Kesehatan Umum

Nyeri Akibat Pekerjaan

Nyeri Akibat Pekerjaan

Pekerjaan sering menjadi faktor risiko penyakit termasuk penyakit kronis.

Keluhan sakit kepala, carpal tunnel syndrome, epikondilitis, neuritis jari-jari, tendinitis juga nyeri di pergelangan tangan, bahu, siku, leher, pinggang hingga kaki seringkali ditemukan pada para pekerja. Trauma kumulatif pada tubuh akibat sikap postur badan, repetisi, beban dinamis/statis, kurang istirahat dan lain sebagainya sering menjadi faktor risiko munculnya nyeri kronis. Stres akibat pekerjaan menyebabkan tingginya tegangan otot serta beban otot dalam keadaan statis.

Ergonomi adalah ilmu yang berkaitan dengan menyesuaikan pekerjaan atau tugas dengan kemampuan fisik dan mental pekerja. Peralatan kerja yang tidak sesuai dengan ergonomic kondisi anatomi serta fisiologi tubuh manusia juga sering menyebabkan keluhan nyeri pada otot serta tulang. Pemakaian alat pelindung kerja juga penting untuk melindungi keamanan para pekerja.

Menerapkan prinsip-prinsip ergonomi ke tempat kerja dapat mengurangi:

  • kematian
  • cedera dan gangguan kesehatan
  • serta meningkatkan produktivitas dan kualitas pekerjaan

Ergonomi yang buruk dapat menyebabkan bahaya berikut:

  • gangguan muskuloskeletal
  • gangguan penglihatan
  • cedera akibat jatuh 

Gangguan muskuloskeletal meliputi permasalahan pada otot, tulang, sendi, bursa, tendon, ligamen, diskus intervertebralis, persarafan juga pembuluh darah. Permasalahan timbul akibat cedera pemakaian berulang, gangguan trauma kumulatif, gangguan terkait pekerjaan, cedera, hingga kerja berlebihan. Keluhan timbul bisa sakit kepala, sakit punggung, sakit pergelangan tangan atau kelelahan pada mata.

Penanganan pada fase akut dengan melindungi bagian tulang/otot/sendi yang nyeri, pemakaian pelindung, kompres dingin untuk mengurangi peradangan, pemberian obat pereda rasa sakit dan fisioterapi. Fisioterapi akan dilakukan pelatihan peregangan, penguatan dan latihan fisik untuk meningkatkan kebugaran.

Berikutnya juga harus dilakukan penanganan pada faktor risiko pekerjaan serta tempat kerja supaya sesuai dengan kondisi ergonomis tubuh sehingga keluhan tidak berulang kembali. Pelajari postur untuk duduk yang baik, postur saat mengangkat barang, sesuaikan kursi kerja dengan penataan meja kerja dan lakukan peregangan 1 – 2 menit setiap 30 menit. Duduk dalam waktu terlalu lama menyebabkan otot kaku, tegang dan sakit. Semakin lama tidak bergerak akan menyebabkan otot tubuh makin lemah sehingga sangat penting mengimbangi dengan aktivitas fisik diantara waktu duduk.

Tidak semua kondisi keluhan nyeri akibat pekerjaan bisa dicegah. Namun dengan modifikasi faktor risiko diharapkan kemungkinan sakit semakin kecil. Pengusaha dapat mengembangkan program serta tempat kerja sesuai dengan prinsip ergonomi dimana kondisi tempat kerja dan tuntutan pekerjaan sesuai dengan kemampuan pekerja. Workstation, alat dan gagang alat, pencahayaan, alat pelindung kerja dan tugas pekerjaan dapat dirancang ulang agar mendukung ergonomis selama bekerja. Jika memungkinkan bisa melakukan rotasi di antara para pekerja.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.