Kesehatan Umum

Multiple Sclerosis

MULTIPLE SCLEROSIS

Pengertian Multiple Sclerosis (MS)

Multiple sclerosis (MS) merupakan penyakit autoimun dimana sistem imunitas tubuh menyerang selubung myelin yang menyelimuti serabut persarafan. Organ yang terkena yaitu sistem saraf pusat meliputi juga otak serta sumsum tulang belakang. Multiple sclerosis (MS) merupakan penyakit kronis tidak menular, tetapi makin memburuk (progresif) dan tidak dapat diprediksi.

Multiple Sclerosis (MS) terjadi ketika selubung pelindung (myelin) di sekitar serabut saraf di otak dan sumsum tulang belakang menjadi rusak akibat serangan sistem kekebalan tubuh. Terjadi bercak acak yang disebut plak atau lesi pada selubung myelin serabut saraf. Bercak lesi mendistorsi dan menginterupsi pesan sinyal persarafan di serabut saraf.

Tipe MS antara lain:

  • MS tipe relaps-remisi: 85% penyandang MS dimulai dengan tipe penyakit MS sering relaps. Episode akut gejala neurologis terjadi selama berhari-hari, berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum sepenuhnya atau sebagian sembuh. Interval antara serangan dapat sangat bervariasi, rata-rata terjadi setiap satu hingga dua tahun
  • MS tipe progresif primer: mempengaruhi sekitar 10% penyandang MS sejak awal. Tipe MS ini tidak mengalami kekambuhan, tetapi terjadi disabilitas bertahap semakin memburuk
  • MS relaps-remisi sekunder: terjadi pada penyandang MS tipe relaps-remisi, tetapi kemudian relaps menjadi kurang teratur atau berhenti sama sekali. Proses disabilitas akan terus meningkat. Sekitar 60% orang yang mulai dengan MS tipe relaps-remisi berkembang menjadi MS progresif sekunder setelah 15 tahun
  • Relaps MS progresif: MS ini terjadi pada sekitar 5% penyandang MS sejak awal, dengan kekambuhan disertai peningkatan kecacatan di antara kambuh.

Penyebab dan Faktor Risiko Multiple Sclerosis (MS)

Penyebab pasti terjadinya MS tidak diketahui. Sistem imunitas kekebalan tubuh menyerang selubung myelin serabut saraf sehingga terjadi sclerosis. Sclerosis berarti jaringan parut. Penyakit ini disebut ‘multiple’ karena terjadi kerusakan pada beberapa titik. Efek penyakit bervariasi serta tidak ada penyandang MS memiliki gejala yang persis sama. MS bisa terjadi pada pria serta wanita, namun lebih sering menyerang wanita. Bisa terjadi pada semua kelompok umur, namun paling sering terjadi pada umur antara 20 dan 40 tahun.

Perkiraan terdapat sekitar 2.500.000 orang dari seluruh dunia menderita multiple sclerosis. Beberapa kondisi meningkatkan risiko terjadi multiple sclerosis, antara lain:

  • Dewasa muda: munculnya gejala pertama kali antara usia 20 dan 50 tahun
  • Jenis kelamin perempuan: 70% penyandang MS berjenis kelamin perempuan
  • Kaukasia: 98% penderita MS adalah Kaukasia
  • Hidup di zona beriklim sedang: MS umumnya lebih umum antara garis lintang 40 ° dan 60 ° utara dan selatan khatulistiwa
  • Memiliki riwayat keluarga dengan MS: sekitar antara 10% dan 20% penyandang MS memiliki kerabat dengan penyakit MS. Hal ini menunjukkan adanya hubungan genetik.
  • Infeksi: pada hampir dua pertiga kasus didahului dengan infeksi virus 

Tanda dan Gejala Multiple Sclerosis (MS)

Gejala akibat Multiple Sclerosis (MS) berupa kelemahan tubuh, gangguan koordinasi, keseimbangan, penglihatan, wicara serta berjalan. Gejala-gejala MS bervariasi dan tidak dapat diprediksi, tergantung pada bagian mana dari sistem saraf pusat yang terpengaruh dan sampai sejauh mana kerusakan yang ditimbulkan.

Bentuk MS tipe relaps-remisi merupakan paling umum dijumpai. Penyandang MS tipe relaps-remisi mengalami serangan dengan gejala berat dalam waktu singkat kemudian membaik, bahkan seringkali dengan pemulihan hampir sempurna. Bentuk MS tipe progresif ditandai dengan memburuknya gejala tanpa adanya remisi. Keluhan tanda gejala penyakitnya dapat berupa kombinasi dari lima gangguan utama MS, antara lain:

