Kesehatan Umum

Penyakit Autoimun

PENYAKIT AUTOIMUN

Pengertian Penyakit Autoimun

Sistem imunitas bertugas untuk menjaga tubuh melawan serangan kuman penyakit, zat berbahaya dari lingkungan serta mencegah timbulnya penyakit. Penyakit autoimun terjadi akibat sistem pertahanan tubuh menyerang bagian tubuh sendiri, padahal seharusnya sistem pengaturan imunitas tubuh biasanya bisa membedakan antara bagian tubuhnya sendiri dengan benda asing.

Jika keseimbangan ini mengalami gangguan maka sistem imun kemudian membentuk autoantibodi untuk menyerang bagian tubuhnya sendiri. Autoantibodi ini akan menyerang sel-sel sehat sehingga organ tubuh menjadi rusak. Kondisi kerusakan akibat serangan sistem imunitas tubuh disebut sebagai penyakit autoimun.

Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun merupakan sebuah kondisi langka sehingga sangat jarang terjadi, namun menyebabkan angka kesakitan juga angka kematian tinggi. Semua organ tubuh bisa menjadi target serangan oleh sistem imunitas sesuai jenis penyakit autoimun itu sendiri. Darah, kulit, mata, saraf, jantung, liver juga ginjal bisa terlibat dalam penyakit ini. Penyakit autoimun sebagian besar diberi nama sesuai organ yang diserang. 

Penyebab pasti kondisi autoimun belum diketahui. Penyakit autoimun lebih sering ditemukan pada:

  • wanita usia subur
  • memiliki riwayat keluarga dengan penyakit autoimun
  • bisa terkait dengan ras atau etnis tertentu
  • paparan lingkungan tertentu
  • terkait dengan serangan infeksi virus atau bakteri tertentu.

Penyakit autoimun ini banyak yang muncul disaat usia subur bersamaan dengan peran multipel pada seorang wanita setelah memiliki anak. Hormon kewanitaan dipercaya mempengaruhi penyakit autoimun sebab kondisi penyakit ini mengalami perubahan ketika menstruasi, kehamilan dan menopause. Beberapa penyakit akan mengalami perbaikan namun penyakit lainnya akan mengalami perburukan. Pada rheumatoid arthritis akan membaik saat ibu hamil, namun systemic lupus erythematosus akan memburuk. Penyakit thyroiditis bahkan bisa baru muncul ketika ibu hamil.

Tanda dan Gejala Penyakit Autoimun

Terdapat lebih dari 80 penyakit autoimun. Beberapa penyakit memiliki gejala serupa sehingga menyebabkan kondisi autoimun sulit terdiagnosis. Gejala awal biasanya terjadi tubuh merasa lelah, pegal-linu pada otot dan demam ringan. Tanda gejala autoimun klasik berupa peradangan sehingga terjadi kemerahan, panas, keluhan nyeri kesakitan dan pembengkakan. Penyakit autoimun bisa mengalami kambuh flare, memburuk dan juga mengalami remisi dimana tanda gejala penyakit membaik atau bahkan menghilang.

Pemeriksaan dan Diagnosis Penyakit Autoimun

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Proses diagnosis yang sulit terkadang membuat frustasi dan tertekan.

Lakukan langkah berikut ini untuk memudahkan proses diagnosis:

  • Tuliskan riwayat keluarga secara komplit.
  • Catat semua keluhan gejala yang dialami, meski tampaknya tidak berhubungan
  • Konsultasi ke dokter spesialis yang kira-kira menangani keluhan gejala utama. Misalnya mengalami keluhan diare disertai sakit perut maka bisa konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi. Tanyakan rekomendasi dokter kepada dokter keluarga, teman atau kelompok pendukung.
  • Cari second, third atau fourth opinion ke dokter lain jika dirasa perlu. Jika dokter tidak menanggapi keluhan gejala secara serius, menganggap hanya gara-gara stres atau cuma pengaruh pikiran maka pertimbangkan untuk mencari second, third atau fourth opinion ke dokter lain.

