Kesehatan Umum

Penyakit Graves

GRAVES’ DISEASE

Kelenjar tiroid adalah bagian dari sistem endokrin yang mengeluarkan hormon tiroid ke dalam darah. Tiroid berada tepat di bawah jakun, memiliki dua lobus. Lobus tiroid terletak masing-masing satu di kedua sisi batang tenggorokan. Kelenjar ini mengendalikan banyak proses metabolisme vital, seperti pertumbuhan juga pengeluaran energi.

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin (tetra-iodotironin) dan tri-iodotironin yang mengatur tingkat metabolisme tubuh. Hormon tersebut masing-masing disebut sebagai T4 dan T3 yang mencerminkan jumlah atom yodium dalam setiap hormon. Tubuh membutuhkan sekitar 150 mcg yodium sehari untuk membuat hormon tiroid secara cukup. Kelenjar hipofisis di otak akan mengatur produksi hormon dengan melepaskan tiroid stimulating hormone (TSH). Semakin banyak hormon tiroid dalam darah maka semakin cepat laju metabolisme. 

Sekitar satu dari 20 orang akan mengalami beberapa bentuk disfungsi tiroid dalam hidup. Tiroid yang terlalu aktif dikenal sebagai hipertiroidisme. Sekitar dua dari 100 wanita akan mengalami beberapa tingkatan gejala hipertiroidisme. Penyebab paling umum hipertiroidisme adalah penyakit Graves. Jika tidak diobati, hipertiroidisme dapat menyebabkan permasalahan serius pada jantung, tulang, otot, siklus menstruasi, juga gangguan kesuburan. Hipertiroidisme yang tidak diobati pada kehamilan dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi ibu dan bayi. Penyakit Graves juga dapat memengaruhi mata dan kulit.

Pengertian Penyakit Graves

Penyakit Graves merupakan sebuah penyakit autoimun yang disebabkan karena kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid lebih banyak. Penyakit ini disebut juga diffuse thyroid goiter atau overaktif kelenjar tiroid. 

Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Graves 

Belum diketahui penyebab utama munculnya autoimunitas pada penyakit Graves. Pada penyandang penyakit Graves, sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi  thyroid-stimulating immunoglobulin (TSI) yang menyerupai seperti TSH sehingga akan merangsang tiroid memproduksi hormon tanpa terkendali. 

Penyakit Graves kemungkinan juga dipengaruhi oleh genetik sehingga risiko makin meningkat jika ada riwayat sakit dalam keluarga. Penyebab lain kemungkinan akibat asupan yodium berlebihan sehingga dapat memicu penyakit Graves pada orang yang rentan. Stres baik secara fisik dan emosional bisa mempengaruhi reaksi sistem kekebalan tubuh. 

Penyakit Graves paling banyak diderita oleh wanita yang umurnya di atas 20 tahun, meskipun juga bisa terjadi pada umur berapa pun serta pada pria. Penyakit Graves biasanya mempengaruhi orang-orang antara usia 30 dan 50 tahun. Penyakit ini tujuh sampai delapan kali lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Penyandang gangguan autoimun lain berisiko lebih tinggi mengalami penyakit Graves.

Kondisi penyakit autoimun yang bisa terkait dengan penyakit Graves contohnya:

  • rheumatoid arthritis: gangguan yang mempengaruhi sendi serta organ lainnya
  • anemia pernisiosa: kondisi yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12
  • penyakit lupus atau systemic lupus erythemathosus
  • Penyakit Addison: suatu kondisi akibat gangguan hormonal
  • penyakit celiac: gangguan pencernaan
  • vitiligo: gangguan di mana ada bagian kulit tidak berpigmen
  • diabetes tipe 1 

Tanda dan Gejala Penyakit Graves

Keluhan penyakit Graves disebabkan karena kondisi pembesaran kelenjar serta hipertiroidisme.

Tanda gejala hipertiroidisme meliputi:

  • Detak jantung atau jantung berdebar kencang
  • Mudah capek, otot mengalami kelemahan
  • Gemetar, tangan bergetar
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan
  • Pembesaran kelenjar tiroid (goiter)
  • Lebih sensitif terhadap panas
  • Diare 
  • Kesulitan tidur
  • Berkeringat
  • Mudah marah
  • Gugup, agitasi dan gangguan kecemasan
  • Perubahan dalam menstruasi, termasuk aliran darah haid dan peningkatan panjang siklus.