  1. Kontrol motorik: terjadi kejang otot, mengalami kelemahan, gangguan koordinasi, gangguan keseimbangan, gangguan fungsi lengan dan kaki. Otot kejang, kaku, terasa nyeri kesakitan hingga terjadi kelemahan otot. Cenderung untuk menyeret satu kaki saat berjalan. Kesulitan menelan.
  2. Kelelahan: tubuh terasa lelah, termasuk sensitif terhadap panas
  3. Gejala neurologis: nyeri neuropati, serangan vertigo, sensasi nyeri seperti ditusuk pin dan jarum, sensasi panas terbakar, seperti digencet, neuralgia dan gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan bisa terjadi kehilangan penglihatan, pandangan ganda, buta warna, mata sakit, mata sulit fokus saat melihat, kilatan cahaya saat menggerakkan mata.
  4. Permasalahan pada kantung kemih juga usus besar: termasuk inkontinensia terjadi mengompol, mengalami diare atau sebaliknya terjadi sembelit
  5. Gejala neuropsikologis: termasuk kehilangan ingatan, depresi, anxietas dan gangguan kognitif. Gangguan berpikir, merencanakan dan belajar.

Sensasi tidak normal seperti kebas dan kesemutan di beberapa bagian tubuh sering menjadi gejala pendahuluan serangan MS. Gangguan berjalan, bergerak, menjaga keseimbangan, koordinasi gerakan tubuh, tremor. MS bisa menimbulkan kelumpuhan akibat paralisis. Serangan rasa pusing dan vertigo memperparah kemampuan bergerak. Tremor pada anggota gerak serta tubuh. MS mengakibatkan keluhan rasa nyeri, kebas serta kesemutan pada lengan, kaki, tangan dan telapak tangan. Rasa nyeri pada MS diakibatkan oleh nyeri neuropati dan nyeri muskuloskeletal. Terjadi gangguan fungsi seksual seperti gangguan ereksi.

Gejala memang bervariasi bergantung luasnya area persarafan yang terkena serangan. Gejala ada yang hilang – timbul, juga ada yang terus-menerus makin memburuk. Periode gejala kambuh makin memburuk disebut relaps. Periode gejala menghilang disebut remisi. Banyak kondisi penyakit bisa mengalami tanda gejala serupa MS sehingga sebaiknya segera periksa ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Jika muncul tanda kegawatan segera periksa ke UGD rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya.

Diagnosis dan Pemeriksaan Multiple Sclerosis (MS)

Diagnosis penyakit Multiple Sclerosis (MS) ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan neurologis serta pemeriksaan penunjang. Belum ada tes tunggal untuk mendiagnosis MS. Pemeriksaan neurologis dilakukan untuk mengecek fungsi persarafan. Pemeriksaan darah. Dilakukan pemeriksaan diagnosis dengan rontgen sinar-X, magnetic resonance imaging (MRI). Pemeriksaan pungsi lumbar dilakukan untuk memeriksa cairan serebrospinal.

Terapi dan Tata Laksana Multiple Sclerosis (MS)

Belum ada obat untuk menyembuhkan Multiple Sclerosis (MS). Pengobatan dilakukan untuk mengobati relaps sehingga mempersingkat durasi serangan, mencegah kambuh, meredakan gejala spesifik dan memperlambat perkembangan penyakit dengan mengurangi tingkat keparahan serangan. Pemberian obat harus dilakukan dalam pengawasan ketat oleh dokter. Konsultasikan juga dengan dokter jika akan memakai obat, suplemen, jamu, herbal atau pengobatan alternatif lainnya. Penyandang MS ditangani oleh tim tenaga kesehatan sehingga terapi bisa menyeluruh.

Jenis-jenis obat yang digunakan tergantung pada sejumlah faktor, termasuk tipe MS. Pengobatan imunoterapi untuk memperlambat frekuensi dan tingkat keparahan serangan. Imunoterapi bekerja dengan memodifikasi aktivitas sistem kekebalan tubuh. Terapi diresepkan untuk penyandang MS tipe relaps. Kortikosteroid digunakan untuk mempersingkat durasi serangan MS dengan mengurangi peradangan. 

Perawatan juga dilakukan untuk mengatasi gejala spesifik serangan MS. Terapi masalah otot menggunakan kombinasi obat untuk meredakan masalah otot, termasuk kekakuan dan tremor. Fisioterapi juga dianjurkan untuk menjaga fungsi otot dengan latihan fisik secara aman. Beberapa obat digunakan untuk mengobati gangguan tidur narkolepsi sehingga sangat membantu dalam mengendalikan kelelahan terkait MS. Gangguan pola buang air besar diatasi dengan modifikasi pola makan juga pemberian obat sesuai gejala. Pemasangan kateter dilakukan jika tidak bisa mengontrol kencing.

Gejala neurologis seperti gangguan penglihatan dapat dibantu dengan obat-obatan, termasuk steroid. Perubahan diet dilakukan untuk mengatasi kecukupan asupan nutrisi sesuai kondisi. Masalah neuropsikologis dilakukan pengobatan mengatasi depresi atau kecemasan. Konseling psikologi juga termasuk dalam proses pengobatan. Gangguan seksual diatasi dengan pemberian pengobatan dan konseling bersama sex therapist. Masalah ingatan dan gangguan kognitif lainnya dapat dikelola dengan lebih baik dengan pemberian terapi dari ahli saraf.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.