Kesehatan Kulit

Tinea Infeksi Jamur

TINEA

Pengertian Tinea

Tinea merupakan infeksi jamur atau disebut juga dermatophytosis. Penyakit tinea bisa timbul di kulit, kuku dan rambut. Gejala penyakit berbeda-beda tergantung pada jamur penyebab. Penyakit tinea bisa menyebar dan menular karena disebabkan oleh infeksi. Tinea menular dengan pemakaian barang pribadi bersama, kontak langsung dan kontak tidak langsung. Penyakit ini sering disebut kurap.

Jenis Tinea

Nama-nama tinea sesuai dengan lokasi tubuh tempat jamur tumbuh. Jenis tinea yang paling sering ditemukan antara lain:

  • Tinea pedis penyakit jamur dimana lokasi infeksinya di kaki, sering disebut juga kutu air (athlete’s foot)
  • Tinea cruris penyakit jamur dimana lokasi infeksinya di selangkangan, sering disebut jock itch
  • Tinea capitis penyakit jamur dimana lokasi infeksinya di kulit kepala, sering disebut ringworm of the scalp
  • Tinea corporis penyakit jamur dimana lokasi infeksinya di badan, sering disebut ringworm of the body 
  • Tinea barbae penyakit jamur dimana lokasi infeksinya di jenggot 
  • Tinea manuum penyakit jamur dimana lokasi infeksinya di tangan
  • Tinea unguium penyakit jamur dimana lokasi infeksinya di kuku, sering disebut onychomycosis
  • Tinea incognito yaitu penyakit infeksi jamur yang semakin parah juga tidak bisa dikenali akibat pemakaian salep steroid

Infeksi jamur bisa saja muncul di bagian tubuh lainnya.

Penyebab dan Faktor Risiko Tinea

Tinea disebabkan oleh infeksi jamur. Penyakit ini sering ditemukan. Terdapat sekitar 40 spesies jamur berbeda bisa menyebabkan penyakit tinea. Tipe jamur penyebab tinea paling sering yaitu Trichophyton, Microsporum, and Epidermophyton. Semua orang bisa saja mengalami infeksi jamur. Orang dengan penyakit dan kondisi kelemahan sistem imunitas tubuh berisiko lebih tinggi mengalami infeksi jamur. 

Jamur senang lingkungan hangat dan lembab sehingga tinea sering terjadi di bagian-bagian tubuh yang panas  sering berkeringat atau basah. Area paling sering ditemukan penyakit tinea antara lain kaki, selangkangan, kulit kepala, bawah payudara dan lipatan-lipatan kulit. 

Penularan tinea melalui kontak langsung dan kontak tidak langsung dengan penderita infeksi jamur. Kontak langsung terjadi saat bersentuhan. Kontak langsung bisa terjadi melalui pemakaian handuk, baju, benda atau lantai yang terkontaminasi jamur penyebab. Pemandian umum dan loker bersama berisiko tinggi menjadi tempat penyebab menularnya infeksi jamur. Tinggal di daerah tropis, orang yang cenderung berkeringat berlebih, sering pakai sepatu sempit sangat rapat, atlet terutama atlet pertandingan dengan kontak fisik, kondisi obesitas, riwayat sakit diabetes atau orang yang sering berkontak langsung dengan binatang meningkatkan risiko infeksi jamur.

Tanda dan Gejala Tinea

Kurap dapat mempengaruhi kulit di hampir semua bagian tubuh serta kuku dan kuku. Gejala kurap sering bergantung pada bagian tubuh mana yang terinfeksi. Gejala paling sering dikeluhkan yaitu gatal-gatal di kulit, ruam berbentuk cincin, kulit merah, kulit bersisik dan retak pecah-pecah. Gejala biasanya muncul antara 4 dan 14 hari setelah kulit bersentuhan dengan jamur yang menyebabkan kurap.

Tanda gejala tinea dapat meliputi:

  • Gatal di kulit
  • Terasa sensasi menyengat
  • Ruam merah bersisik yang berbentuk seperti cincin (anular)
  • Kulit retak-retak, membelah dan terkelupas di sela jari kaki
  • Bisa ditemukan lepuhan
  • Perubahan warna kuku menjadi kuning, putih atau hitam
  • Rambut rontok, kehilangan rambut di kepala sehingga terlihat pitak atau bagian botak di kulit kepala.
1550540912855 Infeksi Jamur (sumber gambar CDC)

Jamur di kuku menyebabkan warna kuku menjadi jelek, bentuk berubah serta kuku rapuh. Kuku juga bisa menjadi bau tidak sedap. Jamur di kulit menyebabkan gatal serta menganggu penampilan. Jamur di rambut menyebabkan rambut rapuh serta rusak. Segera periksa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut serta mendapatkan pengobatan antijamur.

Pemeriksaan dan Diagnosis Tinea

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan kulit diamati memakai kaca pembesar dan memakai lampu khusus. Permukaan kulit diambil sedikit pada bagian aktif dari infeksi kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium bisa memakai mikroskop atau kultur.

Terapi dan Tata Laksana Tinea

Pengobatan jamur memakai krim, lotion atau bedak antijamur. Terapi biasanya memakan waktu lama sebab bertujuan untuk menghilangkan semua hifa yang menyebar di lapisan kulit. Pengobatan jamur bisa hingga sekitar 2 – 4 minggu. Dokter akan memberikan resep obat oles antijamur. Pada kondisi infeksi jamur berat bisa diresepkan obat anti-jamur untuk diminum. Lakukan pengobatan sesuai petunjuk dokter hingga infeksi sembuh.

Penting untuk diingat bahwa tinea ini bisa menular ke orang lain. Obati infeksi tinea hingga tuntas. Cuci tangan pakai sabun dan bilas dengan air mengalir hingga bersih setiap setelah menyentuh area kulit terinfeksi. Jangan berbagi handuk, kaos, pakaian, dll dengan orang lain. Jangan berjalan tanpa alas kaki jika memiliki tinea pedis dan infeksi jamur di kaki. Bersihkan lantai pancuran, bak mandi, dan kamar mandi setelah digunakan.

Tips Kiat Mencegah Penyakit Tinea

Terlalu panas, keringat dan sangat lembab berkontribusi pada terjadinya infeksi tinea. Lakukan beberapa saran berikut ini untuk mencegah tinea:

  • Jaga supaya kulit normal kering dan bersih.
  • Keringkan tubuh dan kulit yang basah dengan seksama, terutama area sela jari kaki juga lipatan-lipatan di tubuh.
  • Paparkan kulit ke udara sebanyak mungkin dan pilih pakaian yang memungkinkan terjadinya sirkulasi udara tetap lancar.
  • Jaga kuku tetap pendek dan bersih.
  • Pilih pakaian berbahan menyerap keringat.
  • Sering ganti kaos kaki dan pakaian dalam setiap hari.
  • Gunakan sepatu yang memungkinkan tetap terjadi sirkulasi udara di kaki.
  • Pakai antiperspirant untuk mengendalikan keringat berlebih.
  • Pakai alas kaki saat di kolam renang, ruang ganti, pusat kebugaran, dan area umum lainnya.
  • Segera cuci tangan pakai sabun selesai memegang binatang.
  • Para atlet olahraga jenis contact sport sebaiknya segera mandi setiap kali selesai bertanding atau berlatih. Jaga supaya seragam dan peralatan olahraga tetap bersih. Jangan berbagi alat olahraga pribadi (seragam, sepatu, helm, dll) bersama atlet lain.

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.