Kesehatan Mata

Lensa Kontak

LENSA KONTAK

Pengertian Lensa Kontak

Lensa kontak merupakan sebuah lensa kecil, tipis dan lentur yang dipasang di permukaan mata. Lensa akan diatur kecembungannya sesuai dengan bentuk kornea sehingga membantu pembiasan cahaya mencapai retina dengan lebih baik. Lensa kontak berfungsi seperti lensa kacamata untuk bantu memperbaiki permasalahan refraksi mata. Lensa kontak mengoreksi gangguan refraksi dengan menambahkan atau mengurangi daya fokus lensa ke kornea mata.

contact_Lens2.jpg (sumber gambar AOA)

Fungsi Lensa Kontak

Kontak mengapung pada lapisan film air mata yang menutupi kornea. Seperti kacamata, lensa kontak memperbaiki masalah penglihatan yang disebabkan oleh gangguan refraksi atau pembiasan cahaya pada mata. Gangguan atau kelainan refraktif adalah kondisi dimana mata tidak membiaskan cahaya masuk dengan benar ke dalam mata sehingga menghasilkan bayangan yang kabur.

Lensa kontak dapat bantu memperbaiki penglihatan bagi penyandang kelainan refraktif seperti:

  • miopia (rabun jauh/mata minus)
  • hiperopia/hipermetropia (rabun dekat)
  • astigmatisme (mata silinder)
  • presbiopia (perubahan pada penglihatan dekat yang biasanya terjadi seiring bertambahnya usia)

Bahan Lensa Kontak

Lensa kontak saat ini banyak yang terbuat dari berbagai jenis plastik. Dua jenis lensa kontak paling umum digunakan adalah lensa keras dan lensa lunak.

Lensa Kontak Keras

Jenis lensa kontak keras yang paling umum adalah lensa rigid gas-permeable (RGP) yang kaku. Lensa ini terbuat dari plastik yang dipadukan dengan bahan lain. Lensa memiliki bentuk tetap kaku, namun bisa tetap terjadi aliran oksigen melalui lensa ke mata. Lensa RGP sangat bermanfaat bagi penderita astigmatisme dan kondisi keratoconus. Hal ini karena lensa RGP memberikan penglihatan lebih tajam daripada lensa lunak ketika kornea tidak rata melengkung. Orang yang memiliki riwayat alergi atau cenderung mengalami deposit protein pada kontak mereka juga mungkin lebih suka lensa RGP.

Lensa Kontak Lembut

Kebanyakan orang memilih untuk memakai lensa kontak lunak. Lensa kontak berbahan lembut cenderung lebih nyaman serta saat ini tersedia lebih banyak pilihan.

Berikut ini beberapa jenis soft lens:

  • Lensa kontak untuk pemakaian harian. Lensa kontak dipakai saat bangun dan harus dilepas saat tidur. Lensa jenis ini membutuhkan sepasang lensa baru setiap hari sehingga harus banyak pakai. Ada juga lensa pemakaian harian yang bertahan lebih lama sehingga hanya perlu diganti seminggu sekali, setiap dua minggu atau setiap bulan. Beberapa dokter mata merekomendasikan jenis lensa kontak harian jika jarang butuh memakai lensa kontak.
  • Lensa kontak extended wear untuk pemakaian lebih panjang. Lensa kontak jenis ini bisa dipakai saat tidur, tetapi tetap harus dilepas untuk dibersihkan secara rutin. Ada lensa yang harus dibersihkan setidaknya seminggu sekali. Lensa kontak jenis extended wear lebih jarang direkomendasikan oleh dokter mata karena bisa meningkatkan kemungkinan terkena infeksi mata fatal.
  • Soft lens toric. Lensa kontak jenis softlens toric (toric contact) dapat memperbaiki penglihatan bagi orang-orang dengan astigmatisme, meskipun tidak sebaik lensa kontak keras. Lensa toric bisa untuk pemakaian sehari-hari atau dipakai lama. Harganya seringkali lebih mahal daripada jenis lensa kontak lunak lain.
  • Lensa kontak berwarna. Lensa kontak untuk koreksi refraksi juga bisa berwarna-warni sehingga bantu untuk mengubah warna mata. Ada jenis lensa kontak untuk pemakaian harian, pemakaian tambahan, dan lensa toric.
  • Lensa kontak dekoratif (kosmetik). Lensa kontak dekoratif berfungsi mengubah tampilan mata tetapi tidak memiliki efek perbaikan penglihatan. Jenis lensa kontak dekoratif bermacam-macam, ada yang lensa kontak berwarna juga ada lensa yang dapat membuat mata terlihat seperti vampir, hewan atau karakter lainnya. Meskipun lensa kontak ini tidak memperbaiki penglihatan, sebaiknya tetap minta resep dokter untuk kontak dekoratif. Hal ini untuk menghindari infeksi mata yang berbahaya sehingga tetap harus diperlakukan seperti resep lensa kontak biasa.

