Kesehatan Umum

Dermatitis Kontak

DERMATITIS KONTAK

Semua orang akan pernah mengalami kulit gatal pada suatu waktu. Penyebab kulit gatal ada banyak. Gatal-gatal bisa disebabkan oleh benda atau zat tertentu yang menyentuh kulit. Beberapa ruam gatal di kulit akan muncul cepat, lainnya bisa muncul lebih lambat. Dermatitis kontak adalah suatu kondisi di mana kulit menjadi merah, sakit, atau bentol meradang setelah kontak langsung dengan suatu zat. 

PhotoGrid_1533260301458

Penyebab dan Faktor Risiko Dermatitis 

Ada 2 jenis dermatitis kontak yaitu dermatitis kontak iritan (DKI) dan dermatitis kontak alergi (DKA)

Dermatitis Kontak Iritan (DKI)

Dermatitis kontak iritan (DKI) merupakan bentuk dermatitis paling sering ditemukan. DKI merupakan peradangan pada kulit akibat bersentuhan dengan zat tertentu yang mengiritasi kulit. Bahan kimia bersifat iritan kuat bahkan dapat mengakibatkan peradangan meski hanya bersentuhan dalam waktu singkat. Bahan kimia bersifat iritan ringan akan menimbulkan peradangan setelah kontak berulang kali. Orang yang menderita dermatitis atopik berisiko lebih tinggi terkena dermatitis kontak iritan. 

Bahan yang sering mengiritasi kulit contohnya: 

  • Semen
  • Pewarna rambut
  • Popok basah yang tidak segera diganti
  • Pestisida atau pembunuh gulma
  • Sarung tangan karet
  • Sampo
  • Bahan bersifat asam

Kondisi dimana terjadi kontak lama dengan air, sabun, sampo atau ada gesekan berulang akan meningkatkan risiko iritasi kulit. Zat kimiawi kuat seperti larutan pemutih, asam batre, semprotan merica akan menimbulkan iritasi dalam waktu singkat. Profesi tertentu seperti dokter, perawat, perias, penata rambut, pekerja di laboratorium, bartender, atau profesi lainnya berisiko lebih tinggi mengalami DKI. 

Proses iritasi biasanya dimulai dengan kulit kering dan pecah-pecah. Ada juga yang langsung bereaksi merasakan sensasi nyeri tersengat panas seperti terbakar. Kulit kemudian melunak, gatal, lecet hingga berdarah. 

Dermatitis Kontak Alergi (DKA)

Dermatitis kontak alergi (DKA) merupakan suatu bentuk peradangan pada kulit ketika bersentuhan dengan zat yang mencetuskan reaksi alergi. 

Alergen yang sering menyebabkan alergi, meliputi: 

  • Perekat, termasuk yang digunakan untuk bulu mata palsu atau rambut palsu.
  • Antibiotik, seperti salep antibiotik.
  • Balsam.
  • Kain dan pakaian, termasuk bahan dan pewarna kain.
  • Wewangian dalam parfum, kosmetik, sabun, dan pelembab.
  • Cat kuku, pewarna rambut, dan solusi gelombang permanen.
  • Nikel atau logam lain (ditemukan dalam perhiasan, tali arloji, ritsleting logam, kait bra, kancing, pisau lipat, tempat lipstik, dan bedak padat).
  • Getah tanaman seperti poison ivy, poison oak, poison sumac, dan tanaman lainnya.
  • Sarung tangan atau sepatu dari karet atau lateks.
  • Pengawet biasanya digunakan dalam resep dan obat-obatan topikal yang dijual bebas.
  • Formaldehyde.

Reaksi paling sering terjadi 24 hingga 48 jam setelah paparan. Reaksi bisa muncul setelah paparan berulang. Kulit mungkin menjadi lebih sensitif dan mengembangkan reaksi alergi setelah pemakaian secara teratur. Terkadang alergi muncul setelah bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun memakai produk, contohnya alergi terhadap cincin pernikahan. Namun, sekalinya terjadi reaksi alergi maka akan alergi seumur hidup. Ruam bentol dapat bertahan selama berminggu-minggu meski setelah berhenti terpapar produk. 

Beberapa produk hanya menimbulkan reaksi ketika kulit juga terkena sinar matahari (fotosensitifitas). Contohnya pada produk: 

  • Lotion untuk cukur
  • Tabir surya
  • Salep atau produk mengandung belerang
  • Beberapa parfum
  • Produk mengandung tar batubara
  • Minyak dari kulit jeruk nipis

Beberapa alergen di udara, seperti ragweed, parfum, uap dari pernis kuku, atau semprotan insektisida, juga dapat menyebabkan dermatitis kontak. Ruam peradangan pada kulit juga bisa muncul ketika alergen memasuki tubuh seperti melalui alergen makanan, minum obat, pakai kondom, tambalan gigi, dll. Kondisi ini disebut dermatitis kontak sistemik.

Tanda dan Gejala Dermatitis

Dermatitis Kontak Alergi

Gangguan kulit muncul saat terjadi reaksi alergi terhadap sesuatu yang bersentuhan dengan kulit. Mungkin diperlukan beberapa jam bagi kulit untuk bereaksi. Biasanya diperlukan paparan sebelumnya untuk muncul reaksi alergi terhadap zat tersebut. Ketika tanda dan gejala munculbisa terjadi: 

  • Kulit terasa gatal 
  • Muncul ruam merah, bengkak, dan kulit terasa panas
  • Kulit terasa sangat kering
  • Kulit terasa panas seperti terbakar
  • Terasa pedih, sakit
  • Hives (bulatan bentol-bentol pada kulit yang sangat gatal)
  • Lepuh berisi cairan
  • Lepuh keluar cairan mengalir yang meninggalkan kerak dan sisik 

Jika paparan alergen berlanjut maka kulit akan bersisik, retak atau mengelupas. Kulit lama-kelamaan menjadi menebal, berwarna lebih gelap dan keras kasar. 

