Kesehatan Umum

Hepatitis B

HEPATITIS B

Pengertian Hepatitis B 

Hepatitis B merupakan penyakit infeksi berbahaya akibat virus hepatitis B. Infeksi hepatitis B akan menimbulkan penyakit kronis hingga berisiko terjadi sirosis hati dan kanker hati. Komplikasi hepatitis tersebut sangat fatal akibatnya, juga mahal pembiayaannya. Satu kasus sirosis membutuhkan biaya 1 miliar dan pengobatan kanker hati sekitar 5 miliar dengan angka kesembuhan masih kecil. Infeksi hepatitis B di masa bayi dan anak-anak lebih cenderung menjadi kronis.

Menurut Riskesda 2017, sebanyak 7,1 % penduduk Indonesia mengidap hepatitis B. Menurut Riskesda 2007 Indonesia tergolong negara dengan endemisitas tinggi, sehingga Indonesia merupakan negara dengan pengidap hepatitis terbesar nomor 2 diantara negara-negara SEARO. Diperkirakan 9 diantara 100 orang Indonesia terinfeksi Hepatitis B. Estimasi penderita Hepatitis B dan C diperkirakan 25 juta, 50 persennya (12.500.000) diperkirakan akan menjadi chronic liver disease, dan 10 persennya menjadi liver fibrosis dan kemudian akan menjadi liver cancer (1,25 juta).

Infeksi Hepatitis B Akut

Hepatitis B akut merupakan penyakit akibat infeksi virus hepatitis B yang terjadi kurang dari 6 bulan. Sistem imunitas tubuh akan melawan infeksi virus hepatitis B sehingga bisa terjadi penyembuhan sempurna. Sebagian besar infeksi hepatitis B pada dewasa menimbulkan penyakit akut, meski ada juga yang menjadi penyakit hepatitis B kronis.

Infeksi Hepatitis B Kronis

Hepatitis B kronis merupakan penyakit akibat infeksi virus hepatitis B yang terjadi lebih dari 6 bulan. Sistem imunitas tubuh tidak mampu melawan serangan infeksi virus hepatitis B sehingga bisa terjadi penyakit hepatitis B kronis. Hepatitis B kronis terjadi seumur hidup dengan risiko menimbulkan komplikasi sirosis hati dan kanker hati. Semakin muda mengalami infeksi hepatitis B maka kemungkinan menjadi penyakit kronis sangat tinggi. Inilah pentingnya deteksi dini dan vaksinasi hepatitis B.

Penyebab dan Faktor Risiko Hepatitis B

Virus hepatitis B disebarkan melalui darah, semen, cairan vagina atau cairan tubuh lainnya dari penderita penyakit hepatitis B. Jika virus hepatitis B berhasil memasuki aliran darah maka akan terjadi infeksi hepatitis B. Penularan hepatitis B bisa melalui aktivitas seks tidak aman, pemakaian bergantian jarum suntik terkontaminasi virus, kecelakaan tertusuk jarum suntik terkontaminasi virus, serta dari ibu penyandang penyakit hepatitis B ke bayi yang dilahirkan.

Semua manusia bisa mengalami infeksi hepatitis B saat virus memasuki aliran darah. Namun, beberapa faktor kondisi bisa lebih meningkatkan risiko infeksi hepatitis B, contohnya seperti:

  • Melakukan hubungan seks bebas dengan banyak pasangan seksual
  • Memiliki pasangan seksual terinfeksi virus hepatitis B
  • Memakai jarum suntik secara bergantian dengan orang lain
  • Hubungan seksual antar-lelaki
  • Tinggal bersama penyandang hepatitis B kronis
  • Bayi terlahir dari ibu penyandang hepatitis B
  • Bekerja dengan risiko mengalami terpapar darah atau produk darah
  • Tinggal di negara dengan angka infeksi hepatitis B tinggi, Indonesia termasuk dalam kategori ini

Tanda dan Gejala Hepatitis B

Tanda gejala penyakit hepatitis B sangat bervariasi dari keluhan gejala ringan hingga kondisi kegawatan fatal mengancam jiwa. Gejala penyakit biasanya muncul 4 bulan setelah terinfeksi. Pada sebagian orang, terutama anak-anak, tidak tampak adanya keluhan gejala.

Tanda gejala penyakit hepatitis B diantaranya:

  • perut sakit
  • demam
  • nyeri persendian
  • badan terasa sakit semua
  • kehilangan nafsu makan
  • mual dan muntah
  • merasa lemah dan mudah capek kelelahan
  • kulit dan bagian putih pada mata tampak kuning (ikterus/jaundice)  
  • urin berwarna gelap

Segera periksa ke dokter jika terpapar dengan sumber infeksi hepatitis B. Tersedia terapi pencegahan untuk mengurangi risiko infeksi jika diberikan segera secepatnya dalam 24 jam pasca terpapar virus. 

Tanda gejala penyakit hepatitis B seringkali tidak khas. Banyak juga penyakit lain memiliki tanda gejala serupa hepatitis B sehingga sebaiknya segera periksa ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Lakukan pemeriksaan deteksi dini secara rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh.

