Kesehatan Umum

Rabies

RABIES

Pengertian Rabies

Rabies sering disebut sebagai penyakit “anjing gila”. Rabies merupakan penyakit pada sistem persarafan akibat infeksi virus rhabdovirus. Rabies biasanya diidap oleh hewan, bisa hewan liar ataupun binatang peliharaan. Rabies menyebabkan penyakit fatal mematikan, terutama di Asia dan Afrika. Penyakit rabies bisa dicegah dan dieliminasi dengan vaksinasi serta mencegah gigitan hewan pembawa virus.

Penyebab Rabies

Manusia bisa tertular penyakit infeksi virus rabies jika digigit oleh hewan yang mengalami sakit rabies. Virus rabies adalah Rhabdoviruses dengan panjang  180 nm serta lebar 75 nm.

virus rabies Virus Rabies (sumber gambar CDC)

Gigitan anjing menjadi 99% penyebab rabies pada manusia. Gigitan kucing, monyet, kelelawar juga bisa menjadi penyebab penularan penyakit rabies. Kematian manusia setelah terpapar rubah, rakun, sigung, serigala, musang dan spesies inang karnivora liar lainnya sangat jarang. Gigitan binatang pengerat tidak diketahui menularkan rabies.

Penularan juga dapat terjadi ketika bahan infeksi – biasanya air liur – bersentuhan langsung dengan mukosa manusia atau luka kulit segar. Penularan dari gigitan manusia penyandang rabies secara teori dimungkinkan, tetapi belum pernah dikonfirmasi lebih lanjut. Jarang terjadi proses penularan rabies melalui inhalasi aerosol mengandung virus atau melalui transplantasi organ terinfeksi virus. Penularan rabies melalui konsumsi daging mentah atau jaringan dari hewan belum pernah dilaporkan.

Tanda dan Gejala Rabies

Masa inkubasi biasanya 2 – 3 bulan namun bervariasi dari 1 minggu hingga 1 tahun. Lamanya masa inkubasi bergantung pada tempat masuknya virus dan jumlah angka virus di tubuh. Gejala sakit awalnya meliputi tidak enak badan, demam, sakit kepala dengan rasa nyeri dan kesemutan yang tidak seperti biasanya, sensasi ditusuk atau panas seperti terbakar (paraesthesia) di luka gigitan. Periode akut ini terjadi sekitar 2 – 10 hari. Virus kemudian menyebar ke sistem persarafan menimbulkan penyakit progresif dan peradangan fatal pada otak serta persarafan tulang belakang. 

Terdapat 2 bentuk penyakit:

  • Rabies tipe ganas (mengamuk) dengan gejala hiperaktif, geram, perilaku bersemangat berapi-api, takut air (hidrofobia), dan terkadang takut aliran udara (takut angin atau aliran udara segar). Kematian biasanya terjadi dalam beberapa hari akibat henti jantung – paru.
  • Rabies tipe tenang (paralisis) terjadi pada 20% kasus. Tanda gejala penyakit rabies tipe paralisis biasanya kurang dramatis serta muncul perlahan dalam waktu lebih lama dibanding rabies tipe furius. Otot-otot tubuh mengalami gejala kelumpuhan secara perlahan, dimulai dari tempat gigitan. Lambat-laun terjadi kondisi koma, dan kemudian kematian. Rabies paralisis seulit terdiagnosis sebab sering disangka sebagai penyakit lain.

Pada awalnya penyakit ini tidak bergejala. Secara perlahan rabies bisa menyebabkan timbul rasa nyeri, kelelahan, sakit kepala, demam dan mudah emosi marah-marah. Gejala rabies kemudian disertai insomnia, anxietas, kebingungan, halusinasi, kejang, agitasi, takut air, takut angin, hipersalivasi, sulit menelan, hingga akhirnya mengalami kelumpuhan. Rabies tipe mengamuk atau tenang sering berakhir dengan koma kemudian terjadi kematian. Terjadi kematian dalam beberapa hari setelah timbul gejala rabies. Sekitar 95% kematian akibat Rabies terjadi di Asia dan Afrika. 

Diagnosis dan Pemeriksaan Rabies

Proses pemeriksaan dan diagnosis rabise sulit dilakukan jika belum muncul gejala klinis penyakit, atau ketika muncul tanda gejala spesifik rabies seperti hidrofobia dan aerofobia. Virus rabies terdeteksi virusnya, antigennya atau asam nukleatnya melalui jaringan terinfeksi (otak, kulit, urin atau ludah). 

Terapi dan Tata Laksana Rabies

Jika mengalami gigitan binatang maka lakukan:

  1. Cuci dan bersihkan luka memakai sabun selama 15 menit. Kemudian keringkan luka dan beri alkohol 40 – 70% atau povidone iodine 
  2. Segera periksa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan luka
  3. Pemberian serum anti-rabies (rabies immunoglobulin) juga vaksin rabies

Vaksin tetanus juga akan diberikan jika riwayat vaksinasi tidak lengkap. Jika gejala spesifik rabies muncul maka hanya bisa dilakukan terapi suportif.

Tips Kiat Mencegah Rabies

Lakukan pencegahan rabies dengan:

  1. Hindari gigitan hewan
  2. Pemeriksaan dan vaksinasi hewan
  3. Amankan lingkungan tempat tinggal dari binatang liar 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.