Kesehatan Gigi

Mulut Terasa Panas Terbakar

Burning Mouth Syndrome

Pengertian Sindrom Mulut Terbakar

Sindrom mulut panas terbakar atau Burning Mouth Syndrome adalah merupakan istilah medis untuk munculnya sensasi dimana mulut terasa panas seperti terbakar secara terus-menerus (kronis) atau berulang tanpa sebab yang jelas. Ketidaknyamanan ini dapat mempengaruhi lidah, gusi, bibir, di dalam pipi, langit-langit mulut atau seluruh mulut. Sensasi terbakar bisa sedemikian parah hingga seolah-olah mulut melepuh. Sindrom mulut panas terbakar biasanya muncul tiba-tiba, tetapi dapat berkembang secara bertahap seiring waktu. 

Penyebab dan Faktor Risiko Sindrom Mulut Panas

Penyebabnya bisa berbagai macam hal namun diklasifikasikan sebagai sindrom mulut panas terbakar primer atau sekunder. Sindrom mulut panas terbakar primer tidak diketahui penyebab pastinya, kemungkinan berasal dari permasalahan persarafan sensorik sistem saraf pusat ataupun sistem saraf tepi.

Sindrom mulut panas terbakar sekunder terjadi akibat gangguan kesehatan atau penyakit lain, contohnya:

  • xerostomia
  • kondisi gangguan mulut: infeksi jamur, lichen planus, geographic tongue, dll
  • kurang gizi sehingga terjadi defisiensi nutrisi: zat besi, zinc, folate (vitamin B-9), thiamin (vitamin B-1), riboflavin (vitamin B-2), pyridoxine (vitamin B-6), cobalamin (vitamin B-12)
  • reaksi alergi makanan, bahan tambahan pangan, pengharum, atau bahan perawatan gigi
  • penyakit refluks asam lambung (gastroesophageal reflux disease)
  • efek pengobatan tertentu
  • kebiasaan oral tertentu: menggigit lidah, bruxism, menjulurkan lidah diantara gigi
  • iritasi pada mulut: salah menyikat lidah, memakai pasta gigi abrasif, terlalu berlebihan memakai obat kumur, makanan/minuman mengiritasi
  • gangguan endokrin: diabetes, hipotiroidisme
  • permasalahan psikologis: anxietas, stres, depresi
  • memakai gigi palsu yang tidak pas sehingga mengiritasi sekitar mulut

Faktor berikut bisa meningkatkan risiko antara lain wanita, perimenopausal, postmenopausal, atau usia di atas 50 tahun. Sindroma mulut panas terbakar bisa dicetuskan oleh penyakit saat ini, penyakit kronis (fibromyalgia, penyakit Parkinson’s, penyakit autoimmune, neuropathy), prosedur perawatan gigi, alergi makanan, efek pengobatan tertentu, mengalami trauma, anxietas, stres, depresi.

Tanda dan Gejala Sindrom Mulut Panas Terbakar

Sindrom mulut panas terbakar biasanya tidak menyebabkan perubahan fisik terlihat pada lidah atau mulut. Keluhan gejala sindrom mulut panas terbakar antara lain:

  • Sensasi panas seperti terbakar atau pedas terjadi pada lidah, tetapi juga dapat dirasakan di bibir, gusi, langit-langit mulut, tenggorokan, atau seluruh mulut.
  • Sensasi mulut kering dengan sering merasa haus
  • Merasakan tidak enak di mulut seperti rasa pahit atau metalik
  • Kehilangan kemampuan mengicipi rasa
  • Kesemutan, nyeri menyengat atau kebas mati rasa di mulut

Keluhan tidak nyaman sindrom mulut panas terbakar biasanya memiliki beberapa pola yang berbeda. Bisa terjadi setiap hari dimulai sedikit rasa tidak nyaman ketika bangun tidur kemudian menjadi lebih buruk dengan berjalannya hari. Rasa tidak nyaman juga bisa muncul dimulai saat bangun kemudian terus bertahan sepanjang hari. Ada juga serangan rasa tidak nyaman yang hilang – timbul. Sindrom mulut panas terbakar dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Gejala dapat tiba-tiba hilang dengan sendirinya atau menjadi jarang kambuh. Beberapa keluhan mungkin hilang sementara saat makan atau minum.

Sindrom mulut panas terbakar bisa menimbulkan komplikasi gangguan makan, gangguan tidur, anxetas juga depresi.

Responsif melihat tanda gejala gangguan kesehatan tubuh yang lain. Banyak kondisi penyakit bisa mengalami tanda gejala gangguan di mulut panas sehingga sebaiknya segera periksa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Jika muncul tanda kegawatan segera periksa ke UGD rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya.

