Kesehatan Umum

Sindrom Sjogren

SJOGREN’S SYNDROME

Pengertian Sindrom Sjögren

Sindrom Sjögren merupakan penyakit autoimun dimana sistem imunitas tubuh menyerang kelenjar yang berfungsi melembabkan seperti kelenjar air mata dan kelenjar ludah. Akibatnya mata, mulut dan bagian tubuh lainnya menjadi kering. Kondisi ini juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya seperti ginjal dan paru-paru.

Penyebab Sindrom Sjögren

Penyebab Sindrom Sjögren tidak diketahui. Pada Sindrom Sjogren muncul gangguan autoimun dimana tubuh tanpa sengaja menyerang jaringan sehat miliknya sendiri.

Terdapat 2 tipe Sindrom Sjögren, yaitu:

  1. Sindrom Sjögren primer terjadi gangguan mata kering, mulut kering serta tanda gejala Sindrom Sjogren akibat proses autoimun menyerang kelenjar, namun tanpa ditemukan gangguan autoimun lainnya.
  2. Sindrom Sjögren sekunder terjadi bersamaan dengan kelainan autoimun lainnya, seperti:
  • Arthritis reumatoid (RA)
  • Systemic Lupus Erythematosus
  • Scleroderma
  • Polymyositis

Kemunculan Sindrom Sjögren dicurigai terlibat kombinasi antara genetik, faktor lingkungan serta bisa jadi juga efek akibat infeksi virus tertentu. Contohnya infeksi virus Hepatitis C juga dapat memengaruhi kelenjar ludah dan terlihat seperti sindrom Sjögren. Sindrom Sjögren paling sering terjadi pada wanita. Sering ditemukan pada kelompok usia 40 hingga 50 tahun. Relatif jarang ditemukan pada usia anak-anak.

Sistem imunitas yang penting bagi kekebalan tubuh dirancang untuk mengidentifikasi benda asing (seperti bakteri dan virus) berbahaya kemudian menyerangnya supaya hancur sehingga tubuh tetap sehat. Namun, dalam kasus Sindrom Sjögren, sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar yang membuat air mata dan air liur. Kelenjar mengalami kerusakan sehingga tidak bekerja dengan baik. Efeknya muncul keluhan tanda gejala kekeringan pada mulut, mata atau jaringan lainnya.

Tanda dan Gejala Sindrom Sjögren

Kondisi Sindrom Sjögren bisa berkembang perlahan sehingga gejala khas mata dan mulut kering akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk disadari. Namun, ada juga onset gejala yang cepat. Gejalanya bisa ringan, sedang atau berat, dan perkembangannya sering tidak terduga.

Tanda gejala Sindrom Sjögren bisa timbul salah satu atau lebih keluhan antara lain:

  • mata kering (bisa iritasi, perasaan berpasir atau terasa sakit seperti panas terbakar)
  • mulut kering (atau kesulitan saat makan makanan kering)
  • kulit kering
  • vagina kering
  • muncul ruam pada kulit (terutama setelah terkena sinar matahari)
  • kesulitan mengunyah
  • kesulitan menelan
  • kelenjar di sekitar wajah, leher, ketiak dan selangkangan mengalami pembengkakan dan nyeri tekan
  • kelelahan, tubuh rasanya mudah capek
  • nyeri otot
  • nyeri pada sendi
  • badan terasa sakit

Sindrom Sjogren merupakan suatu penyakit sistemik sehingga dapat mempengaruhi seluruh tubuh. Selaput lendir mukosa pada hidung dan vagina dapat menjadi kering dan organ dalam (termasuk ginjal, pembuluh darah, usus, paru-paru, jantung dan hati) dapat mengalami peradangan. Struktur sistem peredaran darah dan saraf juga dapat terpengaruh dengan peradangan. Anda harus menemui dokter Anda segera jika Anda melihat kemerahan dan rasa sakit yang berlebihan di mata karena ini bisa menjadi tanda infeksi.

Tanda gejala meliputi mata kering, mata gatal, mulut kering, gangguan menelan, kehilangan kemampuan indera pengecapan, gigi berlubang parah, suara serak, kelelahan, pembengkakan persendian, pembengkakan kelenjar serta pandangan mata kabur. Sindrom Sjögren juga dikaitkan dengan gangguan rematik seperti rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus atau penyakit autoimun lainnya.

Penanganan Sindrom Sjögren secara dini sangatlah penting untuk mencegah kemunculan komplikasi. Periksa konsultasikan ke dokter untuk diagnosis serta penanganan lebih lanjut.

