Kesehatan Gigi

Mulut Kering Akibat Xerostomia

XEROSTOMIA

Manusia memiliki kelenjar saliva untuk membuat ludah atau air liur. Kelenjar saliva terletak di sekitar mulut dan tenggorokan. Kelenjar ini membuat air liur kemudian dikeluarkan ke dalam mulut melalui saluran kecil yang disebut saluran saliva.

Kelenjar ludah meliputi: 

  • parotid: terletak di depan telinga dan di belakang sudut rahang
  • submandibular: terletak di bawah lidah di kedua sisi rahang (mandibula)
  • sublingual: terletak di dasar mulut
  • kelenjar ludah minor: ditemukan di berbagai lokasi di sekitar mulut, termasuk pipi bagian dalam dan tenggorokan.

Ludah memiliki peran sangat penting dalam menjaga mulut sehat. Ludah melembabkan makanan, enzimnya akan terlibat dala proses metabolisme zat gizi dari makanan, menyapu partikel makanan di gigi serta gusi dan membantu menelan makanan. Ludah mengandung mineral seperti kalsium dan fosfat untuk bantu menjaga gigi kuat serta mencegah kerusakan gigi.

Manfaat ludah bagi kesehatan:

  • mengandung komponen antibakteri yang akan menghancurkan bakteri penyebab pembusukan sehingga mencegah bau mulut
  • memiliki sifat anti-jamur
  • membantu menghancurkan virus
  • menetralkan asam yang dihasilkan oleh plak karang gigi
  • mengandung fosfor dan kalsium yang sangat penting dalam proses remineralisasi enamel gigi sehingga penting untuk mencegah kerusakan gigi
  • melembabkan makanan sehingga mudah ditelan
  • membantu dengan pembentukan suara tertentu dalam pidato
  • meningkatkan sensasi di dalam mulut sehingga terlibat dalam munculnya pengalaman rasa sakit, tekstur dan rasa makanan

Aliran ludah yang stabil membuat mulut tetap lembab setiap saat. Mengunyah serta menelan makanan meningkatkan aliran air liur, bahkan hanya dengan melihat dan memikirkan makanan yang membangkitkan selera juga dapat menyebabkan peningkatan aliran air liur.

Pengertian Xerostomia

Kondisi sindroma mulut kering disebut juga xerostomia. Xerostomia adalah kondisi tidak memiliki cukup air liur untuk menjaga mulut tetap basah. Mulut kering dapat terjadi pada siapa saja sesekali, seperti ketika berpuasa, kurang minum, gugup atau stres. Namun, ketika mulut kering terus maka proses mengunyah, menelan, dan bahkan berbicara akan terpengaruh. Mulut kering juga meningkatkan risiko kerusakan gigi atau infeksi jamur di mulut karena air liur membantu menjaga mikroba tetap terjaga seimbang.

Penyebab dan Faktor Risiko Xerostomia

Ada beberapa kemungkinan penyebab mulut kering:

  • Efek samping dari beberapa obat: Ratusan obat-obatan dapat mempengaruhi kemampuan produksi liur kelenjar ludah.
  • Dehidrasi: minum terlalu sedikit cairan dapat menyebabkan air liur kental dan mulut kering. Penyebab dehidrasi lainnya termasuk kondisi medis seperti kehilangan darah, diare kronis atau gagal ginjal
  • Tidur mengorok di malam hari.
  • Infeksi: infeksi bakteri atau virus pada kelenjar ludah (contohnya seperti penyakit mumps/gondongan) dapat menyebabkan peradangan dan menurunkan produksi air liur
  • Penyakit: contohnya Sindrom Sjögren, HIV/AIDS, diabetes, amyloidosis, cerebral palsy, diabetes, Parkinson’s disease, primary biliary cirrhosis, lupus, dll dapat menyebabkan mulut kering.
  • Terapi radiasi: Kelenjar ludah bisa mengalami kerusakan jika terkena radiasi selama perawatan kanker.
  • Kemoterapi: Obat yang digunakan untuk mengobati kanker dapat membuat air liur lebih tebal, menyebabkan mulut terasa kering.
  • Kerusakan saraf: Cedera pada kepala atau leher dapat merusak saraf yang memberi tahu kelenjar ludah untuk membuat air liur. 

Mulut kering bukanlah bagian normal dari penuaan. Jika merasa mulut kering segera periksa dokter gigi atau dokter untuk mengetahui penyebab mulut kering.

Tanda dan Gejala Mulut Kering

Keluhan tanda gejala mulut kering meliputi: 

  • Ludah terasa kental dan berserabut
  • Mulut terasa lengket dan kering
  • Kesulitan mengunyah, menelan, merasakan, atau berbicara
  • Rasa panas seperti terbakar serta tertusuk-tusuk di mulut
  • Tenggorokan terasa kering
  • Bibir pecah-pecah
  • Lidah kering dan kasar
  • Lidah terasa menempel di langit-langit mulut
  • Luka mulut, ulkus mulut, sariawan
  • Infeksi di mulut, lebih rentan mengalami infeksi jamur oral thrush
  • Bau mulut
  • Gigi cepat sekali berlubang sehingga jadi bisa sakit gigi
  • Gigi palsu acrilic menjadi longgar

Gejala mulut kering juga bisa menyertai banyak kondisi gangguan kesehatan. Terkadang ada orang juga mengeluhkan tidak enak badan, mata kering dan gatal, sering batuk, hidung susah menghidu, sembelit, gangguan persendian, penurunan berat badan tanpa penyebab jelas, infeksi candidiasis vagina atau keluhan lain sesuai penyakit penyebabnya.

