Kesehatan Kulit

Permasalahan Kerontokan Rambut

PERMASALAHAN KERONTOKAN RAMBUT

Rambut Rontok Normal

Rambut tersusun dari protein keratin. Satu-satunya bagian rambut yang hidup ada di akar yang melekat pada pangkal folikel rambut. Folikel memasok oksigen dan nutrisi ke akar serta melumasi helaian batang rambut dengan zat berminyak yang disebut sebum. Sebagian besar kulit tubuh manusia terdapat folikel rambut kecuali pada telapak tangan, telapak kaki dan bibir. Sebagian besar folikel berukuran kecil sehingga banyak rambut yang dihasilkan tidak tumbuh cukup panjang saat keluar dari pori-pori.

Rambut berada dalam siklus pertumbuhan, istirahat, dan pembaruan secara kontinyu. Total jumlah rambut di tubuh manusia ada sekitar 5 juta helai. Rambut di kulit kepala ada sekitar 100.000 folikel rambut. Selama tiga tahun, setiap folikel ini akan menghasilkan rambut baru tumbuh, mengalami fase beristirahat, lalu mati sehingga rontok dan kemudian kembali tumbuh rambut baru. Itu berarti bahwa setiap 1.000 hari 100.000 rambut rontok secara bergantian. Jumlah ini setara dengan 100 rambut rontok setiap hari. Selama rambut baru ada yang tumbuh dari folikel maka kepadatan rambut di kepala akan tetap konstan.

Pengertian Permasalahan Kerontokan Rambut 

Setiap hari bisa ada sekitar 50 – 100 helai rambut rontok tetapi kepala tidak botak sebab rambut mati ini digantikan oleh rambut baru. Jika kepala belum pitak atau botak, maka cara mengetahui jumlah rambut rontok tentu saja dengan mengumpulkan dan menghitung seluruh rambutnya yang telah terlepas rontok dalam 24 jam. Jika rambut rontok sangat banyak sekali terlebih ada bagian kepala pitak atau kepala botak maka kondisi kerontokan rambut tersebut tidak normal. 

Semua pria dan wanita akan mengalami kerontokan rambut pada beberapa tahapan dalam kehidupan. Sebagian besar pria mengalami kerontokan rambut sementara pada usia 20-an dan terlihat botak pada usia 50-an. Pada sebagian besar wanita biasanya hanya terjadi kerontokan rambut ringan di usia tua. Namun, ketika rambut rontok terlalu dini dengan kerontokan parah biasanya akan menyebabkan kesusahan. Saat ini berbagai perawatan tersedia untuk memperlambat atau mengurangi kerontokan rambut serta bisa merangsang pertumbuhan kembali sebagian rambut.

Penyebab dan Faktor Risiko Permasalahan Kerontokan Rambut 

Penyebab permasalahan kerontokan rambut ada berbagai macam. Jika rambut rontok mendadak maka bisa karena pengaruh penyakit, pola makan, obat atau kehamilan. Jika rambut rontok secara bertahap hingga makin terlihat jelas kebotakan di kepala maka kemungkinan akibat permasalahan kerontokan rambut herediter. Praktek perawatan rambut tertentu juga bisa menyebabkan kerontokan rambut.

Berikut ini penyebab permasalahan kerontokan rambut:

1. Gangguan Kesehatan Rambut

  • Kebotakan atau penipisan rambut herediter (alopecia androgenetik): Pada kerontokan rambut alopecia androgenetik terjadi kerontokan rambut akibat pengaruh hormon androgen. Kemungkinan hormon androgen mempengaruhi folikel rambut pada orang yang memiliki gen tertentu. Ukuran folikelnya menjadi lebih kecil dan rambut baru tumbuh lebih pendek serta lebih halus daripada rambut lama. Semakin lama, rambut-rambut baru pengganti akan begitu pendek dan halus sehingga menjadi tidak terlihat. Hingga akhirnya kulit kepala menjadi botak.
  • Alopecia areata: kebotakan kemungkinan disebabkan oleh penyakit autoimun. Perawatan dilakukan untuk menumbuhkan rambut kembali.
  • Alopecia cicatrical: penyakit langka dimana terjadi kerusakan folikel rambut akibat proses peradangan sehingga terbentuk jaringan parut menyebabkan rambut baru tidak bisa tumbuh akibatnya terjadi kebotakan. Perawatan dilakukan untuk menghentikan peradangan.
  • Alopecia central centrifugal cicatrical: Jenis kerontokan rambut ini paling sering terjadi pada wanita keturunan Afrika. Kerontokan dimulai di tengah kepala kemudian berpola keluar dari pusat kulit kepala. Rambut rontok bisa sangat lambat atau cepat. Ketika rambut rontok terjadi dengan cepat terjadi gejala kesemutan, panas seperti terbakar, sakit, atau gatal di kulit kepala. Perawatan dapat membantu rambut kembali tumbuh jika jaringan parut belum terjadi.