Penyakit hepatitis B kronis bisa menimbulkan komplikasi antara lain:

  1. Sirosis hati
  2. Kanker hati
  3. Kegagalan fungsi hati
  4. Komplikasi pada gangguan fungsi organ lainnya seperti penyakit ginjal, peradangan pembuluh darah

Diagnosis dan Pemeriksaan Hepatitis B

Periksa ke dokter untuk dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Dilakukan pemeriksaan tes darah dan tes urin. Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat kondisi darah, pemeriksaan deteksi virus hepatitis serta tes fungsi hati. Pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG) abdomen biasanya dilakukan untuk melihat kondisi hati serta organ perut lainnya. Jika diperlukan dilakukan biopsi mengambil contoh jaringan untuk dilakukan pemeriksaan histopatologi lebih lanjut.

Terapi dan Tata Laksana Hepatitis B

Jika terpapar sumber infeksi hepatitis B dengan riwayat vaksinasi tidak diketahui, sebaiknya segera periksa ke dokter. Dokter akan memberikan injeksi antibodi sebagai perlindungan terhadap infeksi hepatitis B. Kemudian akan dilakukan vaksinasi dengan vaksin hepatitis B untuk perlindungan jangka panjang. Terapi ini dilakukan segera dalam 12 jam pasca paparan virus hepatitis B.

Infeksi hepatitis B akut dengan gejala ringan akan dilakukan observasi gejala, istirahat, pemberian asupan nutrisi dan cairan untuk memenuhi kebutuhan tubuh supaya sistem imunitas bisa bekerja optimal. Infeksi hepatitis B akut dengan gejala berat akan dilakukan rawat inap di rumah sakit dan diberi obat antivirus. Infeksi hepatitis B kronis ditangani dengan pemberian interferon dan obat antivirus. Transplantasi hati dilakukan pada infeksi hepatitis B kronis dengan kerusakan organ hati yang sangat parah.

Bukan hal yang mudah saat mengetahui ternyata positif hepatitis B. Kondisi ini butuh dukungan dari keluarga serta teman di sekitar. Jangan mengurung diri, lagipula hepatitis B tidak menular dengan sekedar aktivitas bersosialisasi biasa seperti memeluk, berjabat tangan, bercerita, makan atau duduk bersama. Pakai barang pribadi sendiri seperti sikat gigi, pisau cukur, dll. Jaga kesehatan dengan mengatur pola makan bergizi seimbang sesuai kebutuhan, melakukan aktivitas fisik dengan aman dan istirahat cukup. Jangan konsumsi alkohol. 

Penyandang hepatitis B kronis sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pemantauan kondisi dan fungsi organ hati akan dilakukan secara berkala untuk mencegah komplikasi fatal. Lengkapi vaksinasi sesuai kebutuhan. Berhati-hati saat akan meminum obat, suplemen atau herbal sebab jangan sampai memperparah kondisi hati sehingga tanyakan dulu kepada dokter. Konsultasikan pemilihan terapi lebih lanjut bersama dokter.

Tips Kiat Mencegah Hepatitis B

Tidak semua penyakit bisa dicegah, namun dengan mengontrol faktor risiko setidaknya bisa menurunkan kemungkinan sakit. Berikut ini beberapa tips kiat mencegah hepatitis:

  • Lakukan pemeriksaan deteksi dini hepatitis B pada diri dan pasangan
  • Pemberian immunoglobulin dan vaksinasi hepatitis B pada bayi baru lahir dari ibu dengan infeksi hepatitis B positif
  • Pemberian vaksin hepatitis B kepada bayi baru lahir. Vaksinasi hepatitis B saat ini telah masuk dalam program imunisasi yang disediakan gratis oleh pemerintah sejak tahun. Jika belum mendapat vaksinasi sebaiknya segera konsultasikan bersama dokter terkait pemberian vaksin untuk mencegah penyakit hepatitis B. 
  • Gunakan sarung tangan untuk melindungi diri jika memiliki pekerjaan berkontak dengan darah
  • Jangan menggunakan jarum suntik secara bergantian
  • Hati-hati saat akan membuat tato, tindik, tindakan gigi, tindakan kosmetik, intervensi kesehatan dimana bisa terjadi luka tubuh dengan memakai tusukan jarum/alat/benda yang tidak memenuhi kaidah higienis kesehatan. Sebaiknya jangan lakukan jika tidak jelas keamanan prosedur dan alat yang digunakan.
  • Jangan mabuk 
  • Jangan memakai NARKOBA 
  • Setia dengan satu pasangan dan lakukan hubungan seks sehat secara aman sehingga mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual
  • Lakukan pencegahan dan lengkapi vaksinasi mencegah hepatitis pada tenaga kesehatan 
  • Jangan memakai barang pribadi yang berisiko terkena darah bersama orang lain: pisau cukur, pemotong kuku, sikat gigi, alat monitor gula darah, dll

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.