Kesehatan Umum

Batuk Pilek Selesma

SELESMA ATAU COMMON COLD

Pengertian Selesma

Selesma menjadi salah satu penyebab tersering periksa ke dokter. Hidung meler, tenggorokan gatal, bersin-bersin menjadi gejala utama. Selesma merupakan penyakit infeksi virus pada saluran pernafasan. Selesma memang tidak nyaman, namun biasanya akan cepat membaik dan sembuh sendiri. Artikel ini membahas batuk-pilek selesma pada orang dewasa. Orang dewasa sehat bisa mengalami sakit selesma sekitar 2 – 3 kali dalam setahun.

Baca juga Perawatan Batuk Pilek Selesma Pada Anak

Penyebab dan Faktor Risiko Selesma

Selesma disebabkan karena infeksi virus. Terdapat sekitar 200 virus bisa menimbulkan gejala selesma, paling sering karena infeksi rhinovirus dan coronavirus. Virus disebarkan oleh penderita saat batuk, bersin dan bicara. Virus kemudian masuk melalui selaput hidung, mata atau mulut. Virus juga bisa disebarkan melalui tangan yang terkontaminasi.

Beberapa kondisi bisa meningkatkan risiko mengalami selesma, yaitu

  • Usia
  • Kelemahan sistem imunitas tubuh
  • Musim
  • Kebiasaan merokok dan paparan asap rokok
  • Kontak paparan dekat dengan penderita selesma

Tanda dan Gejala Selesma

Keluhan tanda gejala sakit biasanya muncul dalam 1 – 3 hari setelah terpapar virus penyebab selesma. Tanda gejala penyakit bisa sangat bervariasi, antara lain salah satu atau lebih keluhan berikut:

  • Hidung tersumbat dan pilek (meler keluar banyak ingus encer)
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Wajah terlihat sembab
  • Mata berair
  • Post-nasal drop
  • Sakit kepala ringan
  • Badan terasa sakit 
  • Bersin
  • Demam ringan
  • Tidak enak badan

Lendir cairan (ingus) hidung semakin kental kemudian bisa berwarna kuning atau kehijauan. pada saat virus menyerang mukosa hidung akan terjadi produksi lendir mukus jernih encer untuk mengeluarkan virus dari hidung. Setelah 2 – 3 hari lendir berubah warna jadi putih, kuning atau kehijauan kental. Warna lendir (ingus) tidak bisa menjadi petunjuk penyebab infeksi.

Gejala batuk pilek biasanya ringan, keluhan sakit memuncak pada 2 – 3 hari pertama kemudian membaik. Gejala membaik perlahan lalu bisa sembuh sendiri dalam waktu 10 sampai 14 hari. Sebagian besar orang akan pulih dalam 7 – 10 hari. Namun gejala infeksi selesma bisa lebih berat pada orang dengan kondisi mengalami kelemahan sistem imunitas tubuh, asma atau riwayat gangguan pernafasan.

Periksa ke dokter jika terdapat satu atau lebih keluhan berikut:

  • Demam lebih dari 38,5 C
  • Demam tidak membaik lebih dari 3 hari 
  • Tiba-tiba demam lagi setelah periode tidak demam
  • Sesak nafas, nafas pendek-pendek
  • Mengalami mengi
  • Sakit kepala hebat
  • Sakit sinus
  • Sakit telinga
  • Sakit tenggorokan sangat parah
  • Tanda kegawatan lainnya

Infeksi menular melalui percik pernafasan juga percik ludah ketika bersin, juga dari permukaan yang terkontaminasi virus dari cairan pernafasan penderita. Frekuensi mengalami pilek biasanya 2 – 4 kali dalam setahun. Infeksi sering terjadi ketika musim dingin atau musim hujan dimana orang-orang cenderung berkumpul dalam satu ruangan tertutup. Pada musim dingin kelembaban rendah serta permukaan saluran mukosa hidung lebih kering sehingga rentan tertular virus.

Gejala selesma bisa menyerupai dengan penyakit influenza. Influenza memiliki tanda gejala lebih berat dan risiko lebih fatal sehingga harus diwaspadai. Segera periksa ke dokter jika merasa sakit dengan gejala mengganggu.

Pemeriksaan dan Diagnosis Selesma

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan jika diperlukan melakukan pemeriksaan penunjang. Jika diperlukan akan dilakukan pemeriksaan swab hidung dan tenggorokan. Pemeriksaan lain dilakukan terutama jika dicurigai terdapat komplikasi atau kondisi lain yang lebih membahayakan.

Terapi dan Tata Laksana Selesma

Pemberian obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen atau parasetamol akan bantu mengatasi keluhan gejala selesma. Gunakan obat dengan benar, bijak sesuai kondisi, durasi singkat dan sesuai petunjuk pemakaian obat. Hidung tersumbat bisa menggunakan semprotan atau tetes hidung berisi larutan normal salin. Semprotan hidung berisi obat aktif harus digunakan secara bijak sesuai petunjuk dokter sebab berisiko menimbulkan rebound.