Pemeriksaan dan Diagnosis Sindrom Sjögren

Diagnosis penyakit ini ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, biopsi kelenjar ludah, tes untuk deteksi produksi air mata dan tes pada mata. Diagnosis sering dilakukan oleh ahli rheumatologist. Tes Schirmer digunakan untuk menilai tingkat produksi air mata memakai kertas blotting khusus yang dipegang di mata. Dilakukan pemeriksaan mata termasuk penggunaan pewarna khusus. Biopsi dengan mengambil contoh jaringan kelenjar ludah untuk diperiksa di bawah mikroskop. Tes darah memeriksa darah rutin, jumlah sel darah termasuk sel darah putih, tes fungsi ginjal atau juga tes fungsi hati.

Komplikasi Sindrom Sjögren

Komplikasi umum sering terjadi kerusakan gigi, ruam kulit dan rentan mengalami infeksi jamur pada mulut. Organ lain seperti ginjal, pembuluh darah, paru-paru, hati, pankreas, dan otak juga bisa mengalami peradangan akibat serangan autoimun pada Sindrom Sjögren. Pada sejumlah kecil, Sindrom Sjögren dikaitkan dengan munculnya limfoma (kanker kelenjar getah bening).

Terapi dan Tata Laksana Sindrom Sjögren

Belum ada obat untuk menyembuhkan Sindrom Sjögren. Terapi Sindrom Sjögren dilakukan untuk mengontrol keparahan gejala, mencegah kekambuhan dan mencegah dari komplikasi berbahaya.

Perawatan termasuk menjaga kelembaban jaringan tubuh

  • Pemberian obat tetes mata berisi air mata buatan steril dan salep mata untuk menjaga kondisi mata
  • Pemberian air liur buatan, obat kumur dan tablet hisap untuk menjaga kelembaban mukosa mulut
  • Pemberian semprotan hidung untuk menjaga kelembaban mukosa rongga hidung 
  • Pemberian pelumas vagina untuk menjaga kelembaban mukosa vagina
  • Pemberian lotion pelembab untuk kulit
  • Bersihkan kelopak mata secara rutin

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) membantu mengendalikan peradangan dan memberikan pereda nyeri sementara. Obat kortikosteroid digunakan sebagai pengobatan sementara untuk nyeri sendi. Obat imunosupresif untuk membantu mengendalikan sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif. Pemberian pilocarpine untuk mendapatkan efek produksi air mata dan saliva lebih banyak.

Tips Kiat Mengatasi Sindrom Sjögren

Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengelola sindrom Sjogren, antara lain: 

  • Hindari lingkungan yang kering, berangin, berasap serta berdebu
  • Jaga kelembaban udara di lingkungan sekitar
  • Hindari aliran udara atau cuaca berangin
  • Kenakan kacamata pelindung saat berada di luar ketika cuaca banyak angin dan melindungi dari sinar matahari
  • Hindari menatap layar kaca elektronik seperti televisi, HP atau membaca buku terlalu lama supaya mencegah mata kering
  • Teratur olahraga secara aman sesuai kondisi
  • Atur pola makan bergizi seimbang dengan makanan yang sehat
  • Minum air putih secara teratur untuk mencukupi kebutuhan asupan cairan tubuh serta bantu melembabkan rongga mulut
  • Berhenti merokok
  • Mengurangi stres untuk membantu kesehatan dan kesejahteraan jiwa-raga
  • Periksa kesehatan dan kontrol berobat ke dokter secara rutin

Makanlah makanan yang lembut dan berkuah jika mengalami kesulitan menelan. Makan dengan porsi lebih kecil, frekuensi lebih sering serta dikunyah dengan seksama saat makan untuk merangsang aliran air liur. Hindari makanan berbumbu tajam, asin, asam atau pedas untuk mencegah iritasi rongga mulut. Hindari minuman berkarbonasi yang terasa tidak nyaman ketika mulut kering. Hindari kopi, teh, atau konsumsi bahan pangan yang semakin membuat mulut kering. Jaga kebersihan gigi dengan baik dan rutin periksa ke dokter gigi. Periksa mata secara rutin ke dokter mata.

Penyandang penyakit autoimun harus melakukan kontrol periksa kesehatan secara rutin. Responsif memantau kondisi tubuh. Lakukan gaya hidup sehat pencegahan penyakit serta jaga supaya berat badan terkontrol baik. Konsultasikan bersama dokter saat akan bergabung atau melakukan olahraga latihan fisik, seorang fisioterapist berkompeten bisa membantu. Segera periksa konsultasikan bersama tim dokter saat mengalami kekambuhan atau kemunculan tanda gejala keluhan baru. Diskusikan tentang efek pengobatan, keluhan pengobatan, dan jika ada keluhan lainnya. 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.