Kesehatan Umum

Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)

DISSEMINATED INTRAVASCULAR COAGULATION (DIC)

Pengertian Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)

Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) merupakan sebuah kondisi dimana terbentuk gumpalan darah di pembuluh darah kecil pada seluruh tubuh. Gumpalan darah ini bisa mengurangi atau menghalangi aliran darah sehingga bisa menimbulkan kerusakan pada organ tubuh. Akibat DIC maka banyak keping darah trombosit dan faktor pembekuan darah terpakai sehingga tubuh berisiko mengalami gangguan pembekuan darah. Pada saat pembekuan darah terganggu maka bisa terjadi perdarahan di tubuh, termasuk perdarahan dalam tubuh. DIC bisa mengakibatkan kondisi fatal membahayakan jiwa.

Terdapat 2 tipe DIC, yaitu:

  1. DIC akut
  2. DIC kronis

DIC akut terjadi dalam waktu cepat selama beberapa jam atau hari. Kondisi DIC akut dimulai dengan terbentuknya banyak gumpalan bekuan darah di pembuluh darah kecil menyebabkan perdarahan sangat parah.

DIC kronis terjadi dalam waktu perlahan selama beberapa minggu atau berbulan-bulan. DIC kronis menetap lebih lama serta terdeteksi lebih lambat. DIC kronis menyebabkan terbentuknya banyak gumpalan bekuan darah namun jarang menimbulkan perdarahan.

Penyebab dan Faktor Risiko Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)

Mekanisme tubuh untuk menghentikan perdarahan dinamakan hemostasis. Hemostasis meliputi fase pembentukan sumbatan oleh platelet (keping darah) dan fase pembekuan darah. Proses pembekuan darah atau koagulasi merupakan proses kompleks dari interaksi banyak faktor pembeku darah sehingga akan terbentuk gumpalan darah sehingga luka tertutup dan perdarahan bisa berhenti. Setelah perdarahan berhenti, luka tertutup dan dinding pembuluh darah pulih maka tubuh akan menghancurkan sisa jendalan darah. Setiap hari sebenarnya terjadi banyak sekali luka minor di pembuluh darah dalam tubuh tanpa kita sadari. Proses ini tetap berjalan aman jika keseimbangan dalam hemostasis terjaga baik.

Keseimbangan hemostasis bisa terganggu jika terjadi kondisi seperti:

  • Sepsis
  • Operasi dan cidera
  • Kanker
  • Komplikasi kehamilan dan persalinan
  • Penyebab lain: digigit ular beracun, luka bakar, frostbite

Tanda dan Gejala Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)

Tanda gejala kondisi Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) bergantung pada penyebab juga apakah kondisi DIC akut atau DIC kronis. Pada DIC terjadi bekuan gumpalan darah di seluruh pembuluh darah tubuh sehingga mengganggu atau bahkan menyumbat aliran darah. DIC bisa menimbulkan tanda gejala berikut:

  • Nyeri dada dan sesak nafas jika gumpalan darah menyumbat pembuluh darah di patu dan jantung
  • Sakit, nyeri, kulit kemerahan, panas dan pembengkakan di kaki bagian bawah jika terjadi deep vein thrombosis (DVT)
  • Sakit kepala, gangguan bicara, kelumpuhan, pusing, gangguan bicara, gangguan kesadaran jika terjadi gangguan aliran darah akibat sumbatan pada pembuluh darah di otak.
  • Gangguan fungsi organ hingga mengakibatkan serangan jantung, permasalahan ginjal, gangguan nafas sesuai tempat dimana gumpalan darah menyumbat pembuluh darah.

DIC bisa menyebabkan perdarahan dalam dan perdarahan luar. Tanda perdarahan luar contohnya antara lain:

  • Perdarahan mulut misalnya tergigit, tergores atau kehilangan gigi
  • Mimisan tanpa penyebab jelas
  • Gusi berdarah
  • Darah sulit berhenti meski hanya luka kecil di kulit
  • Bekas luka bisa kembali keluar darah
  • Sering memar di kulit baik dalam bentuk purpura maupun petekie
  • Menstruasi dengan darah haid sangat banyak

Tanda perdarahan dalam contohnya antara lain:

  • Urin disertai darah akibat perdarahan di ginjal atau saluran kemih
  • Tinja ada darahnya akibat perdarahan di lambung atau usus
  • Memar sangat besar (hematoma) akibat perdarahan di dalam otot

Bisa terjadi perdarahan di dalam persendian lutut, pergelangan kaki dan siku sehingga menyebabkan nyeri sendi. Perdarahan sendi bisa tampak sebagai sendi mengalami bengkak, panas saat dipegang dan sangat sakit saat digerakkan. Pembengkakan bisa bertambah parah saat perdarahan terus terjadi. Sendi tidak bisa digerakkan. Jika perdarahan sendi tidak teratasi maka persendian bisa rusak. Sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami tanda gejala perdarahan.

Pemeriksaan dan Diagnosis Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis Disseminated Intravascular Coagulation (DIC). Pemeriksaan darah komplit, hitung sel darah, jumlah trombosit, faktor pembekuan darah dan waktu pembekuan darah. Pemeriksaan PT, PTT, serum fibrinogen dan degradasi fibrin. 

Terapi dan Tata Laksana Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)

Terapi Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) meliputi pengobatan terapi pembekuan darah dan permasalahan perdarahan. Terapi DIC meliputi transfusi darah, menghentikan perdarahan dan mengobati kondisi sebagai penyebab utama DIC. DIC akut terjadi perdarahan berbahaya sehingga akan dilakukan transfusi darah, pemberian obat dan terapi oksigen. DIC kronis akan diberikan obat pengencer darah atau antikoagulan untuk mencegah pembentukan jendalan darah di kemudian hari.

Tips Kiat Menjalani Hidup Bagi Penyandang Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)

Penyandang Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) disarankan kontrol kesehatan dan tes darah secara rutin. Penyandang DIC akan meminum obat pengencer darah sehingga semua tim medis harus mengetahui riwayat pengobatan yang dijalani. Pantau jika terjadi perdarahan dan segera lakukan tindakan menghentikan perdarahan secepatnya. Jika terjadi tanda kegawatan segera pergi periksa ke UGD atau cari bantuan rawat medis darurat. 

Tanyakan kepada dokter obat bebas untuk digunakan jika terjadi gangguan kesehatan. Beberapa obat bisa mempengaruhi proses pembekuan darah. Diskusikan pengobatan bersama dokter sebelum minum obat, suplemen atau herbal apapun. Konsultasi bersama apoteker setiap kali akan membeli obat bebas. Sampaikan riwayat penyakit kepada dokter. Jika akan melakukan prosedur operasi dan prosedur tindakan gigi akan dilakukan tindakan pencegahan komplikasi.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.