Kesehatan Umum

Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS

Pengertian Systemic Lupus Erythemathosus (SLE)

Systemic Lupus Erythemathosus (SLE) adalah penyakit autoimun dimana terjadi peradangan kronis pada jaringan ikat di seluruh tubuh. Jaringan ikat berfungsi memberikan kekuatan dan fleksibilitas di seluruh organ tubuh. Systemic Lupus Erythemathosus (SLE) sering disebut juga sebagai penyakit Lupus.

Tanda gejala SLE bervariasi antar-individu. Tanda gejala SLE dapat melibatkan banyak organ dan sistem organ termasuk kulit, sendi, ginjal, paru-paru, sistem saraf pusat, dan sistem pembentuk darah (hematopoietik). Penyandang SLE mengalami episode eksaserbasi dimana terjadi kekambuhan serangan gejala, kemudian di waktu lain sehat ketika serangan keluhan gejala membaik (remisi). Kondisi SLE secara bertahap memburuk dari waktu ke waktu akibat kerusakan pada organ-organ utama tubuh hingga bahkan dapat mengancam jiwa.

Penyebab dan Faktor Risiko Systemic Lupus Erythemathosus (SLE)

Systemic Lupus Erythemathosus (SLE) merupakan suatu penyakit terdiri dari sekelompok besar kondisi akibat gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Penyebab utama terjadinya SLE belum diketahui, dalam banyak kasus kemungkinan dipengaruhi oleh faktor genetik. Variasi normal (polimorfisme) pada banyak gen dapat memengaruhi risiko terjadinya SLE. Meski jarang, SLE bisa disebabkan mutasi pada gen tunggal. Sebagian besar gen yang terkait dengan SLE terlibat dalam fungsi sistem kekebalan tubuh dimana variasi pada gen ini kemungkinan mempengaruhi penargetan dan kontrol terhadap respons imun.

Hormon reproduksi dan berbagai faktor lingkungan termasuk infeksi virus, diet, stres, paparan bahan kimia, dan sinar matahari juga dianggap berperan dalam memicu munculnya gangguan kompleks SLE. Sekitar 10% dari kasus SLE diperkirakan dipicu oleh paparan obat tertentu. Pengaruh etnis, rokok dan juga infeksi bisa mempengaruhi terjadinya SLE. Infeksi virus Epstein-Barr meningkatkan risiko SLE. Wanita mengalami SLE sekitar sembilan kali lebih sering dibandingkan pria. SLE paling sering terjadi pada wanita muda di usia subur, meskipun 20% kasus SLE terjadi pada orang di atas usia 50 tahun.

Tanda dan Gejala Systemic Lupus Erythemathosus (SLE)

Systemic Lupus Erythemathosus (SLE) dapat mempengaruhi hampir semua organ tubuh. Organ tubuh yang diserang antara lain kulit, persendian, paru-paru, ginjal, otak dan jantung. Tanda gejala penyakit SLE bisa berbeda antar-individu, serta terdapat episode hilang – timbul sehingga tidak selalu terjadi serangan sakit.

Berbagai keluhan tanda gejala lupus antara lain:

