Nutrisi dan Kebugaran

Kegemukan dan Obesitas

KEGEMUKAN DAN OBESITAS 

Pengertian Kegemukan dan Obesitas

Kegemukan dan obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan sehingga dapat meningkatkan risiko mengganggu kesehatan.

Berat badan (BB) menjadi salah satu ukuran atas keseimbangan asupan kalori dari makanan dengan energi yang dikeluarkan untuk beraktivitas. Artefak dari masa kuno menunjukkan bahwa obesitas sudah ada sejak masa paleolitikum 23.000 – 25.000 tahun yang lalu, juga dari era neolitikum ketika manusia mulai menetap dan bercocok tanam. Saat ini angka obesitas meningkat tiga kali lipat sejak tahun 1975 di seluruh dunia.

Dulu kegemukan dan obesitas dianggap hanya sebagai permasalahan di negara maju, namun sekarang sudah menjadi permasalahan global. Pada tahun 2016 terdapat lebih dari 1,9 milyar orang dewasa mengalami kegemukan, dimana lebih dari 650 juta orang mengalami obesitas. Pada tahun 2016, persentase kegemukan sekitar 39% dan obesitas sekitar 13% pada orang dewasa umur lebih dari dan 18 tahun. Jumlah pria yang mengalami kegemukan sekitar 39%, sedangkan wanita sekitar 40%. Jumlah pria yang mengalami obesitas sekitar 11%, sedangkan wanita sekitar 15%. Angka obesitas di Indonesia sekitar  5,7% (Riskesdas, 2013). Obesitas menyebabkan kematian sekitar 300.000 orang di Asia Tenggara.

Penyebab dan Faktor Risiko Kelebihan Berat Badan

Menurut WHO, penyebab fundamental permasalahan kelebihan berat badan global utamanya akibat terjadi ketidakseimbangan energi dari jumlah kalori yang masuk ke tubuh dan jumlah kalori yang keluar dari tubuh.

Penyebab kelebihan berat badan antara lain:

  • ketidakseimbangan energi
  • genetik
  • permasalahan endokrin
  • kondisi kesehatan
  • efek samping pengobatan
  • penyebab lain

Obesitas merupakan suatu kelainan kompleks pada pengaturan nafsu makan dan metabolisme energi yang dikendalikan oleh beberapa faktor biologis spesifik. Pada kondisi obesitas terjadi penumpukan lemak berlebihan yang tidak normal sehingga berisiko menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.

Ada banyak faktor bisa meningkatkan risiko terjadinya kegemukan dan obesitas sehingga disebut sebagai faktor risiko. Beberapa faktor risiko dapat diubah, seperti kebiasaan gaya hidup tidak sehat dan lingkungan. Faktor risiko yang tidak bisa diubah seperti usia, riwayat keluarga, genetika, ras dan etnis, dan jenis kelamin. Perubahan gaya hidup yang sehat dapat mengurangi risiko mengalami kelebihan berat badan serta obesitas. Kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, kurang tidur, dan stres tinggi dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan serta obesitas.

Baca juga artikel Penyebab Kegemukan dan Obesitas lebih lanjut disini

Cara Mengukur 

Pengukuran awal dari obesitas memakai indeks massa tubuh (IMT) yaitu berat badan seseorang dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badannya dalam meter (kg / m2).

1549942086028.jpg

IMT menjadi indeks sederhana berat-untuk-tinggi yang biasanya digunakan untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa. Nilai IMT lebih dari sama dengan 25 didefinisikan sebagai kegemukan, IMT lebih dari sama dengan 30 didefinisikan sebagai obesitas pada orang dewasa. IMT bisa tidak akurat pada ras atau etnis tertentu seperti dari Pasifik, Aborigin, Asia Tenggara, Chinese atau Jepang sebab proporsi antara lemak serta otot berbeda dengan ras lain. Oleh sebab itu ambang batas IMT untuk Asia-Pasifik diturunkan lebih rendah lagi.

Berikut ini IMT menurut Depkes

IMT untuk Perempuan :
Kurus : < 17 kg/m2
Normal : 17 – 23 kg/ m2
Kegemukan : 23 – 27 kg/m2
Obesitas : > 27 kg/m

IMT untuk Laki-laki :
Kurus : < 18 kg/m2
Normal : 18 – 25 kg/m2
Kegemukan : 25 – 27 kg/m2
Obesitas : > 27 kg/m2

IMT juga sulit digunakan untuk prediksi kegemukan pada:

  • atlet angkat beban (weight lifter) atau body builder
  • atlet dengan performa latihan fisik sangat tinggi
  • ibu hamil
  • kelompok lanjut usia
  • penyandang disabilitas fisik
  • penyandang gangguan makan
  • anak di bawah usia 18 tahun
  • kondisi obesitas ekstrim

Selain mengukur IMT, lakukan juga pengukuran lingkar perut. Lemak tubuh di area perut jauh lebih berbahaya dibandingkan lemak di panggul dan paha. Lemak visceral membungkus organ-organ di dalam perut. Lemak perut berlebihan akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler, diabetes tipe 2 pada wanita dan sindroma metabolik. Mengukur lingkar perut bantu memperkirakan lemak visceral. Pengukuran lingkar perut untuk prediksi lemak visceral tentunya sulit dilakukan pada kondisi kehamilan, ascites atau keberadaan kondisi gangguan kesehatan lain.