Segera periksa ke dokter jika ada salah satu atau lebih keluhan:

  • mulut masih kering setelah mencoba perawatan di rumah 
  • mengalami kesulitan mengunyah, menelan, atau berbicara
  • mulut sakit, merah atau bengkak
  • memiliki bercak putih yang sakit di mulut 
  • khawatir obat yang diresepkan mungkin menyebabkan mulut kering 
  • ada keluhan gejala lain, seperti sering buang air kecil atau mata kering

Responsif melihat tanda gejala gangguan kesehatan tubuh yang lain. Banyak kondisi penyakit bisa mengalami tanda gejala xerostomia sehingga sebaiknya segera periksa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Jika muncul tanda kegawatan segera periksa ke UGD rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya.

Pemeriksaan dan Diagnosis Xerostomia

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan fisik terlihat rongga mulut juga mukosa kering dan kasar tidak lembab berkilau. Pemeriksaan gigi dilakukan untuk mengecek pola kerusakan gigi. Pemeriksaan tes saliva dilakukan dengan memeriksa bibir bawah ditarik keluar kemudian dikeringkan dan diamati berapa lama lembab kembali. Pada kondisi normal dalam setengah menit seharusnya bibir kembali lembab. Pemeriksaan tambahan diperlukan untuk mendiagnosis penyakit utama penyebab xerostomia.

Terapi dan Tata Laksana Xerostomia

Xerostomia bisa merupakan tanda gejala penyakit atau gangguan kesehatan. Oleh sebab itu, pengobatan xerostomia tergantung pada penyebabnya. Terapi bisa seperti:

  • Mengobati penyakit penyebab
  • Perubahan pengobatan jika xerostomia akibat efek samping obat. Perubahan pengobatan bisa dengan mengubah jenis obat atau dosis obat. Jangan melakukan inisiatif berhenti atau mengubah obat sendiri tanpa sepengetahuan dokter. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda ketika akan melakukan perubahan pengobatan.
  • Dokter gigi akan meresepkan pengganti air liur buatan, gunakan obat sesuai anjuran dokter.
  • Pilih produk perawatan untuk mulut kering sebagai produk perawatan harian. Pada produk ini mengandung berbagai agen bersifat seperti pelumas yang dapat membantu merawat mulut kering. Rangkaian produk termasuk pasta gigi, obat kumur, gel topikal, pasta, lozenge, spray. Tanyakan kepada dokter gigi untuk rekomendasi produk yang lebih spesifik.
  • Pemberian antibiotik dan obat anti-jamur digunakan untuk mengobati infeksi. pemilihan obatnya tentu sesuai dengan penyebab infeksi
  • Operasi dilakukan jika ada penyumbatan kelenjar ludah seperti batu
  • Jika memakai gigi palsu maka tanyakan kepada dokter gigi untuk informasi lebih lanjut supaya aman saat memakai gigi palsu. Gigi palsu yang dilepas sebaiknya dicopot saat akan tidur. Pastikan jaga kebersihan gigi palsu.
  • Kunjungi dokter gigi secara teratur untuk pemeriksaan dan perawatan rutin.

Sikat gigi setidaknya dua kali sehari menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat lembut dan pasta gigi berfluoride yang aman. Pemakaian obat kumur sebaiknya tanyakan rekomendasi pemilihan produknya lebih lanjut ke dokter gigi sebab ada jenis yang justru berpotensi memperburuk situasi xerostomia, contohnya mint mouthwash. Hindari produk perawatan gigi mulut yang membuat iritasi terasa terbakar. Oleh sebab itu biasanya dokter gigi akan meresepkan produk perawatan gigi sesuai kondisi mulut kering. Rawat bibir kering dengan pelembab bibir. Jika siang hari gunakan pelembab bibir dengan tabir surya SPF 30+. Jika udara kering terutama saat tidur di malam hari, maka humidifier dapat membantu melembabkan udara, jangan lupa jaga kebersihannya. Usahakan bernafas pakai hidung.

Makan makanan berkuah supaya mudah ditelan. Kunyah makanan hingga lembut sehingga lebih mudah ditelan. Bisa bantu menelan makanan dengan air putih. Mengisap es batu atau es loli. Minumlah banyak air sesuai kebutuhan asupan sehingga terhindar dari dehidrasi, tetapi hindari menyeruput perlahan karena dapat membasuh air liur. Hindari makanan renyah yang bisa melukai mulut seperti kerupuk, keripik, biskuit cracker, makanan asin, makanan berbumbu tajam, makanan pedas, dll. Hindari makanan dan minuman yang bersifat asam seperti minuman bersoda, buah jeruk, jus jeruk, dll untuk melindungi email gigi. 

Hindari zat apa pun yang meningkatkan kekeringan mulut termasuk rokok, alkohol, minuman berkafein, teh,  dan lainnya. Makanan kenyal bantu merangsang air liur. Kunyah permen karet bebas gula di antara waktu makan untuk meningkatkan aliran air liur. Permen dan permen karet sugarless mengandung xylitol bantu mencegah karies. Hindari permen mint. Tanyakan kepada dokter dan dokter gigi untuk saran pola makan lebih lanjut, termasuk daftar lengkap makanan dan minuman untuk dimakan, dibatasi atau dihindari sesuai kondisi kesehatan.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.