Kesehatan Umum

Arthritis

ARTHRITIS

Pengertian Arthritis

Arthritis ditinjau dari arti katanya adalah peradangan sendi. Arthritis merupakan istilah umum untuk kondisi yang mempengaruhi sendi atau jaringan di sekitar sendi. Banyak orang menyebut sakit sendi dengan rematik atau asam urat, padahal sebenarnya sakit sendi lebih banyak lagi penyebabnya. Sebagian besar jenis penyakit arthritis menyebabkan rasa sakit dan kekakuan di dalam dan di sekitar sendi yang terkena. Beberapa jenis lainnya seperti rheumatoid arthritis juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan beberapa organ tubuh.

sendi normal dan arthritis

Sendi sehat dan sendi sakit arthritis (sumber gambar NIAMS)

Ada banyak tipe arthritis. Jenis arthritis paling sering dijumpai antara lain ankylosing spondylitis, gout, juvenile arthritis, osteoarthritis, psoriatic arthritis, reactive arthritis, rheumatoid arthritis. Saat ini setidaknya ada lebih dari 100 – 150 jenis kondisi arthritis. Fibromyalgia oleh CDC dimasukkan ke dalam arthritis untuk kepentingan kesehatan masyarakat.

Penyebab dan Faktor Risiko Arthritis

Arthritis kemungkinan terjadi akibat kombinasi antara faktor genetik, gaya hidup dan lingkungan. Penelitian saat ini menunjukkan beberapa gen yang mempengaruhi arthritis. Keberadaan faktor lingkungan seperti infeksi virus atau cidera bisa mempengaruhi terjadinya arthritis.

Faktor-faktor tertentu membuat risiko sakit arthritis makin besar. Ada beberapa faktor risiko yang bisa dikendalikan, dan ada faktor risiko lain yang tidak bisa dikendalikan. Dengan mengubah faktor-faktor risiko yang dapat dikontrol, maka diharapkan dapat mengurangi risiko terkena radang sendi atau tidak memperburuk kondisi peradangan sendi yang sudah ada.

Faktor Risiko Bisa Dikontrol

Faktor-faktor berikut ini bisa dimodifikasi dengan pemilihan atau perubahan gaya hidup sehingga risiko mengalami arthritis bisa makin kecil, atau jika sudah memiliki arthritis maka penyakitnya tidak makin buruk.

1. Kegemukan dan Obesitas  

Kelebihan berat badan merupakan berat badan yang melebihi nilai normal berat badan berdasarkan tinggi badan. Kelebihan berat badan akan memberikan tekanan lebih besar bagi persendian akibatnya berisiko lebih tinggi mengalami osteoarthritis pada lutut serta persendian lain yang menopang berat tubuh. Jaga berat badan tetap normal ideal. Lakukan gaya hidup aktif sesuai kondisi tubuh dengan pola makan sehat sehingga bisa menurunkan berat badan secara aman bagi yang mengalami kegemukan dan obesitas.

2. Infeksi

Banyak kuman penyakit seperti bakteri dan virus dapat menginfeksi persendian sehingga bisa menimbulkan beberapa tipe arthritis. Sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami bengkak, panas, dan kemerahan di persendian.

3. Cidera Persendian

Persendian yang digunakan secara berlebihan untuk menekuk dan mengalami tekanan berulang bisa menyebabkan kerusakan sendi dan osteoarthritis. Lindungi persendian dengan pelindung sendi juga melakukan latihan khusus persendian.

4. Pengaruh pekerjaan

Pekerjaan tertentu yang membutuhkan lutut menekuk dan jongkok secara berulang kali dalam waktu lama bisa menimbulkan osteoarthritis di lutut. Perhatikan ergonomi dan keamanan kerja. Gunakan alat pelindung diri supaya aman dan peralatan untuk bantu meringankan pekerjaan fisik.

5. Merokok

Merokok meningkatkan risiko terjadinya arthritis rheumatoid dan memperburuk kondisinya. Merokok juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Jika tubuh sakit maka aktivitas fisik menjadi terganggu. Jika hidup menjadi tidak aktif maka risiko terjadi arthritis juga makin besar. 

Faktor Risiko Tidak Bisa Dikontrol

1. Umur

Risiko terjadinya hampir semua arthritis makin meningkat dengan pertambahan umur.

2. Jenis Kelamin

Beberapa jenis arthritis lebih sering ditemui pada wanita seperti osteoarthritis, arthritis rheumatoid dan fibromialgia. Arthritis gout lebih sering dialami oleh pria. 

3. Genetik 

Beberapa tipe arthritis dipengaruhi oleh faktor genetik yang diwariskan dalam keluarga. Gen HLA (human leukocyte antigen) class II genotypes meningkatkan risiko terjadinya arthritis rheumatoid, systemic lupus erythematosus dan ankylossing spondylitis.