Konsultasikan lebih lanjut cara mengukur indeks massa tubuh dan lingkar perut bersama dokter dan ahli gizi berkompeten.

1549939534688

Bahaya Kelebihan Berat Badan

Obesitas menimbulkan masalah kesehatan juga “kosmetik” penampilan seseorang. Permasalahan kesehatan yang muncul dari obesitas meliputi:

  • efek akibat perubahan metabolisme
  • efek akibat beban yang ditimbulkan dari berat badan berlebih dari normal.

Perubahan metabolisme pada obesitas menjadi faktor risiko munculnya penyakit diabetes tipe 2, permasalahan kantong empedu, hipertensi, dislipidemia, resistensi insulin, atherosclerosis, penyakit jantung koroner, stroke, gout/hyperuricemia, kanker (endometrium, payudara, colon), gangguan reproduksi, gangguan kesuburan, polikista ovarium, permasalahan kulit hingga katarak pada mata.

Beban akibat berat badan menjadi faktor risiko terjadinya sleep apnea, sesak nafas, asma, depresi, minder bersosialisasi, mudah lelah, mudah mengantuk, osteoarthritis, penyakit saluran pernafasan, hernia, varises vena, permasalahan tulang juga otot, inkontinensia urin, edema dan selulitis. Obesitas juga bisa mengganggu produktivitas serta kondisi ekonomi.

Berikut ini daftar risiko penyakit yang bisa muncul akibat obesitas:

  • Meningkatkan semua penyebab kematian (mortalitas)
  • Tekanan darah tinggi (Hipertensi)
  • Dislipidemia: kadar kolesterol LDL tinggi, kolesterol HDL rendah, atau kadar trigliserida tinggi
  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit jantung koroner
  • Stroke
  • Penyakit kantung empedu
  • Osteoarthritis
  • Sleep apnea dan gangguan pernafasan
  • Kanker (endometrial, breast, colon, ginjal, kantung empedu, dan hati)
  • Kualitas hidup rendah
  • Gangguan mental seperti depresi, anxietas serta kondisi gangguan mental lainnya
  • Permasalahan nyeri pada tubuh
  • Gangguan fungsi fisik

kanker dan obesitas.gif

Obesitas menyebabkan risiko terjadinya kanker (National Cancer Institute)

Cara Mengatasi Kelebihan Berat Badan

Segera periksa kondisi kesehatan Anda di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Tanyakan rekomendasi terkait pola makan sehat dan aktivitas aman kepada dokter. Introspeksi gaya hidup termasuk pola makan, pola tidur dan aktivitas fisik. Lakukan rencana perubahan memakai gaya hidup sehat dengan Aksi CERDIK.

Buat terget penurunan berat badan secara rasional. Lakukan penurunan berat badan dengan aman menggunakan gaya hidup sehat seimbang. Secara umum disarankan menjalani program penurunan BB dengan target pengurangan sekitar 1/2–1 kilogram setiap minggu sehingga lebih masuk akal dan mudah dijaga stabil. Penurunan berat badan secara moderat hingga 5% dari BB semula biasanya sudah bisa memberikan keuntungan kesehatan pada penyandang obesitas. Jadi tidak perlu memaksakan diri menurunkan berat badan secara berlebihan ekstrim.

Baca juga artikel Bahaya Diet Yoyo

Penanganan obesitas dengan pendekatan gaya hidup sehat seperti:

  • membuat komitmen hidup sehat
  • makan secara teratur dengan pola makan gizi seimbang rendah kalori
  • rutin melakukan aktivitas fisik secara aman
  • terapi perubahan perilaku contohnya dengan manajemen stress, teknik relaksasi, penanganan masalah emosional serta pengaturan istirahat
  • cek kondisi kesehatan secara rutin