Terapi dan Tata Laksana Penyakit Autoimun

Hidup bersama penyakit autoimun memang terasa begitu berat disaat sebenarnya kondisi hidupnya juga sedang sangat sibuk. Terapi autoimun tergantung dengan tipe penyakitnya, namun pengobatan utama dilakukan untuk mengurangi reaksi peradangan. Pengobatan dilakukan dengan tujuan mengontrol gejala juga manajemen gaya hidup.

Ada banyak tipe pengobatan untuk terapi penyakit autoimun. Pengobatan bergantung pada tipe penyakit, keparahan penyakit serta keluhan gejala. Terapi meliputi:

  • Pemberian obat atau tindakan medis sebagai pereda gejala
  • Pemberian zat vital yang tidak bisa tubuh produksi sendiri, contohnya pemberian hormon pada penyakit autoimun yang mengakibatkan tubuh kekurangan hormon
  • Menekan reaksi sistem imunitas tubuh untuk mengontrol peradangan sehingga mencegah kerusakan organ tubuh lebih berat

Banyak terapi autoimun lainnya sedang dalam proses penelitian. Hati-hati jangan sampai terperdaya dengan pengobatan alternatif yang menjanjikan kesembuhan hanya bermodal testimoni saja. Penyandang autoimun akan ditangani oleh tim tenaga kesehatan meliputi dokter, perawat, fisioterapis, terapis, ahli gizi, hingga psikolog sehingga penanganan secara holistik. Berhati-hati saat akan melakukan terapi alternatif. Organ tubuh penyandang autoimun lebih rentan atau bahkan lebih lemah akibat serangan autoantibodi, sehingga jangan sampai justru menambah efek samping dari tindakan atau pemakaian produk alternatif.

Keluhan gejala flare bisa muncul mendadak serta berat. Kenali pencetus munculnya flare seperti kondisi stres, tekanan hidup, banyak pikiran, kecapekan atau paparan sinar matahari. Jika tahu pencetus flare biasanya akan lebih mudah dalam menangani atau mencegah munculnya flare. Ikuti rencana terapi yang disepakati bersama dokter. Minum obat sesuai petunjuk dokter. Jika mengalami gejala kekambuhan atau munculnya gejala baru segera periksa ke dokter.

Tips Kiat Menjalani Hidup Dengan Penyakit Autoimun

Hal berikut ini bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan:

  • Atur pola makan sehat bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan asupan nutrisi. Makan buah, sayur, biji-bijian berserat utuh, protein sehat, lemak sehat juga susu rendah lemak atau bebas lemak. Batasi konsumsi lemak jahat, kolesterol, garam dan gula. Beberapa kondisi autoimun butuh penyesuaian pola makan sehingga bisa konsultasikan bersama ahli gizi berkompeten.
  • Gaya hidup aktif, namun pastikan jangan sampai berlebihan. Tanyakan kepada dokter terkait aktivitas fisik, latihan fisik dan olahraga yang aman dilakukan sesuai kondisi tubuh. Program olahraga ringan tertentu bisa membantu untuk menjaga otot dan sendi sehingga lebih terjaga dari nyeri. Konsultasikan terlebih dahulu bersama dokter sebelum memulai olahraga.
  • Pastikan mendapat cukup istirahat. Istirahat memberikan kesempatan bagi jaringan tubuh, persendian untuk pulih memperbaiki diri juga pikiran untuk lebih tenang. Sebagian besar orang butuh tidur nyenyak sekitar 7 hingga 9 jam. Jika kurang istirahat maka tingkat stres akan meningkat sehingga serangan gejala lebih parah. Cukup tidur juga bantu untuk mengatasi permasalahan lebih baik dan menurunkan risiko sakit.
  • Kurangi tingkat stres. Stres dan ketakutan bisa mencetuskan gejala flare pada beberapa penyakit autoimun. Lakukan shalat, dzikir, mengaji, doa, meditasi, self-hypnosis serta berbagai teknik relaksasi sederhana lainnya. Relaksasi bantu mengurangi stres, mengurangi keluhan rasa sakit dan bantu lebih sabar dengan kondisi yang ada. 
  • Bergabung dengan kelompok pendukung yang suportif.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan dan kontrol secara rutin sesuai kesepakatan bersama dokter atau tenaga kesehatan lainnya.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.