Kesehatan Umum

Sakit Bahu

SAKIT BAHU

Bahu merupakan struktur persendian kompleks dengan kemampuan gerak sangat banyak. Terdapat dua persendian pada bahu, yaitu:

  • artikulatio glenohumeralis dimana tulang lengan atas (os humerus) berhubungan dengan tulang bahu scapula
  • artikulatio acromioclavicularis dimana tulang bahu scapula berhubungan dengan tulang clavicula (selangka)

Jaringan ikat sangat kuat membungkus kapsul persendian bahu sehingga tulang lengan atas tetap terikat pada soket sendi. Kapsul sendi dibatasi membrana sinovialis yang memproduksi cairan sinovial untuk lubrikasi juga nutrisi pemeliharaan sendi. Tendon, ligamen dan otot-otot yang kuat akan turut menopang struktur juga fungsi bahu sehingga stabil.

Penyebab dan Faktor Risiko Sakit Bahu

Ada banyak sekali penyebab nyeri bahu. Berikut ini beberapa contoh penyebab sakit bahu: 

Osteoartritis

Tulang rawan adalah jaringan halus dan lunak yang menutupi ujung tulang tempat pertemuan antar-tulang dalam sendi. Tulang rawan yang sehat membantu persendian bergerak dengan lancar. Seiring waktu tulang rawan dapat menjadi aus, atau mungkin menjadi rusak karena cedera atau kecelakaan sehingga terjadi osteoartritis.

Peradangan Kapsul Sendi Bahu

Selaput sinovial bahu dapat meradang pada kondisi yang disebut ‘sinovitis’. Sinovitis dapat terjadi sebagai akibat dari kondisi misalnya rheumatoid arthritis, riwayat cedera, atau penyebabnya lain. 

Frozen shoulder merupakan peradangan pada kapsul sendi bahu akibat adhesive capsulitis. Pada kondisi ini terjadi kapsul bahu menebal kemudian meradang dan bahu terasa kencang. Mungkin juga hanya ada sedikit cairan sinovial untuk melumasi sendi. Frozen shoulder menyebabkan pundak menjadi sulit digerakkan. Frozen shoulder juga dapat terjadi sebagai akibat dari kondisi bahu yang telah diimobilisasi karena operasi atau cedera. Terkadang penyebab nyeri bahu mungkin tidak diketahui. 

Peradangan Bursa

Nyeri akibat peradangan bursa persendianjuga sering terjadi di bahu. Bursa adalah kantung kecil berisi cairan yang mengurangi gesekan antara dua struktur seperti tulang, otot, dan tendon. Bursa bahu berada di antara tendon rotator cuff dan ujung tulang scapula (akromion). Peradangan paling sering akibat gerakan berulang.

Cedera Keseleo

Ligamen adalah jaringan ikat yang menghubungkan tulang ke tulang. Ligamen persendian bahu memberikan stabilitas pada bahu dengan menjaga tulang tetap di tempat yang seharusnya. Jika ligamen terluka atau terkilir maka dapat menyebabkan rasa sakit jangka pendek. Kondisi ini bisa hingga mengakibatkan humerus keluar sebagian dari soket sendi (subluksasi) atau keluar sepenuhnya (dislokasi). 

Jaringan lentur yang membantu menjaga persendian bahu pada tempatnya (labrum) dapat menjadi sobek disebut ‘robekan labral’. Ini dapat terjadi sebagai akibat dari cedera (misalnya jatuh dengan posisi lengan terentang) atau tindakan berulang (misalnya karena bermain olahraga yang melibatkan melempar). Pukulan langsung ke bahu dapat menyebabkan sendi acromioclavicular terkilir. Jenis cedera ini sering terjadi pada orang yang berpartisipasi dalam olahraga kontak yang menerima pukulan keras. Juga bisa terjadi sebagai akibat dari jatuh. 

Kelompok tendon dan otot yang menjaga bahu stabil dan diposisikan dengan benar untuk bahu dan lengan bergerak disebut rotator cuff. Robekan tendon rotator cuff dapat terjadi sebagai akibat dari cedera (misalnya jatuh atau patah tulang selangka) atau terjadi akibat proses penuaan. 

