Nutrisi dan Kebugaran

Waspada Penyebab Kegemukan dan Obesitas

PENYEBAB DAN FAKTOR RISIKO KELEBIHAN BERAT BADAN

Kelebihan berat badan saat ini menjadi permasalahan global di seluruh dunia. Kegemukan dan obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Kegemukan dan obesitas adalah faktor risiko utama untuk sejumlah penyakit kronis, termasuk diabetes, penyakit kardiovaskular, dan kanker.

obesitas dan kegemukan
Kelebihan Berat Badan (sumber gambar NIH)

Penyebab Kelebihan Berat Badan

Ketidakseimbangan energi, kondisi medis, genetik, pengaruh hormon, dan obat-obatan tertentu diketahui menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.

1. Ketidakseimbangan energi

Ketidakseimbangan energi dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas. Ketidakseimbangan energi berarti bahwa jumlah energi yang masuk ke dalam tubuh tidak sama dengan jumlah energi yang tubuh keluarkan. Energi diukur dalam satuan kalori. Energi masuk berasal dari jumlah kalori dalam asupan makanan dan minuman. Energi keluar merupakan jumlah kalori yang digunakan tubuh untuk hal-hal seperti bernafas, mencerna, aktif secara fisik, dan mengatur suhu tubuh.

Kalori tubuh berasal dari nutrisi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Kualitas kalori dari karbohidrat, protein dan lemak itu sama. Sementara kuantitas kalori  dari karbohidrat, protein dan lemak bisa berbeda. Lemak mengandung jumlah kalori lebih banyak dibandingkan karbohidrat atau protein dalam jumlah sama.  Tubuh menggunakan nutrisi makanan untuk:

  • membuat energi untuk aktivitas fisik dan memelihara kesehatan 
  • menyimpan cadangan energi: kelebihan glukosa akan disimpan sebagai glikogen di hati juga otot, sementara kelebihan lemak akan disimpan sebagai trigliserida dalam jaringan lemak  

Kelebihan berat badan dan obesitas akan berkembang saat energi masuk lebih besar dari energi yang dikeluarkan tubuh. Keseimbangan energi dipengaruhi proses kompleks antara interaksi faktor socioenvironmental dengan proses biologis. Ketidakseimbangan energi akan disimpan sebagai lemak oleh tubuh. Kelebihan lemak tubuh menyebabkan kegemukan dan obesitas. Jumlah energi yang didapat tubuh dari makanan tergantung pada:

  1. jenis makanan yang dimakan
  2. bagaimana makanan dipersiapkan
  3. berapa lama jarak waktu terakhir makan

Tubuh memiliki tiga jenis jaringan lemak yaitu lemak putih, coklat, dan krem. Masing-masing tipe jenis jaringan lemak memiliki fungsi berbeda. Ada lemak yang digunakannya untuk sumber energi tubuh, mengatur suhu tubuh sebagai respons terhadap suhu lingkungan terutama ketika dingin, dan sebagai simpanan cadangan energi untuk penggunaan masa depan. 

2. Kondisi gangguan kesehatan

Beberapa sindrom genetik dan gangguan endokrin dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.

a. Sindrom Genetik

Interaksi antara genetik dan lingkungan bisa menyebabkan terjadinya obesitas. Beberapa sindrom genetik dikaitkan dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Studi tentang sindrom genetik ini telah membantu para peneliti memahami obesitas. Berikut ini contoh sindroma genetik yang berisiko mengalami kelebihan berat badan:

  • Sindrom Prader-Willi
  • Sindrom Bardet-Biedl
  • Sindrom Alström
  • Sindrom kohen

b. Gangguan Endokrin

Sistem endokrin berfungsi menghasilkan hormon untung menjaga keseimbangan energi dalam tubuh. Beberapa bagian tubuh seperti perut, usus, pankreas, dan jaringan lemak menggunakan hormon untuk mengontrol sinyal lapar juga kenyang pada otak. Beberapa hormon ini adalah insulin, leptin, peptida seperti glukagon (GLP-1), peptida YY, dan ghrelin. Hormon-hormon lain akan mempengaruhi metabolisme makanan. Maka gangguan endokrin atau tumor yang mempengaruhi sistem endokrin berikut juga dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas.