Atasi penyakit beserta gangguan kondisi kesehatan lainnya yang menyertai obesitas. Pilih konsumsi karbohidrat kompleks, sayur-mayur, buah-buahan, protein rendah lemak dan sumber lemak sehat memakai Pedoman Gizi Seimbang. Hindari makanan terlalu berlemak, sangat manis dan tinggi garam. Saat ini bahan pangan modern yang diolah dengan teknologi ultra-processed food terlihat praktis, menggiurkan selera serta dipasarkan dengan teknik marketing begitu menggoda. Biasanya bahan pangan tersebut minim nutrisi juga tinggi kalori, tinggi gula, tinggi garam.  Jadikan aneka ragam bahan makanan tradisional (unprocessed atau minimally processed food) sebagai sumber asupan utama. Tidak semua makanan yang diproses akan berbahaya, namun perhatikan label dan kontrol asupannya. Bahan makanan tradisional biasanya mengandung lebih banyak nutrisi aktif penuh manfaat. Bahan makanan tradisional bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat, mudah dijangkau serta bervariasi sesuai musim setempat.

healthy eating

Pola makan sehat, hemat dan lezat (sumber gambar USDA

Batasi konsumsi jenis makanan olahan tinggi kalori namun miskin nutrisi. Jangan tergiur memakai jamu pelangsing, magic pills atau makanan formula modern produk teknologi mutakhir terkini meski disertai janji meluruhkan lemak secara instan tanpa perlu bersusah-payah atur pola hidup. Menurunkan berat badan itu tidak sekedar menjadi kurus. Tujuan menurunkan berat badan supaya sehat secara menyeluruh di semua aspek kehidupan. Gaya hidup yang sehat bonusnya tubuh prima, langsing dan awet muda. 

Minum air putih sebagai sumber utama asupan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Batasi asupan minuman manis tinggi kalori. Perbaiki jadwal beristirahat supaya bisa cukup tidur. Lakukan manajemen stress dengan baik. Lakukan aktivitas fisik secara bertahap dari 10 – 15 menit 3 kali dalam seminggu meningkat secara bertahap setidaknya hingga bisa mencapai 60 menit setiap hari sesuai kondisi kemampuan tubuh. Pada kasus obesitas berat membutuhkan terapi lebih kompleks seperti pengobatan, tindakan medis atau bahkan prosedur operasi. Namun tindakan pengobatan atau bahkan operasi tetap saja harus dilakukan perubahan gaya hidup sehat berkelanjutan.

Cara menurunkan berat badan yang dianjurkan:

1. Diet mengatur pola makan

  • Makan teratur dengan gizi seimbang.
  • Kurangi jumlah asupan terutama bahan makanan rendah nutrisi tinggi kalori
  • Kurangi makanan berminyak, berlemak atau bersantan karena mengandung jumlah kalori tinggi.
  • Kurangi konsumsi gula dan makanan manis tinggi gula karena makanan tersebut juga mengandung jumlah tinggi.
  • Makan banyak sayuran dan buah-buahan potong karena makan tersebut banyak mengandung serat.
  • Hindari minuman beralkohol karena merupakan sumber kalori dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

2. Olah raga dan kegiatan fisik

  • Lakukan hidup aktif sehat dengan aktivitas fisik secara aman
  • Rutin olahraga latihan fisik secara bertahap hingga mampu selama 30 menit – 1 jam
  • Lakukan olahraga latihan fisik secara bertahap hingga minimal 3 kali dalam seminggu
  • Pilih olah raga yang sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan.
  • Tingkatkan kegiatan fisik diantara aktivitas rutin harian.

Cara menurunkan berat badan yang tidak dianjurkan:

  • Crash dieting dengan mengurangi jumlah konsumsi makanan harian secara drastis sehingga mengakibatkan emosional, pusing, lemas, keringat dingin atau gejala lainnya yang membahayakan kesehatan.
  • Menurunkan berat badan secara cepat, lebih dari 2 kg perbulan.
  • Hanya mengandalkan makanan formula untuk menurunkan berat badan.
  • Menggunakan obat-obatan atau bahan penurun berat badan tanpa pengawasan dokter berkompeten. Beberapa obat dan bahan tersebut hanya menurunkan berat badan sementara dengan mengeluarkan cairan tubuh.

Ingat selalu bahwa perubahan bentuk tubuh tidak berlangsung secara instan. Pola makan merupakan bagian dari gaya hidup jangka panjang hingga seumur hidup manusia. Pola makan sehat bergizi seimbang diimbangi dengan aktivitas fisik membantu jaga berat badan normal ideal. Beberapa kondisi kegemukan bisa pula terkait dengan gangguan kesehatan yang harus ditangani lebih lanjut.

Konsultasikan bersama dokter dan ahli gizi berkompeten untuk pengaturan aktivitas fisik dan pola makan sehat secara tepat sesuai kondisi.

Baca juga artikel Pedoman Gizi Seimbang sebagai solusi pola makan sehat berkelanjutan

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.