Pemakaian lensa kontak bisa menimbulkan komplikasi keluhan pada kornea mata, alergi, trauma mekanik, konjungtivitis, mata kering, keratitis, edema kornea bahkan pada kondisi berat bisa terjadi ulkus kornea. Pilih lensa kontak yang memiliki gas diffusion coefficient makin tinggi sehingga memudahkan pertukaran oksigen.

Semua lensa kontak sebaiknya digunakan dan dirawat sesuai petunjuk dokter juga instruksi produsen. Termasuk lensa kontak dekoratif yang hanya dipakai untuk keperluan kosmetik. Lensa kontak bisa menyebabkan infeksi mata yang fatal jika tidak dibersihkan dan dilakukan disinfeksi persis seperti yang diarahkan.

Cara Pemakaian Lensa Kontak

Berikut ini langkah-langkah untuk memakai lensa kontak di mata:

  • Cuci tangan pakai sabun kemudian bilas dengan air mengalir hingga bersih (gunakan sabun berformula bebas-minyak atau bebas-wewangian)
  • Goyangkan wadah penyimpanan lensa secara perlahan untuk melonggarkan lensa kontak jika menempel ke wadah. Geser lensa dengan hati-hati ke tangan. Gunakan ujung jari (bukan kuku) untuk memegang lensa.
  • Bilas lensa sepenuhnya dengan larutan khusus lensa kontak. Jangan gunakan air biasa untuk membilas lensa.
  • Tempatkan lensa kontak di ujung jari telunjuk atau jari tengah tangan dominan (tangan yang digunakan untuk menulis). Perhatikan baik-baik lensa untuk memeriksa apakah ada area yang sobek atau rusak. Selain itu, pastikan bahwa lensanya benar. Jika lensa membentuk mangkuk dan ujung-ujungnya menghadap ke atas, maka posisi lensa siap untuk ditempatkan pada mata. Jika lensa terlihat seperti tutup (ujungnya berubah), maka itu perlu dibalik. Lebih jelasnya bisa lihat gambar di atas.
  • Pegang kelopak mata atas terbuka dengan tangan lain (tidak dominan) sambil melihat ke cermin. Tahan kelopak mata bawah dengan jari tengah atau jari manis tangan dominan (boleh pakai jari mana pun yang tidak sedang memegang lensa kontak). Atau, dapat juga menggunakan ibu jari dan jari-jari tangan yang tidak dominan untuk membuka kelopak mata atas dan bawah dengan sangat lebar.
  • Tempatkan lensa di mata. Mata dapat diarahkan untuk melihat ke arah depan atau ke arah langit-langit sambil meletakkan lensa.
  • Tutup mata perlahan sambil gerakkan berputar dalam lingkaran penuh untuk membantu mengatur lensa dengan benar di tempatnya. Bisa juga dibantu memijat kelopak mata tertutup dengan gerakan sangat lembut.
  • Kemudian buka mata dan kedipkan lembut beberapa kali. Lihat di cermin untuk melihat apakah lensa berada di tengah mata secara tepat.

Mata harus merasa nyaman dan melihat dengan jelas ketika lensa sudah dipakai. Ada baiknya kuku digunting pendek bagi pemakai lensa kontak pemula. Biasakan memakai lensa kontak pertama di mata yang sama supaya tidak tertukar antara kanan dan kiri. Jaga supaya mata tetap bersih, sehat dan lembab. Gunakan obat tetes mata sesuai rekomendasi dokter. Minum air putih yang cukup supaya terhindar dari dehidrasi. jangan lupa sering berkedip saat bekerja dengan komputer atau layar elektronik lainnya. Tanyakan kepada dokter dan ahlinya cara memakai lensa kontak dengan benar.

Risiko Pemakaian Lensa Kontak

Lensa kontak yang sudah lama atau yang tidak pas bisa menggores mata. Lensa kontak juga dapat menyebabkan pembuluh darah tumbuh ke kornea mata menyebabkan suatu kondisi berbahaya yang mengancam penglihatan. Tetes mata tertentu bisa menyebabkan masalah saat berinteraksi dengan lensa kontak. Oleh sebab itu, dokter sering menginstruksikan untuk melepas lensa kontak saat mata mendapat terapi pengobatan. Namun, pastikan juga tetap menggunakan obat tetes khusus untuk membasahi seperti yang disarankan oleh dokter mata.

Segera lepaskan lensa kontak dan periksa ke dokter mata jika terjadi salah satu atau lebih kondisi berikut ini:

  • mata sangat merah,
  • mata sakit,
  • mata berair 
  • sensitif terhadap cahaya.
  • penglihatan kabur
  • ada cairan (air atau nanah) keluar dari mata.