Tipe Arthritis

Ada banyak sekali penyakit arthritis. Berikut ini contoh yang sering terjadi:

  • Ankylosing spondylitis: arthritis pada tulang belakang yang biasanya menyebabkan persendian tulang belakang atau persendian antara tulang belakang dan panggul mengalami nyeri, kemerahan, panas dan pembengkakan.
  • Gout: sejenis penyakit arthritis akibat penumpukan kristal di persendian, biasanya pada persendian ibu jari namun semua sendi juga bisa terkena
  • Juvenile arthritis: sejenis penyakit arthritis pada anak dimana terjadi peradangan persendian pada anak
  • Osteoarthritis: sejenis penyakit arthritis yang biasanya dialami oleh orang lanjut usia dan paling sering mempengaruhi jari, lutut, dan pinggul. Namun terkadang osteoartritis bisa terjadi setelah mengalami cedera sendi misalnya dulu lutut pernah terluka parah ketika muda lalu mengalami artritis pada sendi lutut setelah bertahun-tahun kemudian.
  • Arthritis psoriatik: sejenis penyakit arthitis yang dapat terjadi pada penyandang penyakit psoriasis.
  • Arthritis reaktif: sejenis penyakit arthritis yang disebabkan oleh infeksi di tubuh. Gejala mungkin juga termasuk mata merah bengkak serta peradangan pada saluran kemih.
  • Rheumatoid arthritis: sejenis penyakit arthritis ketika sistem pertahanan tubuh sendiri tidak bekerja dengan baik sehingga terjadi reaksi autoimun yang mempengaruhi sendi dan tulang serta mungkin juga mempengaruhi organ dan sistem organ lain.
  • Arthritis juga bisa menyertai kondisi lain seperti penyakit lupus, infeksi persendian atau gangguan kondisi kesehatan lainnya

Tanda dan Gejala Arthritis

Berbagai jenis arthritis bisa memiliki gejala berbeda. Nyeri dan kekakuan di dalam dan sekitar satu atau lebih sendi menjadi gejala umum untuk sebagian besar jenis arthritis. Ada gejala arthritis yang muncul secara tiba-tiba, ada pula gejala yang timbul secara bertahap seiring berjalannya waktu. Gejala arthtritis dapat datang dan pergi, atau bertahan menetap dalam waktu lama.

Keluhan tanda gejala arthritis bisa meliputi:

  • persendian nyeri kesakitan, kemerahan, panas dan bengkak
  • nyeri kesakitan pada otot
  • sendi kaku dan kemampuan gerak terbatas, sulit bergerak
  • demam
  • penurunan berat badan 
  • permasalahan gangguan napas
  • kulit gatal atau terlihat ruam kemerahan di kulit
  • seluruh badan sakit, terasa tidak enak badan

Gejala bisa saja muncul bersamaan dengan sakit lainnya. Responsif melihat tanda gejala gangguan kesehatan tubuh yang lain. Banyak kondisi penyakit bisa mengalami tanda gejala gangguan serupa sehingga sebaiknya segera periksa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Jika muncul tanda kegawatan segera periksa ke UGD rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya. Segera periksa ke dokter jika mengalami nyeri, kekakuan atau pembengkakan pada satu atau lebih persendian tubuh.

Pemeriksaan dan Diagnosis Arthritis

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan rontgen sinar-X dan pemeriksaan darah untuk pemeriksaan awal arthritis. Pemeriksaan ultrasonografi, CT (computed tomography) scan atau MRI (magnetic resonance imaging) dilakukan lebih lanjut untuk melihat gambaran lebih jelas penyebab keluhan sakit. Ada banyak sekali tipe arthritis. Bahkan terkadang seorang pasien bisa memiliki lebih dari satu tipe arthritis. Bila diperlukan pasien akan dirujuk ke dokter ahli untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Terapi dan Tata Laksana Perawatan Arthritis

Terdapat banyak pilihan terapi perawatan arthritis, yang bisa meliputi:

  • pengobatan untuk meredakan sakit, mengatasi peradangan, memperlambat perburukan penyakit dan mencegah komplikasi kerusakan lebih lanjut
  • prosedur tindakan medis: operasi untuk memperbaiki kerusakan sendi

Tipe pengobatan yang biasa digunakan untuk penyakit arthritis: 

  • obat pereda rasa sakit: meredakan rasa sakit sementara
  • krim dan salep: dioleskan pada area kulit di atas persendian yang sakit untuk meredakan rasa sakit sementara
  • obat antiinflamasi non-steroid untuk meredakan rasa sakit dengan mengontrol reaksi peradangan
  • kortikosteroid untuk mengontrol atau mengurangi peradangan secara cepat 
  • disease-modifying anti-rheumatic medications (DMARDs) untuk mengontrol reaksi autoimun pada penyakit arthritis yang melibatkan reaksi autoimun
  • biologics and biosimilar medicines (bDMARDs) merupakan obat untuk mengontrol sistem imunitas tubuh lebih spesifik 