Penyandang penyakit Graves mengalami penebalan kulit berwarna kemerahan pada tulang kering yang disebut pretibial myxedema atau Graves ‘dermopathy. Kondisi kulit ini biasanya tidak terasa sakit, gejala ringan, tetapi bisa saja menyakitkan bagi sebagian orang. Graves Orbitopathy dapat menyebabkan kelopak mata tertarik dari mata, mata menonjol, penglihatan ganda, dan serta pembengkakan di sekitar mata.

Banyak kondisi penyakit bisa mengalami tanda gejala serupa sehingga sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami salah satu gejala penyakit untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Jika muncul tanda kegawatan segera periksa ke UGD rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya.

Pemeriksaan dan Diagnosis Penyakit Graves

Diagnosis penyakit graves disease ini ditegakkan pemeriksaan tes darah untuk melihat kadar hormon tiroid TSH (thyroid-stimulating hormone). Hipertiroidisme dapat didiagnosis dengan tes darah sederhana untuk mengukur kadar hormon tiroid. Seseorang dengan hipertiroidisme memiliki kadar tiroksin tinggi, tetapi kadar TSH rendah. Kehadiran antibodi juga dapat diperiksa. 

Terapi dan Tata Laksana Penyakit Graves 

Belum ada obat untuk menyembuhkan Penyakit Graves. Pengobatan dilakukan untuk mengatasi kondisi hipertiroidisme. Obat kelenjar tiroid bergantung pada yodium untuk membuat hormon tiroid. Obat anti-tiroid bekerja dengan mengganggu kemampuan kelenjar untuk menggunakan yodium. Sekitar satu dari empat orang akan mengalami masa remisi yang lama setelah satu tahun atau lebih dari pengobatan anti-tiroid.

Terapi radioiodine dengan pemakaian yodium radioaktif. Yodium diambil oleh sel-sel aktif di tiroid, yang kemudian sel tidak normal ini akan dihancurkan. Sel-sel sehat normal tidak menyerap yodium. Yodium radioaktif kemudian diekskresikan dalam urin. Pasien harus menghindari kontak beberapa kelompok orang dan pengobatan ini juga memiliki banyak keterbatasan. Obat beta blocker bisa membantu meredakan keluhan gejala. Obat antitiroid digunakan untuk mengatasi kondisi hipertiroidisme. Prosedur terapi pembedahan dengan mengangkat beberapa atau semua kelenjar tiroid. 

Tiroid menggunakan yodium dalam beberapa makanan untuk membuat hormon tiroid. Namun, penyandang gangguan tiroid autoimun lainnya mungkin lebih sensitif terhadap efek samping berbahaya dari yodium. Mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung yodium dalam jumlah besar dapat menyebabkan hipotiroidisme atau memperburuk gejala penyakit pada penyandang hipertiroidisme. Bicarakan dengan dokter tentang makanan apa yang harus dibatasi atau dihindari.

Seseorang yang menderita hipertiroidisme harus memeriksakan kadar hormon tiroidnya (TSH, T4 dan T3) secara teratur. Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah hipertiroidisme menjadi hipotiroidisme. Jika terjadi hipotiroidisme akan dilakukan pengobatan lebih lanjut. Diskusikan pemilihan terapi secara menyeluruh bersama tim dokter yang berkompeten.

Komplikasi Penyakit Graves

Penyakit Graves yang tidak diobati dapat menyebabkan beberapa komplikasi gangguan kesehatan fatal, contohnya seperti:

  • Gangguan jantung dimana detak jantung tidak teratur yang dapat menyebabkan pembekuan darah, stroke, gagal jantung, dan masalah terkait jantung lainnya
  • Opthalmopathy Graves ‘atau Orbitopathy Graves’ (GO) merupakan penyakit mata yang dapat menyebabkan penglihatan ganda, sensitivitas cahaya, dan nyeri mata serta bahkan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan
  • Penipisan tulang dan osteoporosis

Kondisi hipertiroidisme yang parah jika tidak diobati dapat memengaruhi ibu dan janin di masa kehamilan. Jika memiliki penyakit Graves, pastikan hipertiroidisme terkendali sebelum kehamilan.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.