Kesehatan Umum

Kesehatan Otak Usia Lanjut

KESEHATAN OTAK

Banyak orang ingin berumur panjang namun takut pikun dan lemah. Banyak orang berpikir bahwa pikun serta kemunduran otak hingga kembali seperti bayi merupakan hal yang normal dalam penuaan. Namun ternyata pendapat ini keliru. Banyak orang lanjut usia yang tetap bisa menjadi ahli professional dengan pemikiran cemerlang juga menjadi sesepuh bijaksana di masyarakat. Penelitian membuktikan bahwa otak lansia yang sehat ternyata juga mampu memfasilitasi pembelajaran hal baru, menciptakan ingatan serta perbaikan kemampuan berbahasa juga perbendaharaan kata.

Otak dan sistem saraf merupakan pusat kendali tubuh. Sistem pusat persarafan akan mengendalikan:

  • Pergerakan tubuh
  • Indra
  • Proses berpikir 

Proses berpikir ini meliputi juga kemampuan mengingat, merencanakan, mengatur, membuat keputusan dan lain sebagainya. Fungsi otak dalam proses berpikir inilah yang akan mempengaruhi banyak aspek dalam hidup. Otak juga turut mengendalikan fungsi organ-organ seperti jantung, paru, usus, kelenjar dan bagian lain dari tubuh. Serabut saraf menjadi jalur yang membawa sinyal dari dan ke otak juga seluruh tubuh. Persarafan tulang belakang merupakan kumpulan saraf yang membentang dari otak ke tengah tulang punggung. Serabut saraf kemudian membentang dari sumsum tulang belakang ke setiap bagian tubuh.

Efek Penuaan Pada Sistem Saraf

Seiring bertambahnya usia secara alamiah, maka otak dan sistem persarafan juga bisa mengalami perubahan. Berikut ini perubahan pada otak saat usia lanjut:

  • Bagian otak tertentu menyusut, terutama yang penting untuk pembelajaran dan aktivitas mental kompleks.
  • Di daerah otak tertentu, komunikasi antara neuron (sel saraf) dapat berkurang.
  • Aliran darah di otak juga bisa berkurang.
  • Peradangan, yang terjadi ketika tubuh merespons cedera atau penyakit, dapat meningkat.

Perubahan-perubahan di otak ini dapat memengaruhi fungsi mental meski dalam kondisi sehat. Beberapa lansia merasa tidak bisa melakukan tes pembelajaran atau proses mengingat yang kompleks sebaik para pemuda. Namun jika diberi cukup waktu, ternyata mereka juga bisa melakukannya. Penelitian yang berkembang saat ini menunjukkan lebih banyak bukti bahwa otak tetap “plastis” sehingga dapat beradaptasi dengan tantangan dan tugas baru meski usia terus bertambah.

Belum jelas mengapa beberapa lansia masih mampu berpikir dengan baik meski semakin tua, sementara yang lain tidak. Salah satu alasan yang mungkin adalah adanya “cadangan kognitif” dimana ada kemampuan otak untuk bekerja dengan tetap baik, bahkan ketika beberapa bagiannya terganggu. Orang dengan pendidikan lebih banyak tampaknya memiliki cadangan kognitif lebih daripada yang berpendidikan sedikit. Perubahan kualitas otak ini ternyata tidak sama pada semua orang. Perubahan otak juga tidak selalu terkait dengan efek pada kemampuan berpikir.

Permasalahan Sistem Persarafan Pada Usia Lanjut

Otak memang akan mengalami perubahan juga penurunan fungsi secara alamiah ketika terjadi proses penuaan. Namun, demensia dan kehilangan ingatan yang parah bukan bagian normal dari penuaan. Kehilangan ingatan sangat parah dapat disebabkan oleh penyakit otak seperti penyakit Alzheimer yang kemungkinan terkait dengan pembentukan plak dan penumpukan lipofuscin.

Delirium merupakan kondisi kebingungan mendadak yang mengarah pada perubahan pemikiran dan perilaku. Delirium seringkali disebabkan karena penyakit yang tidak berhubungan dengan otak. Infeksi dapat menyebabkan lansia menjadi sangat bingung. Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan delirium. Masalah gangguan pemikiran dan perilaku juga dapat disebabkan oleh diabetes yang tidak terkontrol dengan baik.

Demensia merupakan sekumpuan gejala akibat kemunduran fungsi otak. Demensia bisa disebabkan oleh penyakit Alzheimer dan stroke. Demensia berat bisa menganggu fungsi berpikir, mengingat bahkan beraktivitas hingga merubah kemandirian seseorang. Dementia sering terjadi pada usia lebih dari 65 tahun.

