Kesehatan Kulit

Impetigo

IMPETIGO

Pengertian Impetigo

Impetigo merupakan infeksi bakteri pada kulit yang biasanya disebabkan oleh Staphylococcus atau Streptococcus. Gejalanya kulit gatal kemudian bisa timbul lepuhan berisi cairan (impetigo bulosa) atau bisa juga bercak kemerahan yang kemudian timbul luka dengan krusta keropeng berwarna kuning kecoklatan (impetigo krustosa). Penyakit ini sangat menular. Penularan bisa melalui sentuhan kontak langsung atau melalui benda yang terkontaminasi bakteri dari penderita.

Penyebab dan Faktor Risiko Impetigo

Bakteri Staphylococcus atau Streptococcus menyebabkan infeksi kulit yang sangat menular ini. Biasanya bakteri menyerang kulit yang terluka. Menggaruk kulit bisa membuat jalan masuk di kulit untuk terinfeksi bakteri. Bakteri juga dapat masuk melalui luka cidera, gigitan serangga, atau apa pun yang merusak keutuhan permukaan kulit. Bakteri kemudian menyebabkan infeksi di lapisan atas kulit. Terkadang bakteri menyerang kulit yang tidak terluka dan menyebabkan impetigo.

Anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun lebih sering mengalami impetigo. Namun, semua orang tetap bisa terkena impetigo. Orang dewasa sering terkena impetigo tertular dari anak yang terinfeksi. Beberapa atlet memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular terutama pada pertandingan yang disertai kontak kulit-ke-kulit. Bakteri penyebab impetigo tumbuh subur di tempat hangat dan lembab. Musim panas disertai aktivitas berenang bisa meningkatkan risiko terjadi impetigo. Penduduk daerah panas dan lembab lebih sering mengalami kasus impetigo. Di Amerika Serikat, musim panas atau musim gugur lebih sering ditemukan kasus impetigo.

Tanda dan Gejala Impetigo

Impetigo Krustosa

  • Merupakan jenis impetigo paling sering dijumpai
  • Mulai dengan satu atau lebih vesikel di kulit yang sering terasa gatal.
  • Vesikel bisa menjadi pustula kemudian pecah
  • Kulit disekitarnya bisa menjadi merah atau lecet di mana luka terbuka
  • Kelenjar di dekat luka mungkin terasa bengkak
  • Terbentuk kerak krusta kering berwarna kekuningan menyerupai madu
  • Kulit sembuh tanpa bekas luka, kecuali goresan melukai jauh ke dalam kulit.

Impetigo krustosa bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. Impetigo ini disebut juga impetigo contagiosa. Biasanya terdapat di sekitar lubang hidung, mulut, telinga atau anus. Perawatan yang tepat sangat penting supaya tidak menyebar.

Impetigo Bulosa

  • Impetigo bulosa menyebabkan lepuh berisi cairan tanpa kulit kemerahan di sekitarnya.
  • Bermula dengan muncul lepuh berisi cairan berwarna keruh atau kuning.
  • Lepuh menjadi lemas, transparan dan kemudian pecah.
  • Luka berkerak terbentuk di mana lepuh telah pecah terbuka.
  • Kulit cenderung sembuh tanpa jaringan parut.

Bullous_impetigo_leg.png 

Salah satu contoh impetigo (sumber gambar AAD)

Infeksi juga mungkin masuk lebih dalam ke kulit jika tidak dirawat dengan tepat. Impetigo kemudian bisa berkembang menjadi ektima. Infeksi ini masuk lapisan kulit yang lebih dalam daripada impetigo. Saat kulit sembuh dari ektima, bekas luka dapat terbentuk. Ektima lebih sering terjadi pada anak-anak, orang tua, dan orang yang menderita diabetes. Juga berkembang pada tunawisma dan tentara yang sedang berperang di iklim panas serta lembab. Komplikasi lebih berat bisa muncul erisipelas, selulitis, ulkus, limfangitis, limfadenitis supuratif hingga sepsis akibat bacteremia. Jika kulit sedang sakit atau terlihat infeksi sebaiknya segera periksa ke dokter kulit. Diagnosis dan perawatan dini dapat mencegah komplikasi dan membantu merasa lebih baik.

Pemeriksaan dan Diagnosis Impetigo

Dokter akan melakukan diagnosis dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan jika diperlukan dengan tambahan pemeriksaan penunjang. Dokter kulit biasanya bisa mendiagnosis impetigo hanya dengan pemeriksaan kulit. Pada kondisi khusus, pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel dari lepuhan di kulit untuk mengetahui bakteri penyebab infeksi. Pada kondisi impetigo dengan gejala sangat parah akan dilakukan tes darah.

Terapi dan Tata Laksana Impetigo

Dokter akan meresepkan salep antibiotik untuk pengobatan impetigo. Beberapa kasus impetigo bisa sangat berat sehingga diperlukan antibiotik minum. Jika terjadi komplikasi maka dirawat intensif untuk pemberian injeksi antibiotik. Jika impetigo terus kambuh maka dokter akan meresepkan salep antibiotik untuk dioles di bagian nostril hidung. 

Perawatan kulit yang higienis juga penting dalam penyembuhan impetigo. Lakukan langkah perawatan berikut ini:

  • Kompres impetigo dengan air hangat. Jika lesi impetigo ada di bagian tubuh yang bisa direndam, maka rendam di air hangat.
  • Bersihkan secara lembut memakai sabun hingga krusta serta kotorannya hilang.
  • Ganti air atau kain pengompres secara rutin dengan yang bersih setiap akan perawatan.
  • Berikan antibiotik sesuai petunjuk dokter.
  • Tutup impetigo supaya mempercepat penyembuhan dan mencegah penularan.
  • Cuci tangan pakai sabun dan bilas dengan air bersih setiap kali selesai mengobati impetigo.
  • Sebisa mungkin hindari kontak kulit langsung dengan orang lain selama sakit infeksi kulit.
  • Minta dokter untuk mengajarkan tata cara perawatan impetigo.  

Hindari menggaruk kulit untuk mencegah lecet serta penyebaran bakteri. Jaga kuku pendek serta bersih. Mandi menggunakan sabun antiseptik selama sakit infeksi kulit (namun hati-hati jika memiliki kulit sensitif, tanyakan lebih lanjut kepada dokter). Krusta terkadang bersih lepas saat mandi. Ganti handuk dan waslap setiap selesai mandi serta membersihkan krusta. Rendam handuk, sprei dan pakaian penderita memakai air panas kemudian dicuci secara terpisah serta dijemur di bawah sinar matahari langsung. Lakukan perawatan impetigo sesuai anjuran dokter supaya sembuh dan tidak kambuh.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.