Ada banyak cara untuk bisa mengontrol penyakit arthritis. Susun strategi dan aktivitas harian untuk mengontrol penyakit arthritis bersama dokter Anda. CDC merekomendasikan lima strategi manajemen pribadi untuk mengontrol gejala dan penyakit arthritis, antara lain:

1. Pelajari cara mengontrol penyakit arthritis.

Edukasi diri dari sumber-sumber yang benar. Mengetahui sebanyak mungkin tentang kondisi penyakit berarti diharapkan dapat membuat keputusan berdasarkan informasi terkini tentang perawatan kesehatan dan mampu mengambil peran aktif dalam pengelolaan kondisi kesehatan. Semakin mengenal penyakit diharapkan jadi paham tata cara manajemen secara menyeluruh. Pelajari cara untuk bisa hidup aktif, bekerja dan menjalankan rutinitas harian. Manajemen stres dan emosi dengan baik.

Pelajari tentang jenis terapi, pengobatan, latihan fisik, pola makan, gaya hidup yang bisa bermanfaat bagi kesehatan. Jangan mudah tergiur dengan penawaran pengobatan alternatif, diskusikan selalu bersama tim dokter anda. Pola makan sehat bergizi seimbang dipilih untuk memenuhi asupan nutrisi sesuai kebutuhan tubuh. Jika bisa tetap bergabung dengan bersosialisasi, sekolah atau bekerja supaya merasa lebih baik. Bergabung dengan kelompok pendukung yang positif sehingga bisa mendapatkan informasi dan dukungan dari sesama.

2. Hidup sehat aktif secara berkelanjutan sesuai kondisi kesehatan tubuh.

Lakukan aktivitas fisik dan latihan fisik sesuai tingkat kesehatan juga kemampuan tubuh Anda. Aktivitas fisik merupakan cara sederhana dan efektif non-medikasi untuk meredakan nyeri. Menjadi aktif secara fisik dapat mengurangi rasa sakit, memperbaiki fungsi, suasana hati, dan kualitas hidup penyandang arthritis. Aktivitas fisik yang teratur juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit kronis lainnya seperti penyakit jantung dan diabetes. Ubah tingkat aktivitas fisik tergantung pada gejala arthritis Anda. Beberapa aktivitas fisik lebih baik daripada tidak sama sekali. Fisioterapis atau spesialis olahraga profesional bisa membantu untuk melatih fisioterapi, latihan fisik juga gerakan tubuh lebih lanjut sesuai kondisi tubuh lebih lanjut.

3. Jalin komunikasi yang baik dengan tim dokter

Ambil peran aktif untuk mengontrol penyakit sehingga paham cara mengurangi keluhan sakit dan bisa kooperatif menyusun rencana pengobatan bersama tim dokter. Diskusikan bersama dokter tata cara untuk mengurangi keluhan nyeri, meminimalkan kerusakan persendian dan mendukung kemampuan fungsi tubuh. Minum obat sesuai petunjuk dokter. Komunikasikan selalu tentang efek pengobatan, keluhan atau perbaikan gejala. Lakukan kontrol pemeriksaan kesehatan secara teratur.

4. Manajemen berat badan supaya bisa normal ideal dengan tinggi badan

Jika memiliki kondisi BB berlebih maka turunkan kelebihan berat badan (BB) dengan mengatur pola makan sehat serta melakukan aktivitas fisik yang aman bagi penyandang arthritis. Pertahankan berat badan yang sehat sebab BB sangat penting bagi penderita artritis. Pada kondisi kelebihan berat badan atau obesitas dengan penurunan berat badan bisa mengurangi tekanan pada sendi, terutama sendi yang menahan beban seperti pinggul dan lutut. Bahkan, penurunan sekitar 5 kg berat badan bisa memperbaiki keluhan rasa sakit dan fungsi persendian penyandang arthritis. 

5. Lindungi persendian

Lindungi persendian jika akan melakukan aktivitas. Pilih latihan fisik dan olahraga yang aman bagi penyandang arthritis. Hindari olahraga kontak fisik, rentan terjatuh, rentan salah urat, beban terlalu berat,  atau dengan gerakan repetitif yang makin membebani persendian. Cidera sendi akan memperburuk kondisi arthritis. Konsultasikan bersama tim dokter saat akan bergabung dengan kelompok atau aktivitas olahraga. Sampaikan kondisi kesehatan Anda kepada pelatih olahraga yang tentunya pilih pelatih berkompeten. Gunakan alat pelindung persendian.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.