Kesehatan Umum

Scleroderma

SCLERODERMA

Pengertian Scleroderma

Scleroderma adalah penyakit kronis pada jaringan ikat tubuh. Jaringan ikat merupakan bagian dari jaringan tubuh yang menyatukan serta menyokong persendian, otot, organ dalam dan kulit. Scleroderma menjadi sebutan nama sekelompok penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan tidak normal dari jaringan ikat di kulit dan pembuluh darah. Pada penyandang scleroderma memiliki kolagen berlebihan sehingga jaringan ikat menjadi keras dan kencang. Scleroderma artinya “kulit keras”. Hal ini disebabkan karena gejala paling umum terjadi penebalan serta pengerasan kulit, terutama di tangan dan wajah. 

Scleroderma menyebabkan munculnya bercak-bercak tebal juga keras di kulit. Keluhan tanda gejala sakit bervariasi bisa ringan, sedang hingga berat bergantung pada tipe penyakit juga banyaknya kerusakan kulit serta jaringan ikat. Tersedia pengobatan untuk mengatasi keluhan gejala serta mencegah kerusakan akibat proses perjalanan penyakit. Terapi juga dilakukan dengan memonitor kondisi kesehatan untuk mendeteksi keluhan kemunculan tanda-gejala baru.

Tipe scleroderma ada 2, yaitu:

  1. Scleroderma terlokalisasi: gangguan tanda gejala penyakit hanya pada organ tertentu
  2. Scleroderma sistemik/systemic sclerosis: gangguan tanda gejala penyakit terdapat di seluruh tubuh

Scleroderma bukan penyakit menular.

Penyebab dan Faktor Risiko Scleroderma

Penyebab pasti terjadinya scleroderma belum diketahui. Dicurigai keterlibatan proses autoimun, genetik dan pencetus dari lingkungan. Pada scleroderma terjadi masalah overaktif sistem imunitas kekebalan tubuh. Pada penyandang scleroderma memiliki kolagen berlebihan sehingga jaringan ikat menjadi keras dan kencang. Pada kondisi, jaringan ikat akan tumbuh secara tidak normal sehingga mengganggu fungsi organ hingga menyebabkan gagal fungsi organ. 

Scleroderma bukan penyakit menular. Penyakit ini lebih sering dialami oleh wanita. Sering ditemukan pada kelompok umur antara 30 – 60 tahun. Beberapa tipe scleroderma juga terkait dengan ras tertentu. Scleroderma tipe terlokalisasi lebih sering ditemukan pada keturunan Eropa, sedangkan tipe sistemik lebih sering ditemukan pada African-American.  

Tanda dan Gejala Scleroderma

Keluhan tanda gejala penyakit scleroderma bervariasi bergantung pada tipe dan jaringan ikat yang terkena. Skleroderma tipe terlokalisasi terjadi di kulit. Scleroderma sistemik bisa terjadi keluhan pada organ yang diserang meliputi ginjal, paru-paru, jantung dan saluran pencernaan.

Gejala bisa meliputi satu atau lebih keluhan berikut:

  • ujung-ujung tubuh bisa mengalami perubahan warna dari cerah menjadi pucat kebiruan disertai rasa nyeri (Raynaud’s phenomenon)
  • persendian dan jari-jemari nyeri, bengkak serta kaku
  • kulit menebal, terasa kencang serta pada bagian lengan dan tangan terlihat berkilau
  • kulit wajah terasa kencang seperti memakai masker atau lulur tebal
  • luka yang sakit pada jari serta ibu jari
  • kesulitan menelan hingga mengalami penurunan berat badan
  • keluhan buang air besar dimana bisa terjadi konstipasi atau sebaliknya justru diare
  • mengalami kesulitan saat bernafas hingga nafas terasa sesak, nafas pendek-pendek

Scleroderma bisa merusak jaringan ikat pada paru sehingga mengganggu fungsi pernafasan. Tanda gejala bergantung keparahan penyakit. Keluhan antara lain meliputi gangguan fungsi paru, penyakit paru berat, pembentukan jaringan parut pada paru serta hipertensi pulmoner akibat tekanan darah tinggi pada arteri di paru. Hati-hati jika terdapat tanda gejala badan mudah capek, sesak nafas, nafas pendek-pendek, kesulitan saat bernafas, kaki bengkak. Scleroderma bisa merusak jantung sehingga timbul kelemahan juga gangguan fungsi pada jantung. Otot jantung bisa membengkak dan terjadi gangguan denyut jantung. Scleroderma juga bisa merusak ginjal sehingga timbul gagal ginjal dan tekanan darah tinggi.

Banyak kondisi penyakit bisa mengalami tanda gejala serupa scleroderma sehingga sebaiknya segera periksa ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Segera periksa ke UGD rumah sakit untuk mendapatkan bantuan pertolongan medis jika mengalami tanda kegawatan.

Diagnosis dan Pemeriksaan Scleroderma

Diagnosis penyakit scleroderma cukup rumit. Banyak kondisi lain bisa saja menimbulkan keluhan tanda gejala serupa. Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan kulit untuk mengetes pengerasan dan pengencangan kulit, tes darah, pemeriksaan rontgen dada juga tes fungsi paru untuk mendeteksi penyebab permasalahan pernafasan dan biopsi kulit. Biopsi kulit dilakukan mengambil contoh jaringan kulit untuk diperiksa memakai mikroskop sehingga keadaan sel-sel kulit bisa diperiksa lebih lanjut.