Hati-hati saat mengkonsumsi obat warung, obat batuk atau obat herbal dengan memastikan pemakaian aman sesuai kondisi, tanyakan kepada dokter dan apoteker anda. Antibiotik bukan obat untuk menghentikan batuk atau hidung meler saat pilek, namun obat ini hanya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Antibiotik hanya digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri sehingga harus digunakan dengan bijak hanya dengan resep dokter. 

Langkah berikut ini bisa membantu untuk tetap nyaman saat sakit selesma:

  • Minum air yang banyak untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Air putih, jus, kaldu, air lemon hangat baik untuk hidrasi tubuh saat sakit selesma. Hindari alkohol, kopi, teh sebab berisiko menambah dehidrasi.
  • Makan sup ayam. Sup ayam berkuah dan asupan cairan rumahan hangat lainnya akan bantu melegakan serta mengurangi bengkak.
  • Kumur-kumur pakai air garam untuk meredakan nyeri tenggorokan. Larutkan garam setengah sendok teh di segelas/secangkir air hangat. Gunakan untuk kumur-kumur kemudian buang, pastikan air garam tidak ditelan.
  • Jaga suhu dan kelembaban udara supaya tetap nyaman. Humidifier atau vaporizer bantu menjaga kelembaban saat udara kering. Jaga humidifier dan vaporizer tetap bersih terhindar dari jamur atau bakteri. 
  • Istirahat yang cukup. Jika bisa tetap tinggal di rumah saat gejala serangan sangat berat mengganggu atau mengantuk akibat efek obat.  

Selesma biasa akan bisa sembuh sendiri. Gejala batuk pilek biasanya ringan, keluhan sakit memuncak pada 2 – 3 hari pertama kemudian membaik. Gejala membaik perlahan lalu bisa sembuh sendiri dalam waktu 10 sampai 14 hari. Sebagian besar orang akan pulih dalam 7 – 10 hari. Observasi tanda keluhan gejala. Segera periksa ke dokter jika tidak membaik, gejala selesma berat atau terdapat tanda kegawatan.

Komplikasi Selesma

Selesma bisa menimbulka komplikasi otitis media akut jika virus atau bakteri menyerang telinga tengah dengan gejala terjadi sakit telinga, ingus kental kuning atau kehijauan dan terjadi serangan demam lagi. Selesma bisa menyebabkan serangan asma pada para penyandang asma. Sinusitis akut bisa terjadi jika mukosa sinus mengalami peradangan dan infeksi. Bisa terjadi infeksi sekunder saat selesma sehingga timbul faringitis akibat infeksi sekunder streptococcus, croup, bronkiolitis atau bahkan pneumonia. 

Tips Kiat Mencegah Selesma

Selesma berbeda dengan influenza. Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah selesma. Untuk mengurangi serangan selesma maka lakukan tindakan pencegahan berikut:

  • Rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir hingga bersih. Cuci tangan pakai sabun sekitar 20 detik, pastikan seluruh bagian dibersihkan. Pada situasi darurat saat tidak tersedia air dan sabun, maka bisa gunakan alcohol-based hand sanitizer. Ajarkan juga anak-anak untuk mencuci tangan 
  • Tutupi ketika bersin atau batuk sehingga droplet respirasi tidak tersebar. Menjauh dari orang lain saat akan batuk atau bersin. Gunakan tisu untuk menutup bersin dan batuk. Buang tisu bekas ke tempat sampah lalu cuci tangan dengan sabun dan air hingga bersih. Tutup bersin dan batuk pakai bagian lengan atas dengan siku ditekuk sehingga bisa menutupi mulut serta hidung jika tidak tersedia tisu.
  • Jangan berbagi barang pribadi seperti gelas, alat makan, sikat gigi, dll.
  • Jika bisa usahakan untuk hindari kontak erat dengan penderita selesma. Pelukan, ciuman dan jabat tangan bisa menularkan virus selesma.
  • Bersihkan permukaan barang yang sering disentuh dengan desinfektan jika ada anggota keluarga sakit selesma. Cuci atau bersihkan mainan saat anak mengalami selesma.
  • Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
  • Pilih tempat penitipan anak dengan bijak.

Hindari sering memegang mata, hidung serta mulut setelah memegang permukaan di fasilitas umum atau sebelum bisa cuci tangan. Jika sedang sakit sebaiknya gunakan masker, tutupi mulut ketika batuk/bersin serta rajin cuci tangan pakai sabun. Jaga kondisi tubuh tetap sehat bugar dengan atur pola makan bergizi seimbang, istirahat cukup dan gaya hidup aktif sehat sesuai kebutuhan. 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.