Kesehatan Umum

Bahaya Tidur Mengorok Saat Sleep Apnea

SLEEP APNEA

Tidur sangat penting bagi manusia. Tubuh manusia memproduksi banyak hormon penting ketika sedang lelap tertidur. Tidur menunjang kebugaran, konsentrasi, kesehatan jantung, imunitas juga kestabilan emosi. Orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7 – 8 jam dalam sehari.

Pengertian Sleep Apnea

Sleep apnea ini merupakan gangguan bernapas saat tidur. Sleep apnea dapat terjadi ketika saluran napas bagian atas menjadi tersumbat berulang kali selama tidur sehingga menyebabkan aliran udara berkurang atau sepenuhnya terhenti. Kondisi ini dikenal sebagai obstructive sleep apnea dimana terjadi gangguan napas saat tidur akibat obstruksi jalan napas. Jika otak tidak mengirimkan sinyal yang diperlukan untuk bernafas, kondisi ini bisa disebut sleep apnea sentral. Sleep apnea yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius. 

Penyebab dan Faktor Risiko Sleep Apnea

Sleep apnea bisa terjadi akibat banyak penyebab, antara lain: 

  • obesitas
  • pembesaran tonsil
  • gangguan neuromuskuler
  • gagal jantung
  • gagal ginjal 
  • kelainan genetik tertentu
  • kelahiran prematur

Beberapa kondisi bisa meningkatkan risiko terjadinya sleep apnea yaitu gaya hidup tidak sehat, faktor lingkungan, umur, riwayat dalam keluarga, faktor genetik, ras, etnis dan jenis kelamin. Pola makan tidak sehat sehingga terjadi kelebihan berat badan, merokok, konsumsi alkohol meningkatkan risiko sleep apnea. Sleep apnea bisa terjadi pada umur berapa pun namun semakin tua risiko terjadi akan semakin besar.

Terdapat tiga tipe sleep apnea yaitu:

  • tipe obstruktif
  • tipe sentral
  • tipe campuran

Sleep apnea yang paling sering terjadi yaitu tipe obstruktif (obstructive sleep apnea/OSA) yang disebabkan adanya hambatan udara pernapasan. Udara berhenti mengalir di jalan nafas saat terjadi serangan sehingga kadar oksigen akan turun hingga begitu rendah. Penderita tampak megap-megap sebagai usaha untuk kembali bernafas hingga terdengar suara mengorok/mendengkur kencang atau seperti tersedak. Kondisi ini mengganggu kelelapan tidur sebab penderita berulang kali terbangun untuk bernafas kembali. 

Tanda dan Gejala Sleep Apnea

Sleep apnea ini merupakan gangguan bernapas saat tidur. Tanda paling umum ditemukan pada sleep apnea:

  • Terjadi apnea: tidak bernapas atau napas berkurang
  • Sering mendengkur keras
  • Napas megap-megap saat tidur

Keluhan gejala paling umum dari sleep apnea antara lain

  • Mengantuk dan kelelahan secara berlebihan di siang hari
  • Penurunan tingkat kewaspadaan, daya konsentrasi, daya perhatian, gerakan motorik, gangguan bicara dan ingatan visuospasial
  • Mulut kering saat bangun tidur
  • Pusing sakit kepala saat bangun tidur
  • Gangguan disfungsi seksual atau penurunan libido
  • Sering terbangun saat tidur malam untuk kencing

Terjadi gangguan penyerapan oksigen akibat hilangnya pernapasan dalam sekejap (10 – 20 detik) ketika penderita sleep apnea sedang tidur. Hilang napas 10 detik ini bisa terjadi berkali-kali dalam waktu satu jam saat tidur. Henti napas bisa terjadi 20 – 30 kali dalam satu jam dan bisa lebih dari 200 kali dalam semalam. Sleep apnea sering disepelekan namun sebenarnya bisa berakibat serius hingga menyebabkan penyakit jantung yang mematikan.

Sleep apnea bisa menyebabkan berbagai keluhan seperti mendengkur keras, gangguan tidur seperti tersedak,megap-megap saat bernapas, hilang napas saat tidur, gerakan tidak normal saat tidur, mengantuk di siang hari, penurunan tingkat kecerdasan, ganguan konsentrasi, sulit berpikir, gangguan emosi, sakit kepala di pagi hari, depresi dan penurunan libido. Wanita yang menderita sleep apnea lebih sering melaporkan sakit kepala, kelelahan, depresi, gangguan kecemasan (anxietas), insomnia, dan gangguan tidur.

