Kesehatan Kulit

Scabies

PENYAKIT KULIT SCABIES 

Penyakit Scabies

Penyakit kulit akibat scabies ini sering disebut penyakit kudis atau gudik. Penyakit gatal-gatal yang sangat sering ditemui. Scabies pada manusia disebabkan oleh serangan tungau Sarcoptes scabiei var. Hominis di kulit.

Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Scabies

Penyakit scabies disebabkan infestasi oleh tungau Sarcoptes scabiei var. Hominis. Tungau kudis betina dewasa menggali ke dalam lapisan atas kulit (epidermis) tempat mereka tinggal dan menyimpan telur mereka. Tungau scabies mikroskopis hampir selalu ditularkan dari kulit ke kulit melalui kontak langsung dalam waktu lama dengan penderita. Manusia merupakan sumber penyebab penularan scabies sebab binatang tidak menyebarkan Sarcoptes scabiei var. Hominis pada manusia.

1550555857023

Tungau Sarcoptes scabei penyebab penyakit scabies (sumber gambar CDC)

Penyakit kudis terjadi di seluruh dunia serta menimbulkan gangguan kulit pada semua ras dan kelas sosial. Kudis dapat menyebar dengan cepat di lingkungan sangat ramai serta sering terjadi kontak tubuh langsung. Institusi seperti tempat penitipan anak, sekolah, panti jompo, panti asuhan, pesantren, fasilitas perawatan jangka panjang atau penjara seringkali mengalami wabah scabies. Pada kelompok orang dengan kondisi sistem kekebalannya lemah (memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah), lanjut usia, cacat, atau lemah berisiko terjadi scabies berkrusta yang sangat parah.

Proses Terjadinya Penyakit Scabies 

Tungau scabies biasanya disebarkan melalui kontak langsung dalam waktu lama dari kulit ke kulit dengan penderita skabies. Tungau scabies kadang menyebar secara tidak langsung dengan berbagi benda pribadi seperti pakaian, handuk, atau tempat tidur dengan orang yang terinfeksi. Tungau Scabies mikroskopis kemudian menggali ke dalam lapisan atas kulit (epidermis) untuk tempat tinggal serta bertelur. Saat di kulit tubuh manusia, tungau scabies dapat hidup selama 1-2 bulan. Di luar tubuh manusia, tungau scabies biasanya tidak bertahan lebih dari 48-72 jam. Tungau scabies akan mati jika terkena suhu 50 ° C (122 ° F) selama 10 menit.

Orang dengan skabies berkrusta memiliki lapisan kulit tebal yang mengandung banyak tungau dan telur scabies. Orang dengan skabies berkrusta sangat menular dan dapat menyebarkan infestasi tungau dengan mudah baik melalui kontak kulit-ke-kulit langsung atau melalui kontaminasi barang-barang seperti pakaian, tempat tidur, dan furnitur mereka. 

Tanda dan Gejala Penyakit Scabies

Infestasi pertama biasanya baru timbul keluhan gejala dalam waktu 4-6 minggu setelah tertular tungau Scabies. Pada orang yang pernah menderita penyakit scabies sebelumnya, gejala biasanya muncul jauh lebih cepat sekitar 1-4 hari setelah paparan tungau.

Tanda dan gejala scabies yang paling umum, antara lain:

  • kulit terasa sangat gatal (pruritus), terutama pada malam hari
  • ruam gatal seperti jerawat (papular)
  • bisa timbul lepuh kecil (vesikel) dan sisik
  • bisa juga bernanah 

Gatal dan ruam bisa timbul di sebagian besar bagian tubuh atau hanya terbatas pada pergelangan tangan, siku, ketiak, sela diantara jari, puting, penis, pinggang, dan bokong. Menggaruk ruam dapat menyebabkan luka pada kulit sehingga bisa timbul infeksi sekunder oleh bakteri.