  • Nyeri otot dan sendi: rasa sakit dan kaku, dengan atau tanpa pembengkakan. Area nyeri otot serta pembengkakan bisa timbul di leher, paha, bahu, dan lengan atas.
  • Demam: demam sering disebabkan oleh peradangan atau infeksi.
  • Ruam: bisa timbul ruam di bagian tubuh yang terkena sinar matahari, seperti wajah, lengan, dan tangan. Salah satu tanda umum dari lupus adalah ruam merah berbentuk kupu-kupu di hidung dan pipi.
  • Sakit dada: lupus dapat memicu peradangan di lapisan paru-paru. Akibatnya terjadi nyeri dada saat bernafas dalam.
  • Rambut rontok: terjadi kerontokan rambut hingga timbul pitak atau botak. Kerontokan rambut juga bisa disebabkan oleh beberapa obat atau infeksi.
  • Sensitivitas matahari atau cahaya: sebagian besar penyandang lupus sensitif terhadap cahaya matahari akibat fotosensitifitas. Paparan cahaya dapat menyebabkan ruam, demam, kelelahan, atau nyeri sendi pada penyandang lupus.
  • Masalah ginjal: separuh penyandang SLE mengalami lupus nephritis. Gejala-gejalanya termasuk penambahan berat badan, pergelangan kaki bengkak, tekanan darah tinggi, dan penurunan fungsi ginjal.
  • Luka mulut: timbul ulkus luka, biasanya muncul di atap mulut. Ulkus bisa juga muncul di gusi, di dalam pipi, dan di bibir. Bisa tidak terasa sakit, namun bisa juga terasa sakit dan mulut kering.
  • Kelelahan yang berkepanjangan atau ekstrem. Anda mungkin merasa lelah atau lelah bahkan ketika Anda cukup tidur. Kelelahan juga bisa menjadi tanda peringatan kambuhnya lupus.
  • Anemia: kekurangan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh sehingga mengalami tanda gejala anemia.
  • Gangguan memori: penyandang lupus mengalami masalah memori, ingatan, mudah lupa atau kebingungan.
  • Gangguan pembekuan darah. Anda mungkin memiliki risiko pembekuan darah yang lebih tinggi. Ini dapat menyebabkan pembekuan darah di kaki atau paru-paru, stroke, serangan jantung, atau keguguran berulang.Penyakit mata. Mata Anda mungkin kering, radang mata, dan ruam kelopak mata.

Pengaruh SLE dapat membatasi fungsi fisik, mental, dan sosial seseorang. Banyak penyandang SLE tidak mampu bekerja. Kondisi gangguan kesehatan akibat SLE dapat mempengaruhi kualitas kehidupan, terutama saat mengalami kelelahan. Kelelahan menjadi gejala paling umum yang secara negatif mempengaruhi kualitas hidup penyandang SLE.

SLE dapat memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang pada kehidupan. Diagnosis dini dan perawatan menggunakan pengobatan efektif dapat membantu mengurangi efek kerusakan akibat SLE dan meningkatkan kesempatan untuk memiliki fungsi dan kualitas hidup lebih baik. Kurangnya akses kesehatan, keterlambatan diagnosis, perawatan yang kurang efektif, dan buruknya kepatuhan terhadap terapi dapat meningkatkan efek merusak SLE, menyebabkan lebih banyak komplikasi dan peningkatan risiko kematian.

signs-and-symptoms-of-systemic-lupus-erythematosus.jpeg

Tanda Gejala Systemic Lupus Erythemathosus (SLE) (sumber gambar NIH)

Banyak kondisi penyakit bisa mengalami tanda gejala serupa SLE sehingga sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami salah satu gejala penyakit untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Jika muncul tanda kegawatan segera periksa ke UGD rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya.

Pemeriksaan dan Diagnosis Systemic Lupus Erythemathosus (SLE)

Lupus sulit didiagnosis sebab tanda gejala penyakitnya banyak yang menyerupai gangguan kesehatan akibat penyakit lain. Tidak tersedia satu alat uji diagnostik yang bisa langsung mendeteksi keberadaan penyakit lupus. Diagnosis penyakit Systemic Lupus Erythemathosus (SLE) ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, pemeriksaan urin dan pemeriksaan penunjang lainnya. 

Pemeriksaan darah untuk mengetahui antinuclear antibody (ANA). Sebagian besar penyandang penyakit lupus memiliki kadar antinuclear antibody (ANA) tinggi. Namun hasil pemeriksaan antinuclear antibody (ANA) positif bukan berarti pasti akibat penyakit Systemic Lupus Erythemathosus (SLE). Biopsi kulit dan ginjal dilakukan untuk mengambil contoh jaringan sehingga bisa dilakukan pengamatan sel memakai mikroskop.