Pemeriksaan dan Diagnosis Sindrom Mulut Panas Terbakar

Sindroma mulut panas bisa menjadi salah satu kondisi dari gejala banyak penyakit. Belum ada satu alat uji yang mampu langsung mendiagnosis penyebab sindroma ini. Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui penyebab utama muncul keluhan mulut panas seperti terbakar ini. Beberapa kondisi gangguan kesehatan atau penyakit mudah dikenali hanya dengan pemeriksaan fisik. Tes darah, tes alergi, tes produksi ludah, biopsi hingga swab rongga mulut untuk pemeriksaan kultur bisa dilakukan.

Riwayat penyakit, riwayat pengobatan termasuk pemakaian obat ilegal serta herbal bisa menjadi pertimbangan. Pemeriksaan untuk refluks asam lambung. Pemeriksaan uji diagnosis memakai USG abdomen, rontgen sinar-X, bahkan mungkin magnetic resonance imaging (MRI), computerised tomography scan (CT scan) dilakukan untuk melihat gambaran lebih detail organ tubuh serta mendeteksi gangguan organ. Mungkin juga akan dilakukan pemeriksaan tes psikologi. Tujuan diagnosis untuk menegakkan apakah sindroma terjadi sebagai kelainan primer atau efek sekunder penyakit lain.

Terapi dan Tata Laksana Sindrom Mulut Panas Terbakar

Pengobatan tergantung penyebab terjadinya sindrom mulut panas terbakar apakah primer atau sekunder. 

Sindrom mulut panas terbakar sekunder perawatan tergantung pada kondisi gangguan atau penyakit yang menyebabkan ketidaknyamanan mulut. Infeksi akan diobati sesuai penyebab. Defisiensi vitamin akan diobati dengan pemberian suplementasi. Efek samping pengobatan akan dilakukan modifikasi pengobatan dengan mengganti obat atau menurunkan dosisi.

Tidak ada obat yang dikenal untuk sindrom mulut panas terbakar primer dan belum diketahui cara pasti untuk mengobatinya. Terapi bisa dicoba beberapa pemberian obat sekaligus. Akan dicoba untuk mencari kombinasi terapi paling sesuai. Terkadang terapi butuh waktu untuk bisa bekerja. Pilihan perawatan dapat meliputi: 

  • Peresepan produk pengganti air liur
  • Pembilasan oral khusus atau pemberian lidokain
  • Pemberian obat pereda nyeri mengandung capsaicin
  • Obat antikonvulsan yang disebut clonazepam
  • Pemberian obat untuk menghalangi nyeri saraf
  • Terapi perilaku kognitif untuk mengatasi kecemasan dan depresi dan mengatasi rasa sakit kronis

Langkah berikut ini mungkin dapat bantu mengurangi gejala dan ketidaknyamanan mulut: 

  • Minum banyak cairan sesuai kebutuhan tubuh untuk membantu meringankan rasa mulut kering, dehidrasi bisa memperparah keluhan xerostomia 
  • Mengisap es batu
  • Hindari makanan dan minuman asam, seperti tomat, jus jeruk, minuman berkarbonasi, kopi, dll.
  • Hindari alkohol dan produk-produk dengan alkohol, karena dapat mengiritasi lapisan mulut.
  • Jangan merokok atau menggunakan produk tembakau.
  • Hindari makanan pedas, berbumbu tajam, panas.
  • Hindari produk dengan kayu manis atau mint.
  • Pilih pasta gigi berformula ringan atau untuk gigi sensitif
  • Lakukan manajemen stres dengan baik

Sindrom mulut panas terbakar bisa membuat tidak nyaman dan membuat frustrasi. Ini dapat mengurangi kualitas hidup jika tidak segera diatasi dengan sikap positif. Lakukan latihan relaksasi, seperti yoga. Sibukkan diri supaya terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan, seperti aktivitas fisik atau hobi. Cobalah untuk tetap aktif secara sosial dengan terhubung dengan keluarga dan teman. Bergabunglah dengan kelompok pendukung nyeri kronis. Lakukan konseling bersama terapis psikolog sehingga bisa membuat lebih tenang.

Tips Kiat Mencegah Sindrom Mulut Panas Terbakar

Belum ada cara yang diketahui untuk bisa mencegah sindrom mulut panas terbakar. Menghindari rokok dan produk tembakau, makanan asam, makanan pedas dan minuman berkarbonasi, serta stres yang berlebihan dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat sindrom mulut terbakar atau mencegah kondisi menjadi lebih buruk.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.