Berikut ini contoh gangguan sistem endokrin yang dapat menyebabkan kelebihan berat badan:

  • Hipotiroidisme: penyandang hipotiroidisme memiliki kadar hormon tiroid yang rendah. Kadar hormon tiroid rendah dikaitkan dengan penurunan metabolisme sehingga terjadi kenaikan berat badan, bahkan ketika asupan makanan berkurang. Penyandang hipotiroidisme juga menghasilkan lebih sedikit panas tubuh, memiliki suhu tubuh lebih rendah, dan pemakaian cadangan lemak yang disimpan untuk energi tidak efisien.
  • Sindrom Cushing: penyandang sindroma Cushing memiliki kadar glukokortikoid dalam darah seperti kortisol lebih tinggi. Kadar kortisol tinggi membuat tubuh merasa seperti sedang stres kronis. Akibatnya terjadi peningkatan nafsu makan yang tidak diimbangi dengan pengeluaran energi sehingga tubuh akan menyimpan lebih banyak lemak. Sindrom Cushing juga dapat berkembang setelah minum obat-obatan tertentu atau karena tubuh secara alami membuat terlalu banyak kortisol.
  • Tumor: Beberapa tumor, seperti craneopharingioma, dapat menyebabkan obesitas karena karena tumor tersebut berkembang di dekat bagian otak yang mengendalikan rasa lapar. Sinyal rasa lapar yang tidak terkendali akan membuat terjadi peningkatan nafsu makan yang tidak diimbangi dengan pengeluaran energi sehingga tubuh akan menyimpan lebih banyak lemak. 

3. Pengaruh efek samping pengobatan

Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Beberapa terapi pengobatan dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas. Namun jangan pernah mengganti atau berhenti minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda. Konsultasikan dengan dokter jika curiga terjadi kenaikan berat badan saat menggunakan obat tertentu. Tanyakan apakah ada pilihan obat lain yang dapat mengobati kondisi medis. Berhenti minum obat tanpa anjuran dokter berisiko tinggi menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih fatal sehingga konsultasikan selalu dengan dokter.

Faktor Risiko Kelebihan Berat Badan

Ada banyak faktor bisa meningkatkan risiko terjadinya kegemukan dan obesitas sehingga disebut sebagai faktor risiko. Beberapa faktor risiko dapat diubah, seperti kebiasaan gaya hidup tidak sehat dan lingkungan. Faktor risiko yang tidak bisa diubah seperti usia, riwayat keluarga, genetika, ras dan etnis, dan jenis kelamin. Perubahan gaya hidup yang sehat dapat mengurangi risiko mengalami kelebihan berat badan serta obesitas. Kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, kurang tidur, dan stres tinggi dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan serta obesitas.

1. Gaya Hidup Tidak Sehat

1). Kurangnya aktivitas fisik

Kurangnya aktivitas fisik karena tingginya jumlah jam yang dihabiskan untuk duduk menonton TV, komputer, video game atau penggunaan gawai serta layar kaca lainnya telah dikaitkan dengan kelebihan berat badan. Perubahan gaya hidup sehat dengan menjadi aktif secara fisik dapat membantu menjaga berat badan  sehat.

2). Perilaku makan tidak sehat

Perilaku makan tidak sehat dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas. Jumlah kebutuhan asupan bervariasi berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat aktivitas fisik. Cari tahu kebutuhan atau target kalori harian sesuai kondisi masing-masing.

Berikut ini contoh perilaku makan tidak sehat:

  • Konsumsi lebih banyak kalori daripada energi yang digunakan tubuh
  • Makan terlalu banyak lemak jenuh dan lemak trans
  • Makan makanan tinggi gula tambahan

3). Tidak cukup tidur

Banyak penelitian menunjukkan bahwa tidak cukup tidur berkorelasi dengan tingginya indeks massa tubuh (IMT). Jumlah waktu tidur mempengaruhi cara tubuh menggunakan nutrisi untuk energi. Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengendalikan rasa lapar. 

4). Kondisi tekanan hidup akibat stres yang tinggi

Stres akut dan stres kronis mempengaruhi otak serta memicu produksi hormon stres seperti kortisol. Kortisol dapat mengendalikan keseimbangan energi dan dorongan lapar. Stres akut dapat memicu perubahan hormon yang membuat nafsu makan menurun. Jika stres menjadi kronis, perubahan hormon bisa membuat perilaku makan berlebihan sehingga lebih banyak makan. Akibatnya tubuh menyimpan lebih banyak lemak.

2. Usia

Obesitas pada anak-anak saat ini menjadi masalah serius. Kondisi obesitas pada anak dipengaruhi oleh genetik, metabolisme, pola makan, aktivitas fisik, gaya pengasuhan, faktor keamanan lingkungan serta masyarakat dan durasi tidur. Keputusan yang orang tua pilih terkait makanan dan pola pemberian makan anak akan mempengaruhi berat badan anak hingga kelak dewasa.