Permasalahan Leher dan Punggung Atas

Masalah dengan persendian dan saraf yang terkait pada leher serta punggung bagian atas juga dapat menjadi sumber nyeri bahu. Rasa sakit dari leher dan punggung bagian atas sering terasa di bagian belakang sendi bahu bahkan sampai ke bagian luar lengan atas.

Cedera Pada Saraf Aksillaris

Saraf axillaris dapat terluka akibat dislokasi bahu atau retak humerus yang retak. Akibatnya terjadi kelemahan dalam menggerakkan lengan ke arah luar menjauh dari tubuh. 

Nyeri Alih

Nyeri bahu juga dapat disebabkan oleh masalah yang mempengaruhi perut (misalnya batu empedu), jantung (misalnya angina atau serangan jantung) dan paru-paru (misalnya pneumonia). Kondisi nyeri alih akibat serangan jantung ini sangat berbahaya sehingga sebaiknya segera cari pertolongan medis secepatnya.

Tanda dan Gejala Sakit Bahu

Penyebab gangguan bahu ada banyak sehingga keluhan tanda gejala sakit bahu bisa bervariasi. Penderita nyeri bahu dapat mengalami rasa sakit yang dalam di sendi bahu, di belakang bahu, di depan bahu dan bagian atas lengan. Terkadang rasa sakit di bahu dapat digambarkan sebagai rasa sakit tajam yang menusuk. Lokasi dan jenis rasa sakit kemungkinan berhubungan dengan struktur yang menyebabkan rasa sakit. Nyeri bahu bisa akibat nyeri alih dari penyakit lain. Jika terasa bahu nyeri dengan dada terasa ditekan dan sesak napas maka waspada gejala serangan jantung.

Kemampuan gerakan bahu mungkin berkurang. Bahu terasa sakit saat digerakkan. Bahu terasa lemah sehingga tidak bisa menggerakkan lengan atas. Lengan tidak bisa bergerak. Beberapa orang mungkin mengalami sensasi nyeri tajam seperti ditusuk pin dan jarum, kesemutan dan rasa sakit yang panas seperti terbakar. Kurang gerak setelah dislokasi bahu biasanya karena rasa sakit. Robekan rotator cuff dan cedera pada saraf aksila bisa menyebabkan kelemahan dalam menggerakkan lengan menjauh dari tubuh. Terkadang bisa terasa sendi tergelincir, copot atau tulang lengan lepas dari persendian.

Banyak kondisi penyakit bisa mengalami tanda gejala gangguan serupa sehingga sebaiknya segera periksa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Jika muncul tanda kegawatan segera periksa ke UGD rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya. Segera periksa ke dokter jika mengalami sakit bahu yang mengganggu ini.

Diagnosis dan Pemeriksaan Sakit Bahu

Kondisi atau penyakit yang menyebabkan gejala sakit bahu ada sangat banyak sekali. Dokter akan melakukan anamnesis riwayat sakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan foto rontgen sinar-X biasanya dilakukan untuk mengetahui kondisi bahu. Pemeriksaan ultrasonografi dilakukan untuk melihat kondisi rotator cuff. CT (computed tomography) scan atau MRI (magnetic resonance imaging) bukan pilihan pertama, namun bisa dilakukan jika diperlukan untuk melihat struktur bahu lebih jelas. 

Terapi dan Tata Laksana Perawatan Sakit Bahu

Penanganan sakit bahu tergantung dengan penyebab penyakit. Pilihan perawatan untuk sakit bahu antara lain:

  1. Fisioterapi untuk mengatasi kelemahan dan kekakuan persendian bahu
  2. Terapi okupasi untuk melatih kemampuan bahu melakukan aktivitas harian sesuai kondisi
  3. Pemberian kompres hangat atau dingin sesuai kondisi bahu untuk meredakan kekakuan dan rasa sakit
  4. Pengobatan: pemberian obat pereda rasa sakit, obat antiinflamasi non-steroid, injeksi kortikosteroid. Pastikan minum obat sesuai petunjuk dokter
  5. Operasi: pada kondisi rotator cuff robek, dislokasi sendi atau persendian telah mengalami kerusakan 

Fisioterapis dan ahli okupasi biasanya akan melatih latihan fisik untuk rehabilitasi persendian. Latihan fisik khusus ini bisa bantu memperbaiki beberapa kondisi keluhan sakit bahu. Konsultasikan pilihan terapi dan program latihan lebih lanjut bersama dokter Anda.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.