Kesehatan Umum

Pneumonia

PNEUMONIA

Pengertian Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi pada paru.

Penyebab dan Faktor Risiko Pneumonia

Pneumonia merupakan penyakit infeksi pada paru. Kuman penyakit yang bisa menyebabkan pneumonia bisa bakteri, virus dan jamur. Bakteri merupakan penyebab pneumonia paling sering pada orang dewasa. Pneumonia bakteri bisa timbul sebagai infeksi sekunder setelah sakit infeksi virus, biasanya hanya pada satu lobus paru sehingga disebut pneumonia lobaris.

Kuman paling sering menjadi penyebab pneumonia antara lain:

  • Bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumococcus).
  • Pneumonia atipik akibat bakteri lainnya: Legionella pneumophila, Mycoplasma pneumonia, Chlamydia pneumoniae.
  • Sejenis jamur Pneumocystis jiroveci terutama pada penyandang HIV/AIDS. Coccidioidomycosis, Histoplasmosis, Cryptococcus juga bisa menjadi penyebab.
  • Virus seperti virus flu juga bisa menyebabkan pneumonia.

Semua orang bisa mengalami pneumonia, namun ada kondisi-kondisi tertentu berisiko lebih besar mengalami pneumonia. Faktor risiko tersebut antara lain: 

  • Bayi di bawah 2 tahun dan orang lanjut usia di atas 65 tahun
  • Penyakit paru lain (PPOK, bronchiectasis, cystic fibrosis)
  • Merokok
  • Alkohol
  • Kondisi kurang gizi
  • Demensia, stroke, cidera otak, cerebral palsy, atau gangguan otak
  • Permasalahan sistem imunitas tubuh (selama pengobatan kanker, HIV/AIDS, transplantasi organ atau penyakit lain)
  • Memiliki riwayat penyakit berat seperti penyakit jantung, sirosis hati atau diabetes mellitus
  • Riwayat menjalani operasi besar
  • Riwayat cidera luka parah 
  • Operasi kanker mulut, leher, tenggorokan
  • Paparan zat kimia, polutan atau asap beracun
  • Keterbatasan kemampuan pergerakan tubuh atau dalam kondisi bius
  • Pemakaian ventilator

Proses Terjadinya Pneumonia

Proses terjadinya pneumonia

  • Menghirup udara tercemar bakteri penyebab pneumonia
  • Bakteri yang hidup di hidung, sinus atau mulut menyebar menyebabkan infeksi pada paru saat bernafas
  • Aspirasi dimana makanan, minuman, muntahan atau cairan dari saluran pencernaan masuk ke saluran pernafasan

Paru-paru terbagi menjadi beberapa bagian yang disebut lobul dengan paru kanan memiliki tiga lobul dan paru kiri memiliki dua lobul. Pneumonia merupakan peradangan akut saluran nafas bagian bawah pada parenkim paru akibat infeksi maupun penyebab lain. Penyebab pneumonia paling sering yaitu bakteri Streptococcus pneumonia dan Haemophilus influenzae. Kuman masuk melalui saluran pernafasan kemudian menyebabkan infeksi sehingga timbul reaksi peradangan pada jaringan paru. Kuman semakin berkembang biak kemudian bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Pneumonia bisa terjadi pada manusia dewasa yang sehat, namun seringkali ditemukan pada penderita kelemahan sistem imunitas tubuh.

Tanda dan Gejala Pneumonia

Keluhan tanda gejala pneumonia yang paling umum antara lain:

  • Batuk (beberapa jenis pneumonia disertai berdahak dengan lendir dahak kekuningan atau kehijauan atau batuk berdarah)
  • Demam, bisa ringan atau demam tinggi
  • Badan menggigil
  • Nafas sesak pendek-pendek 

Gejala pneumonia batuk berdahak, demam dan sesak nafas. Bisa terjadi keluhan dada sakit dengan sensasi nyeri tajam seperti ditusuk-tusuk yang makin memberat saat batuk atau bernafas dalam. Keluhan juga disertai gelaja lain yang tidak khas seperti kebingungan (terutama pasien lansia), lesu, badan terasa tidak enak, tidak mau makan, kurang bergairah, mudah lelah, badan terasa lemah, sakit kepala, berkeringat berlebih, kulit lembab dingin. Bisa disertai keluhan saluran pencernaan seperti mual, muntah dan diare. Leukonychia dimana kuku terlihat putih akibat white nail syndrome.

Pneumonia bisa menimbulkan komplikasi fatal seperti:

  • Bakteremia dengan sepsis
  • Abses paru
  • Efusi pleura, empyema, pleurisy
  • Gagal ginjal
  • Gagal nafas
  • Kematian

Pneumonia merupakan penyakit berbahaya sehingga jika menunjukkan gejala sakit sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut supaya tidak timbul komplikasi. Jika muncul tanda kegawatan segera periksa ke UGD rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya.