Risiko mengalami kenaikan berat badan yang tidak sehat secara alami cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Pertambahan umur menyebabkan laju metabolisme menurun juga kebutuhan energi lebih sedikit. Jika kondisi metabolisme ini ditambah dengan gaya hidup kurang aktivitas fisik dan pola makan tidak terkendali sehat, maka akan terjadi ketidakseimbangan energi sehingga muncul masalah kegemukan. Orang dewasa yang dulunya memiliki IMT sehat bisa mulai terjadi peningkatan berat badan di usia dewasa muda dan terus menambah berat badan hingga 60 hingga 65 tahun. Kondisi ini juga berhubungan dengan perilaku ketika mulai mencari cara menurunkan berat badan.

3. Lingkungan Tidak Sehat

Banyak faktor lingkungan dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas:

  • faktor sosial: memiliki status sosial ekonomi rendah, lingkungan sosial tidak aman, lingkungan sekitar yang tidak sehat meningkatkan risiko terjadi kelebihan berat badan. Lingkungan sosial dalam keluarga serta lingkaran pertemanan juga mempengaruhi terjadinya masalah kegemukan.
  • faktor pembangunan lingkungan seperti akses mudah ke makanan cepat saji tidak sehat, akses terbatas ke fasilitas rekreasi atau taman, dan kurangnya sistem pendukung untuk aktif bergerak di lingkungan meningkatkan risiko terjadi kelebihan berat badan
  • paparan bahan kimia yang dikenal sebagai obesogens dipercaya dapat mengubah hormon dan meningkatkan jaringan lemak di tubuh kita

4. Riwayat Keluarga dan Faktor Genetika

Studi genetika menemukan bahwa kelebihan berat badan dan obesitas dapat terjadi dalam keluarga. Jadi ada kemungkinan bahwa gen atau DNA dapat menyebabkan kondisi kelebihan berat badan. Terdapat unsur-unsur DNA tertentu yang dikaitkan dengan terjadinya obesitas. 

Disisi lain, obesitas juga dapat mengubah DNA orang tua dan DNA tersebut bisa diturunkan kepada anak-anaknya. Makan terlalu banyak atau makan terlalu sedikit selama kehamilan dapat mengubah DNA janin. Gaya hidup ini dapat memengaruhi cara anak menyimpan dan menggunakan lemak di kemudian hari. Juga, penelitian telah menunjukkan bahwa ayah yang obesitas memiliki perubahan DNA dalam sperma mereka sehingga dapat diturunkan kepada anak.

5. Etnis dan Ras

Kegemukan dan obesitas sangat lazim di beberapa kelompok ras dan etnis minoritas. Tingkat obesitas pada orang dewasa Amerika tertinggi pada kulit hitam, diikuti oleh Hispanik, kemudian kulit putih. Ini berlaku untuk pria atau wanita. Sementara pria dan wanita Asia memiliki tingkat BMI tinggi yang terendah dibanding kelompok ras lainnya. Namun warga keturunan Asia Pasifik memiliki jumlah lemak tidak sehat yang tinggi di perut. Warga keturunan Samoa lebih berisiko kelebihan berat badan dan obesitas karena mereka dapat membawa varian DNA terkait peningkatan BMI, tetapi tidak terkait dengan komplikasi obesitas umum lainnya.

6. Jenis Kelamin

Di Amerika Serikat, obesitas lebih sering terjadi pada wanita kulit hitam atau Hispanik daripada pada pria kulit hitam atau Hispanik. Jenis kelamin dapat mempengaruhi cara tubuh menyimpan lemak. Misalnya, wanita cenderung menyimpan lebih sedikit lemak yang tidak sehat di perut dibandingkan pria. Kegemukan dan obesitas juga umum terjadi pada wanita dengan polycystic ovarian syndrome (PCOS).

Baca juga artikel tentang Obesitas dan Pedoman Gizi Seimbang sebagai solusi pola makan sehat berkelanjutan

Menurut WHO, penyebab fundamental masalah kelebihan berat badan karena ketidakseimbangan asupan energi dengan pengeluaran energi. Selain itu, ada juga kelebihan berat badan akibat gangguan kesehatan lainnya. Tidak semua penyebab bisa dihindari. Namun manusia bisa berdaya memilih gaya hidup sehat dengan modifikasi faktor risiko sehingga akan menghasilkan kondisi lebih baik dalam pencegahan penyakit.

Kegemukan dan obesitas menjadi faktor risiko gangguan kesehatan. Segera tangani permasalahan kelebihan berat badan dengan benar. Pada beberapa kondisi dibutuhkan bantuan intervensi tim tenaga kesehatan bersama dokter dan ahli gizi profesional berkompeten.

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.