Kesehatan Kulit

Herpes Zoster

HERPES ZOSTER

Pengertian Herpes Zoster

Herpes zoster merupakan penyakit kulit dan saraf yang disebabkan oleh virus varisela-zoster. Penyakit ini bisa muncul karena penderita pernah mengalami infeksi cacar air (varisela). Siapa pun yang pernah sakit cacar air dapat mengalami herpes zoster.

Baca tentang Penyakit Cacar Air Varicella disini

Penyebab dan Faktor Risiko Herpes Zoster

Herpes zoster disebabkan oleh infeksi varicella zoster virus (VZV). Pada saat sembuh dari sakit cacar air, virus VZV tetap dorman dalam tubuh. Virus VZV berada di bagian sistem persarafan. Pada suatu saat virus akan menjadi aktif kembali menimbulkan gejala herpes zoster.

Pernah sakit cacar air varicella menjadi faktor risiko penyakit herpes zoster. Penyakit herpes Zoster sering ditemukan pada orang dewasa, namun anak-anak yang pernah sakit cacar air juga bisa mendapatkan herpes zoster. Risiko herpes zoster meningkat seiring bertambahnya usia. Beberapa orang memiliki risiko lebih besar terkena herpes zoster. Kondisi medis yang membuat sistem kekebalan tubuh lemah atau tidak berfungsi dengan baik seperti kanker tertentu, penyandang human immunodeficiency virus (HIV), dan menerima obat imunosupresif bisa berisiko lebih tinggi mengalami herpes zoster.

Herpes zoster hanya sekali terjadi selama hidup. Namun, pada kondisi tertentu dapat mengalami episode sakit yang kedua atau bahkan ketiga. Herpes zoster tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain. Namun, virus VZV yang menyebabkan herpes zoster dapat menyebar dari seseorang dengan herpes zoster aktif menyebabkan cacar air pada seseorang yang belum pernah menderita cacar air atau belum pernah menerima vaksin cacar air.

Herpes zoster tidak menular menyebabkan penyakit herpes zoster di orang lain. Namun, virus VZV pada penderita herpes zoster aktif bisa menular menyebabkan penyakit cacar air di orang lain yang rentan. Virus menyebar melalui kontak cairan ruam kulit secara langsung atau melalui benda terkontaminasi virus (perban, baju, sprei, handuk, dll). Penularan terjadi ketika fase muncul lepuhan kulit hingga kering. Ruam yang sudah menjadi kerak tidak lagi menular. Risiko penularan herpes zoster kecil dan risiko penularan akan makin kecil jika ruam ditutup.

Tanda dan Gejala Herpes Zoster

Tanda gejala sakit herpes zoster muncul ruam disertai lepuhan yang sangat menyakitkan berkembang di kulit pada salah satu sisi wajah atau tubuh. Terdapat lepuhan di ruam. Lepuhan kemudian berkeropeng dalam 7 hingga 10 hari. Ruam biasanya hilang dalam 2 hingga 4 minggu. Sebelum ruam berkembang, biasanya sering terasa sakit, gatal, atau kesemutan di daerah di mana ruam akan muncul berkembang. Penderita juga mengeluh tubuh terasa lemah, sakit kepala dan silau fotofobia. Keluhan ini dapat terjadi sekitar 1 – 5 hari sebelum ruam muncul.

Ruam herpes zoster seringkali membentuk satu garis di satu sisi kiri tubuh saja atau di satu sisi kanan tubuh saja. Ruam klasik khas herpes zoster biasanya membentuk sabuk di separuh bagian tubuh. Paling sering berada di daerah dada dan lumbar. Pada kondisi lain, ruam terjadi di satu sisi wajah. Pola ruam menyesuaikan daerah cabang persarafan dari saraf tulang belakang. Pada kasus dengan sistem kelemahan imunitas tubuh, ruam bisa lebih luas dengan tanda gejala terlihat mirip dengan ruam cacar air. Herpes zoster juga dapat mempengaruhi mata dan menyebabkan hilangnya penglihatan.