2. Gangguan Kesehatan Tubuh

  • Terdapat sekitar 30 jenis gangguan kesehatan tubuh yang bisa menyebabkan kerontokan rambut
  • Telogen effluvium: rambut rontok setelah mengalami sakit
  • Rambut rontok akibat efek pengobatan contohnya terapi kanker, pengobatan penyakit tertentu, dll sehingga konsultasikan lebih lanjut kepada tim dokter yang merawat
  • Infeksi cacing di kulit kepala 
  • Trichotillomania: kondisi gangguan dimana seseorang memiliki kebiasaan menarik rambut

3. Pengaruh Hormon dan Stres

  • Pasca kehamilan: hormon kehamilan menyebabkan rambut tumbuh subur sehingga setelah melahirkan akan terjadi lebih banyak kerontokan rambut akibat penurunan hormon estrogen kembali seperti semula sebelum hamil. Rambut rontok terjadi akibat perubahan hormon pasca kehamilan, bukan karena menyusui. Pada kondisi normal tidak akan sampai menyebabkan pitak atau botak. Kondisi ini hanya sementara serta akan membaik dalam waktu beberapa bulan. Jika rambut rontok parah atau terjadi pitak sebaiknya segera periksa ke dokter.
  • Menopause: rambut bisa rontok lebih banyak selama menopause. Rambut bisa tumbuh kembali namun tidak selebat seperti saat muda.
  • Stres: kondisi tekanan psikologis ketika sedang mengalami permasalahan atau trauma berat dalam hidup juga bisa menyebabkan kerontokan lebih banyak rambut.

4. Pola makan tidak baik sehingga terjadi gangguan nutrisi

Hati-hati jika melakukan diet restriksi asupan makanan. Berdiet hingga terjadi penurunan berat badan lebih dari 7 kilogram bisa menyebabkan rambut rontok. Jika pola makan sehat maka rambut akan tumbuh lebat kembali. Overdosis vitamin A akibat pengobatan atau terlalu berlebihan minum suplemen tanpa indikasi medis juga bisa menyebabkan rambut rontok. Kekurangan zat besi dan protein bisa menyebabkan rambut rontok. Permasalahan pola makan pada bulimia dan anoreksia juga bisa menyebabkan kerontokan rambut. 

5. Perawatan Rambut Kurang Tepat

Kebiasaan memakai produk perawatan, alat, teknik menata rambut serta kesalahan dalam perawatan rambut bisa juga menyebabkan rambut kering, rapuh, mudah patah dan banyak rontok.

Baca juga pembahasan tentang Merawat Rambut Rusak dan Rambut Sehat disini

Tanda dan Gejala Permasalahan Kerontokan Rambut 

Permasalahan kebotakan berpola merupakan kondisi gangguan kesehatan dimana terjadi kerontokan rambut progresif pada pola tertentu. Pola kebotakan pada pria berbeda dengan pola pada wanita. Pria mengalami penipisan rambut di pelipis, penipisan hingga bercak botak di bagian atas kepala (vertex scalp) dan akhirnya mengalami kebotakan total di seluruh mahkota. Rambut di atas telinga dan di belakang kepala relatif terjaga. Pada wanita mengalami penipisan menyeluruh di seluruh kulit kepala yang paling menonjol di atas mahkota. Kebotakan hanya terlihat pada sebagian kecil wanita (kurang dari 5%). Pada kondisi lain bisa terjadi kerontokan tidak berpola hingga timbul bagian kulit kepala tanpa rambut (pitak).