Terkadang tampak lubang kecil di kulit akibat tunneling tungau scabies betina tepat di bawah permukaan kulit. Liang-liang ini muncul sebagai garis kecil berwarna putih keabu-abuan di permukaan kulit. Jika tungau jumlahnya sedikit (hanya 10-15 tungau), liang ini mungkin sulit diamati. Liang tungau di kulit biasanya ditemukan paling sering di sela-sela jari, daerah lipatan kulit, pergelangan tangan, siku, ketiak, lutut, pada penis, payudara, atau daerah tulang belikat. Kepala, wajah, leher, telapak tangan, dan telapak kaki sering terlibat pada bayi dan anak kecil. Orang dengan skabies berkrusta mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda dan gejala skabies yang biasa seperti ruam khas atau gatal-gatal (pruritus).

Pemeriksaan dan Diagnosis Penyakit Scabies

Dokter akan melakukan serangkaian anamnesis, pemeriksaan fisik dan bila diperlukan dilakukan pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis penyakit Scabies. Diagnosis serangan Scabies biasanya dilakukan berdasarkan penampakan kulit, pola penyebaran ruam dan adanya liang. Indentifikasi tungau, telur tungau, atau tungau tinja (scybala) dengan mengambil jaringan di kulit ujung liangnya dengan hati-hati menggunakan ujung jarum atau dengan cara mengikis kulit kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Namun seseorang masih dapat terinfeksi bahkan jika tungau, telur, atau kotoran tidak dapat terlihat memakai mikroskop.

Terapi dan Tata Laksana Penyakit Scabies

Obat untuk mengobati scabies disebut scabicida karena mereka membunuh tungau scabies, beberapa obat juga membunuh telur. Dokter akan meresepkan obat ini. Pastikan selalu ikuti instruksi yang diberikan oleh dokter, apoteker dan petunjuk pakai obat dengan seksama. Mandi terlebih dahulu sebelum pakai salep. Oleskan obat hingga merata dan harus dibiarkan pada tubuh sesuai waktu yang disarankan sebelum obat dicuci. Cara memakai obat oles harus dipastikan sudah benar supaya obat bisa menjangkau tungau beserta telur-telurnya di lorong tempat tinggal tungau di kulit. Ganti pakaian bersih setelah perawatan.

Pasangan seksual dan seluruh anggota rumah tangga terutama yang telah lama melakukan kontak kulit dengan penderita scabies sebaiknya ikut diobati. Semua orang harus dirawat secara bersamaan untuk mencegah infeksi berulang. Biasanya perawatan selama 2 minggu bisa mengatasi penyakit scabies. Perawatan ulang mungkin diperlukan jika gatal berlanjut lebih dari 2-4 minggu setelah perawatan atau jika liang atau ruam baru terus muncul. Pada scabies sangat parah akan diberikan obat minum dan obat kulit. Jangan pernah menggunakan scabisida yang ditujukan untuk hewan atau pertanian untuk mengobati manusia.

Tungau Scabies tidak bertahan lebih dari 2-3 hari di luar kulit manusia. Pakaian dan perlengkapan tidur seperti selimut, sprei, sarung bantal, dll harus dicuci dengan air panas, dikeringkan serta diseterika. Rendam cucian pakai air panas setidaknya bersuhu 60°C , kemudian setelah itu dicuci bersih dan dijemur di bawah sinar matahari. Jika ada mesin cuci bisa diatur pakai metode pencucian khusus pakai air panas dan pengeringan menggunakan siklus panas. Tungau scabies bisa juga hilang dengan dry-cleaning. Barang-barang yang tidak dapat dicuci atau dibersihkan dengan cara panas kering dapat didekontaminasi dengan menghindari kontak tubuh apa pun selama setidaknya 72 jam. Barang-barang bisa ditaruh di plastik selama 3 hari. Disarankan untuk menyedot debu furnitur dan karpet di kamar yang digunakan oleh pasien scabies berkrusta.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.