Gejala herpes zoster lainnya dapat termasuk

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Panas dingin
  • Sakit perut
  • Infeksi bakteri sekunder

Komplikasi herpes zoster paling sering timbul post herpetic neuralgia (PHN). PHN merupakan rasa nyeri luar biasa menyakitkan pada area dimana muncul ruam herpes zoster setelah ruam sembuh bersih. Nyeri PHN sangat berat dan bahkan bisa mengganggu aktivitas, namun akan semakin membaik dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan. Tapi PHN juga bisa dirasakan hingga bertahun-tahun. PHN bisa mengganggu aktivitas harian.

Komplikasi herpes zoster lainnya bisa terjadi kebutaan jika infeksi herpes zoster mengenai bagian mata. Herpes zoster juga bisa menyebabkan pneumonia, gangguan pendengaran, radang otak hingga kematian. Herpes zoster harus diobati secepatnya sehingga sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami gejala sakit herpes zoster.

Pemeriksaan dan Diagnosis Herpes Zoster 

Dokter akan melakukan diagnosis dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Jika dicurigai kondisi penyakit lain atau komplikasi maka bisa dilakukan pemeriksaan penunjang atau di rujuk untuk penanganan khusus.

Terapi dan Tata Laksana Herpes Zoster

Beberapa obat antivirus seperti asiklovir, valasiklovir, dan famciclovir diresepkan untuk mengobati herpes zoster dengan tujuan mempersingkat panjangnya durasi dan beratnya keluhan gejala penyakit. Penderita herpes zoster harus mulai minum obat sesegera mungkin setelah ruam muncul. Obat antivirus bekerja dengan baik jika diminum dalam 3 hari pertama, paling ideal dalam 24 jam saat ruam pertama muncul. 

Analgesik diresepkan dokter untuk meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh herpes zoster. Pastikan konsultasi ke dokter untuk pemilihan obat analgesik dan obat lainnya. Obat antigatal untuk mengatasi keluhan gejala gatal yang mengganggu. Kompres dan lotion calamine dapat membantu meringankan rasa gatal. Pakai kompres yang bersih. Pada kasus yang berat bisa terjadi infeksi bakteri sekunder. Pengobatan antibiotik diberikan pada kasus terjadi infeksi bakteri sekunder, gunakan obat sesuai petunjuk dokter hingga pengobatan tuntas.

Lakukan saran berikut ini:

  • Jaga kebersihan kulit.
  • Gunakan baju yang berbahan lembut dan longgar.
  • Tutupi ruam. 
  • Hindari menyentuh atau menggaruk ruam.
  • Cuci tangan pakai sabun dan bilas dengan air mengalir supaya bersih serta tidak menularkan virus
  • Hindari kontak dengan sampai ruam kering menjadi kerak, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil yang belum pernah sakit/belum divaksin cacar air, bayi prematur, BBLR, penyandang kelemahan sistem kekebalan tubuh

Ingat untuk jangan digaruk sebab menggaruk lesi ruam hanya akan membuat risiko penyakit semakin parah, menular juga risiko infeksi bakteri sekunder. Jangan oleskan ramuan, herbal, jamu, minyak, atau lainnya yang bisa berpotensi kontaminasi. Tanyakan kepada dokter cara perawatan kulit saat sakit herpes yang benar

Tips Kiat Pencegahan Herpes Zoster

Satu-satunya cara untuk mengurangi risiko mengembangkan herpes zoster dan rasa sakit jangka panjang dari postherpetic neuralgia (PHN) adalah dengan pemberian vaksinasi. Vaksin herpes zoster diberikan untuk melindungi dari herpes zoster dan komplikasi yang disebabkan oleh penyakit. Konsultasikan lebih lanjut bersama dokter terkait pertanyaan tentang pemberian vaksinasi herpes zoster.

Contoh gambar herpes zoster di wajah:

herpes zoster Herpes Zoster (sumber gambar CDC)

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.