Penyebab kerontokan rambut sangat banyak sekali. Segera periksa ke dokter spesialis kulit jika bermasalah dengan kerontokan rambut. Semakin dini dan semakin cepat diatasi harapannya hasil terapi akan lebih baik.

Pemeriksaan dan Diagnosis Permasalahan Kerontokan Rambut

Penyebab kerontokan rambut ada sangat banyak. Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan jika diperlukan juga akan dilakukan pemeriksaan penunjang. Dilakukan pemeriksaan kulit kepala dan rambut, termasuk mengetes kekuatan rambut dan memeriksa kondisi rambut di bagian tubuh lainnya. Jika diperlukan akan dilakukan biopsi mengambil contoh jaringan kulit kepala untuk pemeriksaan sel-sel di kulit kepala. Pemeriksaan darah juga terkadang diperlukan.

Terapi dan Tata Laksana Permasalahan Kerontokan Rambut

Ada banyak pilihan perawatan terapi untuk mengatasi kerontokan rambut. Para ahli kesehatan kulit merekomendasikan untuk secepatnya merawat rambut rontok. Perawatan dini dilakukan sebelum terjadi kebotakan atau kehilangan rambut dari kulit kepala. Perawatan saat sudah terlanjut botak memang bisa diupayakan, namun prosesnya jauh lebih sulit. Oleh sebab itu responsif melihat kondisi tubuh dan segera periksa ke dokter ahli saat terjadi masalah kesehatan.

Pengobatan memakai minoxidil yang diberikan ke kulit kepala bertujuan untuk mencegah rambut menipis serta menstimulasi pertumbuhan rambut. Dokter juga akan mengkombinasikan pemberian minoxidil dengan terapi lain. Pemakaian laser dilakukan untuk menstimulasi pertumbuhan rambut, namun keamanan serta efektivitas pemakaian laser jangka panjang belum diketahui. Finasteride bekerja mencegah produksi hormon dihydrotestosterone (DHT)diberikan kepada pria yang mengalami kebotakan, dimana sekitar 88% bisa memperlambat perkembangan kondisi dan pada 68% menstimulasi pertumbuhan rambut. Spironolactone dan Cyproterone acetate juga berfungsi memblok hormon androgen. Dokter akan memilihkan jenis terapi sesuai kondisi.

Beberapa kerontokan rambut terjadi akibat proses mekanisme peradangan di kulit kepala. Dokter kulit akan menyuntikkan kortikosteroid untuk menghentikan peradangan di kulit kepala, contohnya pada kondisi alopecia areata. Terapi lain untuk mengatasi kebotakan dengan transplantasi rambut, reduksi kulit kepala, ekspansi kulit kepala dan scalp flap. Transplantasi rambut dilakukan dengan memindahkan kulit kepala yang rambutnya subur ke area dimana butuh rambut. Operasi reduksi kulit kepala dilakukan dengan menghilangkan kulit kepala yang mengalami kebotakan, kemudian mendekatkan kulit kepala sehat sehingga kebotakan teratasi. Ekspansi kulit kepala dilakukan dengan alat khusus untuk meregangkan kulit, biasanya dilakukan bersama tindakan reduksi kulit kepala. Scalp flap dilakukan dengan menempatkan segmen kulit kepala sehat di tempat yang butuh rambut.

Dokter kulit akan mendiagnosis penyebab rambut rontok. Jika penyebab rambut rontok diketahui maka rencana terapi bisa disusun untuk mengatasi penyebab. Ada kondisi dimana perawatan masih terbatas sehingga tidak bisa dilakukan banyak hal untuk mencegah kerontokan rambut. Ada kondisi dimana hanya observasi karena rambut bisa tumbuh lagi secara alami. Pada beberapa kondisi tidak perlu pengobatan khusus, hanya ganti gaya hidup serta kebiasaan juga melakukan perawatan rambut dengan benar.  Rambut palsu bisa membantu mengatasi untuk sementara. Pada kondisi lain akan dilakukan beberapa pilihan terapi. Diskusikan tentang prosedur terapi, efektivitas, risiko efek samping dan pemilihan terapi lebih lanjut bersama dokter Anda.

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.