa sakit, antidepresan, obat tidur, dll sesuai keluhan gejala 
  • manajemen aktivitas
  • perubahan gaya hidup sehat berkelanjutan
  • pola makan sehat bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan asupan nutrisi makro maupun mikro sesuai kondisi tubuh
  • istirahat, relaksasi dan mengatur waktu tidur
  • pemakaian alat bantu untuk menunjang aktivitas harian

Penyandang sindrom kelelahan kronis harus berhati-hati saat akan memilih bergabung dengan program olahraga. Jangan sampai olahraga justru memperburuk kondisi fisik. Tanyakan terlebih dahulu kepada tim dokter Anda sebelum bergabung dengan klub kebugaran atau ikut program olahraga tertentu.

Penyandang sindrom kelelahan kronis akan ditangani oleh tim yang terdiri dari dokter ahli, psikolog juga fisioterapis berkompeten. Terkadang kondisi sindrom kelelahan kronis bisa mengalami kekambuhan atau bertambah parah. Pada kondisi ini sebaiknya manajemen aktivitas disesuaikan dengan level kemampuan fisik, lakukan relaksasi, teknik pernapasan dan review kembali rencana terapi. 

Ambil peran aktif dalam proses terapi perawatan penyakit Anda. Edukasi diri dan kenali kondisi kesehatan. Bergabung dengan kelompok pendukung yang positif. Menerima, memahami kondisi lebih baik dan berperan aktif bisa mempengaruhi kondisi kesehatan lebih positif. Jalin komunikasi baik dengan tim dokter Anda. Rencana terapi akan direview secara teratur menyesuaikan kondisi terkini sindrom kelelahan kronis. Diskusikan pemilihan terapi lebih lanjut bersama tim dokter Anda. 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.