Gejala demensia meliputi:

  • hilang ingatan
  • sulit berpikir cepat
  • menjadi lambat
  • sulit memahami sesuatu
  • perubahan perasaan
  • permasalahan emosi
  • gangguan gerakan
  • kesulitan beraktivitas

Pengobatan penyakit meliputi pemberian psikoterapi, terapi suportif dan perubahan gaya hidup serta membuat penyesuaian aktivitas penunjang harian. Edukasi penyakit akan membantu penyandang juga keluarganya untuk lebih mengerti akan kondisinya sehingga mengurangi rasa frustasi, bisa menjalani hidup dengan aktif dan bahagia.

Penyakit Alzheimer ini jenis penyakit demensia yang paling sering ditemukan pada orang berumur lebih dari 65 tahun dan wanita. Penyakit Alzheimer merupakan sekumpulan gejala akibat kemunduran fungsi otak secara progresif maupun perlahan-lahan dimana penderita.

Gejala Alzheimer antara lain:

  • mengalami kemunduran daya ingat dan berpikir
  • kemunduran dalam mengatur kestabilan emosi
  • halusinasi
  • perubahan perasaan jadi rendah diri
  • sindroma anxietas
  • kemunduran kemampuan berbahasa juga bicara
  • kemunduran gerakan tubuh,
  • perubahan perilaku seperti menjadi agresif, penuh curiga dan manja

Penyebabnya kemungkinan karena pertambahan usia, riwayat keluarga, riwayat cedera kepala berat, faktor gaya hidup dan riwayat penyakit jantung pembuluh darah. Segera periksa ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut. Pengobatan penyakit Alzheimer meliputi pemberian obat, terapi suportif dengan fisioterapi dan terapi okupasi, pada kasus-kasus

Penyakit Parkinson merupakan kondisi dimana bagian-bagian tertentu pada otak mengalami kerusakan yang semakin memburuk dari waktu ke waktu. Penyakit Parkinson sering pada pria di atas umur 50 tahun. Sel-sel di substantia nigra menghilang sehingga produksi dopamine menurun.

Gejala Parkinson antara lain:

  • tremor (bagian-bagian tubuh bergerak-gerak secara involunter)
  • gerakan lambat
  • otot kaku kehilangan kelenturan

Gejala tambahan penyakit Parkinson bisa terjadi depresi, sindroma anxietas, permasalahan keseimbangan, gangguan indera penciuman, sulit tidur dan sulit mengingat. Segera periksa ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut. Pengobatan penyakit Parkinson meliputi pemberian obat, terapi suportif dengan fisioterapi dan terapi okupasi, pada kasus-kasus khusus mungkin membutuhkan prosedur operasi.

Segera periksa ke dokter apabila memiliki perubahan dalam:

  • Ingatan
  • Pemikiran
  • Kemampuan untuk melakukan tugas harian, aktivitas atau perilaku

Cari pertolongan medis segera jika gejala-gejala ini terjadi tiba-tiba atau bersamaan dengan gejala lainnya. Responsif melihat tanda gejala gangguan kesehatan tubuh yang lain. Banyak kondisi penyakit bisa mengalami tanda gejala gangguan persarafan sehingga sebaiknya segera periksa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Jika muncul tanda kegawatan segera periksa ke UGD rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya.

Tips Kiat Mencegah

Cara mencegah kemunduran fungsi otak dini bisa dengan aksi CERMAT dan pencegahan penyakit infeksi. Jaga keseimbangan kolesterol darah. Turunkan tekanan darah tinggi hingga bisa stabil. Menjaga berat badan stabil sehat. Obati diabetes sehingga kadar gula darah terkontrol dengan baik. Hindari asap rokok dan bagi para perokok sebaiknya segera berhenti merokok. Lakukan olahraga aman serta aktivitas fisik secara teratur sesuai kondisi kesehatan. Olahraga akan melancarkan peredaran darah ke otak sehingga mampu menjaga sel-sel saraf otak lebih prima.

Jalin silaturahmi bersama karib kerabat serta aktif dalam kegiatan bermasyarakat bisa membantu fungsi otak tetap prima. Lakukan aktivitas yang membuat otak aktif seperti:

  1. membaca buku
  2. main puzzle
  3. mengisi teka-teki silang
  4. berdiskusi positif
  5. belajar banyak hal baru yang menarik 

Lakukan langkah-langkah praktis dalam kehidupan sehari-hari dengan membuat diari, catatan rencana harian, buat papan untuk meletakkan catatan penting seperti nomor telpon atau rencana penting, letakkan kunci serta alat-alat penting di tempat yang mudah ditemukan, langganan surat kabar untuk bantu mengingat tanggal, buat label di wadah-wadah penyimpanan, rapikan daftar telpon, buat kotak-kotak atau wadah penyimpanan yang terorganisasi, dan pasang pengaman di rumah termasuk detektor asap atau gas.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.