Terapi dan Tata Laksana Scleroderma

Terapi penanganan scleroderma bergantung pada bagian tubuh yang mengalami penyakit. Pilihan terapi antara lain:

  • Pemberian obat sesuai keluhan gejala
  • Gaya hidup sehat
  • Melakukan latihan peregangan fisik secara aman untuk mengatasi keluhan di persendian dengan konsultasi fisioterapi lebih lanjut.
  • Manajemen stres
  • Pemakaian alat bantu penunjang aktivitas harian

Belum ditemukan obat untuk menyembuhkan scleroderma. Pengobatan dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan lebih lanjut, mengendalikan penyakit serta mengatasi keluhan gejala sakit. Lakukan pengobatan secara teratur sesuai anjuran dokter.

Keluhan Kulit

Scleroderma terlokalisasi biasanya menimbulkan keluhan pada kulit. Scleroderma menyebabkan timbulnya kolagen berlebihan sehingga kulit menjadi kering, keras dan kaku kencang. Pengobatan pada bagian kulit dilakukan dengan:

  • Gunakan krim dan lotion pelembab berbahan dasar minyak segera setelah selesai mandi ketika kulit masih lembab
  • Gunakan tabir surya
  • Pakai humidifier yang baik untuk bantu menjaga kelembaban udara sekitar
  • Hindari mandi, pancuran atau berendam dengan air panas
  • Hindari pemakaian sabun, pembersih atau produk-produk perawatan lain yang berformula keras. Gunakan sarung tangan jika mau mencuci atau kontak bersentuhan dengan produk.
  • Rutin melakukan olahraga latihan fisik secara aman 
  • Dokter akan melakukan terapi laser untuk memperbaiki penampilan akibat scleroderma yang merusak kulit
  • Operasi plastik dilakukan untuk memperbaiki kondisi kulit tertentu

Scleroderma sistemik memiliki banyak keluhan gejala, bergantung pada lokasi organ tubuh yang sakit.

Raynaud Phenomenon

Terjadi gangguan perubahan warna akibat gangguan aliran darah. Raynaud phemomenon bisa terjadi di jari, kaki dan tangan. Gejala juga bisa timbul jika terjadi gangguan emosional seperti ketakutan, juga bisa timbul saat kedinginan. Tips kiat mengatasi:

  • Jangan merokok
  • Gunakan pakaian hangat, jaga supaya kaki dan tangan tetap hangat
  • Rutin melakukan olahraga latihan fisik secara aman 
  • Dokter akan memberikan obat untuk melancarkan aliran darah
  • Minta dokter meresepkan obat jika terjadi luka atau ulkus

Nyeri dan Kaku Persendian

Persendian bisa mengalami kaku, nyeri dan kesakitan akibat pengerasang kulit sekitar sendi. Sendi juga bisa mengalami pembengkakan. Tips kiat mengatasi:

  • Obati sendi saat bengkak atau nyeri dengan meminum obat dari dokter
  • Jika memungkinkan, maka lakukan latihan fisik untuk peregangan gerakan sendi dan olahraga rutin secara aman. Tanyakan olahraga yang cocok sesuai kondisi kepada dokter. Biasanya berenang menjadi pilihan.
  • Pelajari tata cara melakukan aktivitas fisik harian yang tidak menimbulkan beban tambahan bagi sendi.
  • Minta petunjuk dokter, fisioterapis atau occupational therapist untuk mengajarkan caranya melakukan aktivitas fisik secara aman nyaman.   

Mulut Kering dan Permasalahan Gigi

Kulit kaku kencang pada wajah menyebabkan kesulitan merawat gigi. Mulut kering akan mempercepat kerusakan gigi. Kerusakan jaringan pada mulut juga berisiko menyebabkan gigi lepas. Tips kiat mengatasi:

  • Rutin menggosok gigi dan membersihkan memakai benang gigi dengan benar
  • Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin ke dokter gigi
  • Segera periksa ke dokter gigi jika ada keluhan masalah di mulut contohnya sariawan, ulkus, mulut sakit atau gigi goyang
  • Pastikan asupan cairan terpenuhi dengan minum yang cukup sehingga terhindar dari mulut kering akibat dehidrasi. Jika sulit minum air bisa menghisap es. Mengisap permen keras dan permen karet tanpa gula juga bantu mencegah mulut kering sebab merangsang produksi ludah.
  • Lakukan latihan pada wajah untuk membuat wajah serta mulut bergerak lentur
  • Hindari produk obat kumur mengandung alkohol
  • Jika mulut kering tidak teratasi sebaiknya segera periksa ke dokter

Keluhan Masalah Pencernaan

Permasalahan di saluran cerna yang bisa timbul akibat scleroderma ada banyak. Keluhan bisa timbul gangguan pencernaan, dada terasa panas, permasalahan menelan, perut terasa begah saat baru mulai makan, perut kembung, diare atau sebaliknya konstipasi. Tips kiat mengatasi: 

  • Makan porsi kecil dengan frekuensi lebih sering, dalam memenuhi kebutuhan asupan harian, sehingga lebih nyaman bagi lambung
  • Jangan langsung berbaring tidur segera setelah makan, beri jeda 1 hingga 3 jam antara jam makan dengan waktu tidur
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi
  • Hindari makanan pedas, berbumbu tajam, kafein atau makan terlalu malam
  • Jangan konsumsi alkohol
  • Periksakan ke dokter jika mengalami keluhan diare, sembelit/konstipasi atau dada nyeri terasa panas seperti terbakar untuk pemberian obat lebih lanjut 

Lakukan kontrol periksa kesehatan secara teratur. Rutin cek tekanan darah. Penyandang scleroderma rentan mengalami infeksi sehingga lakukan tindakan pencegahan penularan infeksi dan lengkapi vaksinasi sesuai kebutuhan. Terapi membantu mengatasi gejala scleroderma. Pengobatan scleroderma akan dilakukan oleh tim dokter sesuai organ tubuh yang terkena. Segera periksa konsultasikan ke dokter jika muncul keluhan tanda gejala baru.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.