Dermatitis Kontak Iritan

Banyak zat yang bisa mengiritasi kulit. Sabun, sampo, makanan, dan air bahkan bisa bersifat iritasi ringan. Jika kulit sering basah terkena iritan ringan tetap dapat menyebabkan dermatitis kontak iritan. Iritan ringan butuh waktu paparan berkali-kali hingga terjadi keluhan dermatitis. Iritan kuat bisa langsung menimbulkan gejala dermatitis.

Perkembangan tanda gejala dermatitis kontak akibat iritan ringan antara lain:

  • kulit kering
  • kulit pecah-pecah
  • ruam kulit gatal, merah, bengkak, dan bersisik
  • kulit dapat retak, bersisik, dan menjadi sangat kering
  • muncul luka lepuhan yang bisa pecah keluar cairan kemudian menyebabkan bersisik serta muncul kerak
  • tanda gejala muncul perlahan dalam waktu sangat lama

Pada iritan kuat akan muncul tanda gejala dermatitis setelah kontak singkat. Gejala berkembang cepat dalam waktu beberapa jam. Kulit terasa panas seperti terbakar, sensasi tersengat nyeri tajam dan bisa gatal. Kulit tampak merah meradang disertai pembengkakan. Bisa muncul lepuh berisi cairan.

Dermatitis kontak iritan sangat mengganggu, terutama jika terkait dengan pekerjaan atau aktivitas hidup harian. Beberapa ibu mengalami dermatitis kontak iritan terhadap sabun cuci baju atau sabun cuci piring. Dermatitis di tangan akan terasa perih dan sakit jika digunakan untuk bekerja atau tersentuh sesuatu. Dermatitis bahkan bisa menyebabkan kehilangan hari kerja, sulit menikmati kegiatan juga mengganggu jam tidur.

Sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami salah satu gejala penyakit untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Jika muncul tanda kegawatan segera periksa ke UGD rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya.

Syok Anafilaksis

Gejala alergi bisa muncul berat seperti syok anafilaksis. Reaksi anafilaksis bisa muncul mendadak pada orang dengan alergi.

Gejala anafilaksis meliputi:

  • gatal-gatal biduran pada beberapa bagian tubuh
  • pembengkakan pada bibir, lidah, tenggorokan
  • keringat berlebihan, kulit dingin, pucat
  • sulit menelan
  • sulit bernafas, sesak nafas
  • bibir atau kulit kebiruan
  • sulit berbicara
  • muntah
  • gangguan kesadaran mulai dari kebingungan, pusing, rasa tubuh melayang atau bahkan pingsan.

Gejala awal anafilaksis bisa ringan seperti sensasi gatal di mulut dan tenggorokan kemudian semakin memberat. Segera bawa penderita ke UGD rumah sakit untuk dapat pertolongan medis secepatnya sebelum mengalami reaksi anafilaksis. Cegah anafilaksis dengan menghindari alergen pencetus. Seseorang dengan riwayat alergi berat sebaiknya menggunakan penanda medical-alert dan membawa alat suntik berisi epinefrin (epi-pen). Minta dokter menjelaskan tata cara mengatasi serangan alergi berat.

Pemeriksaan dan Diagnosis Dermatitis

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis. Menegakkan diagnosis pencetus dermatitis agak sulit, terutama jika pencetus tidak jelas. Riwayat gejala, riwayat sakit, kosmetik, produk perawatan hingga riwayat aktivitas keseharian bisa menjadi informasi penting. Pemeriksaan kulit untuk melihat tanda penyakit yang timbul. Jika ada kecurigaan alergi namun alergen pencetus tidak jelas, maka bisa dilakukan tes alergi dan tes eliminasi.

Terapi dan Tata Laksana Dermatitis

Terapi dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi bisa sama. Terapi tata laksana perawatan dermatitis antara lain:

  • Menghindari pencetus dermatitis
  • Mengobati keluhan kulit

Dermatitis dengan gejala ringan bisa diberikan obat antihistamin, salep kortikosteroid dan pelembab. Pengobatan bisa memakan waktu 1-2 minggu. Dermatitis dengan gejala berat akan diberikan obat lebih kuat. Pemberian prednisone terkadang dilakukan untuk mengatasi pembengkakan, bentol atau ruam di sekujur badan. Pastikan melakukan pengobatan sesuai petunjuk dokter. Mandi oatmeal bisa bantu mengatasi ketidaknyamanan akibat peradangan kulit.

Pemakaian perban lembab bisa membantu untuk meredakan peradangan kulit yang banyak keluar cairan serta krusta berkerak. Dokter akan memberikan petunjuk cara membuatnya di rumah. Dermatitis bisa sangat gatal sehingga membuat sering digaruk. Luka garukan tangan bisa mengalami infeksi bakteri sekunder. Dokter akan meresepkan antibiotik jika terjadi infeksi bakteri, pastikan gunakan obat sesuai petunjuk dokter hingga tuntas.

Jika penyebab peradangan dihindari serta pengobatan dilakukan sesuai petunjuk dokter, biasanya ruam peradangan kulit akan bersih dalam waktu 1 – 3 minggu. Peradangan akibat iritan getah seperti poison ivy, poison oak, poison sumac atau lainnya bisa baru menghilang hingga 6 minggu. Jika dermatitis sudah sembuh pastikan tetap menghindari pencetus peradangan kulit. Lakukan pengobatan sesuai petunjuk dokter kulit. Tanyakan alternatif atau tata cara untuk menghindari pencetus serta memberikan pengobatan pertama jika kambuh, juga tanda yang harus diperhatikan.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.