Terapi dan Tata Laksana Systemic Lupus Erythemathosus (SLE)

Systemic Lupus Erythemathosus (SLE) merupakan penyakit kronis yang belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya.

Tujuan pengobatan untuk Systemic Lupus Erythemathosus (SLE) antara lain:

  • mencegah munculnya kekambuhan serangan (flare)
  • mengurangi keparahan gejala ketika terjadi kekambuhan
  • mengurangi kerusakan organ dan permasalahan lain

Jadi tujuan terapi Systemic Lupus Erythemathosus (SLE) dilakukan untuk mengatasi keluhan gejala, mencegah kekambuhan serangan dan mencegah gangguan kesehatan akibat lupus sehingga penyandang lupus diharapkan memiliki kualitas hidup lebih baik. Pemberian terapi bergantung pada kebutuhan dan gejala yang dialami pasien.

Pengobatan Systemic Lupus Erythemathosus (SLE) meliputi:

  • pemberian obat untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri kesakitan
  • pemberian obat untuk menekan sistem imunitas supaya tidak menyerang jaringan organ tubuh
  • pemberian obat untuk mengurangi atau mencegah kerusakan persendian
  • pemberian obat untuk mengurangi atau mencegah kerusakan organ tubuh 

Obat anti-inflamasi non-steroid digunakan untuk mengurangi serangan nyeri ringan, pembengkakan sendi dan otot. Obat golongan kortikosteroid pada dosis kecil digunakan untuk mengurangi pembengkakan, nyeri dan kesakitan. Kortikosteroid dosis tinggi digunakan untuk menekan sistem imunitas. Obat antimalaria ternyata mampu mengatasi keluhan persendian, ruam kulit, kelelahan juga peradangan paru pada penyandang lupus.

BLys-specific inhibitor akan mengatasi jumlah sel limfosit B abnormal pada penderita lupus. Kemoterapi memakai agen immunosupresif digunakan pada lupus dengan gejala sangat berat yang merusak organ-organ utama dan terapi lain mengalami kegagalan mengendalikan. Pengobatan lain ditambahkan sesuai keluhan penyakit. Pemberian obat untuk mengendalikan tekanan darah tinggi jika terjadi hipertensi. Pemberian obat antikoagulan jika terjadi gejala pengentalan darah akibat gangguan proses pembekuan darah.

Kepatuhan terhadap pengobatan sering menjadi masalah, terutama di kalangan wanita muda usia subur. Pengobatan SLE mungkin memerlukan penggunaan obat-obatan imunosupresif kuat sehingga dapat memiliki efek samping serius, atau pengobatan dihentikan karena ingin hamil atau sedang mengalami kehamilan. Semua pengobatan, suplemen, herbal, jamu atau terapi alternatif sebaiknya hanya dilakukan dengan diskusi konsultasi bersama dokter. Jangan mengubah atau berhenti minum obat tanpa petunjuk dokter. Tanpa pengobatan kondisi Systemic Lupus Erythemathosus (SLE) bisa sangat fatal mengancam jiwa sebab berisiko tinggi terjadi gangguan jantung atau fungsi ginjal.

Penyandang Systemic Lupus Erythemathosus (SLE) harus melakukan kontrol periksa kesehatan secara rutin. Responsif memantau kondisi tubuh. Berhenti merokok. Lakukan gaya hidup sehat pencegahan penyakit serta jaga supaya berat badan terkontrol baik. Jaga asupan dengan pola makan sehat menggunakan aneka ragam bahan makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh. Lakukan aktivitas fisik secara aman. Konsultasikan bersama dokter saat akan bergabung atau melakukan olahraga latihan fisik. Segera periksa konsultasikan bersama tim dokter saat mengalami kekambuhan atau kemunculan tanda gejala keluhan baru. Diskusikan tentang efek pengobatan, keluhan pengobatan, dan jika ada keluhan lainnya. 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.