Kesehatan Umum

Permasalahan Makan Pada Lansia

Permasalahan Makan Pada Lansia

Nutrisi menjadi penentu derajat status kesehatan dalam semua siklus kehidupan. Banyak lansia mengalami kekurangan gizi, namun disisi lain juga meningkatnya angka obesitas.

Fungsi tubuh berubah seiring bertambahnya usia. Masalah makan yang disebabkan oleh penurunan fungsi fisiologis sering terjadi pada orang tua. Hal ini dapat mengakibatkan asupan diet yang tidak seimbang sehingga dapat mempengaruhi status gizi. Dengan modifikasi pola makan secara tepat biasanya permasalahan makan pada lansia dapat diatasi.

1. Kesulitan mengunyah

Lansia sering mengalami kesulitan mengunyah akibat gigi longgar, gigi palsu tidak pas, atau produksi air liur yang menurun sehingga kombinasi semuanya dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau kesulitan mengunyah.

Tips kiat mengatasi:

  • Pilih makanan dengan tekstur yang cocok.
  • Potong makanan menjadi potongan-potongan kecil dengan memotong, menumbuk, menggiling bahan makanan. Modifikasi tekstur makanan dengan blender bisa bantu mengatasi. Memasak makanan secara menyeluruh hingga empuk atau menambahkan saus.
  • Kunjungi dokter gigi secara teratur dan kenakan gigi palsu yang pas.

2. Gangguan mengicip rasa 

Penuaan juga mempengaruhi kuncup perasa di lidah sehingga lansia kesulitan merasakan makanan atau minuman. Akibatnya terjadi penurunan selera makan.

Tips kiat mengatasi:

  • Gunakan perpaduan bumbu atau rempah-rempah sehingga makanan terasa lezat.
  • Kunyah makanan dengan seksama
  • Jaga kebersihan gigi juga mulut yang benar
  • Jangan merokok.

3. Mulut kering

Penyebab mulut kering karena produksi air liur kelenjar ludah makin menurun seiring pertambahan umur.

Tips kiat mengatasi:

  • Minum air putih untuk memastikan asupan cairan tubuh terpenuhi. Terkait jumlah volume air minum sebaiknya ikuti instruksi dokter jika memiliki kondisi gangguan kesehatan atau penyakit tertentu.
  • Pilih makanan lembab seperti bubur, labu tumbuk, puding telur kukus, kentang tumbuk, sup daging, dll.
  • Menyediakan makanan dengan kuah, saus, sup bening, atau melunakkan roti/biskuit dengan dicelup ke susu atau sup.
  • Minumlah sedikit air untuk membasahi mulut sebelum makan.

4. Gangguan proses pencernaan 

Jumlah air liur dan enzim pencernaan yang makin berkurang dapat menyebabkan proses pencernaan tidak berjalan baik sehingga penyerapan nutrisi terganggu. Sering timbul gejala seperti mual, perut sebah dan perut kembung setelah makan.

Tips kiat mengatasi:

  • Makanlah dalam porsi kecil, frekuensi sering, dan kunyah perlahan.
  • Hindari gorengan, makanan berlemak tinggi
  • Kurangi asupan kafein
  • Jangan konsumsi makanan atau minuman yang mengandung alkohol
  • Hindari berbaring tepat setelah makan
  • Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan dapat membantu pencernaan.

5. Tidak nafsu makan 

Penyakit, gangguan pencernaan, gigi palsu tidak pas, efek samping dari obat, kondisi psikologis dan emosional yang buruk bisa menyebabkan nafsu makan berkurang.

Tips kiat mengatasi:

  • Sediakan makanan kecil dengan camilan padat nutrisi untuk bantu mencukupi kebutuhan asupan makanan
  • Gunakan bumbu atau rempah-rempah sehingga rasa makanan menggugah selera makan
  • Buat hidangan lebih menarik
  • Siapkan makanan padat nutrisi bergizi tinggi dengan menambahkan daging cincang, ikan, tahu, telur, kentang atau kacang kering ke dalam bubur, mie atau sup. 

Kurang Gizi Pada Lansia

Kurang gizi disebabkan penurunan asupan kalori, protein, serta kondisi fisik yang menyebabkan terjadinya penurunan massa otot pada orang tua. Perubahan saluran cerna, lepasnya gigi dan penurunan indera pengecap maupun penghidu menyebabkan sulit makan. Nafsu makan menurun hingga tidak mau makan (kakeksia). Kondisi riwayat penyakit kronis maupun kesehatan mental seperti stress dan depresi makin memperburuk keadaan kondisi kurang gizi.

Kurang gizi sangat berbahaya bagi lansia sebab menyebabkan kelemahan fisik, sulit berjalan, mudah jatuh, sistem kekebalan tubuh menurun hingga mudah sakit, dan memperburuk kondisi otak. Segera periksa ke dokter untuk evaluasi penyebab dan penanganan terapi nutrisi lebih lanjut. Lakukan kontrol pemeriksaan kesehatan secara rutin. Diskusikan jika terjadi keluhan baru atau gangguan kesehatan pada lansia.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.