Pemeriksaan dan Diagnosis Pneumonia

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.  Pemeriksaan stetoskop untuk mendengar suara paru. Perkusi dada untuk mendengar suara jaringan paru. Pemeriksaan foto rontgen sinar-X dada dilakukan untuk melihat kondisi paru jika ada indikasi kecurigaan pneumonia. Pada pemeriksaan darah terdapat kenaikan jumlah sel darah putih (leukositosis), gangguan oksigenasi arteri. Darah dan dahak bisa dilakukan pemeriksaan memakai mikroskop atau kultur sehingga diketahui jenis bakteri penyebab pneumonia. Pemeriksaan computerised tomography scan (CT scan) dan bronchoscopy dilakukan pada kasus khusus. Jika terjadi efusi pleura dilakukan thoracentesis untuk mengambil cairan yang juga bisa dilakukan pemeriksaan sampel cairan lebih lanjut di laboratorium.

Terapi dan Tata Laksana Pneumonia

Tujuan terapi pneumonia untuk menyembuhkan penyakit dan mencegah komplikasi. Pengobatan dengan pemberian antibiotik sesuai bakteri penyebab pneumonia dan perawatan penunjang. Pastikan meminum obat antibiotik sesuai petunjuk dokter. Pneumonia akibat virus tidak diberi antibiotik. Jangan meminum obat batuk tanpa petunjuk dokter sebab jika salah memilih obat batuk justru akan memperparah kondisi penyakit.

Pneumonia dengan gejala berat dirawat intensif di rumah sakit. Rawat inap di rumah sakit dipertimbangkan jika pada kasus terdapat riwayat penyakit berat lainnya, gejala pneumonia sangat parah, tidak mampu dirawat di rumah, usia lanjut di atas 65 tahun, tidak membaik dengan pengobatan rawat jalan. 

Terapi intensif meliputi:

  • pemberian antibiotik jika disebabkan oleh bakteri
  • terapi cairan
  • perawatan pernafasan dengan pemberian oksigen

Pengobatan yang tepat diharapkan mampu menyembuhkan pneumonia dalam 2 – 3 minggu.

Tips kiat meringankan keluhan:

Menghirup udara hangat dengan kelembaban cukup terjaga bisa membantu mengencerkan lendir lengket yang mengganggu pernafasan. Saran berikut ini dapat membantu:

  • Celup waslap bersih ke air hangat kemudian peras hingga airnya tidak menetes lagi. Letakkan waslap dengan longgar di hidung dan mulut. Bernafas seperti biasa sehingga udara akan turut melewati waslap hangat.
  • Nyalakan humidifier bersih dengan uap air hangat.
  • Ambil napas dalam-dalam sesekali (misalnya 2 – 3  kali dalam setiap jam) diantara pernafasan biasa. Menghirup napas dalam akan membantu membuka paru-paru.
  • Fisioterapi dada dengan gerakan mengetetuk dada secara lembut beberapa kali sehari sambil berbaring dengan kepala lebih rendah dari dada. Ini membantu mengeluarkan lendir dari paru-paru sehingga bisa batuk.
  • Minumlah banyak air untuk memenuhi kebutuhan cairan, tanyakan volume air minum harian lebih lanjut kepada dokter Anda terutama jika memiliki riwayat penyakit atau kondisi kesehatan tertentu. Jika pada kondisi normal tanpa penyakit penyerta lainnya maka minumlah setidaknya 1,5 hingga 2,5 liter sehari. Minumlah air putih, jus, atau teh. JANGAN minum alkohol.
  • Istirahat yang cukup. Jika sulit tidur di malam hari, maka luangkan waktu untuk tidur di siang hari.

Lakukan pengobatan hingga tuntas sesuai petunjuk dokter.

Tips Kiat Mencegah Pneumonia

Berikut ini saran untuk mencegah penyakit pneumonia:

  • Vaksinasi dengan memakai vaksin flu dan vaksin pneumonia. Tanyakan tentang pemberian vaksin kepada dokter Anda.
  • Cuci tangan pakai sabun kemudian bilas dengan air mengalir hingga bersih. Jika tidak ada air dan sabun sementara bisa pakai produk alcohol-based hand sanitizer.
  • Jangan merokok dan hindari asap rokok.
  • Jaga kondisi tubuh tetap sehat dan prima dengan gaya hidup sehat aktif dan pola makan bergizi seimbang secara aman berkelanjutan.

pneumonia.jpg

Pneumonia (sumber gambar Medline Plus)

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.