Kesehatan Kulit

Eksim Dermatitis Atopik

DERMATITIS ATOPIK

Pengertian Eksim Dermatitis Atopik

Eksim ini merupakan kondisi gangguan kulit kronis. Keluhan utama kulit terasa sangat gatal sehingga sering digaruk. Menggaruk menyebabkan kemerahan, muncul bentol kulit membengkak, lecet, keluar cairan bening, kemudian krusta dan kulit berkerak. Dermatitis atopik adalah jenis eksim yang paling sering ditemukan sehingga artikel berikut ini akan membahas khusus tentang dermatitis atopik.

Penyebab dan Faktor Risiko Eksim Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik bisa terjadi pada semua orang namun memang lebih sering ditemukan pada bayi dan anak-anak. Penyebab pasti dermatitis atopik tidak diketahui. Peran genetik keturunan kemungkinan kuat terlibat menyebabkan timbulnya penyakit dermatitis atopik ini. Lingkungan juga terlibat mencetuskan kemunculan gejala. Tinggal di kota dan beriklim kering bisa meningkatkan risiko dermatitis atopik. Stres akan membuat gejala muncul makin parah. Dermatitis atopik bukan penyakit infeksi sehingga tidak menular kepada orang lain melalui mekanisme biasa.

Tanda dan Gejala Eksim Dermatitis Atopik

Kulit kering dan gatal. Muncul ruam gatal kemerahan di kulit, bisa pada kulit wajah, di lipatan siku, tangan, di balik lutut dan juga kaki. Jika kambuh akan terjadi bentol yang semakin gatal, kulit menebal, kulit lecet, ada lepuhan yang keluar cairan bening kemudian terbentuk krusta bersisik. 

PhotoGrid_1533260301458

Pemeriksaan dan Diagnosis Eksim Dermatitis Atopik

Dokter akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang dilakukan tes alergi jika diperlukan. Belum ada tes tunggal yang langsung bisa mendiagnosis dermatitis atopik.

Terapi dan Tata Laksana Eksim Dermatitis Atopik

Terapi dermatitis atopik meliputi:

  1. Pengobatan mengatasi gejala saat dermatitis kambuh
  2. Merawat kulit tetap bersih
  3. Menghindari alergen pencetus

Tujuan pengobatan untuk mengobati keluhan gejala dermatitis dan mencegah kekambuhan. Pemberian obat meliputi krim atau salep kulit jika terjadi bentol kulit ringan. Kortikosteroid diberikan jika gejala berat dan sangat luas. Obat antihistamin diberikan supaya tidak gatal sehingga tidak digaruk. Menggaruk hanya akan menyebabkan semakin gatal, juga risiko kulit lecet dan terjadi infeksi bakteri sekunder. Jika terjadi infeksi bakteri maka dokter akan memberikan antibiotik, lakukan pengobatan dengan tuntas sesuai anjuran dokter. 

Pada kondisi sangat berat akan diberikan pengobatan untuk menekan sistem imun sehingga reaksi alergi berkurang. Terapi fototerapi dilakukan pada kondisi dermatitis tertentu. Jaga kulit tetap bersih dan lembab. Pilih produk perawatan kulit yang berformula lembut khusus untuk kulit sensitif. Lakukan perawatan khusus kulit sensitif untuk mencegah kekambuhan gejala. Hindari pencetus seperti alergen makanan, parfum, asap dan stress. Jika gejala tidak membaik segera periksa konsultasi ke dokter. 

Jika dermatitis sudah sembuh pastikan tetap menghindari pencetus peradangan kulit. Lakukan pengobatan sesuai petunjuk dokter kulit. Tanyakan alternatif atau tata cara untuk menghindari pencetus serta memberikan pengobatan pertama jika kambuh, juga tanda yang harus diperhatikan.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.