Sebab keluhan gejala tersebut bisa jadi ada tanda masalah serius pada mata.

Jaga Lensa Kontak dengan Benar

Memakai lensa kontak harus sanggup berkomitmen ekstra untuk jaga kebersihan. Harus rutin membersihkan dan mendisinfeksi semua lensa kontak setelah dilepas dari mata serta sebelum dipakai kembali.

Ada banyak jenis cara pembersihan lensa kontak. Cara membersihkan lensa kontak tergantung pada jenis lensa, riwayat alergi atau kecenderungan mata membentuk deposit protein. Tanyakan kepada dokter mata solusi cara membersihkan lensa kontak yang harus digunakan. Lakukan perawatan khusus untuk membersihkan dan menyimpan lensa dengan benar supaya terhindar dari infeksi mata berbahaya.

Berikut ini langkah yang harus dilakukan:

  • Ikuti jadwal yang diberikan dokter mata untuk pakai dan ganti lensa.
  • Jangan pakai lensa pakai harian saat tidur.
  • Lepaskan lensa kontak sebelum mandi, menggunakan bak mandi air panas, berenang, atau melakukan apa saja di mana air masuk ke mata.
  • cuci tangan dengan sabun dan air hingga bersih kemudian keringkan dengan handuk bersih yang tidak berbulu sebelum menyentuh lensa kontak.
  • Jangan pernah menaruh lensa kontak di mulut untuk membasahi lensa. Air liur (ludah) bukan larutan steril.
  • Jangan membilas atau menyimpan kontak dalam air (baik air keran atau air steril). Juga, jangan pernah menggunakan larutan saline buatan sendiri untuk merawat lensa kontak.
  • Jangan gunakan larutan garam atau rewetting drops untuk mendisinfeksi lensa kontak sebab larutan tersebut bukan desinfektan.
  • Ikuti petunjuk dari dokter, dari produsen lensa kontak dan produsen larutan pembersih lensa untuk membersihkan dan menyimpan lensa.
  • Gunakan metode pembersihan “gosok dan bilas”. Gosok lembut lensa kontak dengan jari bersih, lalu bilas lensa dengan larutan sebelum merendamnya.
  • Gunakan larutan baru setiap kali membersihkan dan mendisinfeksi lensa kontak.
  • Jangan pernah menggunakan kembali atau mencampur larutan pembersih lensa kontak dengan larutan lama. Selain itu, jangan menuangkan larutan lensa kontak ke dalam botol yang berbeda sebab menjadi tidak steril lagi.
  • Pastikan ujung botol larutan tidak menyentuh permukaan apa pun. Tutup botol dengan rapat saat tidak digunakan.
  • Bilas casing lensa kontak dengan larutan lensa kontak steril (bukan air ledeng). Kemudian biarkan casing kosong terbuka agar kering.
  • Jaga casing wadah lensa kontak tetap bersih. Ganti casing setidaknya setiap 3 bulan. Sebaiknya segera ganti casing wadah jika retak atau rusak.
  • Jika menyimpan lensa dalam wadah untuk waktu yang lama, periksa instruksi lensa kontak atau petunjuk larutan pembersih lensa untuk mengetahui apakah harus mendesinfeksi ulang sebelum menggunakannya. Jangan pernah memakai lensa kontak yang telah disimpan selama 30 hari atau lebih tanpa desinfeksi ulang.
  • Lensa kontak dapat melengkung seiring waktu, dan kornea juga dapat berubah bentuk. Periksa mata ke dokter mata secara teratur untuk memastikan lensa kontak pas dan resepnya tepat untuk mata.

Tidak Semua Orang Bisa Pakai Lensa Kontak

Jutaan orang memakai lensa kontak. Namun, lensa kontak bukan untuk semua orang. beberapa orang tidak bisa menggunakan lensa kontak.

Anda mungkin tidak dapat memakainya karena alasan berikut:

  • sering mengalami banyak infeksi mata.
  • memiliki riwayat alergi parah
  • kondisi mata kering yang sulit diobati
  • bekerja atau tinggal di tempat sangat berdebu
  • tidak dapat merawat lensa kontak dengan baik

Kondisi kornea dan lapisan air mata harus sehat agar nyaman dan bisa melihat dengan jelas saat pakai lensa kontak. Pemakai lensa kontak harus mau berkomitmen merawatnya dengan benar dan menggantinya saat diperlukan supaya aman. Konsultasikan tata cara pemakaian juga perawatan lensa kontak dengan dokter mata membahas kebutuhan serta sesuai dengan harapan penglihatan. Dokter akan bantu memutuskan apakah lensa kontak menjadi pilihan yang baik untuk kondisi mata Anda.

Gambar berikut ini contoh infeksi kornea akibat pemakaian lensa kontak

infeksi kornea Sumber gambar aappublication

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.