Penderita sleep apnea akan mengantuk di siang hari sehingga kegiatan harian terganggu juga rentan mengalami kecelakaan kerja dan kecelakaan berkendara. Penderita biasanya tidak menyadari kondisi sleep apnea. Keluarga atau pasangan biasanya yang menyadari abnormalitas tidur ini. Minta keluarga untuk memvideokan saat tidur.

Sleep apnea kemungkinan bisa meningkatkan risiko gangguan berikut ini:

  • Asma
  • Fibrilasi atrial pada jantung
  • Penyakit kanker tertentu seperti kanker pankreas, ginjal dan kulit
  • Penyakit ginjal kronis
  • Gangguan kognitif dan perilaku termasuk penyakit demensia
  • Penyakit jantung pembuluh darah: atherosclerosis, serangan jantung, hipertensi sulit dikontrol, stroke
  • Gangguan mata seperti glaukoma, sindroma mata kering, keratoconus
  • Sindroma metabolik termasuk intoleransi glukosa, diabetes tipe 2
  • Komplikasi kehamilan termasuk diabetes gestasional, hipertensi kehamilan, bayi berat lahir rendah

Ketika kadar oksigen darah turun karena sleep apnea maka tubuh dan otak memicu respons dengan memberikan reaksi “flight or fight”. Reaksi ini meningkatkan tekanan darah dan detak jantung kemudian membangunkan dari tidur sehingga saluran napas bagian atas bisa terbuka. Siklus penurunan dan peningkatan kadar oksigen darah dalam waktu lama dapat menyebabkan peradangan yang dapat berkontribusi pada aterosklerosis sehingga dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke. Peradangan kronis juga dapat merusak pankreas hingga menyebabkan diabetes tipe 2. Itulah sebabnya segera periksa ke dokter jika terdapat gejala sleep apnea.

Pemeriksaan dan Diagnosis Sleep Apnea

Dokter akan mengevaluasi sleep apnea dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Studi pengamatan tidur dilakukan untuk mendiagnosis apnea tidur. Dilakukan pencatatan jumlah episode pernapasan lambat, berhenti dan jumlah kejadian apnea tidur yang terdeteksi dalam satu jam. Kadar oksigen dalam darah juga dipantau apakah lebih rendah selama peristiwa ini. Seringkali sleep apnea tidak bisa dievaluasi secara langsung sebab pasien datang membawa keluhan lain. Itulah sebabnya sangat penting untuk periksa ke dokter yang berkompeten. 

Terapi dan Tata Laksana Perawatan Sleep Apnea

Rekomendasi terapi perawatan sleep apnea meliputi:

  • perubahan gaya hidup
  • pemakaian alat bantu pernapasan seperti positive airway pressure (PAP) machine, mouthpiece atau implan khusus
  • terapi untuk otot wajah dan mulut dengan terapi orofasial
  • prosedur operasi jika obstructive sleep apnea sangat berat serta tidak membaik dengan terapi non-invasif. Prosedur terapi antara lain tonsillectomy jika terjadi pembesaran tonsil, operasi rahang atau tracheostomy sesuai kondisi.

Proses perawatan medis untuk sleep apnea harus dikawal dengan gaya hidup sehat. Pilih pola makan bergizi yang ramah bagi jantung sehat. Jangan konsumsi alkohol. Berhenti merokok. Rutin melakukan olahraga latihan fisik secara aman sesuai kondisi kesehatan. Turunkan berat badan (BB) secara perlahan memakai gaya hidup sehat berkelanjutan hingga BB sehat ideal bagi yang mengalami kelebihan BB. Buat rutinitas tidur yang sehat. Tidur miring di salah satu sisi tubuh. Jalani terapi sesuai rekomendasi dokter dan lakukan kontrol pemeriksaan kesehatan secara rutin. Penanganan secara tepat akan membantu mengatasi permasalahan gangguan napas saat tidur. Diskusikan lebih lanjut bersama dokter anda.

Tips Kiat Mencegah Sleep Apnea

Jika khawatir mengalami sleep apnea maka lakukan langkah berikut ini:

  • Lakukan gaya hidup aktif sehat secara berkelanjutan
  • Pola makan sehat yang menyehatkan jantung
  • Jaga berat badan tetap sehat ideal
  • Berhenti merokok
  • Jangan konsumsi alkohol
  • Tidur secara teratur dengan membangun kebiasaan tidur yang baik termasuk tidur secara cukup sesuai rekomendasi dokter
  • Kontrol kondisi kesehatan secara teratur sehingga bisa mendeteksi dini permasalahan kesehatan yang muncul

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.