Kesehatan Kulit

Selulitis

SELULITIS 

Pengertian Selulitis

Selulitis merupakan infeksi bakteri pada kulit serta jaringan di bawah kulit. Kulit terasa sakit, panas dan nyeri saat dipegang. Selulitis merupakan penyakit infeksi fatal jika tidak segera diobati dengan antibiotik. Selulitis dan erisipelas sering ditemukan dimana sekitar 2 dari 10000 orang mengalami setiap tahun. Pada penelitian lain 250 dari 10000 orang yang mengalami.

Penyebab dan Faktor Risiko Selulitis

Selulitis disebabkan karena infeksi bakteri pada kulit dan jaringan subkutan (tepat di bawah kulit). Bakteri yang paling sering menyebabkan selulitis adalah Staphylococcus aureus dan Streptococcus beta-haemolytic grup A. Bakteri menerobos masuk kulit yang rusak atau utuh kemudian dapat menyebar dengan mudah ke jaringan di bawah kulit.

Selulitis dapat timbul di hampir semua bagian tubuh. Paling sering ditemukan terjadi pada kaki bagian bawah dan di kulit rusak atau radang. Semua orang bisa mengalami selulitis. Bakteri menginfeksi jauh ke lapisan kulit dalam dikarenakan ada luka kulit terbuka. Kulit kering sehingga retak-retak, kulit terpotong, kulit tergores, digigit serangga, dll bisa meningkatkan risiko terjadi selulitis. Terkadang kerusakan kulit sangat kecil sehingga tidak terlihat jelas.

Risiko lain bisa menyebabkan selulitis:

  • merokok
  • diabetes
  • memiliki penyakit gangguan sirkulasi darah di tangan, kaki, lengan
  • inaktif dalam kondisi kesulitan bergerak
  • kelemahan sistem imunitas tubuh
  • memiliki ulkus
  • terdapat luka pasca operasi
  • permasalahan kulit seperti eksim, psoriasis, scabies, jerawat, dll
  • benda asing di kulit seperti gelas atau logam
  • infeksi jamur di kaki 

Tanda dan Gejala Selulitis

Tanda gejala selulitis bervariasi dari keluhan ringan hingga kondisi fatal mengancam nyawa. Berikut ini beberapa contoh gejala selulitis:

  • kemerahan pada kulit
  • kulit teraba hangat
  • pembengkakan pada kulit
  • area kulit selulitis teraba lebih lembut
  • nyeri kesakitan di area kulit selulitis
  • keluar cairan atau cairan bening berwarna kuning atau nanah merembes mengalir keluar dari selulitis

Kulit yang mengalami selulitis tampak kemerahan, mengkilat, membengkak, terasa mengencang rapat dan sakit. Ruam kemerahan pada kaki, tangan atau wajah yang sakit. Komplikasi selulitis bisa sangat fatal. Infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh. Kelenjar getah bening bisa membengkak dan terlihat seperti benjolan teraba lunak di pangkal paha dan ketiak dekat lokasi selulitis. Timbul gejala sistemik seperti demam, berkeringat, dan muntah.

Waspada jika ada salah satu atau lebih tanda gejala sepsis berikut ini:

  • demam dengan suhu tubuh sangat tinggi,
  • demam menggigil
  • detak jantung lebih cepat
  • napas lebih cepat
  • bercak ungu di kulit
  • merasa pusing atau pingsan
  • gangguan kesadaran, kebingungan atau disorientasi
  • dingin, lembab, kulit pucat
  • tidak responsif atau kehilangan kesadaran

Selulitis sering menimbulkan kematian pada era sebelum antibiotik. Banyak kondisi penyakit bisa mengalami tanda gejala serupa sehingga sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami salah satu gejala penyakit untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Jika muncul tanda kegawatan segera periksa ke UGD rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya.

