Kesehatan Kulit

Keloid

KELOID

Jaringan Parut

Luka di kulit akan menyebabkan perdarahan akibat robeknya jaringan kulit. Terdapat 4 fase penyembuhan luka pada kulit, yaitu:

  1. fase inflamasi
  2. fase migrasi
  3. fase proliferasi
  4. fase maturasi 

Sel mast di area luka akan merangsang reaksi peradangan di fase inflamasi. Terbentuk pembekuan darah dan lapisan scab menutupi area luka. Sel-sel di stratum basal epitel bermigrasi. Sel fagosit akan membersihkan area luka. Fibroblast membentuk rangkaian benang-benang fibrin untuk menutup luka. Terbentuk jaringan kulit baru untuk menutup luka jika kerusakan hanya pada lapisan epidermis. Jaringan ikat di lapisan dermis bisa menarik kulit melekuk ke dalam. Jika area luka pada lapisan lebih dalam maka akan terbentuk jaringan parut.

Pengertian Keloid

Pada keadaan khusus bisa terjadi penebalan pada bekas luka akibat pertumbuhan berlebihan jaringan parut sehingga terbentuk keloid. Keloid merupakan salah satu jenis jaringan parut yang tumbuh menonjol berlebihan melebihi luka penyebab. Tidak semua jaringan parut akan berubah menjadi keloid. Namun, pada orang yang berbakat tumbuh keloid maka semua jenis luka berisiko terbentuk keloid. 

Penyebab Keloid

Penyebab pasti terjadinya keloid belum diketahui. Ras Asia, Hispanic, dan Afrika lebih berisiko mengalami keloid dibandingkan ras lainnya. Keloid paling sering muncul pada usia 20 hingga 30-an. Sepertiga kasus keloid memiliki riwayat keluarga dengan bakat keloid. Keloid akan muncul setelah kulit mengalami luka. Namun ada juga keloid spontan yang bisa tumbuh tanpa adanya luka di kulit. 

Orang berbakat keloid bisa tumbuh keloid di semua luka seperti luka saat kulit teriris, luka bakar, bekas jerawat, bekas cacar air, tato, tindik, memakai bando ketat, bekas bercukur, luka lecet, luka cidera, hingga luka bekas operasi. Keloid tumbuh secara perlahan setelah kulit terluka. Jika sudah muncul biasanya keloid bisa terus tumbuh bertambah besar selama berbulan-bulan hingga tahunan. Meski bisa terus tumbuh, keloid bukanlah kanker ganas.

Tanda dan Gejala Keloid

Tanda gejala keloid terlihat bekas luka tumbuh secara perlahan. Bekas luka tampak:

  • muncul perlahan
  • tumbuh perlahan
  • warna semula merah muda, merah atau ungu
  • teraba lembut dan lembek, atau keras dan kenyal
  • bisa timbul gatal, sakit saat dipegang atau terasa nyeri
  • terfiksasi dengan kulit sekitarnya

Bisa membutuhkan waktu 3 bulan bahkan hingga setahun lebih sehingga keloid mulai tampak. Keloid bisa tumbuh perlahan hingga bertahun-tahun, namun ada juga yang tumbuh cepat dalam hitungan bulan. Jaringan bekas luka awalnya tumbuh berwarna merah muda, merah atau ungu kemudian semakin lama akan berwarna gelap kehitaman. Jika tumbuh di telinga akan berbentu oval bundar. Jika terletak di dada, perut, tangan atau kaki biasanya keloid tumbuh mendatar.

Tekstur keloid berbeda dengan kulit disekitarnya. Keloid bisa teraba lembut, namun bisa juga teraba keras. Keloid di daun telinga biasanya teraba keras. Keloid menimbulkan keluhan gatal, sakit dan nyeri saat sedang tumbuh. Jika digaruk maka bisa menimbulkan luka kemudian berdarah. Keloid di dada biasanya terasa sakit. Pada saat selesai tumbuh biasanya keluhan gejala hilang. Sebagian besar keloid tidak bisa digerakkan karena terfiksasi solid. Namun keloid di leher, perut atau telinga ada yang bisa bertangkai sehingga bisa digerakkan sedikit. Warna bagian tepi keloid lebih gelap dibandingkan bagian tengahnya.

Keloid paling sering ditemukan di kulit telinga, dada, leher, bahu, dan punggung. Keloid bisa tumbuh dimana-mana namun biasanya lebih jarang jika di telapak kaki, telapak tangan, kelopak mata, kelamin. Ukuran keloid bisa sangat kecil, namun bisa juga tumbuh melebihi diameter sepakbola. Keloid sangat besar biasanya tumbuh di bahu dan punggung.

 keloid.jpg Keloid (sumber gambar AAD)

Jaringan keloid sangat besar di area persendian bisa menyulitkan pergerakan. Jaringan keloid sangat luas di dada juga bisa mengganggu keleluasaan saat gerak bernafas. Keloid bisa menimbulkan masalah emosional hingga mengganggu rasa percaya diri. Keloid tidak menjadi kanker ganas. Namun, bisa ada juga beberapa kondisi kulit lainnya menyerupai gejala keloid. Periksa ke dokter spesialis kulit untuk mengetahui penyebab serta penanganan lebih lanjut.

Diagnosis dan Pemeriksaan Keloid

Dokter spesialis kulit akan bisa mendiagnosis keloid saat melihatnya. Jika kondisi keloid dicurigai ada koinsidensi dengan keadaan lain maka akan dilakukan biopsi mengambil sampel contoh jaringan untuk pemeriksaan histopatologi memakai mikroskop.

Terapi dan Tata Laksana Keloid

Terapi keloid bermacam-macam pilihan tergantung keluhan, keinginan pasien, kondisi keloid, umur, lokasi serta pertimbangan lainnya. Terapi biasanya dilakukan kombinasi beberapa pilihan. Injeksi kortikosteroid bisa mengempiskan keloid. Injeksi bisa mengecilkan 50% hingga 80% keloid, namun setelah 5 tahun bisa tumbuh lagi.

Operasi mengangkat keloid dikombinasikan dengan terapi lain untuk mencegah keloid tumbuh berulang. Pemakaian pressure earring, perban atau garment khusus pasca operasi bisa mencegah 80% hingga 100% terbentuknya keloid. Terapi laser bisa mengurangi besarnya keloid, biasanya dikombinasikan dengan injeksi atau pemberian tekanan. Silicone sheet atau gel digunakan untuk mendatarkan keloid. Pada keloid kecil bisa dilakukan cryotherapy. Konsultasikan ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan terapi paling tepat sesuai kondisi.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.