Kesehatan Gigi

Sakit Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Gigi berlubang merupakan penyakit paling sering diderita manusia setelah demam dan batuk pilek. Menurut data Riskesdas 2007 sekitar 75% penduduk Indonesia mengalami riwayat karies gigi dengan tingkat keparahan gigi (indeks DMF-T) sebesar 5 gigi setiap orang. Setiap orang berisiko mengalami gigi berlubang atau caries dentis (tooth decay). Lubang terbentuk di gigi akibat bakteri membuat zat bersifat asam merusak enamel gigi. Gigi berlubang yang tidak dirawat dengan benar akan menyebabkan sakit gigi, infeksi dan gigi lepas. 

Penyebab dan Faktor Risiko Gigi Berlubang

Banyak bakteri hidup di dalam rongga mulut. Mulut penuh dengan bakteri yang membentuk film di permukaan gigi yang disebut plak gigi. Pada saat konsumsi makanan dan minuman tinggi karbohidrat, terutama makanan dan minuman bergula, bakteri dalam plak mengubah karbohidrat menjadi energi yang mereka butuhkan serta menghasilkan asam. Jika plak dibiarkan menumpuk maka asam dapat mulai memecah (melarutkan) permukaan gigi, menyebabkan lubang yang dikenal sebagai caries.  

Semua orang dari anak-anak hingga orang dewasa bisa mengalami gigi berlubang. Bahkan anak kecil pun bisa mengalami baby bottle tooth decay dimana gigi susu berlubang. Lubang gigi pada orang tua bisa terjadi juga di akar gigi akibat penurunan gusi. Riwayat mengalami xerostomia sindroma mulut kering, kekurangan fluoride, usia anak-anak atau sebaliknya usia tua meningkatkan risiko gigi berlubang. 

Setelah rongga terbentuk di email maka selanjutnya plak dan bakteri dapat mencapai dentin (bahan yang lebih lembut seperti tulang di bawah email). Proses kerusakan gigi semakin cepat. Tanpa pengobatan, bakteri akan memasuki pulpa (pusat lunak gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah). Pada tahap ini, saraf akan terkena bakteri sehingga membuat gigi sakit.

1545190176673
Gambar karikatur gigi sehat dan gigi sakit (sumber gambar @nihgov)

Tanda dan Gejala Gigi Berlubang

Pada awal kerusakan gigi, biasanya tidak ada keluhan gejala, bahkan tidak terlihat lubang di gigi.

Pada kondisi karies gigi bisa timbul keluhan antara lain:

  • sakit gigi dimana gigi sakit terus menerus hingga mengganggu tidur
  • sakit saat menggigit, mengunyah hingga kesulitan makan
  • muncul serangan sakit tajam sesekali tanpa sebab yang jelas
  • sensitivitas gigi meningkat dimana tidak nyaman atau muncul rasa sakit saat makan/minum sesuatu yang panas, dingin atau manis
  • terlihat bintik-bintik abu-abu, coklat atau hitam muncul di gigi
  • lubang di gigi
  • bau mulut
  • sensasi rasa tidak enak di mulut

Ketika kerusakan gigi terus berlanjut maka dapat timbul keluhan sakit gigi (sakit gigi). Gigi berlubang juga menyebabkan peningkatan sensitivitas gigi sehingga menjadi sakit saat terkena makanan/minuman manis, panas, atau dingin. Jika gigi terinfeksi bisa terjadi abses atau terbentuk kantung nanah sehingga dapat menyebabkan nyeri sakit gigi, pembengkakan wajah, dan demam.

Pemeriksaan dan Diagnosis Gigi Berlubang

Kerusakan gigi dapat ditemukan selama pemeriksaan gigi rutin kunjungan ke dokter gigi. Kerusakan gigi dini terlihat seperti bintik putih pada gigi. Jika pembusukan lebih lanjut bisa muncul sebagai gambaran lebih gelap atau bahkan terlihat lubang di gigi. Dokter gigi juga dapat memeriksa gigi untuk daerah gusi yang lunak atau mengalami perlengketan akibat pembusukan. Pemeriksaan rontgen sinar-X digunakan untuk menunjukkan pembusukan serta kerusakan gigi.

Terapi dan Tata Laksana Gigi Berlubang

Perawatan kerusakan gigi tergantung pada tingkat lanjutnya:

  • Pada kerusakan gigi tahap awal: dokter gigi akan melakukan edukasi tata cara menjaga kebersihan gigi, mulut dan pola makan sehat. Mereka dapat menerapkan gel fluoride, vasnish atau pasta khusus ke daerah gigi. Fluoride membantu melindungi gigi dengan memperkuat enamel, membuat gigi lebih kebal terhadap asam dari plak penyebab kerusakan gigi.
  • Jika sudah ada lubang gigi: dokter gigi akan membuang jaringan gigi yang sudah rusak, busuk kemudian menambal mahkota gigi.
  • Jika kerusakan gigi telah menyebar ke pulpa (di tengah gigi, mengandung darah dan saraf): maka akan dilakukan canal root therapy untuk merawat akar gigi, membuang jaringan rusak, mengobati infeksi dan kemudian menambal gigi.
  • Jika gigi rusak parah sehingga sudah tidak dapat dipulihkan maka mungkin gigi perlu dicabut. Dokter gigi dapat mengganti gigi dengan gigi tiruan partial, bridge atau implan.

Kerusakan enamel gigi dicegah dengan menggunakan fluoride dan fissure sealant. Pelapisan fluoride dilakukan saat perawatan rutin oleh dokter. Fissure sealant merupakan sejenis pelapis plastik untuk gigi yang memiliki alur dalam, biasanya dipasang untuk melindungi gigi geraham. Fissure sealant sering direkomendasikan terutama pada anak kecil yang sudah tumbuh gigi permanen. Sikat gigi rutin pakai pasta gigi berfluoride.

Lubang di gigi harus segera ditutup oleh dokter gigi. Dokter gigi biasanya merawat gigi berlubang dengan membuang jaringan yang sudah membusuk dan kemudian mengisinya dengan bahan pengisi. Material untuk menutup lubang gigi sekarang sudah banyak pilihan yang aman.

Tips Kiat Mencegah Gigi Berlubang

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan gigi: 

  • Gunakan fluoride sebuah mineral yang dapat mencegah kerusakan gigi, memperbaiki, atau menghentikan proses kerusakan gigi dini. Fluoride ada di pasta gigi, obat kumur juga air minum. 
  • Jaga kebersihan mulut dengan baik. Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride dan bersihkan secara teratur di sela-sela gigi dengan benang gigi atau pembersih interdental (sela gigi) lainnya.
  • Pola makan sehat bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan asupan harian. Buat pilihan makanan sehat secara cerdas dengan membatasi makanan tinggi gula dan pati. Makan makanan bergizi dan seimbang dan batasi ngemil.
  • Jangan merokok serta menggunakan produk tembakau termasuk tembakau tanpa asap. Jadi sebaiknya segera berhenti merokok.
  • Rutin berkunjung ke dokter gigi untuk pemeriksaan rutin serta pembersihan gigi secara profesional setiap 6 bulan sekali atau sesuai rekomendasi dokter gigi.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.