Pemeriksaan dan Diagnosis Selulitis

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Tes darah dilakukan untuk melihat darah rutin, gangguan metabolik atau kondisi lainnya. Jika diperlukan akan diambil sampel dari luka selulitis untuk pemeriksaan laboratorium memakai mikroskop atau dikultur lebih lanjut melihat bakteri penyebab. Pemeriksaan penunjang seperti rontgen sinar-X serta diagnosis pencitraan lainnya untuk menilai jaringan sakit lebih mendalam akan dilakukan sesuai kebutuhan.

Terapi dan Tata Laksana Selulitis

Selulitis harus diobati memakai antibiotik. Selulitis merupakan penyakit fatal mematikan sebelum era antibiotik. Antibiotik oral yang diminum untuk mengobati selulitis ringan. Tetapi pada selulitis parah akan diberikan antibiotik intravena untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Ketika infeksi membaik mungkin dapat beralih dari antibiotik intravena ke oral. Peradangan pada area selulitis juga bisa dirawat dengan pemberian kompres antiseptik khusus sehingga bantu mendinginkan area kulit yang nyeri panas meradang.

Perawatan selulitis dilakukan di rumah sakit hingga kondisi pasien terkendali stabil, biasanya sekitar seminggu. Terapi antibiotik pada selulitis bisa sekitar 7 hari hingga 10 hari. Pada sebagian besar selulitis biasanya gejala akan mulai membaik setelah 2 – 3 hari terapi antibiotik. Tapi antibiotik harus tetap terus diminum sesuai anjuran dokter hingga pengobatan tuntas. Pada kondisi yang jarang, selulitis dapat berkembang menjadi penyakit berbahaya dimana infeksi menyebar ke jaringan tubuh lebih dalam. Pada kondisi khusus akan dibutuhkan tindakan operasi untuk membersihkan infeksi.

Jika dilakukan perawatan rawat jalan di rumah, maka lakukan:

  • Tanyakan kepada dokter tata cara perawatan di rumah dan tanda yang harus diperhatikan
  • Istirahatlah yang banyak supaya memberi tubuh kesempatan untuk fokus melawan infeksi. Pada sebagian besar kasus harus banyak berbaring dengan perawatan tirah baring (bed rest).
  • Pada selulitis di wajah maka kurangi bicara atau mengunyah, namun pastikan asupan nutrisi tetap tercukupi.
  • Pada bagian tangan atau kaki yang terkena selulitis posisikan lebih tinggi untuk meringankan rasa sakit, membantu drainase dan mengurangi pembengkakan
  • Minum obat antibiotik dan penghilang rasa sakit sesuai anjuran dokter
  • Rasa sakit mereda setelah infeksi mulai membaik namun pastikan tetap meneruskan minum obat antibiotik sesuai anjuran dokter
  • Lakukan periksa kontrol ke rumah sakit sesuai anjuran dokter

Selulitis sering menjadi komplikasi penyakit atau gangguan kesehatan lain sehingga penyebab utama juga harus diatasi. Pada kasus tertentu akan diberikan pengobatan pengencer darah untuk mencegah terjadinya emboli. Jika selulitis terus berulang maka dokter akan memberikan pengobatan antibiotik profilaksis. Diskusi konsultasikan terkait perawatan bersama tim dokter lebih lanjut.

Tips Kiat Mencegah Selulitis

Selulitis dapat muncul ketika ada luka cedera kulit atau peradangan tidak diobati secara tepat. Jika mengalami luka lecet maka jaga kebersihan kulit dan tangan. Cuci tangan pakai sabun kemudian bilas dengan air mengalir hingga bersih. Bersihkan luka dengan antiseptik kemudian jaga tetap bersih. Pada pasca operasi lakukan perawatan luka sesuai anjuran dokter. Pada beberapa kondisi luka kulit mungkin perlu ditutupi dengan kassa bersih setelah dibersihkan. Pada kasus berat sebaiknya pergi periksa ke Puskesmas atau Rumah Sakit untuk perawatan lebih lanjut. Observasi proses penyembuhan. Jika terjadi tanda infeksi, sulit sembuh, sangat kesakitan, atau tanda bahaya lainnya segera periksa ke dokter atau UGD.

selulitis Contoh gambar selulitis (sumber gambar NHS)
selulitis2Contoh gambar selulitis (sumber gambar NHS)